...Sebuah perasaan terkadang mampu menutupi mata untuk melihat kenyataan. Kenyataan dimana sebenarnya dia bukan sosok yang terbaik untukmu di masa depan....
...~JBlack...
...🌴🌴🌴...
Di sebuah tempat, terdapat seorang pria sedang menenggak minuman alkohol. Matanya menatap sekeliling karena dirinya sedang menunggu seseorang. Decakan lidah terdengar berulang kali saat sosok yang ditunggunya tak kunjung datang.
"Bagaimana, Dam? Kau sudah bertemu dengan Rachel?" tanyanya dengan wajah marah sekaligus kesal.
Malam ini, Syakir memang mengajak kekasihnya bertemu di club malam. Pria itu ingin merayakan ulang tahun kekasihnya disini sekaligus berakhir dengan pergulatan panjang.
Namun, sampai lebih dari dua jam pria itu menunggu. Rachel tak kunjung datang dan membuat Syakir tak sabaran.
"Maaf, Tuan. Nomor ponsel Nona Rachel tak dapat dihubungi," balas Adam dengan malas.
Sebenarnya pria tangan kanan Syakir itu tak menyukai sosok Rachel. Menurut Adam, jika ada wanita itu, bosnya selalu melalaikan pekerjaan, meeting sering ditinggal dan lagi uang terlalu banyak yang dihamburkan.
Hal itulah yang membuat Adam sangat tidak menyukai Rachel. Ditambah kedua orang tua bosnya menitipkan Syakir kepadanya, semakin membuat Adam percaya bahwa Rachel bukan wanita baik-baik saja.
Syakir mulai hilang kendali. Dia bahkan sudah mulai meracau tak jelas karena minuman yang ditenggak olehnya. Tanpa kata, pria itu segera meraih benda pipih keluaran terbaru tersebut. Dia menghubungi sang kekasih untuk mencari dimana keberadaan wanita itu.
"Kemana saja…."
"Ustt, Sayang!" sela Rachel dengan manja dari seberang telepon. "Apa kau menungguku?"
"Tentu. Kau sudah berjanji untuk merayakan ulang tahunmu denganku, bukan?" seru Syakir dengan tak bisa menutupi kekesalannya. "Lalu kemana saja sampai kau tak datang juga?"
Terdengar kekehan Rachel dari seberang. Wanita itu segera mengganti panggilan tersebut dengan panggilan video dan membuat Syakir segera mengangkatnya.
"Kau!"
"Ya, Cinta. Aku ada di apartemen sejak tadi," balas Rachel dengan suaranya yang seksi.
Syakir menelan ludahnya paksa. Dia mengambil segelas minuman lagi dan diminumnya. Wajahnya sudah sangat terlihat teler. Namun, dia masih berusaha sadar.
Kekasihnya terlihat sangat seksi sekali disana. Rachel memakai lingerie yang begitu tipis sampai menampakkan tubuhnya yang begitu menonjol.
"Jangan diliatin terus!" kata Rachel dengan kedipan manjanya. "Cepatlah pulang! Aku tunggu di apartemen dan kita akan menghabiskan malam panjang."
Setelah mengatakan itu. Rachel dengan sengaja mendekatkan bibirnya di layar ponsel lalu menciumnya. Hal itu tentu membuat Syakir semakin panas. Dia segera memasukkan ponselnya ke dalam saku celana lalu kembali meminum minumannya.
"Sudah, Tuan. Jangan terlalu banyak minum. Anda sudah sangat mabuk," kata Adam melarang Syakir menenggak minumannya lagi.
"Diamlah, Dam. Satu gelas lagi lalu kita kembali ke apartemen."
Akhirnya Adam mengalah. Dia membiarkan bosnya minum untuk terakhir kalinya sebelum beranjak berdiri. Namun, saat Syakir hendak beranjak, tubuhnya sudah sempoyongan. Hal itu tentu membuat Adam dengan siap siaga membantu bosnya keluar dari tempat laknat tersebut.
Dengan penuh hati-hati Adam memasukkan bosnya ke dalam mobil. Lalu dia juga memasangkan seatbelt agar Syakir aman.
"Kau tau, Dam. Kekasihku sangat seksi sekali malam ini. Dia menunggu kehadiranku untuk menghabiskan malam panas," celoteh Syakir yang mulai ngelantur.
Adam hanya melirik tingkah laku bosnya itu. Dia sangat tahu jika Syakir sudah sangat mabuk. Bahkan pria itu sejak tadi terus mengajaknya berbicara.
"Sebenarnya aku ingin melakukan sesuatu, Dam," kata Syakir dengan menunjuk sekretarisnya yang sedang menyetir.
"Apa itu, Tuan?" tanya Adam yang melayani tingkah laku bosnya itu.
"Aku ingin menghamili Rachel agar orang tuaku setuju dengan hubungan kami," kata Syakir yang membuat Adam lekas menginjakkan kakinya dengan rem mobil sampai kendaraan itu berhenti.
"Kenapa, Dam? Apa kita sudah sampai?" tanya Syakir saat merasakan mobilnya tak bergerak.
