Chapter 19

...Happy reading guys. 🤗...

"Ki! kenapa kau bunuh dia?!" teriakku yang kaget melihat Ki Jagaraga yang langsung saja membunuh Ramzan.

"Maaf tapi dia tadi aku lihat ingin menembak makanya aku bergerak untuk membunuhnya maafkan aku yah Jaka." ucapnya dengan memelas.

"Haa sudah lah, nasi sudah menjadi bubur, dia sudah mati nanti kita kubur." ucapku dengan pasrah.

Di tengah ke pasrahan aku Komandan Markovic mendatangi kami berdua.

"Kerja bagus Jaka, walau dia mati tapi kamu lah yang menangkapnya terlebih dahulu dari pada kami semua yang ada di sini." ucapnya yang sembari mengajakku pergi dari Ki Jagaraga.

"Tapi kan aku ada tujuan penting di balik ini semua." ucapku yang merasa semakin gagal.

"Sudah lah tenang saja kau tidak perlu merasa bersalah seperti ini, ayo kita ke markas dahulu aku mau memberikan penghargaan "the heroik boy" kepadamu." ucap Komandan Markovic.

"Itu apa artinya?" tanyaku dengan polos.

"Sudah lah nanti kamu tau sendiri, ayo sekarang kita pergi kembali ke markas dengan duduk santai di atas tank lapis baja ini." ucap Komandan Markovic yang terlebih dahulu naik di atas.

"Haduh naik besi berjalan lagi aja." ucapku tidak sengaja.

"Astaga kenapa kamu bilang besi berjalan hahaha kamu nih sangat lucu sekali." ucap Komandan Markovic yang tertawa ngakak mendengar perkataan aku tadi.

"Sudah lah ayo kita naik dulu nanti kita bicarakan sembari berjalan ke markas." ucapnya yang menyuruhku duduk di sebelahnya.

Setelah Jaka duduk di samping Komandan Markovic, kemudian ia membisikkan sesuatu kepada Jaka.

"Sebaiknya kau harus berhati hati dengan orang Jaka, dia sangat licik, selama yang aku kenal dia tidak akan melakukan sesuatu kalau tidak untuk kepentingan dia sendiri, jadi kau harus berhati hati yah." ucap Komandan Markovic di kupingku dengan tank yang sudah berjalan cukup jauh dari padepokan.

"Owh tenang saja pak, saya sudah mengetahui itu semua jadi saya pasti akan berhati hati jika bersamanya, dahulu juga dia seperti itu jadi aku tidak heran lagi." ucapku dengan santai.

"Bagus lah kalau kamu sudah paham itu, mari kita nikmati malam yang mulai cerah dengan cahaya rembulan yang menyinari tempat ini dari kebulan asap bom." ucap Komandan Markovic yang sudah menyenderkan kepalanya di bagian tank lapis baja dan menatap langit.

"Benar juga katamu pak, malam ini sangat cerah, seperti merayakan kemenangan kita sekarang, walau begitu banyak dari kita yang meninggal dunia saat peperangan tadi, namun mereka adalah pahlawan yang sangat berjasa sekali kepada bangsa ini." ucapku yang ikut bersandar di samping Komandan Markovic.

"Bagaimana kalau kamu ikut pelatihan militer saja? agar kita bisa berkolaborasi dengan apik dan kita bisa membongkar misteri dari kematian Ki Jagabaya." ucapnya yang kelepasan.

"Tunggu siapa kau?! kenapa kau mengetahui guruku?" ucapku yang langsung berdiri di atas tank.

"Tunggu dulu Jaka tunggu." ucap Komandan Markovic yang berusaha menenangkan aku.

"Tidak kau siapa?!!" ucapku dengan nada yang semakin marah.

Karena emosi yang meningkat akhirnya keduanya melakukan sedikit pertarungan yang menggunakan jurus ciri khas silat harimau aliran Ki Jagabaya.

"Sebenarnya siapa dia?! mengapa dia bisa mengimbangi kekuatan aku?! siapa dia?! tidak ada lagi yang bisa melakukan gerakan ini selain para murid Ki Jagabaya." ucapku dengan heran di dalam hati.

"Tunggu dulu Ka Jaka!" teriak Komandan Markovic.

"Apa kau bilang tadi?" ucapku yang mulai tersadar dengan suara itu.

"Ternyata memang benar kau ini Ka Jaka Lumayun yang selama ini aku cari keberadaan dirimu." ucapnya yang mulai mendekat.

