episode 5 Valexa vs Ravelo

Hukuman yang diberikan Mr. Morgan kepada Valexa dan Ravelo terbilang cukup berat. Jangankan 20 kali putaran, setengah putaran saja, sudah bisa dipastikan Valexa bakal pingsan mengingat seperti apa penampilan Valexa yang sangat biasa dan kampungan. Sama sekali tidak ada jiwa atletnya. Kalau soal Ravelo sih tidak masalah, karena ia adalah salah satu atlet olah raga yang juga jago sekali bermain basket. Ditambah lagi, Ravelo memang suka sekali lari. Makanya tubuhnya bisa tinggi setinggi tiang listrik.

Universitas Rejasa adalah salah satu universitas terluas di negara ini. Hukuman yang diberikan kepada Valexa sangatlah berat, tapi sang dosen masih mengizinkan mereka beristirahat untuk makan ataupun minum dan mengambil napas untuk melanjutkan lari mereka lagi sampai 20 kali putaran. Belum pernah seorangpun berhasil menjalani hukuman ini. Seperti yang dikatakan Nadin, baru setengah putaran saja, pasti pingsan.

Walau Nadin serasa terbakar api cemburu saat pria yang ia idolakan membela musuhnya, setelah mendengar hukuman dari sang dosen, amarah gadis sombong itupun mereda. Ia yakin Valexa takkan kuat menjalani hukuman ini dan seketika ide licik mulai keluar dari dalam otak jahatnya. Begitu Mr. Morgan keluar kelas untuk menyiapkan hukuman untuk kedua mahasiswa yang mengacau dikelasnya, Nadin mulai memprovokasi seluruh teman-teman sekelas dan mengadakan taruhan.

"Gaes, ada yang berani taruhan denganku?" seru Nadin dengan lantang.

"Apaan?" tanya salah satu teman sekelasnya mulai tertarik.

"Berapa putaran gadis kampungan itu bisa bertahan?" seru Nadin lagi sambil tersenyum licik.

"3 putaran!" teriak Danil sok kepedean sambil melempar uang ratusan ribu di atas meja, tepat dihadapan Nadin yang tersenyum sinis menatap Valexa.

"2 putaran!" teriak Meta melakukan hal sama seperti yang dilakukan Danil, tapi jumlah uang yang ia taruh jauh lebih besar.

"1 putaran! Si kudet itu bakalan pingsan, hahahaha!" teriak Lesti sengaja sambil melempar uang. Ia sengaja meledek Valexa yang berdiri diambang pintu bersama dengan Ravelo. Keduanya sedang menunggu arahan dosen Morgan.

"Bagaimana denganmu, Nad?" tanya Meta. Semua teman-temannya banyak yang bertaruh. Uang taruhan pun langsung memenuhi seisi meja karena mereka semua sangat suka taruhan.

"Setengah putaran. Si berengsek itu tidak akan bertahan lama," ujar Nadin sok Yakin. Ia mengeluarkan seluruh uang yang ia punya sebagai penutup taruhan dan semakin bisinglah ruang kelas mereka karena penuh dengan sorak sorai penghuninya. Apalagi nominal uang yang dikeluarkan Nadin tidaklah sedikit. Dasar orang kaya songongnya nggak ketulungan.

Sedangkan Ravelo, ia tak peduli pada hingar bingar teman-temannya yang memasang uang taruhan untuk Valexa. Ia fokus menatap gadis tangguh yang berdiri didepannya. Valexa tampak terlihat shock ketika hukuman yang akan ia jalani ini dijadikan taruhan olah kumpulan para orang-orang tak punya hati dan perasaan.

Valexa setengah tak percaya, jiwa sosialitas dan moral orang-orang di kelas ini benar-benar nol dan kosong. Percuma punya harta berlimpah ruah, tapi mereka tak pantas disebut sebagai manusia. Hati dan pikiran mereka hanya dibutakan oleh materi duniawi saja. Entah bagaimana pendidikan yang mereka jalani selama ini. Yang jelas sisi manusiawi mereka telah sirna, hilang entah kemana.

"Mulutmu bisa kemasukan lalat kalau kau terus menganga seperti itu?" Ravelo tersenyum sambil membantu mengatupkan dagu Valexa. Sontak saja mahasiswi baru itu menepis kasar tangan Ravelo yang menyentuhnya tanpa izin.

"Jaga sikapmu!" cetus Valexa galak dan hanya disambut senyum oleh sang idola kampus.

Meskipun penampilan mahasiswi baru itu culun dan kampungan, dimata Ravelo, Valexa adalah gadis manis apalagi kalau sedang marah.

"Kau jutek juga!" komentar sang pangeran kampus sengaja menggoda Valexa.