"Maaf, Tuan. Maaf." Adam menggelengkan kepalanya.
Dia segera melajukan kembali kendaraan itu dengan sesekali melirik bosnya.
"Kenapa Tuan sangat kekeh sekali ingin menikahi wanita itu?" tanya Adam penasaran.
Jujur memang body Rachel tak dapat diragukan lagi. Dia cantik, seksi dan begitu sempurna dimata semua pria. Namun, melihat bagaimana tingkah lakunya saja. Satu detik berharap Rachel menjadi kekasihnya saja, Adam tak terpikirkan.
Menurut Adam, untuk mencari seorang istri jangan memilih wanita yang salah. Karena apa? Istri adalah madrasah utama untuk anak-anaknya.
"Karena aku mencintainya, Dam!"
Akhirnya Adam tak lagi bertanya. Dia segera membelokkan setir kemudi ke arah gedung apartemen dimana bosnya itu tinggal. Setelah kendaraan itu berhenti dengan tepat.
Adam segera turun dan membantu bosnya berjalan menuju unit kamarnya. Pria itu benar-benar membantu bosnya berjalan sampai di depan apartemennya dengan sangat tulus.
"Ayo, Tuan. Saya antar Anda masuk," kata Syakir yang langsung dijawab gelengan kepala oleh Syakir.
"Kau mau melihat kekasihku dengan pakaian minimnya?" semprot Syakir dengan marah. "Rachel ada di dalam."
"Maaf, Tuan." Adam menundukkan pandangannya.
Dia hampir lupa jika bosnya sudah mendapatkan kabar dari kekasih mata duitan itu.
"Pulanglah! Aku akan menghubungimu jika aku butuh sesuatu."
"Baik, Tuan."
Adam segera pergi meninggalkan Syakir yang mulai membuka apartemen dengan kartu miliknya. Setelah itu pria dengan keadaan yang mulai linglung itu segera mendorong pintu apartemen dan menguncinya.
Syakir dengan cepat melepaskan sepasang sepatu miliknya dan meletakkannya ke sembarang tempat. Lalu dia segera bergerak menuju ruang tamu apartemennya.
"Sayang!" panggil Syakir dengan mengedar.
Tubuh Syakir yang tak seimbang karena pengaruh alkohol, berulang kali membuat kakinya tersandung dan hampir jatuh. Dia berjalan kesana kemari untuk mencari sosok yang sudah sangat ingin ia terkam.
Jujur malam ini adalah malam yang sangat dinanti oleh Syakir. Malam yang sejak dulu sangat diinginkan untuk dilakukan oleh wanita yang dicintainya.
Selama ini pria itu memang sering ke club malam, menghabiskan waktu dengan para wanita di sana hanya untuk menemaninya minum dan memegang beberapa tubuhnya tanpa berakhir di ranjang.
Syakir tentu salah satu pria yang tak mau tidur dengan wanita sembarangan. Dia dikenal cassanova karena teman minumnya bergonta ganti. Lalu Syakir juga sering bermain dengan tangannya pada wanita-wanita yang sering menemaninya. Hanya dengan tangan tak lebih.
Sampai akhirnya, mata Syakir melihat sepasang sepatu heel milik sang kekasih di dekat tangga. Syakir menatap ke atas dan dia yakin kekasihnya itu sudah ada di dalam kamar.
"Kau di kamar, Sayang? Tunggu aku!" teriak Syakir dengan berpegangan tangga menuju lantai dua.
Tanpa menunda, pria itu segera membuka pintu kamarnya dan menatap ke arah ranjang. Disana, sang kekasih dengan pakaian seksinya sedang tertidur dengan tenang.
"Apa kau tidur, Sayang?" bisik Syakir yang berjalan mendekati ranjang king size tersebut.
Dia mengecup hidung kekasihnya dan mengusap kepalanya.
"Apa kau ingin menghabiskan malam denganku, hmm?" katanya dengan meracau.
Dalam pikiran Syakir malam ini hanya ada wajah Rachel, Rachel dan Rachel saja. Ditambah pengaruh alkohol yang begitu banyak membuat matanya tak begitu jelas melihat sosok itu.
"Apa kau sedang mengujiku, Sayang?" tanya Syakir saat sosok itu tak kunjung bangun. "Jangan bermain-main denganku. Aku tak akan mundur lagi malam ini."
Dengan sekali gerakan, Syakir merobek lingerie itu sampai tubuh wanita dibawahnya ini terlihat dengan jelas.
"Kau tak bisa mundur lagi, Sayang. Ayo kita habiskan malam yang panjang!"
~Bersambung
Kira-kira apa yanh bakal terjadi setelahnya? Rachel beneran ada di apartemen atau bukan?
Jangan lupa klik like, komen dan vote yah. Biar author semangat ngetiknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 287 Episodes
Comments
Pia Palinrungi
waduhh humai kah itu, mdh2 dgn kejadian ini rachel menyesal krn syakir akan menikahi humaira
2023-04-01
0
andi hastutty
Humairah kayanya si jebak deh
2023-02-07
0
Raffa Iskandar
apa itu humaira ya d jebak rachel
2023-01-26
0