episode 19 Ungkapan Cinta Ravel

Setelah mengunjungi Ronan dan melihat bagaimana keadaannya sekarang, Ravel mengajak Valexa keluar dan memasuki sebuah rungan lain yang ada di bangunan lain pula. Bangunan ini sama tingginya dengan tempat Ronan berada dan cenderung saling berhadapan. Ravel membuka pintu ruangan yang luasnya juga sama seperti luas kamar Ronan. Hanya saja, kamar ini sangatlah rapi, meski tak banyak dihiasi dengan hiasan. Di pinggir sudut ranjang, ada sebuah kanvas berukuran sedang, ditutup kain berwarna biru muda. Dilihat dari bentuknya, sepertinya itu adalah lukisan.

Setelah pintu kamar terbuka dan memastikan Valexa ikut masuk, perlahan, Ravel berjalan ke depan pintu koridor kamar. Pria tampan itu membukanya dan angin semilir langsung menerjang tubuh tingginya. Tiupan angin ini juga menerbangkan beberapa tirai yang ada di kamar. Sedangkan Valexa, hanya diam dan sibuk membenahi rambutnya karena tertiup angin. Gadis itu masih belum tahu siapa pemilik kamar ini, tapi ia menduga kalau kamar ini adalah kamar Ravel.

"Apa ini kamarmu?" tanya Valexa.

"Menurutmu?" Ravel berbalik badan dan malah balik bertanya pada Valexa.

Mata elangnya terus menatap wajah gadis yang sudah berhasil Ravel buat menjadi kekasihnya. Saat ini, matahari sudah tenggelam, tapi garis cakrawalanya masih terlihat dari koridor kamar tempat Ravel dan Valexa ini berada.

"Aku rasa ini memang kamarmu. Dilihat dari isinya, sangat cocok dengan kepribadianmu yang kalem. Aku suka tempat ini, pemandangannya sangat indah. Kau bisa melihat suasana menakjubkan dari tempat ini." Valexa berjalan dan berdiri di samping pacarnya sambil menikmati panorama alam yang sudah mulai berganti malam.

"Suatu hari nanti kamar ini juga akan jadi kamarmu." Ravel tersenyum dan beralih menatap para pelayan yang sejak tadi standby di dalam kamar. "Kalian semua, pergi dan siapkan makan malam untuk kami dan tinggalkan kami berdua di sini. Kalau kalian mendengar suara teriakan dari dalam kamar ini, kalian pura-pura saja tidak dengar," perintah Ravel terlalu ambigu pada semua pelayannya.

Para pelayan Ravel tak berkomentar apa-apa dan hanya membungkukkan badan tanda mengerti perintah tuan mudanya. Mereka semua berjalan mundur ke belakang sebelum akhirnya menghilang dari pandangan dan benar-benar meninggalkan Valexa bersama Ravel berduaan saja di dalam kamar.

"Apa maksud ucapanmu barusan?" tanya Valexa marah.

"Apalagi?" Ravel memamerkan senyuman manisnya. "Ada seorang pria dan wanita berduaan di dalam kamar, ranjang indah dan nyaman juga tersedia, malam sudah tiba dan nuansanya sangat cocok untuk beromantis ria. Menurutmu apa yang akan kita lakukan di sini selain menikmati malam indah berdua." Ravel mulai berjalan mendekat ke arah Valexa berdiri.

"Jangan mendekat dan diam disitu!" Sentak Valexa tapi Ravel terus saja melangkahkan kakinya dan terus mendekat. "Apa kau sudah sinting?" cetus Valexa lagi. Ia tahu kalau pria didepannya ini sengaja menggodanya.

"Sinting? Gilaa? Edaan? Nggak waras? Yah aku rasa aku memang mengalami gejala itu. Dan semuanya karena kau. Kau tidak tahu betapa aku sangat mencintaimu, tapi kenapa kau nggak suka aku?" ujar Ravel dengan tatapan mata setajam silet.

"Cepat antar aku pulang, masih banyak hal yang harus kulakukan." Valexa mencoba mengubah topik pembicaraan sebelum Ravel yang agak sarap itu ngelantur kemana-mana.

"Kau tidak asyik sekali. Kau sama sekali tidak grogi. harusnya kau gugup saat aku bilang aku sangat mencintaimu. Aku serius!"