"Kau tak terkejut dengan apa yang mereka semua lakukan?" Valexa mengalihkan pembicaraan. "Apa kalian sudah biasa melakukan hal itu? Termasuk kau? Menjadikan hukuman orang lain sebagai taruhan? Apa ini lucu buat mereka?" Mata Valexa menatap tajam pria tampan didepannya.

"Terkejut, tapi aku harus apa? Itu hak mereka." Ravelo terlihat santai. Ucapannya sama sekali tak menunjukkan kalau ia terkejut.

Tak bisa berkata-kata lagi, Valexa memutuskan untuk pergi meninggalkan semua orang yang menurutnya gila. Namun, satu lengannya langsung dicekal kuat oleh Ravel sehingga Valexa berhenti melangkah.

"Lepaskan tanganku!" cetus Valexa marah.

"Jangan pergi! Jika tidak ... hukuman kita akan semakin bertambah. Mr. Morgan sedang menyiapkan cctv untuk memantau hukuman kita. Tunggu saja di sini, beliau akan memberikan aba-aba kapan kita harus berlari bersama keliling kampus 20 kali putaran." Ravelo tersenyum seolah hukuman tersebut sangat ringan baginya.

Yaiyalah, sebab, sang pangeran kampus ini selalu rutin lari pagi mengelilingi kampus setiap hari. Hukuman lari tidak akan menyulitkan dirinya karena ia sudah terbiasa berolahraga. Valexa menarik paksa tangannya yang dicekal kuat oleh Ravel.

Pria ini menyebalkan sekali, disaat seperti ini ia masih bisa tersenyum? Ada apa dengan kampus ini? Kenapa penghuninya pada gila dan tak berakhlak semua? batin Valexa. Namun, sekali lagi ia harus bersabar lebih banyak dari ini.

Tak berselang lama, sebuah pengumuman melalui pengeras suara terdengar menggema menghiasi seluruh kampus yang isinya memanggil nama Valexa dan Ravelo untuk segera menuju halaman utama fakultas Bahasa. Dari situlah mereka berdua harus memulai hukuman yang diberikan oleh Mr. Morgan.

Baik Valexa maupun Ravelo, sama-sama berjalan menuju lokasi hukuman mereka akan dimulai. Seluruh mata, memandang aneh pada Valexa, tapi tidak untuk Ravelo. Setiap gerak gerik sang pangeran kampus membuat para kaum hawa langsung berteriak histeris saat melihat pengeran mereka melintas. Ravelpun melambaikan tangan mereka untuk menyapa para penggemarnya dan hal itu membuat Valexa jadi keki sendiri.

"Dasar sok ngartis!" gumam Valexa pelan saat berjalan di samping Ravelo yang tebar pesona dimana-mana.

"Aku memang artis top di kampus ini? Kau baru tahu? Apa kau mau daftar jadi penggemarku? Aku akan jadikan kau fans eksklusifku," tawar Ravelo disela-sela tebar pesona pada penggemarnya.

"Tidak terimakasih," jawab Valexa cepat dan berjalan mendahului orang yang menurutnya tidak waras itu.

Kini, keduanya sudah ada di tengah lapangan gedung utama Fakultas Bahasa di mana seluruh mahasiswa di fakultas tersebut bisa melihat Ravelo dan Valexa dari segala penjuru arah. Sepertinya kabar hukuman yang akan dijalani sang idola kampus telah menyeruak sehingga mereka semua berbondong-bondong datang ke gedung utama untuk melihat aksi idola mereka berlari keliling kampus. Ravelo melakukan sedikit pemanasan untuk melemaskan otot-otot kakinya, sedangkan Valexa hanya berdiri diam saja memandang lurus ke depan.

Beberapa teriakan penyemangat terdengar kencang untuk menyemangati pangeran kampus mereka, tapi cacian dan hinaan langsung dilontarkan pada Valexa. Gadis itu hanya bisa menutup mata dan telinga sambil menahan sabar agar ia tak sampai hilang kendali. Kedua tangan gadis culun itu bahkan mengepal kuat saking emosinya. Mereka semua benar-benar keterlaluan, hukuman yang dijalani Valexa, seolah menjadi pertunjukan hiburan tersendiri bagi seluruh mahasiswa di kampus elit ini. Benar-benar tidak punya hati.

"Sebenarnya ... berapa luas area kampus ini?" tanya Valexa tanpa menoleh pada pria yang ada disampingnya.

"Kenapa? Kau takut pingsan?" tanya Ravelo sedikit meledek juga.

"Jawab saja pertanyaanku." Valexa tetap bersikap jutek pada sang idola kampus.

Tak seperti wanita lainnya yang selalu histeris bila melihat Ravelo meskipun dari jarak jauh, Valexa tetap bersikap biasa pada pria tampan ini. Padahal, dirinya berada dekat dengan sang pujaan hati semua wanita yang ada di sini.

