Chapter 2

...Happy reading guys....

Selama Jaka Lumayun bersemedi, anak beruang itu terus menerus menantikan Jaka Lumayun untuk membuka matanya dan kembali bermain bersamanya.

Namun rasa lapar yang kini singgah di perut anak beruang itu, membuatnya terpaksa untuk meninggalkan Jaka Lumayun sendirian di dalam gua dan memilih pergi untuk mencari sarang madu, karena dia adalah anak beruang madu.

Anak beruang itu terus menerus melakukan perjalanannya hingga menemukan sebuah sarang lebah hutan yang terkenal dengan rasa lezatnya yang membuat anak beruang itu nekat untuk mengambil madu di dalam sarang lebah hutan, akan tetapi lebah hutan bukan hanya terkenal dengan madunya yang lezat ia juga terkenal dengan sensitivitasnya karena kalau sarangnya terancam maka para lebah akan langsung menyerang hewan yang mengancam sarangnya.

Dengan polosnya anak beruang itu memanjat pohon yang cukup tinggi dan letak sarang lebahnya juga yang hampir di ujung pohon.

Entah apa yang anak beruang pikirkan sampai ia tidak memperdulikan nyawanya untuk mengambil madu lebah hutan.

Seperti yang kita telah ketahui anak beruang itu ingin mengambil sarang lebah hutan dan para lebah langsung menyerang beruang manis itu dengan membabi buta.

Untung bagi si lebah ia menemukan indukannya yang langsung memanjat pohon itu dan membawa anaknya turun untuk kabur dari kejaran lebah hutan yang sangat marah.

Semua tempat persembunyian selalu di ketahui oleh para lebah, tapi satu tempat yang belum di ketahui para lebah yaitu sungai, lebah tidak akan memasuki air karena ia tidak akan bisa terbang kembali dan akan menjadi sangat lemah sehingga dapat mengancam nyawanya.

Induk beruang langsung memberikan ranting bambu untuk dia dan anaknya bernapas sembari memantau situasi dari balik air.

Sesekali induk beruang itu mencoba menangkap 2 ikan selama ia berada di dalam air, sampai akhirnya ia dapat mengambil 2 ekor ikan gemuk dan besar untuk di makan oleh anaknya dan indukannya.

Ketika semua lebah itu telah kembali ke sarangnya, saat induk beruang memberikan anaknya makan, anak beruang itu langsung berlari ke tempat semedinya Jaka Lumayun untuk membalas budinya, dahulu Jaka lah yang memberinya makan hingga ia dapat hidup sampai sekarang, kini anak beruang itu yang membawakan Jaka Lumayun ikan segar untuk ia santap bersama sama.

Saat anak beruang ingin masuk alangkah kagetnya, ia melihat segerombolan singa yang tengah mengepung tempat bersemedinya Jaka Lumayun, anak beruang itu mundur selangkah demi selangkah secara perlahan untuk tidak memancing perhatian kelompok singa itu.

Sial bagi anak beruang ia menyenggol sebuah batu yang membuat batu itu mengeluarkan suara akibat terbentur batu lain.

Terlambat bagi anak beruang untuk lari dari situ, karena kecepatan larinya tidak ada apa apanya bagi para singa singa dewasa itu, induk beruang yang melihat anaknya ingin dicelakai, sontak langsung mengeluarkan suara keras yang menarik perhatian para singa singa itu dan memilih untuk menyerang induk beruang.

Melihat ibunya tengah di serang, anak beruang langsung berlari menuju Jaka Lumayun yang masih bersemedi, ia hanya bisa mengusap-usap kepalanya ke lengan kanan Jaka.

"Ada apa dengan anak beruang ini? kenapa ia selalu mengeluskan kepalanya di lengan kanan aku?" pikir Jaka di dalam hatinya.

...Rawr!!!...

Suara auman singa yang membuat Jaka tersadar bahwa tempat bersemedinya kini telah di kepung oleh para singa.

"Sialan ternyata anak beruang ini ingin memberitahuku bahwa tempat ini telah di kepung oleh para singa, tapi tunggu dulu nampaknya para singa itu suaranya dari depan gua dan terdapat suara hewan lain selain singa singa dewasa, aku harus membuka mataku untuk melihat itu." gumam Jaka Lumayun di tengah tengah semedinya.

