Siapa Rachel?

...Sosok yang seharusnya menjadi rumah bagiku ternyata pemicu utama hancurnya mentalku selama ini....

...~Humaira Khema Shireen...

...🌴🌴🌴...

Akhirnya Humaira hari ini kuliah dalam keadaan yang lumayan kacau. Rambutnya basah karena ia harus mencuci rambutnya yang terkena air dan isian bakso di kamar mandi. Kemudian untuk pakaian, Humaira sering membawa baju ganti di loker miliknya karena takut kehujanan.

Untung semua itu bisa dia atasi dengan baik dan membuatnya selamat dari kejadian seperti ini. Namun, tetap saja. Mental seseorang tak ada yang tahu. Dibalik kata baik-baik saja yang selalu dia lontarkan. Ada perasaan hati yang sudah hancur tak bersisa.

Ada perasaan takut, sakit, tak percaya diri menumpuk menjadi satu. Semua itu merupakan efek dari hasil pembullyan dan doktrin dari ibu kandungnya sendiri. Namun, sebaik mungkin Humaira selalu bersikap seakan semuanya baik-baik saja.

"Apa kamu langsung pulang?" tanya Sefira saat keduanya selesai dengan jadwal kuliah hari ini.

Humaira mengangguk. Dia menatap jam tangan jadul yang melekat di pergelangan tangannya. 

"Hari ini cafe sedang tutup. Jadi aku libur bekerja," ujarnya memberitahu.

Selain menjadi seorang mahasiswa. Humaira merupakan salah satu pekerja cafe. Dia bekerja untuk menambah uang saku dan beberapa kebutuhan yang harus ia beli sendiri.

Humaira selalu berusaha menjadi sosok yang mandiri. Dia bahkan tak tega ketika melihat ibunya harus bekerja sendiri semenjak sosok ayahnya meninggal. 

Dia sebaik mungkin tak mau merepotkan sosok ibunya. Bagaimanapun sikap Shadiva kepadanya. Humaira tetap menyayangi ibunya.

"Aku pulang dulu ya, Mai. Kamu hati-hati di jalan," kata Sefira saat mobil jemputannya datang. "Kamu beneran gak mau aku anterin?" 

Kepala Humaira menggeleng. "Aku masih mau ke toko buku, Fir." 

"Yaudah. Ayo aku anterin," kata Sefira memaksa.

"Nggak usah. Udah sana pulang duluan. Aku bakalan naik ojek online," balas Humaira menutup pintu mobil sahabatnya.

Wajah Sefira cemberut. Selama pertemanan mereka. Humaira tak pernah mau naik mobilnya. Bahkan meski hujan sekalipun. Gadis itu lebih memilih menunggu daripada mau diantar oleh Sefira.

"Yaudah. Aku pulang yah. Sampai rumah, kamu kabarin aku. Bye bye!" 

"Bye!" 

Sepeninggal mobil Sefira. Humaira lekas melangkahkan kakinya. Dia menatap ke kanan dan ke kiri sebelum menyebrang jalan. Hari ini dirinya ingin berjalan kaki. Entah kenapa Humai seakan tak ingin segera sampai rumah.

Tempat yang seharusnya menjadi rumahnya bernaung dengan nyaman. Bangunan yang seharusnya menjadi tempat berkeluh kesah ternyata tak lebih ubahnya sebagai sebuah bangunan bak neraka.

Apa yang ia lakukan selalu salah. Apa yang dia inginkan tak pernah terpenuhi. Semuanya harus dipandu dan diperintah. Dirinya tertekan tapi tak bisa berteriak. Dia ingin melawan tapi hatinya sangat menyayangi ibunya.

"Bolehkah aku menyusul ayah saja?" gumamnya saat langkah kakinya berhenti di depan sebuah toko yang menjual boneka. 

Bibirnya melengkung ke atas. Ingatan bagaimana ayahnya yang selalu memberikannya sebuah boneka ketika dia sedih atau habis dimarahi ibunya kini mulai terbayang.

Hanya sosok ayahnya yang selalu adil di antara dia dan adiknya. Hanya sosok ayahnya yang selalu membela Humai ketika ibunya tak memperlakukannya seperti memperlakukan Rein. 

"Jujur aku tersiksa disini, Ayah. Aku tak memiliki sandaran," ucapnya dengan menunduk.