"Sudah kubilang, aku datang kemari bukan untuk mendapat cintamu. Bagaimana bisa aku bermadu kasih denganmu sementara sahabat dekatku sedang dalam keadaan koma? Bahkan kapan ia sadarpun aku tidak tahu. Aku hanya ingin keadilan untuk sahabatku. Orang yang menyebabkan dia sekarat harus mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya."

"Kau pikir aku juga tidak demikian? Aku pun sama. Kau lihat kakakku? Dia gila! Karena luka dikepalanya. Sewaktu-waktu dia bisa mengancam keselamatan semua orang. Menurutmu aku akan berdiam diri saja di sini? Hampir sebulan aku stres memikirkan cara bagaimana menemukan orang yang sudah menyebabkan kakakku seperti ini. Tapi ... ketika melihatmu, hatiku merasa tenang, rasa benci dan dendam terasa biasa saja saat kau bersamaku.

"Aku benar-benar jatuh cinta padamu, Valexa. Jika aku tak bertemu denganmu kala itu, mungkin aku sudah membunuh semua orang yang ada di kampus itu! Jika itu jadi kulakukan, entah apa yang terjadi sekarang. Satu-satunya hal yang bisa membuatku bersabar menemukan orang-orang jahat itu ... karena dirimu. Aku tak ingin kau malu memiliki kekasih sepertiku suatu hari nanti. Aku sangat bahagia ketika tahu kau datang ke kampus ini meski awalnya aku tak mengenalimu."

Hati Valexa langsung bergetar ketika Ravel mengatakan kalimat panjang lebar tentang ungkapan isi hatinya terhadap dirinya. Baru kali ini ada pria seaneh Ravel. Valexa hanya bisa tertegun tanpa tahu harus berkata apa.

Posisi mereka sekarang sama. Masalahnya adalah, Valexa masih belum tahu apakah ia punya perasaan sama seperti yang Ravel rasakan padanya. Gadis itu jadi galau sekarang, di sisi lain ia harus fokus balas dendam, di sisi lainnya lagi, ia tak bisa memutuskan tentang parasaannya sendiri.

Valexa butuh waktu, mungkin suatu hari nanti ia bisa mencintai Ravel, tapi tidak untuk saat ini. Yang harus mereka berdua lakukan adalah mencari dalang dibalik kasus penganiyaan kakak Ravel dan sahabat Valexa. Baru mereka bisa memikirkan perasaan mereka masing-masing.

"Setelah selesai makan malam. Antarkan aku pulang. Kalau kau tidak mau, aku akan pulang sendiri," ujarnya. Ia tak ingin terlalu larut dalam suasana.

"Sepertinya kau tidak bisa plang," ujar Ravel cepat.

"Kenapa?"

"Seperti yang aku bilang tadi ... kau harus menghabiskan malam indah ini bersamaku." Ravel menjelaskan tanpa ekspresi. Pria ini susah sekali ditebak karena suasana hatinya selalu saja berubah-ubah.

"Kau jangan gilaa! Apa kau pikir aku serendah itu! Jangan macam-macam denganku atau kau tanggung sendiri akibatnya."

"Siapa yang macam-macam, aku cuma satu macam aja, kok!" Ravel mulai mengurung tubuh Valexa di kedua lengannya.

"Jangan lupa, aku pemegang sabuk hitam." Valexa memperingatkan.

"Oh iya?"

Gadis itu hanya menatap Ravel dan menyandarkan tubuhnya di dinding. Wajah tampan Ravel tampak serius dan sedikit menakutkan juga. Inilah sisi lain dari seorang Ravelo yang baru saja diperlihatkan pada Valexa.

"Ravel, dengarkan aku!"

"Oke aku dengar," ujar Ravel cepat.

"Jangan sela pembicaraanku!" bentak Valexa kesal. Lama-lama tuan muda gila ini bikin darting saja.

Valexa tak ingin buat onar di sini mengingat pengawal serta penjaga istana ini pasti sangar-sangar dan sangat kuat. Ia tak ingin menambah masalah atas aksi tuan mudanya yang gilaa ini walaupun gadis itu benar-benar ingin bikin bonyok muka tuan muda yang menurut Valexa rada sarap.

Ravel tersenyum, tapi ia malah semakin mendekatkan wajahnya ke depan wajah Valexa. Hidung mereka berdua bahkan saling bersentuhan.

"Oke, bicaralah, aku akan diam dan mendengarkan."

"Mundurlah, aku risih! Jangan sok romantis didepanku!"