Anak beruang itu masih terus terusan mengusap-usap kepalanya ke tangan kanan Jaka Lumayun untuk membuatnya segera bangun dan membantu ibunya melawan gerombolan singa kelaparan itu.

"Ada apa beruang manis?" membuka matanya.

...Rawr!!...

Kembali suara auman itu terdengar yang membuat Jaka Lumayun langsung berlari dan melompat berubah menjadi seekor harimau putih yang tangguh.

Anak beruang itu mengikuti Jaka ke depan mulut gua.

"Hentikan para singa! kalau kalian ingin mendapat lawan sepadan, maka lawan aku! rawr!!!" ucap Jaka Lumayun dengan suara yang keras membuat nyali singa singa dewasa itu ciut dan langsung lari meninggalkan tempat itu.

"Wahai induk beruang apa ini anakmu?" mengambil anak beruang manis yang sedang menangkring di atas punggungnya.

Induk beruang yang terluka parah hanya bisa mengangguk dan menantikan ajalnya.

Namun Jaka sebagai seorang manusia yang berhati murni dan bersih tidak membiarkan itu terjadi, ia lebih memilih untuk merawat terlebih dahulu induk beruang itu hingga pulih seperti sedia kala, karena kalau tidak ada induk beruang itu pasti ia sekarang telah menjadi makanan bagi para singa kelaparan tadi.

"Baiklah ayo kita pergi ke dalam, aku akan merawatmu." ucap Jaka sembari menggotong induk beruang masuk ke dalam gua.

"Aku akan mencoba menyelamatkan kamu, tapi sekarang aku mau mencari tanaman obat untuk mengobati luka cakar di seluruh badanmu." ucap Jaka.

Namun anak beruang yang selalu ingin mengikuti Jaka ke mana pun tidak membiarkan Jaka untuk pergi sendirian.

"Anak beruang yang manis, kamu tunggu ibumu di sini yah, aku akan kembali untuk menyelamatkan ibumu di sini, kau tenang saja aku pasti akan cepat kembali karena waktu aku jalan ke sini aku melihat banyak tanaman obat di sekitar gua ini." ucap Jaka sembari mengelus kepala anak beruang itu.

Setelah Jaka mengucap seperti itu ia kembali melanjutkan perjalanan untuk mencari tanaman obat untuk mengobati induk beruang yang terluka parah akibat cakaran para singa dewasa yang kelaparan.

"Aku harus memetik ini dan ini, owh ya aku hampir saja lupa untuk memetikmu bunga cantik." mengambil beberapa tanaman obat yang berada di sisi kanan gua tempat ia bersemedi.

"Ups hampir saja aku tidak mengambil kulit pohon pisang untuk mengikat luka induk beruang agar tidak keluar darah terus." ucapnya saat melihat pohon pisang.

"Sip nampaknya ini cukup untuk mengobati induk beruang itu, doakan aku guru." ucapnya sembari berjalan menuju gua.

Sesampainya di dalam gua Jaka langsung meracik ramuan obatnya untuk segera di pakaikan ke induk beruang agar dapat ia selamatkan nyawanya.

"Tahan sedikit yah, ini rasanya sedikit sakit, tapi akan mengobatimu." memberikan ramuan obat herbal miliknya hingga menutup semua luka yang di alami oleh induk beruang.

Tidak lupa Jaka mengikat luka yang dalam dengan kulit pohon pisang agar darahnya tidak keluar banyak dan bisa tertutup hingga kering dengan dedaunan yang ia telah tumbuk tadi.

...Bersambung....

#Next chapter ke 3 yah.

Di tunggu saja upload dari aku, yang akan aku upload setiap hari minimal 1 bab dan jangan lupa di like, komen dan favoritkan novel ini jika kalian suka, apabila kalian ingin memberikan gift kepada novel ini, silahkan saya sangat berterima kasih kepada kalian.🙏

See you next time.

Terpopuler

Comments

Lottie

Lottie

induk beruang nya baik bet🥺, mengalahkan kebaikan manusia 😃.

2022-05-19

0

Farlia♡V

Farlia♡V

semua ibu pasti akan melindungi anaknya, termasuk ibu beruang.

2022-05-17

0

ℛᵉˣRoy Erlaᷢngᷡgaᷢ♚⃝҉𓆊ᴀᷟ🎼

ℛᵉˣRoy Erlaᷢngᷡgaᷢ♚⃝҉𓆊ᴀᷟ🎼

wkwkwk beruang nya nungguin

2022-05-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!