Perlahan Humai hapus air matanya yang mengalir. Dia menarik nafasnya begitu dalam untuk menetralkan jantungnya yang terus berdebar kencang. Emosinya masih tak beraturan setiap mengingat sosok ayahnya.

"Aku merindukanmu, Ayah," lanjutnya sambil berusaha tersenyum.

Humaira lekas melanjutkan langkah kakinya. Dia benar-benar menikmati setiap perjalanan yang ia lalui. Walau jauh, dirinya merasa bahagia. Sampai tak lama, bangunan rumahnya mulai terlihat.

Humaira semakin mempercepat langkahnya tatkala melihat sosok ibunya yang sedang menyapu halaman rumah.

"Assala…" 

"Kemana maskermu, Mai? Kenapa kamu gak pakai?" tanya Shadiva menyela salam anaknya.

Ibu dua anak itu lekas meletakkan sapu yang ia pegang. Dia berjalan mendekati sosok Humai yang mematung di tempatnya. 

"Kamu kenapa gak pakai masker sih?" kata Shadiva dengan nada kesal. "Siang- siang begini debunya banyak, Humai. Kotor juga. Kalau kamu gak pakek masker, wajahmu bakalan banyak debu dan jerawat kamu gak bakal sembuh." 

Humairah memejamkan matanya. Lagi-lagi hal ini yang selalu dibahas ibunya itu. Namun, kepalanya tetap menunduk tak berani menatap wajah ibunya.

"Maaf, Bu," ujarnya dengan suara serak.

"Maaf saja terus tapi gak kamu lakuin!" kata wanita paruh baya itu dengan menghela nafas berat. "Udah sana ke kamar. Cuci muka lalu pakai masker wajah."

"Baik, Bu." 

Humaira lekas melangkahkan kakinya masuk. Lagi-lagi air matanya kembali turun. Dirinya benar-benar seorang diri di rumah ini. Saat dia ingin bercerita tentang kejadian di kampusnya tapi selalu tak jadi dia ceritakan. 

Sepertinya Tuhan menakdirkan aku untuk menyimpan semua luka ini sendiri. Menyembuhkannya seorang diri tanpa bantuan orang lain, gumam Humai dalam hati saat dia menutup pintu kamarnya dan menguncinya.

...🌴🌴🌴...

Sedangkan di tempat lain, terlihat seorang pria tampan tengah duduk tenang di kursinya dengan mata menatap layar laptop yang menyala. Tubuhnya yang tegap dengan balutan kemeja semakin menambah karisma dari seorang pria tampan dan workaholic ini.

Seharian ini ia tak beranjak dari kursi kebesarannya. Pekerjaannya yang banyak membuatnya harus betah berada di dalam ruang kerjanya. Hingga tak lama, suara pintu yang terbuka diikuti hadirnya sosok tangan kanannya membuat perhatian pria itu teralih. 

"Maaf, Tuan Syakir. Saya mengganggu waktu Anda. Di luar ada…"

"Sayang," rengek seorang perempuan yang masuk dengan seenaknya. "Sekretarismu ini menghalangiku masuk!" 

Wajah perempuan itu terlihat begitu kesal. Bibirnya cemberut dengan menatap tangan kanan kekasihnya. Syakir yang melihat kedatangan kekasihnya langsung menarik pinggangnya mendekat.

"Kau boleh pergi, Adam!" kata Syakir pada sekretarisnya.

"Siap, Tuan. Permisi."

Sepeninggal Adam. Perempuan yang mukanya masih cemberut lekas mendudukkan dirinya di atas pangkuan sang kekasih. Dia melingkarkan tangannya di leher Syakir dengan manja.

"Jangan cemberut terus, Rachel Maureen Jovita. Rasanya aku ingin melahap bibir seksimu itu, Sayang," bisik Syakir dengan nada sensual. 

"Aku kesal pada sekretarismu itu. Dia selalu menghalangiku untuk bertemu denganmu, Sayang," adu Rachel dengan manja.

Syakir menghela nafas pelan. "Dia hanya menjalankan perintah dari Mama dan Papa. Kamu tau sendiri, 'kan? Bagaimana aku bisa terdampar di kota dingin ini?"

Rachel mengangguk. Dia menarik leher Syakir lalu memberikan kecupan disana. 

"Jangan memancingku, Sayang. Aku tak akan tahan jika kamu…" 

"Jangan macam-macam. Aku sedang berhalangan," bisik Rachel lalu menjulurkan lidahnya dan menjilat leher Syakir.

