episode 8 Terimakasih Ala Ravelo

Semua orang yang mendengar teriakan Nadin langsung menutup telinga mereka masing-masing begitu juga dengan Valexa. Gadis itu berlagak sangat ketakutan melihat sikap Nadin yang bak kesetanan. Namun nyatanya, Valexa tak tampak takut sama sekali dan jelas terkesan menantang. Dua wanita saling berdiri berhadapan dengan hati dan perasaan masing-masing. Satunya memandang benci dan marah, sedangkan satunya lagi menahan amarah begitu besar seolah ingin minta segera dilepaskan.

Tak pernah terbayangkan di benak Nadin, ia dihadapkan dengan seorang wanita yang sama sekali tak takut dengan tatapan mata dan amarahnya. Apalagi wanita yang berdiri tegak didepannya ini bukan berasal dari kasta tinggi seperti dirinya, melainkan kasta rendahan yang bikin rusak mata dan pemandangan alam. Bagi seorang Nadin, orang miskin hanyalah sampah merepotkan yang bisanya hanya meminta bantuan dan belas kasih dari orang-orang kaya dikalangannya.

Sewaktu kecil, Nadin pernah diculik gelandangan dan gelandangan tersebut meminta tebusan tinggi pada keluarganya. Sejak saat itu, Nadin menganggap semua orang miskin itu menjijikkan dan perlu dimusnahkan agar tak mengganggu ketentraman hidupnya. Itulah alasan kenapa ia dan seluruh keluarganya sangat menentang kebijakan Rektor yang tak lain adalah paman Ravelo saat mengadakan perekrutan siswa tidak mampu, tapi memiliki prestasi mumpuni untuk mengenyam pendidikan di kampus elit ini. Apapun alasan Nadin, tetap saja tindakannya merendahkan orang lain terlebih hanya karena perbedaan kasta itu tidak bisa dibenarkan apapun alasannya.

Semua manusia itu hidup berdampingan dan saling membutuhkan. Apapun jenis kasta yang setiap orang punya, mereka semua memiliki hak hidup sama kerena Tuhan menciptakan manusia bukan berdasarkan dari kasta. Tak seharusnya Nadin membandingkan dirinya dengan orang miskin hanya karena ia pernah mengalami hal buruk yang disebabkan satu orang.

Karena tak kunjung mendapat jawaban yang ia minta dari Valexa, Nadin mencengkeram kuat kerah baju gadis kampungan itu hingga terdorong mundur sampai membentur dinding ruangan. "Cepat beritahu aku! Siapa kau?" teriaknya lagi dan kedua tangan Nadin menekan kuat leher Valexa seolah mencekiknya.

"Kau ... akan masuk penjara ... bila membunuhku di sini. Orang-orang yang ada disekitar sini akan menganggapmu sebagai pembunuh! Kau ... seorang pembunuh!" ujar Valexa terbata-bata karena tekanan kuat dari tangan Nadin dilehernya.

Seketika, gadis sombong itu melepaskan cengkeramannya karena semua mata memang memandangnya dengan tatapan seperti yang baru saja dikatakan Valexa. Sebaliknya, Nadin merasa seolah terintimidasi sendiri karena Valexa benar-benar terlihat tak takut sama sekali.

"Oke! Anggap saja ... kau bernasib mujur karena bisa lolos sekarang, tapi lain kali ... kau akan menangis darah dan berlutut dihadapanku untuk memohon ampun padaku," geram Nadin dengan tatapan mata merah menyala terang seolah ucapannya adalah kutukan untuk Valexa karena telah berani berhadapan dengannya.

Melihat ekspresi penuh benci Nadin, membuat Valexa ikutan emosi juga. Ia balas menatap Nadin dengan pandangan mata sama sambil berkata, "Masih terlalu dini bagimu untuk tahu siapa aku sebenarnya. Agar kau tak shock lagi seperti sekarang sehingga membuat darah tinggimu semakin naik, aku akan memberitahumu satu hal ..." Valexa sengaja menggantung kalimatnya dan membuat suasana diantara keduanya semakin tegang dan panas.

"Semakin kau berusaha keras mencelakaiku, maka aku pastikan, kau ... akan kehilangan satu persatu apa yang kau miliki selama ini. Huh, sepertinya kau belum sadar sesuatu." Valexa mendekat ke wajah Nadin dan membisikkan sesuatu ditelinga gadis sombong itu yang langsung membuat Nadin membelalakkan matanya.