"Kalau aku jadi kau, aku pasti akan memeluk pria tampan yang berdiri disebelahmu sekarang." Ravelo benar-benar menggoda Valexa, tapi sayangnya gadis yang digoda tidak mempan.

"Kau belum jawab pertanyaanku," cetus Valexa mulai kesal. Ia bahkan tak mau melihat orang yang mencoba merayunya.

"Tak terhingga! 20 kali putaran artinya kita harus berlari 3 hari 3 malam."

Entah apa yang dikatakan Ravelo ini benar atau tidak, yang jelas Valexa langsung terdiam. Gadis itu terus memejamkan mata dan hal itu membuat Ravelo semakin tertarik pada wanita culun yang ada disampingnya. Valexa terlihat sangat manis sekali kalau sedang mencoba berkonsentrasi meski Ravel tidak tahu apa alasan Valexa bersikap seperti itu.

Setahunya, lari tak butuh semedi. Hanya fokus pada kekuatan kaki dan menguasai teknik pengaturan napas. Yang dilakukan Valexa membuat Ravelo jadi senyam-senyum sendiri. Mereka sedang tidak pergi berperang, melainkan berlari.

"Jadilah pacarku! Dengan begitu, aku takkan membiarkanmu pingsan. Mereka yang memasang taruhan untukmu, akan kalah! Aku akan membantumu menyelesaikan hukuman ini bagaimanapun caranya. Tapi syaratnya ... kau harus jadi pacarku," tawar Ravelo tiba-tiba dan langsung membuat Valexa terkejut hingga menatapnya tajam.

BERSAMBUNG

***

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

kampus gila..
heh penasaran juga dg si pangeran kampus apa tujuan nya ya..

2024-12-23

0

Ricka Monika

Ricka Monika

gak mahasiswi gak dosen sm sm gila

2024-12-22

0

Hasnah Siti

Hasnah Siti

langsung tebarkan pesonanya...🙈

2022-09-02

0

lihat semua
Episodes
1 episode 1 Hari Pertama
2 episode 2 Fitnah
3 episode 3 Serangan
4 episode 4 Hukuman
5 episode 5 Valexa vs Ravelo
6 episode 6 Kura-kura dan Kelinci
7 episode 7 Siapa Kau?
8 episode 8 Terimakasih Ala Ravelo
9 episode 9 Ancaman dan Cinta
10 episode 10 Rencana Jahat Nadin
11 episode 11 Pertemuan Pertama
12 episode 12 Serangan
13 episode 13 Ancaman Ravel
14 episode 14 Perasaan Ravel
15 episode 15 Fakta Seorang Valexa
16 episode 16 Bersedia
17 episode 17 Mansion
18 episode 18 Fakta Sebenarnya
19 episode 19 Ungkapan Cinta Ravel
20 episode 20 Rencana Ravel
21 episode 21 Perlindungan
22 episode 22 Maria
23 episode 23 Penjelasan
24 episode 24 Kabur
25 episode 25 Serangan
26 episode 26 Charlen
27 episode 27 Flasback 1
28 episode 28 flashback 2
29 episode 29 Flasback 3 Fakta Sebenarnya
30 episode 30 Flashback 4
31 episode 31 Flashback 5
32 episode 32 Terungkap Sudah
33 episode 33 Keluarga Valexa
34 episode 34 Rencana Valexa
35 episode 35 Bugatti Veyron
36 episode 36 Kesal
37 episode 37 Suasana hati Valexa
38 episode 38 Teknik Pedang
39 episode 39 Ninja
40 episode 40 Tekad Valexa
41 episode 41 Nasib Nadin
42 episode 42 Menikahlah Denganku!
43 episode 43 Penjelasan
44 episode 44 Pengakuan Ravel
45 episode 45 Perlindungan Fey
46 episode 46 Permintaan Refald
47 episode 47 Marah
48 episode 48 Keluarga Fey
49 episode 49 Ritual Pernikahan Tak Biasa
50 episode 50 Hukuman Fey untuk Pak Po
51 episode 51 Glowcard
52 episode 52 Pasangan Pengantin Baru
53 episode 53 Perasaan Valexa
54 episode 54 Fakta Tentang Ravel
55 episode 55 I'm yours, and you're mine.
56 episode 56 Keputusan Valexa
57 episode 57 Mantan Pacar, jadi Suami
58 episode 58 Valexa si Wonder Woman
59 episode 59 Ritual
60 episode 60 Ritual Selesai
61 episode 61 Pengaruh Mantra
62 episode 62 Tak Mempan
63 episode 63 Hukuman yang Setimpal
64 episode 64 Lengah
65 episode 65 Menang
66 episode 66 Fakta Mengerikan
67 episode 67 Keluar
68 episode 68 Pasangan Nggak Ada Akhlak Datang
69 episode 69 Eksekusi
70 episode 70 Eksekusi Dimulai
71 episode 71 Eksekusi Berakhir
72 episode 72 Perpisahan
73 episode 73 Suara Hati Valexa
74 episode 74 Selepas Rindu
75 episode 75 Terkurung
76 episode 76 Gossip
77 episode 77 Ciutnya Nyali Caitlin
78 episode 78 Peringatan Manis
79 episode 79 Cinta Ravel dan Valexa
80 episode 80 Keluarga Bahagia
81 Judul Novel : Takdir Cinta Kinan
82 judul novel : Pengantin Milik Raja
83 PENGUMUMAN GIVE AWAY!
84 PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
85 PENGUMUMAN NOVEL BARU
86 PENGUMUMAN NOVEL BARU
87 PENGUMUMAN NOVEL BARU
88 BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
89 PENGUMUMAN NOVEL BARU
Episodes