"Sayang!" seru Syakir menggeram.

Rachel terkekeh. Dia menjauhkan wajahnya dari leher Syakir lalu memberikan kecupan lembut di bibirnya.

"I love you, Sayang." 

Syakir tersenyum. Dia sangat tahu jika kekasihnya dalam mode begini pasti ada sesuatu yang dia inginkan.

"Kamu mau apa, Sayang?" tanya Syakir penuh perhatian.

Mata Rachel bersinar begitu cerah. "Kamu sangat peka, Baby." 

"Tentu saja," balas Syakir pada kekasihnya. "Mau apa, hmm?"

"Ada koleksi tas baru mewah, Sayang. Aku ingin itu," rengek Rachel dengan manja. "Boleh?" 

"Tentu saja. Untukmu apa yang tak boleh," jawab Syakir yang sudah bucin akut. "Ayo kita membelinya!" 

~Bersambung

Nah akhirnya tau, 'kan, siapa Rachel? Hahaha kaburr.

Jangan lupa klik like, komen dan vote yah. Biar author semangat ngetiknya.

Terpopuler

Comments

Sunarmi Narmi

Sunarmi Narmi

Humai aja yg kebangetan di sini...coro jowone ndablek..kata maaf tpi kesalahan dia ulang trus ya lama" ibu jg gedek dn gunduk jg...😄😄😄😄

2023-09-30

0

Sunarmi Narmi

Sunarmi Narmi

sbnarnya maksud ibumu baik..Humai...jdi gemes liat kmu di bully tiap hari tpi mentalmu bukan tmbahnkuat..air mata yg kmu jatuhi..hallo moveon dong...aku jg ortu jg pernah bilang sprti itu..bukan mau bandingin..cuma kdang anak yg sensi..😄😄

2023-09-30

0

andi hastutty

andi hastutty

ibunya yah pengen ta ketok kepalanya. dan Syakir mau ajha di porotin dan Rahel dia yg seharusnya di jukukin sampah karena terlalu luar dengan laki2

