episode 13 Ancaman Ravel

Hati Ravel sama sekali tidak tenang saat meninggalkan Valexa sendirian bersama Nadin. Setiap kali, ia menatap layar ponselnya sambil berlari cepat menuju ruang rektor. Pria tampan itu berharap Valexa segera menghubunginya bila ada sesuatu yang tidak beres. Sayangnya ia tak mendapat kabar apapun dari Valexa hingga detik ini. Meski begitu, Ravelo merasa was-was sendiri.

Sesampainya di ruang rektor, Ravel melihat pamannya itu sedang duduk di depan meja kerjanya dan agak terkejut ketika keponakannya secara tiba-tiba datang menemuinya. Yang lebih mengejutkan lagi, wajah Ravel tampak cemas dan tegang.

"Ada apa dengan wajahmu, Ravel? Kenapa kau kemari tanpa memberitahuku?" tanya paman Ravel yang bernama Ricson Aghasi, adik kandung dari ayah Ravelo.

"Nadin bilang, Paman mencariku dan ingin bertemu denganku," terang Ravel setengah terkejut karena pamannya tak tampak ingin bertemu dengannya. Pikiran cowok itu sudah kemana-mana dan ia punya firasat buruk soal ini.

"Nadin?" Ricson bingung sambil berpikir. Ia merasa tak mengatakan apapun pada Nadin soal Ravel. Apalagi memintanya menyampaikan pesan pada Ravel untuk datang kemari. " Sepertinya, ada yang salah di sini. Kalau aku ingin menemuimu, aku bisa menghubungimu sendiri, kenapa harus melalui Nadin?" tanya Ricson.

Mata Ravelo terpejam dan kedua tangannya mengepal kuat. "Sial!" geram Ravel langsung balik badan berlari pergi meninggalkan ruangan rektor tanpa pamit.

Tentu saja paman Ravel jadi bingung sendiri, ia sungguh tak tahu apa-apa. Sebagai rektor, Ricson tak ingin ikut campur urusan keponakannya kecuali jika Ravel memang meminta bantuannya. Sejauh ini, setiap kali Ravel sedang dalam masalah, ia selalu bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa perlu bantuan dari siapapun. Ricson memang sengaja membiarkan Ravel berkembang sendiri tanpa harus bergantung pada nama besar keluarganya.

Di kampus, Ravel adalah mahasiswanya yang terpilih sebagai salah satu mahasiswa teladan berkat kemampuannya sendiri. Tapi di rumah, Ricson adalah paman Ravel yang selalu mendukung Ravel dalam hal apapun. Tanpa menaruh curiga, sang rektor hanya menggelengkan kepalanya dan menganggap apa yang dialami Ravel sekarang hanya persolaan anak muda zaman now.

"Anak muda zaman sekarang memang bikin puyeng kepala," gumam Ricson setelah Ravelo menghilang dari hadapannya. Ia pun kembali menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda.

"Ini jebakan," geram Ravel sambil terus berlari sekencang-kencangnya menuju tempat ia meninggalkan Valexa.

Pria itu mencoba menghubungi wanita yang baru saja dipacarinya lewat panggilan telepon tapi hasilnya nihil. Hal itu karena ponsel Valexa telah hilang entah ke mana begitupula dengan pemiliknya. Ravel jadi semakin mencemaskan keadaan Valexa saat ini.

Kecemasan Ravel semakin memuncak kala melihat area yang ia tinggalkan sebelumnya telah kosong dan tak ada seorangpun disekitar sini. Cowok itu mencoba berkeliling sambil memanggil-manggil nama Valexa, tapi ia tak juga menemukannya. Ravel tidak ingin menyerah begitu saja, ia terus menghubungi Valexa melalui sambungan telepon sampai ia mendengar suara yang berasal dari nada dering ponsel Valexa. Rupanya, ponsel tersebut ada di sebuah tepian danau tak jauh dari lokasi Ravel berada sekarang.

Mendengar nada dering ponsel Valexa saat menerima panggilan, membuat Ravelo dengan cepat menemukan ponsel itu. Ia langsung memungutnya dan semakin buruklah suasana hati Ravel melihat ponsel itu tiba-tiba ada di tempat ini. Pasti sesuatu yang buruk telah terjadi pada Valexa dan ini semua adalah ulah si ketua geng pembully. Ravel mencoba mengotak atik ponsel kekasihnya, tapi ia tak menemukan petunjuk apapun dari ponsel tersebut.