"Jangan jangan kau ini adalah... Adik kedua?!" ucapku dengan kaget dan langsung memeluknya.

"Benar ka, ini aku adik keduamu." ucapnya.

"Tapi bagaimana kamu bisa selamat dari tragedi pembantaian itu?" tanyaku yang heran.

"Jadi begini ka." ucapnya yang menceritakan kejadian masa lalu.

......*Flashback sebentar.......

"Jadi saat aku menahan para pembunuh bayaran aku menyuruh putri guru untuk kabur dan aku dapat selamat akibat pertolongan dari sekelompok sniper yang tengah menjalankan tugasnya untuk berpatroli di sekitar padepokan, beruntung semua sniper itu mampu menghabisi para pembunuh bayaran tanpa terdeteksi sedikit pun keberadaan mereka di mana, oleh karena itu aku mulai tertarik dengan dunia militer dan memutuskan untuk ikut dengan para sniper agar menjadi seorang tentara dan dapat menyelidiki kasus misteri kematian guru kita*." ucapnya yang menceritakan semua kejadian yang menimpanya masa lalu.

"Owh bagus lah kalau begitu, tapi jangan sampai ada yang mengetahui identitas asli dirimu, aku merasa pembunuh bayaran yang dahulu kala membantai padepokan kita masih berkeliaran sampai sekarang, jadi kau berhati hatilah." ucapku yang mengajaknya duduk kembali.

Tidak lama anak buah Komandan Markovic melihat mereka berdua yang sempat bertarung sebentar.

"Ada apa tadi komandan?" tanya anak buahnya.

"Tidak ada masalah apa apa, kami hanya berlatih bela diri bersama." ucapku dengan merangkul Komandan Markovic.

"Benar, aku sudah lama tidak latihan dan menurutku dia adalah orang yang cocok untuk menjadi teman berlatih aku bela diri." ucap Komandan Markovic yang menyanjung diriku.

"Tidak komandanmu itu jauh lebih hebat dari aku, yasudah sana kamu masuk kembali kami masih ingin bercerita tentang pribadi kami." perintahku kepada anak buah Komandan Markovic.

"Baik pak." ucapnya yang menuruti perintah dariku.

Selama perjalanan ke markas militer kami berdua menceritakan masa masa dahulu sebelum padepokan silat harimau di bantai.

"Ka sebenarnya kamu itu ke mana saja sih?" tanya Komandan Markovic yang kepo.

"Sesuai dengan perintah guru kita, kini aku sudah menjadi pendekar silat harimau legendaris." ucapku yang menjawab pertanyaan adik kedua.

"Bagaimana aku dapat tahu kalau kakak sudah menjadi pendekar silat harimau legendaris?" tanyanya kepadaku.

"Kamu masih ingat dengan perkataan guru kalau seseorang yang menjadi pendekar silat harimau legendaris maka saat ia berubah menjadi seekor harimau maka di kepalanya akan muncul mahkota dengan di tengah tengahnya terdapat batu mustika harimau putih?" aku malah kembali menanyakan kepadanya.

"Iyah aku masih ingat, coba liat dong punya kakak." pintanya kepadaku.

"Oke tapi aku kasih lihat setengah saja yah karena bahaya di sini tempat umum." ucapku yang mulai menunjukkan rupa wajah harimau putih legendaris yang ada mahkota dengan batu mustika di tengahnya.

"Wah keren sekali ka, aku turut senang dengan hal itu jadi nanti kita bisa kembali merebut padepokan itu dari tangan Ki Jagaraga." ucapnya dengan menatap langit.

"Bisa saja, tapi kita harus menyusun rencana dengan sangat tersusun sebelum menyerang ke sana." ucapku kepada Komandan Markovic.

Tidak terasa kini perjalanan kami telah tiba di markas militer yang di berlakukan penjagaan yang ketat karena takutnya saat semua prajurit berperang, para pemberontak menyerang markas dan merusak segala alat bantu militer yang tersimpan.

......Bersambung.......

Jangan lupa selalu like dan komen novel ini dan jangan lupa di gift juga ya, terima kasih.

Terpopuler

Comments

🅴ɳÐåh ✰͜͡w⃠🐊⃝⃟💯𓆊

🅴ɳÐåh ✰͜͡w⃠🐊⃝⃟💯𓆊

ternyata komandan markovic adik seperguruan jaka..

2022-05-17

0

viernn

viernn

👀komanan adik seperguruannya

2022-05-16

1

... Silent Readers

... Silent Readers

👣👣👣👣👣

2022-04-17

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!