episode 2 Fitnah

Hari pertama masuk sudah dihadapkan dengan situasi yang membuat Valexa darah tinggi. Namun, yang dikatakan gadis malang yang ditolong Valexa memang benar. Ia tidak dalam posisi bisa melawan sekarang. Kampus ini memang kampus terbaik yang ada di negara ini, tapi sayang, jiwa sosialisasi dan moralitas jadi tersingkir karena uang dan kekuasaan.

Siapakah yang paling kaya, maka dialah yang berkuasa. Itu biasa terjadi dikampus-kampus elit seperti yang ada di kampus ini meskipun tidak semua universitas seperti itu.

"Maaf, ini salahku." Valexa jadi merasa bersalah pada gadis disebelahnya, tapi mahasiswi cantik ini hanya mengangguk pelan tanda menerima permintaan maaf Valexa.

Semua orang yang ada di sini bukannya membantu ataupun minta maaf atas apa yang telah mereka lakukan terhadap dua mahasiswi berbeda penampilan ini, mereka malah bersorak ramai sehingga mengundang perhatian beberapa dosen dan juga satpam mendekat ke arah mereka untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.

"Ada apa ini?" tanya satpam kampus menghentikan suara teriakan kelompok pembully tak punya hati itu. Melihat beberapa satpam dan dosen datang mendekat, para kelompok pembully itu terdiam dan saling pandang seolah sedang merencanakan sesuatu yang tidak baik.

"Si mahasiswi baru itu menyiksa Fara sampai seperti itu, Pak! Lihat saja, darahnya bercucuran di mana-mana. Ck ck ck ck ... kasihan Fara. Sebaiknya dia cepat di bawa ke rumah sakit kampus dan hukum saja pelaku yang membuat Fara seperti itu, Pak. Baru datang sudah bikin onar!" lapor si wanita sombong mulai memfitnah Valexa. Padahal nyatanya tidak seperti itu.

"Itu tidak benar, Pak. Merekalah yang menyiksa gadis ini. Saya hanya membantunya dan tiba-tiba ...." Valexa membela diri karena tidak terima dijadikan kambing hitam atas kesalahan yang tidak ia buat.

"Halah ... ngeles aja kau! Ngaku aja deh, kita semua saksinya loh di sini," sela rekan wanita sombong itu sebelum Valexa buka suara lebih banyak.

"Aku nggak ngeles, kalianlah yang memang menyiksa dia!" sentak Valexa tetap kukuh dengan pembelaannya.

"Gaes!" teriak wanita sombong itu pada gengnya. "Apa kalian rela dituduh oleh si kampungan culun itu menyiksa Fara?" tanyanya sambil melipat tangan di dada.

"Iya nggaklah, orang dia yang nyiksa, kita yang dituduh! Dasar muka dua!" rekan wanita sombong itu mencoba memutar balikkan fakta. Padahal kata-kata itu jelas lebih pantas ditujukan untuk dirinya sendiri dan teman-temannya ketimbang pada Valexa .

"Huuu ...." seru kelompok geng pembully mengolok-olok Valexa dan berlagak sok marah karena tidak terima atas tuduhan yang dilontarkan mahasiswi baru itu. Mereka langsung menunjukkan aksi protes dihadapan satpam dan para dosen agar Valexa dihukum berat karena menyiksa teman dan menuduh kelompok mereka yang bukan-bukan.

"Kalian semua! Diamlah!" sentak salah satu dosen paling disegani di kampus ini. Seketika semua orangpun diam. "Fara!" ujar dosen tersebut pada gadis cantik yang ternyata bernama Fara. "Apa benar yang dikatakan Nadin? Yang melukaimu sampai seperti itu adalah mahasiswi baru itu?" tanyanya.

Fara diam dan menunduk karena takut, tapi wanita sombong yang bernama Nadin itu mencoba memprovokasi Fara agar ia mau berbohong demi dirinya. "Fara, katakan yang sebenarnya, jangan takut. Kami akan mendukungmu," ucap Nadin ambigu. Maksudnya, jika Fara tidak mau berbohong, maka ia harus bersiap-siap hancur ditangannya.

"Be-benar, Pak!" ujar Fara lirih sambil terus menundukkan kepalanya karena merasa bersalah pada Valexa.