2023-02-07

0

lihat semua
Episodes
1 Pembullyan
2 Si Buruk Rupa!
3 Siapa Rachel?
4 Ditolak Jadi Mantu
5 Kecelakaan
6 Kehilangan
7 Kondisi Rein dan Pemakaman
8 Tabungan Menipis
9 Undangan Ulang Tahun
10 Disulap Bak Seorang Putri
11 Dipermalukan
12 Diculik?
13 Kamar Apartemen
14 Dijebak
15 Dipergoki
16 Bertanggung Jawab
17 Mau Menikah atau Tidak?
18 Perdebatan Ibu dan Anak
19 Kondisi Rein
20 Syakir VS Rachel
21 Rachel Menggoda
22 Identitas Humaira
23 Berita Panas Kampus
24 Dikeluarkan!
25 Siapa Sefira Sebenarnya?
26 Sikap Lain Syakir
27 Banyak Kesamaan?
28 Pendarahan
29 Terbongkar?
30 Sefira Bertindak
31 Putus?
32 Disidang!
33 Rancana Rachel
34 Bertemu Lagi?
35 Diusir?
36 Ancaman Syakir
37 Menikah
38 Syakir Berulah?
39 Anak Haram?
40 Tidur Di Lantai?
41 Digugurkan?
42 Hukuman Syakir
43 Drama Rachel
44 Perang Dunia Kedua?
45 Terbongkar
46 Pindah Rumah
47 Istri atau Pembantu?
48 Hasutan Rachel
49 Tamparan!
50 Rumah Sakit
51 Disfungsi Ereksi?
52 Panggilan Bara?
53 Tak Dianggap!
54 Gadis Pembawa Sial
55 Kecurigaan Almeera
56 Syakir VS Almeera
57 Nasehat Almeera
58 Kabar Rein
59 Tak Dinafkahi!
60 Wanita Munafik
61 Kepulangan Almeera
62 Kedatangan Rachel
63 Humai Melawan
64 Humai Mengancam?
65 Ketahuan?
66 Puncak Amarah Sefira
67 Sefira VS Rachel
68 Diusir!
69 Jenis Kelamin
70 Surat dan Foto USG
71 Saham 10%
72 Kabar Rein
73 Berbohong
74 Curiga
75 Rachel Super Gila
76 Foto Tak Seno***
77 Karma?
78 Meledak!
79 Go Indonesia
80 Kondisi Sefira & Humai
81 Hati Syakir Bergetar
82 Ketahuan Selingkuh
83 Syakir VS Rein
84 Awal Mula Kehancuran Syakir
85 Pamit Untuk Pergi
86 Selamat Tinggal Malang
87 Merasa Kehilangan
88 Welcome To Jakarta
89 Terbayang Sosok Humai
90 Tak Mau Bercerai?
91 Hubungan Rachel dan Humaira?
92 Saudara Kandung?
93 Rahasia Masa Lalu
94 Rumah Sakit Jiwa
95 Surat Perceraian
96 Syakir Menolak Tanda Tangan
97 Humaira Jatuh Telungkup!
98 Ketahuan Selingkuh
99 Pengkhianat
100 Baby Boy
101 Siapa Adam
102 Syakir Meninggal?
103 Fotokopian Syakir
104 Rasya Jay Achala
105 Resmi Bercerai?
106 Foto USG
107 Akhir Dari Segala Duka
108 Pekerja Restaurant
109 Calon Desainer Berbakat
110 Pak Dosen?
111 Jay & Jeno
112 Menikahlah Lagi!
113 LDR
114 Diantar Pak Jeno
115 Pertemuan Ayah dan Anak
116 Kecurigaan Syakir
117 Sakit Mental
118 Bertemu?
119 Hal Tak Terduga
120 Berpapasan
121 Harapan Humaira
122 Pertemuan Tak Terduga
123 Memastikan!
124 Pagelaran Busana
125 Bertemu Sekian Purnama
126 Keributan
127 Menguntit
128 Permintaan Ayah Humai
129 Harapan Sebagai Seorang Ayah
130 Syakir VS Jeno
131 Syakir VS Jeno 2
132 Bersaing Mendapatkan Humai!
133 Jadwal Bagi Tugas
134 Dia Ayah Kandung, Jay!
135 Kenapa Berpisah?
136 Panggilan Ayah Pertama Kalinya
137 Rayuan Jay dan Syakir
138 Suapan Pertama Kali
139 Permintaan Kecil Jay
140 Ajakan Jeno!
141 Awal Mula Perasaan Jeno
142 Jeno Diterima atau Ditolak?
143 Tantangan Baru Syakir
144 Syakir Jay Momen
145 Jay Minta Bantuan Jeno
146 Kabar Keluarga Syakir
147 Pertemuan Ibu dan Anak
148 Maafin Syakir, Ma!
149 Ante Ambil JJ, yah?
150 Saling Memaafkan
151 Kasih Ibu Sepanjang Masa
152 Tidur Seranjang?
153 Godaan Di Pagi Hari
154 Sefira VS Jeno