Updated 89 Episodes

1
episode 1 Hari Pertama
2
episode 2 Fitnah
3
episode 3 Serangan
4
episode 4 Hukuman
5
episode 5 Valexa vs Ravelo
6
episode 6 Kura-kura dan Kelinci
7
episode 7 Siapa Kau?
8
episode 8 Terimakasih Ala Ravelo
9
episode 9 Ancaman dan Cinta
10
episode 10 Rencana Jahat Nadin
11
episode 11 Pertemuan Pertama
12
episode 12 Serangan
13
episode 13 Ancaman Ravel
14
episode 14 Perasaan Ravel
15
episode 15 Fakta Seorang Valexa
16
episode 16 Bersedia
17
episode 17 Mansion
18
episode 18 Fakta Sebenarnya
19
episode 19 Ungkapan Cinta Ravel
20
episode 20 Rencana Ravel
21
episode 21 Perlindungan
22
episode 22 Maria
23
episode 23 Penjelasan
24
episode 24 Kabur
25
episode 25 Serangan
26
episode 26 Charlen
27
episode 27 Flasback 1
28
episode 28 flashback 2
29
episode 29 Flasback 3 Fakta Sebenarnya
30
episode 30 Flashback 4
31
episode 31 Flashback 5
32
episode 32 Terungkap Sudah
33
episode 33 Keluarga Valexa
34
episode 34 Rencana Valexa
35
episode 35 Bugatti Veyron
36
episode 36 Kesal
37
episode 37 Suasana hati Valexa
38
episode 38 Teknik Pedang
39
episode 39 Ninja
40
episode 40 Tekad Valexa
41
episode 41 Nasib Nadin
42
episode 42 Menikahlah Denganku!
43
episode 43 Penjelasan
44
episode 44 Pengakuan Ravel
45
episode 45 Perlindungan Fey
46
episode 46 Permintaan Refald
47
episode 47 Marah
48
episode 48 Keluarga Fey
49
episode 49 Ritual Pernikahan Tak Biasa
50
episode 50 Hukuman Fey untuk Pak Po
51
episode 51 Glowcard
52
episode 52 Pasangan Pengantin Baru
53
episode 53 Perasaan Valexa
54
episode 54 Fakta Tentang Ravel
55
episode 55 I'm yours, and you're mine.
56
episode 56 Keputusan Valexa
57
episode 57 Mantan Pacar, jadi Suami
58
episode 58 Valexa si Wonder Woman
59
episode 59 Ritual
60
episode 60 Ritual Selesai
61
episode 61 Pengaruh Mantra
62
episode 62 Tak Mempan
63
episode 63 Hukuman yang Setimpal
64
episode 64 Lengah
65
episode 65 Menang
66
episode 66 Fakta Mengerikan
67
episode 67 Keluar
68
episode 68 Pasangan Nggak Ada Akhlak Datang
69
episode 69 Eksekusi
70
episode 70 Eksekusi Dimulai
71
episode 71 Eksekusi Berakhir
72
episode 72 Perpisahan
73
episode 73 Suara Hati Valexa
74
episode 74 Selepas Rindu
75
episode 75 Terkurung
76
episode 76 Gossip
77
episode 77 Ciutnya Nyali Caitlin
78
episode 78 Peringatan Manis
79
episode 79 Cinta Ravel dan Valexa
80
episode 80 Keluarga Bahagia
81
Judul Novel : Takdir Cinta Kinan
82
judul novel : Pengantin Milik Raja
83
PENGUMUMAN GIVE AWAY!
84
PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
85
PENGUMUMAN NOVEL BARU
86
PENGUMUMAN NOVEL BARU
87
PENGUMUMAN NOVEL BARU
88
BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
89
PENGUMUMAN NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!