"Kau mau bicara sambil rebahan di atas ranjang? Ayo!" Ravel langsung bersemangat dan menarik satu tangan Valexa tanpa izin untuk masuk ke dalam, tapi Valexa melawan dan mencoba memiting tangan Ravelo ke belakang.

Kali ini, pria tampan itu tidak mau mengalah seperti sebelumnya, ia membungkukkan badannya dan mendorong perut Valexa agar jatuh kepunggungnya lalu dengan gerakan cepat, Ravel berlari masuk ke dalam kamar sambil menggendong tubuh Valexa. Tanpa peringatan, ia merebahkan tubuh gadis itu di atas tempat tidur. Secepat kilat, Ravel menindih dan mengunci tubuh kekasihnya dengan tubuh Ravel sendiri. Tak lupa, ia juga mencengkeram kedua tangan Valexa kuat-kuat sehingga gadis itu tak bisa berkutik lagi.

"Aku lupa memberitahumu, aku juga pemegang sabuk hitam." Ravel menyeringai senang di atas tubuh wanita pujaan hatinya.

BERSAMBUNG

***

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

kampret....hayu...klu ada ruang dimensi bisa sembunyi..

2024-12-23

0

Zanzan

Zanzan

aku pemegang kolor suamiku🤣🤣🤣🤣

2023-12-22

1

Χιαα.

Χιαα.

aku pemegang sabuk kuning :))))

2023-09-21

0

lihat semua
Episodes
1 episode 1 Hari Pertama
2 episode 2 Fitnah
3 episode 3 Serangan
4 episode 4 Hukuman
5 episode 5 Valexa vs Ravelo
6 episode 6 Kura-kura dan Kelinci
7 episode 7 Siapa Kau?
8 episode 8 Terimakasih Ala Ravelo
9 episode 9 Ancaman dan Cinta
10 episode 10 Rencana Jahat Nadin
11 episode 11 Pertemuan Pertama
12 episode 12 Serangan
13 episode 13 Ancaman Ravel
14 episode 14 Perasaan Ravel
15 episode 15 Fakta Seorang Valexa
16 episode 16 Bersedia
17 episode 17 Mansion
18 episode 18 Fakta Sebenarnya
19 episode 19 Ungkapan Cinta Ravel
20 episode 20 Rencana Ravel
21 episode 21 Perlindungan
22 episode 22 Maria
23 episode 23 Penjelasan
24 episode 24 Kabur
25 episode 25 Serangan
26 episode 26 Charlen
27 episode 27 Flasback 1
28 episode 28 flashback 2
29 episode 29 Flasback 3 Fakta Sebenarnya
30 episode 30 Flashback 4
31 episode 31 Flashback 5
32 episode 32 Terungkap Sudah
33 episode 33 Keluarga Valexa
34 episode 34 Rencana Valexa
35 episode 35 Bugatti Veyron
36 episode 36 Kesal
37 episode 37 Suasana hati Valexa
38 episode 38 Teknik Pedang
39 episode 39 Ninja
40 episode 40 Tekad Valexa
41 episode 41 Nasib Nadin
42 episode 42 Menikahlah Denganku!
43 episode 43 Penjelasan
44 episode 44 Pengakuan Ravel
45 episode 45 Perlindungan Fey
46 episode 46 Permintaan Refald
47 episode 47 Marah
48 episode 48 Keluarga Fey
49 episode 49 Ritual Pernikahan Tak Biasa
50 episode 50 Hukuman Fey untuk Pak Po
51 episode 51 Glowcard
52 episode 52 Pasangan Pengantin Baru
53 episode 53 Perasaan Valexa
54 episode 54 Fakta Tentang Ravel
55 episode 55 I'm yours, and you're mine.
56 episode 56 Keputusan Valexa
57 episode 57 Mantan Pacar, jadi Suami
58 episode 58 Valexa si Wonder Woman
59 episode 59 Ritual
60 episode 60 Ritual Selesai
61 episode 61 Pengaruh Mantra
62 episode 62 Tak Mempan
63 episode 63 Hukuman yang Setimpal
64 episode 64 Lengah
65 episode 65 Menang
66 episode 66 Fakta Mengerikan
67 episode 67 Keluar
68 episode 68 Pasangan Nggak Ada Akhlak Datang
69 episode 69 Eksekusi
70 episode 70 Eksekusi Dimulai
71 episode 71 Eksekusi Berakhir
72 episode 72 Perpisahan
73 episode 73 Suara Hati Valexa
74 episode 74 Selepas Rindu
75 episode 75 Terkurung
76 episode 76 Gossip
77 episode 77 Ciutnya Nyali Caitlin
78 episode 78 Peringatan Manis
79 episode 79 Cinta Ravel dan Valexa
80 episode 80 Keluarga Bahagia
81 Judul Novel : Takdir Cinta Kinan
82 judul novel : Pengantin Milik Raja
83 PENGUMUMAN GIVE AWAY!
84 PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
85 PENGUMUMAN NOVEL BARU
86 PENGUMUMAN NOVEL BARU
87 PENGUMUMAN NOVEL BARU
88 BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
89 PENGUMUMAN NOVEL BARU
Episodes