155 Sefira VS Jeno 2
156 Hati Seorang Ibu
157 Terbayang Wajah Sefira
158 Kehebohan Sebelum Kencan
159 Jatuh Cinta Kedua
160 Ngebucin Makin Brutal!
161 Syakir Makin Brutal
162 Pertemuan Kedua Sefira Jeno
163 Salah Tingkah
164 Restu Syakir?
165 Sefira Lawan Jeno
166 Pelukan Mendadak (Sefira-Jeno)
167 Kecupan Indah Dari Humai
168 Tentang Perasaan Sefira
169 Terbongkar Tentang Syakir
170 Saling Menerima
171 Nasib Rachel dan Adam
172 Tingkah Cassanova Syakir
173 Mulai Terungkap
174 Kekecewaan Humaira
175 Pergilah ke Malang!
176 Kedatangan Si Bucin Akut
177 Berpisah Untuk Pertama Kali
178 Rachel Mengamuk
179 Keputusan Papa Hermansyah
180 Kode Minta Dihalalin
181 Kecupan Berakhir Lamaran
182 Waktu 2 Minggu Untuk Halal?
183 Kembali Bertemu Dosen Killer
184 Panggilan Sayang
185 Restu Papa
186 Restu Orang Tua Syakir
187 Lampu Hijau OTW KUA
188 Kabar Bahagia
189 Jeno ikutan ngegas!
190 Bucin OTW Jadian
191 Kejutan Dari Jeno
192 Jawaban Jeno
193 Ikut Mengunjungi Rachel
194 Pelukan Saudara Angkat
195 Apa Rachel Bisa Sembuh?
196 Bertemu Keluarga Jeno
197 Ditolak?
198 Double Restu
199 Kejutan Syakir
200 Gagal LDR!
201 Memasak Bersama
202 Menyambut di Bandara
203 Persiapan Lamaran
204 Tanggal Pernikahan
205 Kebucinan Apa Ini?
206 Almeera dan Bara
207 Kabar Mengejutkan Untuk Humai
208 Bucinnya Bara dan Syakir
209 Trio Bucin Berkumpul
210 Rumah Lama Humaira
211 Cincin Pernikahan
212 Dekorasi dan Fitting Baju
213 Pernikahan Kedua
214 Kebahagiaan Tak Terhingga
215 Kado Dari Reyn
216 Jay, Merusak Momen
217 Kejujuran Jeno
218 Reaksi Sefira
219 Sisi Lain Syakir
220 Makan Malam Bersama
221 Menentukan Tanggal Pernikahan JenFira
222 Godaan Berat
223 Serangan Syakir
224 Ninu Ninu Ninu
225 Indahnya Malam Kedua
226 Berikan Cucu Yang Banyak!
227 Pijatan Lembut
228 Saksi Bisu Kamar Mandi
229 Godaan Banci Centil
230 Cemburunya Jeno
231 Perhatian Jay pada Syakir
232 Tingkah Humai dan Sefira
233 Pertemuan Dengan Rachel
234 Berdamai
235 Diusir?
236 Happy Wedding JenFir
237 Kegugupan Sefira
238 Persiapan Bulan Madu
239 Negeri Gingseng
240 Malam Yang Dinanti
241 Tendangan Goal
242 Tanda Merah
243 Pertemuan Dengan Reyn
244 Perhatian Reyn
245 Membawa Rachel Pulang
246 Mimpi menjadi Nyata
247 Di Balik Selimut
248 Sikap Hangat Jeno
249 Isyarat?
250 Perjuangan Reyn dan Humai Dimulai
251 YJ Collection
252 Titik Awal Impian Humai
253 Hari Pertama Bekerja
254 Guntur Syakir Bucin Alhusyn
255 Cemburu Buta
256 Hukuman Ninuninu
257 Rencana Syakir
258 Pawang Humai Siaga Satu
259 Ulah Jay
260 Om Ye Jun, Belum Nikah?
261 Jangan Ambil Ibuku!
262 Humai Sakit?
263 Muntah
264 Baru Sadar?
265 Show Time
266 Hadiah Terindah
267 Mood Ibu Hamil
268 Kebahagiaan
269 Ngidam Pertama
270 Dikerjain?
271 Rachel VS Syakir
272 Ibu Hamil Lagi?
273 LDR
274 Hari Pertama LDR
275 Insting Ibu Hamil
276 Rencana Licik!
277 Si Otak Omes Datang!
278 Ngidam Khusus Jeno
279 Impian Reyn dan Momen Epict Humai
280 Maisya Jen Arashel
281 Reyn Story?
282 Our Life is a Beautiful Future
283 New Novel Kisah Zelia
284 NEW NOVEL KISAH BIA
285 NOVEL ABANG ABRA RILIS!
286 Novel Dibuang Suamiku, Dinikahi Millionaire (dayana)
287 RILIS KISAH ANAK BIA DAN SHAKA
Episodes