"Naaadinnn, apa yang kau lakukan pada Valexaku!" geram Ravel dan iapun bergegas kembali ke gedung utama untuk mencari Nadin and the gengnya.

***

Di ruang kelas, Nadin membaur dengan semua teman-temannya seolah tak pernah terjadi apa-apa. Mereka semua sedang menunggu kedatangan dosen untuk mata kuliah selanjutnya. Namun, Ravel tiba-tiba saja datang dan berteriak marah pada Nadin.

Kilatan mata Ravel terlihat sangat menakutkan sehingga orang-orang di dalam kelas ikutan takut juga saat Ravel melintasi mereka. Baru kali ini mereka melihat Ravel semarah ini apalagi pada seorang Nadin. Sebelumnya, Ravel dikenal sebagai pribadi yang kalem dan bikin adem kala melihat pesonanya, tapi tidak untuk kali ini.

"Naadinnn!" teriak Ravelo menggelegar. Suaranya sampai terdengar menggema memenuhi ruang kelas. Derap langkah kakinya berjalan cepat menuju tempat Nadin duduk bersama dengan teman-temanya yang lain.

Brak!

Ravel menggebrak meja tepat dihadapan Nadin dan seluruh gengnya sehingga mereka semua kaget dan terkejut bukan kepalang. Untung mereka tidak jantungan. Ternyata, Ravel kalau marah benar-benar menyeramkan.

"Di mana Valexa?" tanyanya to the poin tanpa basa-basi lagi. Kilatan api kemarahannya terpancar jelas di wajah Ravel. Meski begitu, katampanan Ravel sama sekali tidak berkurang.

"Mana aku tahu? Memang aku babysitternya apa?" cetus Nadin bersikap sok biasa, padahal ia juga ciut kalau Ravel marah seperti itu.

"Jangan bikin aku semakin marah padamu! Kau sengaja kan? Menjauhkanku dari Valexa supaya kau bisa mencelakainya?" tuduhan Ravel memang sangat tepat. Itu memang sudah jadi akal bulus si ketua geng pembully ini. "Katakan padaku di mana dia sekarang!" bentak Ravel sudah tidak bisa menahan sabar lagi.

"Kau jangan menuduhku yang bukan-bukan!" Nadin masih sok membela diri. Ia bahkan tak merasa bersalah sedikitpun. Jelas-jelas dia sendiri yang mencelakai Valexa, tapi tetap tidak mau mengaku juga.

"Siapa lagi yang bisa berbuat jahat di tempat ini kalau bukan kau! Semua orang tahu itu? Kau adalah manusia berwujud nenek sihir! Katakan padaku selagi aku masih bersikap baik! Kau sembunyikan dimana Valexaku?" tanya Ravel sedikit mengancam. Namun, yang diancam malah tenang-tenang saja dan sama sekali tak terlihat takut pada ancaman Ravel.

"Kalau kau ingin Valexa kembali, kau harus bersedia jadi pacarku, dan putuskan hubunganmu dengan Valexa. Baru kulepaskan dia," tawar Nadin dengan gaya khas sombongnya.

Untuk sesaat, Ravel terdiam dan ia langsung tertawa terbahak-bahak seolah tawaran Nadin adalah sebuah lelucon paling lucu yang pernah ia dengar.

"Buahahaha ...." Ravel tertawa sangat keras dan semakin membuat takut yang lainnya. Sebab tawa pria tampan itu terdengar lebih menakutkan ketimbang amarahnya. "Kau bilang apa? Kau baru mau melepaskan Valexa bila aku mau menjadikanmu pacarku dan putus dengannya?" Ravel mengulangi kata-kata Nadin seolah meledeknya.

"Iya!" jawab Nadin singkat, tapi sebenarnya ia sangat shock melihat perubahan sikap Ravel yang tadinya charming, menjadi berandal.

"Oke." Ravel manggut-manggut dan ia langsung menjulurkan satu tangannya ke arah Meta. Tanpa peringatan, Ravel sengaja mencekik leher teman dekat Nadin dengan sangat kuat.