Updated 89 Episodes

1
episode 1 Hari Pertama
2
episode 2 Fitnah
3
episode 3 Serangan
4
episode 4 Hukuman
5
episode 5 Valexa vs Ravelo
6
episode 6 Kura-kura dan Kelinci
7
episode 7 Siapa Kau?
8
episode 8 Terimakasih Ala Ravelo
9
episode 9 Ancaman dan Cinta
10
episode 10 Rencana Jahat Nadin
11
episode 11 Pertemuan Pertama
12
episode 12 Serangan
13
episode 13 Ancaman Ravel
14
episode 14 Perasaan Ravel
15
episode 15 Fakta Seorang Valexa
16
episode 16 Bersedia
17
episode 17 Mansion
18
episode 18 Fakta Sebenarnya
19
episode 19 Ungkapan Cinta Ravel
20
episode 20 Rencana Ravel
21
episode 21 Perlindungan
22
episode 22 Maria
23
episode 23 Penjelasan
24
episode 24 Kabur
25
episode 25 Serangan
26
episode 26 Charlen
27
episode 27 Flasback 1
28
episode 28 flashback 2
29
episode 29 Flasback 3 Fakta Sebenarnya
30
episode 30 Flashback 4
31
episode 31 Flashback 5
32
episode 32 Terungkap Sudah
33
episode 33 Keluarga Valexa
34
episode 34 Rencana Valexa
35
episode 35 Bugatti Veyron
36
episode 36 Kesal
37
episode 37 Suasana hati Valexa
38
episode 38 Teknik Pedang
39
episode 39 Ninja
40
episode 40 Tekad Valexa
41
episode 41 Nasib Nadin
42
episode 42 Menikahlah Denganku!
43
episode 43 Penjelasan
44
episode 44 Pengakuan Ravel
45
episode 45 Perlindungan Fey
46
episode 46 Permintaan Refald
47
episode 47 Marah
48
episode 48 Keluarga Fey
49
episode 49 Ritual Pernikahan Tak Biasa
50
episode 50 Hukuman Fey untuk Pak Po
51
episode 51 Glowcard
52
episode 52 Pasangan Pengantin Baru
53
episode 53 Perasaan Valexa
54
episode 54 Fakta Tentang Ravel
55
episode 55 I'm yours, and you're mine.
56
episode 56 Keputusan Valexa
57
episode 57 Mantan Pacar, jadi Suami
58
episode 58 Valexa si Wonder Woman
59
episode 59 Ritual
60
episode 60 Ritual Selesai
61
episode 61 Pengaruh Mantra
62
episode 62 Tak Mempan
63
episode 63 Hukuman yang Setimpal
64
episode 64 Lengah
65
episode 65 Menang
66
episode 66 Fakta Mengerikan
67
episode 67 Keluar
68
episode 68 Pasangan Nggak Ada Akhlak Datang
69
episode 69 Eksekusi
70
episode 70 Eksekusi Dimulai
71
episode 71 Eksekusi Berakhir
72
episode 72 Perpisahan
73
episode 73 Suara Hati Valexa
74
episode 74 Selepas Rindu
75
episode 75 Terkurung
76
episode 76 Gossip
77
episode 77 Ciutnya Nyali Caitlin
78
episode 78 Peringatan Manis
79
episode 79 Cinta Ravel dan Valexa
80
episode 80 Keluarga Bahagia
81
Judul Novel : Takdir Cinta Kinan
82
judul novel : Pengantin Milik Raja
83
PENGUMUMAN GIVE AWAY!
84
PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
85
PENGUMUMAN NOVEL BARU
86
PENGUMUMAN NOVEL BARU
87
PENGUMUMAN NOVEL BARU
88
BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
89
PENGUMUMAN NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!