Updated 287 Episodes

1
Pembullyan
2
Si Buruk Rupa!
3
Siapa Rachel?
4
Ditolak Jadi Mantu
5
Kecelakaan
6
Kehilangan
7
Kondisi Rein dan Pemakaman
8
Tabungan Menipis
9
Undangan Ulang Tahun
10
Disulap Bak Seorang Putri
11
Dipermalukan
12
Diculik?
13
Kamar Apartemen
14
Dijebak
15
Dipergoki
16
Bertanggung Jawab
17
Mau Menikah atau Tidak?
18
Perdebatan Ibu dan Anak
19
Kondisi Rein
20
Syakir VS Rachel
21
Rachel Menggoda
22
Identitas Humaira
23
Berita Panas Kampus
24
Dikeluarkan!
25
Siapa Sefira Sebenarnya?
26
Sikap Lain Syakir
27
Banyak Kesamaan?
28
Pendarahan
29
Terbongkar?
30
Sefira Bertindak
31
Putus?
32
Disidang!
33
Rancana Rachel
34
Bertemu Lagi?
35
Diusir?
36
Ancaman Syakir
37
Menikah
38
Syakir Berulah?
39
Anak Haram?
40
Tidur Di Lantai?
41
Digugurkan?
42
Hukuman Syakir
43
Drama Rachel
44
Perang Dunia Kedua?
45
Terbongkar
46
Pindah Rumah
47
Istri atau Pembantu?
48
Hasutan Rachel
49
Tamparan!
50
Rumah Sakit
51
Disfungsi Ereksi?
52
Panggilan Bara?
53
Tak Dianggap!
54
Gadis Pembawa Sial
55
Kecurigaan Almeera
56
Syakir VS Almeera
57
Nasehat Almeera
58
Kabar Rein
59
Tak Dinafkahi!
60
Wanita Munafik
61
Kepulangan Almeera
62
Kedatangan Rachel
63
Humai Melawan
64
Humai Mengancam?
65
Ketahuan?
66
Puncak Amarah Sefira
67
Sefira VS Rachel
68
Diusir!
69
Jenis Kelamin
70
Surat dan Foto USG
71
Saham 10%
72
Kabar Rein
73
Berbohong
74
Curiga
75
Rachel Super Gila
76
Foto Tak Seno***
77
Karma?
78
Meledak!
79
Go Indonesia
80
Kondisi Sefira & Humai
81
Hati Syakir Bergetar
82
Ketahuan Selingkuh
83
Syakir VS Rein
84
Awal Mula Kehancuran Syakir
85
Pamit Untuk Pergi
86
Selamat Tinggal Malang
87
Merasa Kehilangan
88
Welcome To Jakarta
89
Terbayang Sosok Humai
90
Tak Mau Bercerai?
91
Hubungan Rachel dan Humaira?
92
Saudara Kandung?
93
Rahasia Masa Lalu
94
Rumah Sakit Jiwa
95
Surat Perceraian
96
Syakir Menolak Tanda Tangan
97
Humaira Jatuh Telungkup!
98
Ketahuan Selingkuh
99
Pengkhianat
100
Baby Boy
101
Siapa Adam
102
Syakir Meninggal?
103
Fotokopian Syakir
104
Rasya Jay Achala
105
Resmi Bercerai?
106
Foto USG
107
Akhir Dari Segala Duka
108
Pekerja Restaurant
109
Calon Desainer Berbakat
110
Pak Dosen?
111
Jay & Jeno
112
Menikahlah Lagi!
113
LDR
114
Diantar Pak Jeno
115
Pertemuan Ayah dan Anak
116
Kecurigaan Syakir
117
Sakit Mental
118
Bertemu?
119
Hal Tak Terduga
120
Berpapasan
121
Harapan Humaira
122
Pertemuan Tak Terduga
123
Memastikan!
124
Pagelaran Busana
125
Bertemu Sekian Purnama
126
Keributan
127
Menguntit
128
Permintaan Ayah Humai
129
Harapan Sebagai Seorang Ayah
130
Syakir VS Jeno
131
Syakir VS Jeno 2
132
Bersaing Mendapatkan Humai!
133
Jadwal Bagi Tugas
134
Dia Ayah Kandung, Jay!
135
Kenapa Berpisah?
136
Panggilan Ayah Pertama Kalinya
137
Rayuan Jay dan Syakir
138
Suapan Pertama Kali
139
Permintaan Kecil Jay
140
Ajakan Jeno!
141
Awal Mula Perasaan Jeno
142
Jeno Diterima atau Ditolak?
143
Tantangan Baru Syakir
144
Syakir Jay Momen
145
Jay Minta Bantuan Jeno
146
Kabar Keluarga Syakir
147
Pertemuan Ibu dan Anak
148
Maafin Syakir, Ma!
149
Ante Ambil JJ, yah?
150
Saling Memaafkan
151
Kasih Ibu Sepanjang Masa
152
Tidur Seranjang?
153
Godaan Di Pagi Hari
154
Sefira VS Jeno
155
Sefira VS Jeno 2
156
Hati Seorang Ibu