Fara tidak punya pilihan lain, jika ingin selamat maka ia harus menuruti semua keinginan Nadin. Nadin tersenyum kecut mendengar jawaban Fara karena sesuai keinginannya. Tidak ada yang berani melawan Nadin karena ia adalah putri dari salah satu pendiri kampus ini. Senyum licikpun menghiasi sudut bibir pemimpin geng pembully ini.

"Katakan sekali lagi Fara! Benar mahasiswi baru itu yang melukaimu?" tanya dosen itu lagi.

"Be-benar, Pak!" jawab Fara agak takut dan semakin bersalahlah ia pada Valexa.

Dalam hati, Fara menjerit tak berdaya. Mahasiswi cupu itu mencoba membantu Fara, tapi ia terpaksa memfitnahnya. Hal itu Fara lakukan karena ia berada dibawah tekanan kelompok pembully ini. Sungguh, Fara tak bisa melawan Nadin terlepas statusnya sebagai gadis rendahan di kampus ini. Fara masih ingin belajar di sini sampai lulus agar mendapatkan pekerjaan layak suatu hari nanti. Karena itulah ia rela melakukan apa saja termasuk memfitnah orang yang sudah membantunya.

Valexa terperangah tak percaya, ini sih namanya tulung mentung. Sudah ditolong eh malah di pentung. Gadis itu hanya bisa tertawa sinis melihat pemandangan lucu yang terjadi di kampus ini, tapi Valexa mencoba memahami situasi yang menimpa gadis malang itu. Jika posisinya dibalik, mungkin ia juga akan melakukan hal sama seperti yang dilakukan Fara.

Orang-orang yang ada di depan Valexa ini, benar-benar kelompok pembully berbahaya. Tidak ada yang berani melawan mereka apalagi bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga tak punya. Valexa terdiam dan menatap wajah Nadin serta kelompoknya satu persatu dengan tatapan yang tak bakal bisa dijelaskan. Mahasiswi baru itu merekam setiap wajah mereka dalam ingatannya untuk ia ingat sepanjang hidupnya.

Melihat pandangan mata Valexa penuh dengan dendam dan api kebencian begitu besar, membuat Nadin semakin tersenyum senang dan sangat puas. Sepertinya, ia telah menemukan mainan baru untuk ia jadikan bonekanya. Kehadiran Valexa seakan sebuah permainan lain yang akan dimainkan Nadin selama ia menguasai kampus ini karena Valexa bukan berasal dari keluarga kaya seperti dirinya. Jadi, ia bisa bertindak seenaknya.

"Siapa namamu?" tanya dosen itu pada Valexa.

"Valexa," jawab Valexa dengan nada gemetar bukan karena takut, tapi karena emosi.

"Kau ikut denganku!" perintah dosen itu dan dalam diam, Valexa mengikuti sang dosen dari belakang.

Dari kejauhan, mahasiswi baru itu melihat Nadin sedang membisikkan sesuatu kepada Fara sehingga gadis malang itu langsung menangis di tempat. Dengan gaya khas sombongnya, kelompok pembully itu pergi meninggalkan Fara sendirian. Dan Valexa sendiri terpaksa menerima hukuman atas apa yang tidak ia buat.

***

Satu jam kemudian, Valexa kembali ke ruang kelasnya untuk mengikuti mata kuliah yang sudah ia ambil selama mendaftar di kampus ini. Sebuah tato alami akibat hukuman yang ia dapat, terukir jelas di kedua kaki Valexa. Namun gadis cupu itu tetap berjalan tegap seolah tak merasakan sakit sedikitpun. Ini adalah hukuman pertama di hari pertama ia masuk kuliah. Tak menuntut kemungkinan ia bakal mendapatkan hukuman-hukuman lain yang jauh lebih berat dari ini.

Valexa berjalan pelan menuju ruang kelasnya. Jurusan yang ia ambil selama menempuh pendidikan di sini adalah Sastra Asing. Kini, gadis cupu itu sudah ada di depan pintu kelasnya. Awalnya, Valexa ragu apakah ia harus masuk ke kelas atau tidak. Sebab ia punya firasat buruk di sana. Namun ia tak punya pilihan lain selain menghadapi semua hal yang menghadang jalannya. Valexa sudah siap masuk ke kampus ini, artinya ia juga harus siap menghadapi semua hal yang menimpa dirinya ... baik ataupun buruk.