Sontak semua orang sangat terkejut melihat hal tak terduga, bisa juga dilakukan oleh seorang Ravelo kalau ia sedang marah. Meta sendiri juga mulai kesakitan dan tak bisa bicara bahkan ia tak bisa bernapas.

"Ini adalah cara yang kau inginkan, aku sudah memperingatkanmu tadi. Beritahu aku di mana Valexa berada saat ini. Jika tidak, kau dan seluruh teman-temanmu yang ada di sini akan mati!" Ravelo balas memberikan ancaman yang jauh lebih menakutkan dari ancaman Nadin.

Beberapa teman Ravel datang dan langsung mengunci ruang kelas rapat-rapat. Pandangan mata Ravel benar-benar tajam seolah ia tak main-main dengan ucapannya.

BERSAMBUNG

***

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

hayuu...basmi tu nenek sihir and the geng..

2024-12-23

0

Hasanah Purwokerto

Hasanah Purwokerto

tak kasih tau vel ,,,val ada dikurung diruang bawah tanah,,cpt tlngin dia

2022-07-02

2

naning

naning

thor hampir kepleset aku tiap kali baca namnya Ravel jd refald🤭🤭

2022-05-26

0

lihat semua
Episodes
1 episode 1 Hari Pertama
2 episode 2 Fitnah
3 episode 3 Serangan
4 episode 4 Hukuman
5 episode 5 Valexa vs Ravelo
6 episode 6 Kura-kura dan Kelinci
7 episode 7 Siapa Kau?
8 episode 8 Terimakasih Ala Ravelo
9 episode 9 Ancaman dan Cinta
10 episode 10 Rencana Jahat Nadin
11 episode 11 Pertemuan Pertama
12 episode 12 Serangan
13 episode 13 Ancaman Ravel
14 episode 14 Perasaan Ravel
15 episode 15 Fakta Seorang Valexa
16 episode 16 Bersedia
17 episode 17 Mansion
18 episode 18 Fakta Sebenarnya
19 episode 19 Ungkapan Cinta Ravel
20 episode 20 Rencana Ravel
21 episode 21 Perlindungan
22 episode 22 Maria
23 episode 23 Penjelasan
24 episode 24 Kabur
25 episode 25 Serangan
26 episode 26 Charlen
27 episode 27 Flasback 1
28 episode 28 flashback 2
29 episode 29 Flasback 3 Fakta Sebenarnya
30 episode 30 Flashback 4
31 episode 31 Flashback 5
32 episode 32 Terungkap Sudah
33 episode 33 Keluarga Valexa
34 episode 34 Rencana Valexa
35 episode 35 Bugatti Veyron
36 episode 36 Kesal
37 episode 37 Suasana hati Valexa
38 episode 38 Teknik Pedang
39 episode 39 Ninja
40 episode 40 Tekad Valexa
41 episode 41 Nasib Nadin
42 episode 42 Menikahlah Denganku!
43 episode 43 Penjelasan
44 episode 44 Pengakuan Ravel
45 episode 45 Perlindungan Fey
46 episode 46 Permintaan Refald
47 episode 47 Marah
48 episode 48 Keluarga Fey
49 episode 49 Ritual Pernikahan Tak Biasa
50 episode 50 Hukuman Fey untuk Pak Po
51 episode 51 Glowcard
52 episode 52 Pasangan Pengantin Baru
53 episode 53 Perasaan Valexa
54 episode 54 Fakta Tentang Ravel
55 episode 55 I'm yours, and you're mine.
56 episode 56 Keputusan Valexa
57 episode 57 Mantan Pacar, jadi Suami
58 episode 58 Valexa si Wonder Woman
59 episode 59 Ritual
60 episode 60 Ritual Selesai
61 episode 61 Pengaruh Mantra
62 episode 62 Tak Mempan
63 episode 63 Hukuman yang Setimpal
64 episode 64 Lengah
65 episode 65 Menang
66 episode 66 Fakta Mengerikan
67 episode 67 Keluar
68 episode 68 Pasangan Nggak Ada Akhlak Datang
69 episode 69 Eksekusi
70 episode 70 Eksekusi Dimulai
71 episode 71 Eksekusi Berakhir
72 episode 72 Perpisahan
73 episode 73 Suara Hati Valexa
74 episode 74 Selepas Rindu
75 episode 75 Terkurung
76 episode 76 Gossip
77 episode 77 Ciutnya Nyali Caitlin
78 episode 78 Peringatan Manis
79 episode 79 Cinta Ravel dan Valexa
80 episode 80 Keluarga Bahagia
81 Judul Novel : Takdir Cinta Kinan
82 judul novel : Pengantin Milik Raja
83 PENGUMUMAN GIVE AWAY!
84 PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
85 PENGUMUMAN NOVEL BARU
86 PENGUMUMAN NOVEL BARU
87 PENGUMUMAN NOVEL BARU
88 BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
89 PENGUMUMAN NOVEL BARU
Episodes