157
Terbayang Wajah Sefira
158
Kehebohan Sebelum Kencan
159
Jatuh Cinta Kedua
160
Ngebucin Makin Brutal!
161
Syakir Makin Brutal
162
Pertemuan Kedua Sefira Jeno
163
Salah Tingkah
164
Restu Syakir?
165
Sefira Lawan Jeno
166
Pelukan Mendadak (Sefira-Jeno)
167
Kecupan Indah Dari Humai
168
Tentang Perasaan Sefira
169
Terbongkar Tentang Syakir
170
Saling Menerima
171
Nasib Rachel dan Adam
172
Tingkah Cassanova Syakir
173
Mulai Terungkap
174
Kekecewaan Humaira
175
Pergilah ke Malang!
176
Kedatangan Si Bucin Akut
177
Berpisah Untuk Pertama Kali
178
Rachel Mengamuk
179
Keputusan Papa Hermansyah
180
Kode Minta Dihalalin
181
Kecupan Berakhir Lamaran
182
Waktu 2 Minggu Untuk Halal?
183
Kembali Bertemu Dosen Killer
184
Panggilan Sayang
185
Restu Papa
186
Restu Orang Tua Syakir
187
Lampu Hijau OTW KUA
188
Kabar Bahagia
189
Jeno ikutan ngegas!
190
Bucin OTW Jadian
191
Kejutan Dari Jeno
192
Jawaban Jeno
193
Ikut Mengunjungi Rachel
194
Pelukan Saudara Angkat
195
Apa Rachel Bisa Sembuh?
196
Bertemu Keluarga Jeno
197
Ditolak?
198
Double Restu
199
Kejutan Syakir
200
Gagal LDR!
201
Memasak Bersama
202
Menyambut di Bandara
203
Persiapan Lamaran
204
Tanggal Pernikahan
205
Kebucinan Apa Ini?
206
Almeera dan Bara
207
Kabar Mengejutkan Untuk Humai
208
Bucinnya Bara dan Syakir
209
Trio Bucin Berkumpul
210
Rumah Lama Humaira
211
Cincin Pernikahan
212
Dekorasi dan Fitting Baju
213
Pernikahan Kedua
214
Kebahagiaan Tak Terhingga
215
Kado Dari Reyn
216
Jay, Merusak Momen
217
Kejujuran Jeno
218
Reaksi Sefira
219
Sisi Lain Syakir
220
Makan Malam Bersama
221
Menentukan Tanggal Pernikahan JenFira
222
Godaan Berat
223
Serangan Syakir
224
Ninu Ninu Ninu
225
Indahnya Malam Kedua
226
Berikan Cucu Yang Banyak!
227
Pijatan Lembut
228
Saksi Bisu Kamar Mandi
229
Godaan Banci Centil
230
Cemburunya Jeno
231
Perhatian Jay pada Syakir
232
Tingkah Humai dan Sefira
233
Pertemuan Dengan Rachel
234
Berdamai
235
Diusir?
236
Happy Wedding JenFir
237
Kegugupan Sefira
238
Persiapan Bulan Madu
239
Negeri Gingseng
240
Malam Yang Dinanti
241
Tendangan Goal
242
Tanda Merah
243
Pertemuan Dengan Reyn
244
Perhatian Reyn
245
Membawa Rachel Pulang
246
Mimpi menjadi Nyata
247
Di Balik Selimut
248
Sikap Hangat Jeno
249
Isyarat?
250
Perjuangan Reyn dan Humai Dimulai
251
YJ Collection
252
Titik Awal Impian Humai
253
Hari Pertama Bekerja
254
Guntur Syakir Bucin Alhusyn
255
Cemburu Buta
256
Hukuman Ninuninu
257
Rencana Syakir
258
Pawang Humai Siaga Satu
259
Ulah Jay
260
Om Ye Jun, Belum Nikah?
261
Jangan Ambil Ibuku!
262
Humai Sakit?
263
Muntah
264
Baru Sadar?
265
Show Time
266
Hadiah Terindah
267
Mood Ibu Hamil
268
Kebahagiaan
269
Ngidam Pertama
270
Dikerjain?
271
Rachel VS Syakir
272
Ibu Hamil Lagi?
273
LDR
274
Hari Pertama LDR
275
Insting Ibu Hamil
276
Rencana Licik!
277
Si Otak Omes Datang!
278
Ngidam Khusus Jeno
279
Impian Reyn dan Momen Epict Humai
280
Maisya Jen Arashel
281
Reyn Story?
282
Our Life is a Beautiful Future
283
New Novel Kisah Zelia
284
NEW NOVEL KISAH BIA
285
NOVEL ABANG ABRA RILIS!
286
Novel Dibuang Suamiku, Dinikahi Millionaire (dayana)
287
RILIS KISAH ANAK BIA DAN SHAKA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!