"Oke, hari-hari buruk segera dimulai!" gumamnya meyakinkan diri sendiri dan mantap untuk ready to war.

Valexa hendak meraih gagang pintu, tapi sebuah tangan besar ternyata meraih gagang pintu tersebut lebih dulu. Tentu saja gadis itu terkejut dan melihat siapa pemilik tangan besar yang mendahuluinya. Valexa mendongak dan ia agak terkejut ada mahasiswa tampan sedang melihatnya.

BERSAMBUNG

***

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

hedeh fara...

2024-12-22

0

Fahmi Fahmi

Fahmi Fahmi

fara ngak tau terima kasih

2024-06-02

0

cigarettesncakes

cigarettesncakes

faraaa fara... dikasih hati malah minta jantung wkwk

2023-05-07

0

lihat semua
Episodes
1 episode 1 Hari Pertama
2 episode 2 Fitnah
3 episode 3 Serangan
4 episode 4 Hukuman
5 episode 5 Valexa vs Ravelo
6 episode 6 Kura-kura dan Kelinci
7 episode 7 Siapa Kau?
8 episode 8 Terimakasih Ala Ravelo
9 episode 9 Ancaman dan Cinta
10 episode 10 Rencana Jahat Nadin
11 episode 11 Pertemuan Pertama
12 episode 12 Serangan
13 episode 13 Ancaman Ravel
14 episode 14 Perasaan Ravel
15 episode 15 Fakta Seorang Valexa
16 episode 16 Bersedia
17 episode 17 Mansion
18 episode 18 Fakta Sebenarnya
19 episode 19 Ungkapan Cinta Ravel
20 episode 20 Rencana Ravel
21 episode 21 Perlindungan
22 episode 22 Maria
23 episode 23 Penjelasan
24 episode 24 Kabur
25 episode 25 Serangan
26 episode 26 Charlen
27 episode 27 Flasback 1
28 episode 28 flashback 2
29 episode 29 Flasback 3 Fakta Sebenarnya
30 episode 30 Flashback 4
31 episode 31 Flashback 5
32 episode 32 Terungkap Sudah
33 episode 33 Keluarga Valexa
34 episode 34 Rencana Valexa
35 episode 35 Bugatti Veyron
36 episode 36 Kesal
37 episode 37 Suasana hati Valexa
38 episode 38 Teknik Pedang
39 episode 39 Ninja
40 episode 40 Tekad Valexa
41 episode 41 Nasib Nadin
42 episode 42 Menikahlah Denganku!
43 episode 43 Penjelasan
44 episode 44 Pengakuan Ravel
45 episode 45 Perlindungan Fey
46 episode 46 Permintaan Refald
47 episode 47 Marah
48 episode 48 Keluarga Fey
49 episode 49 Ritual Pernikahan Tak Biasa
50 episode 50 Hukuman Fey untuk Pak Po
51 episode 51 Glowcard
52 episode 52 Pasangan Pengantin Baru
53 episode 53 Perasaan Valexa
54 episode 54 Fakta Tentang Ravel
55 episode 55 I'm yours, and you're mine.
56 episode 56 Keputusan Valexa
57 episode 57 Mantan Pacar, jadi Suami
58 episode 58 Valexa si Wonder Woman
59 episode 59 Ritual
60 episode 60 Ritual Selesai
61 episode 61 Pengaruh Mantra
62 episode 62 Tak Mempan
63 episode 63 Hukuman yang Setimpal
64 episode 64 Lengah
65 episode 65 Menang
66 episode 66 Fakta Mengerikan
67 episode 67 Keluar
68 episode 68 Pasangan Nggak Ada Akhlak Datang
69 episode 69 Eksekusi
70 episode 70 Eksekusi Dimulai
71 episode 71 Eksekusi Berakhir
72 episode 72 Perpisahan
73 episode 73 Suara Hati Valexa
74 episode 74 Selepas Rindu
75 episode 75 Terkurung
76 episode 76 Gossip
77 episode 77 Ciutnya Nyali Caitlin
78 episode 78 Peringatan Manis
79 episode 79 Cinta Ravel dan Valexa
80 episode 80 Keluarga Bahagia
81 Judul Novel : Takdir Cinta Kinan
82 judul novel : Pengantin Milik Raja
83 PENGUMUMAN GIVE AWAY!
84 PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
85 PENGUMUMAN NOVEL BARU
86 PENGUMUMAN NOVEL BARU
87 PENGUMUMAN NOVEL BARU
88 BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
89 PENGUMUMAN NOVEL BARU
Episodes