Updated 89 Episodes

1
episode 1 Hari Pertama
2
episode 2 Fitnah
3
episode 3 Serangan
4
episode 4 Hukuman
5
episode 5 Valexa vs Ravelo
6
episode 6 Kura-kura dan Kelinci
7
episode 7 Siapa Kau?
8
episode 8 Terimakasih Ala Ravelo
9
episode 9 Ancaman dan Cinta
10
episode 10 Rencana Jahat Nadin
11
episode 11 Pertemuan Pertama
12
episode 12 Serangan
13
episode 13 Ancaman Ravel
14
episode 14 Perasaan Ravel
15
episode 15 Fakta Seorang Valexa
16
episode 16 Bersedia
17
episode 17 Mansion
18
episode 18 Fakta Sebenarnya
19
episode 19 Ungkapan Cinta Ravel
20
episode 20 Rencana Ravel
21
episode 21 Perlindungan
22
episode 22 Maria
23
episode 23 Penjelasan
24
episode 24 Kabur
25
episode 25 Serangan
26
episode 26 Charlen
27
episode 27 Flasback 1
28
episode 28 flashback 2
29
episode 29 Flasback 3 Fakta Sebenarnya
30
episode 30 Flashback 4
31
episode 31 Flashback 5
32
episode 32 Terungkap Sudah
33
episode 33 Keluarga Valexa
34
episode 34 Rencana Valexa
35
episode 35 Bugatti Veyron
36
episode 36 Kesal
37
episode 37 Suasana hati Valexa
38
episode 38 Teknik Pedang
39
episode 39 Ninja
40
episode 40 Tekad Valexa
41
episode 41 Nasib Nadin
42
episode 42 Menikahlah Denganku!
43
episode 43 Penjelasan
44
episode 44 Pengakuan Ravel
45
episode 45 Perlindungan Fey
46
episode 46 Permintaan Refald
47
episode 47 Marah
48
episode 48 Keluarga Fey
49
episode 49 Ritual Pernikahan Tak Biasa
50
episode 50 Hukuman Fey untuk Pak Po
51
episode 51 Glowcard
52
episode 52 Pasangan Pengantin Baru
53
episode 53 Perasaan Valexa
54
episode 54 Fakta Tentang Ravel
55
episode 55 I'm yours, and you're mine.
56
episode 56 Keputusan Valexa
57
episode 57 Mantan Pacar, jadi Suami
58
episode 58 Valexa si Wonder Woman
59
episode 59 Ritual
60
episode 60 Ritual Selesai
61
episode 61 Pengaruh Mantra
62
episode 62 Tak Mempan
63
episode 63 Hukuman yang Setimpal
64
episode 64 Lengah
65
episode 65 Menang
66
episode 66 Fakta Mengerikan
67
episode 67 Keluar
68
episode 68 Pasangan Nggak Ada Akhlak Datang
69
episode 69 Eksekusi
70
episode 70 Eksekusi Dimulai
71
episode 71 Eksekusi Berakhir
72
episode 72 Perpisahan
73
episode 73 Suara Hati Valexa
74
episode 74 Selepas Rindu
75
episode 75 Terkurung
76
episode 76 Gossip
77
episode 77 Ciutnya Nyali Caitlin
78
episode 78 Peringatan Manis
79
episode 79 Cinta Ravel dan Valexa
80
episode 80 Keluarga Bahagia
81
Judul Novel : Takdir Cinta Kinan
82
judul novel : Pengantin Milik Raja
83
PENGUMUMAN GIVE AWAY!
84
PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
85
PENGUMUMAN NOVEL BARU
86
PENGUMUMAN NOVEL BARU
87
PENGUMUMAN NOVEL BARU
88
BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
89
PENGUMUMAN NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!