Updated 89 Episodes

1
episode 1 Hari Pertama
2
episode 2 Fitnah
3
episode 3 Serangan
4
episode 4 Hukuman
5
episode 5 Valexa vs Ravelo
6
episode 6 Kura-kura dan Kelinci
7
episode 7 Siapa Kau?
8
episode 8 Terimakasih Ala Ravelo
9
episode 9 Ancaman dan Cinta
10
episode 10 Rencana Jahat Nadin
11
episode 11 Pertemuan Pertama
12
episode 12 Serangan
13
episode 13 Ancaman Ravel
14
episode 14 Perasaan Ravel
15
episode 15 Fakta Seorang Valexa
16
episode 16 Bersedia
17
episode 17 Mansion
18
episode 18 Fakta Sebenarnya
19
episode 19 Ungkapan Cinta Ravel
20
episode 20 Rencana Ravel
21
episode 21 Perlindungan
22
episode 22 Maria
23
episode 23 Penjelasan
24
episode 24 Kabur
25
episode 25 Serangan
26
episode 26 Charlen
27
episode 27 Flasback 1
28
episode 28 flashback 2
29
episode 29 Flasback 3 Fakta Sebenarnya
30
episode 30 Flashback 4
31
episode 31 Flashback 5
32
episode 32 Terungkap Sudah
33
episode 33 Keluarga Valexa
34
episode 34 Rencana Valexa
35
episode 35 Bugatti Veyron
36
episode 36 Kesal
37
episode 37 Suasana hati Valexa
38
episode 38 Teknik Pedang
39
episode 39 Ninja
40
episode 40 Tekad Valexa
41
episode 41 Nasib Nadin
42
episode 42 Menikahlah Denganku!
43
episode 43 Penjelasan
44
episode 44 Pengakuan Ravel
45
episode 45 Perlindungan Fey
46
episode 46 Permintaan Refald
47
episode 47 Marah
48
episode 48 Keluarga Fey
49
episode 49 Ritual Pernikahan Tak Biasa
50
episode 50 Hukuman Fey untuk Pak Po
51
episode 51 Glowcard
52
episode 52 Pasangan Pengantin Baru
53
episode 53 Perasaan Valexa
54
episode 54 Fakta Tentang Ravel
55
episode 55 I'm yours, and you're mine.
56
episode 56 Keputusan Valexa
57
episode 57 Mantan Pacar, jadi Suami
58
episode 58 Valexa si Wonder Woman
59
episode 59 Ritual
60
episode 60 Ritual Selesai
61
episode 61 Pengaruh Mantra
62
episode 62 Tak Mempan
63
episode 63 Hukuman yang Setimpal
64
episode 64 Lengah
65
episode 65 Menang
66
episode 66 Fakta Mengerikan
67
episode 67 Keluar
68
episode 68 Pasangan Nggak Ada Akhlak Datang
69
episode 69 Eksekusi
70
episode 70 Eksekusi Dimulai
71
episode 71 Eksekusi Berakhir
72
episode 72 Perpisahan
73
episode 73 Suara Hati Valexa
74
episode 74 Selepas Rindu
75
episode 75 Terkurung
76
episode 76 Gossip
77
episode 77 Ciutnya Nyali Caitlin
78
episode 78 Peringatan Manis
79
episode 79 Cinta Ravel dan Valexa
80
episode 80 Keluarga Bahagia
81
Judul Novel : Takdir Cinta Kinan
82
judul novel : Pengantin Milik Raja
83
PENGUMUMAN GIVE AWAY!
84
PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
85
PENGUMUMAN NOVEL BARU
86
PENGUMUMAN NOVEL BARU
87
PENGUMUMAN NOVEL BARU
88
BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
89
PENGUMUMAN NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!