Mulut Nadin bahkan sampai menganga lebar dan ia langsung pergi keluar ruangan begitu saja tanpa bicara sepatah katapun. Rekan satu geng Nadin itu juag heran, kenapa ketuanya langsung pergi setelah Valexa membisikkan sesuatu. Apa yang dikatakan Valexa pada Nadin? Itulah yang ada di benak rekan satu geng Nadin dan semua orang yang ada di dalam kelas ini. Meski tidak tahu apa-apa, Meta dan yang lainnya ikutan berlari keluar mengejar Nadin.

"Nadin! Woy! Tunggu aku! Kau mau ke mana?" teriak rekan-rekan Nadin dari kejauhan sambil terus berlari menjauhi kelas.

Valexa menatap sinis wajah-wajah bingung semua orang yang menatap aneh dirinya setelah Nadin and the gengnya pergi. Tanpa banyak bicara lagi, Valexa meletakkan semua uang taruhan di atas meja dan meminta semua orang mengambil kembali uang taruhan mereka masing-masing, lalu gadis misterius yang kampungan itu pergi begitu saja meninggalkan kelas dan tanda tanya besar di benak seluruh teman-teman sekelasnya. Yah,Valexa sengaja pergi untuk bertemu dengan seseorang.

"Sepertinya, dia bukan gadis kampungan biasa," komentar salah satu teman sekelas Valexa begitu mahasiswi baru itu menghilang dari balik pintu.

"Kau benar, Mr. Morgan bilang, Valexa menyelesaikan hukumannya tadi pagi. Ia benar-benar lari keliling kampus 20 kali putaran penuh dan Mister sendirilah yang memantaunya. Sayangnya, Ravelo belum selesai hingga detik ini. Gila! Artinya gadis itu punya kecepatan lari yang luar biasa! Percaya nggak, sih? Tapi itulah yang dikatakan Mister Morgan," cetus yang lainnya dan semakin ramailah mereka membahas siapakah sosok Valexa sebenarnya serta kemisteriusannya setelah apa yang ia lakukan pada Nadin sehingga membuat si ketua pembully itu pergi dari kelas ini.

Ketangguhan Valexa bisa dikatakan masuk rekor Muri. Tak hanya dapat menyelesaikan hukuman yang jelas tak mungkin bisa dilakukan oleh seorang mahasiswi biasa, Valexa bahkan mengalahkan sang pengeran kampus yang notabennya adalah pelari tercepat di kampus elit ini. Sosok Valexa, langsung menjadi trending topik di mana-mana karena beberapa orang mulai melontarkan komentarnya tentang betapa beraninya Valexa menghadapi segala pembullyan yang dilakukan Nadin terhadapnya.

"Dia tak tergiur uang. Dia juga sangat kuat, siapa dia? Apa ada yang tahu?" teriak teman-teman sekelasnya yang lain dan semuanya kompak menggelengkan kepala mereka masing-masing tanda tak tahu apa-apa soal Valexa.

"Masih terlalu dini untuk membahas siapakah aku sekarang," gumam Valexa dari luar kelas. Ia hanya tersenyum getir saat mendengar pembicaraan orang-orang dikelasnya yang sedang heboh membahas dirinya. Ia terus berjalan lurus menuju tempat Ravelo berada saat ini.

Yang dikatakan teman sekelas Valexa memang benar, Ravelo belum menyelesaikan putarannya dan hingga detik ini, pria tampan yang menjadi idola banyak wanita masih terus berlari menyelesaikan hukumannya. Gadis itu sengaja menunggu kedatangan sang pangeran kampus disebuah tempat kosong yang dipenuhi oleh pohon-pohon jati. Karena ini memasuki musim panas, daun-daun jati itu banyak yang berguguran memenuhi lahan kosong yang ada dibawahnya.

Begitu Ravelo datang, Valexa langsung menghadang langkah pria tampan itu. "Makan dan minumlah ini, kau masih kurang 4 putaran lagi?" Valexa menyerahkan bekal yang sengaja ia siapkan untuk pengeran kampus tampan itu.

"Wuah, ini kejutan. Kau perhatian sekali padaku. Apa kau berubah pikiran dan mau jadi pacarku?" tanya Ravelo senang dan menerima bekal dari Valexa. Ia mengusap peluh yang memenuhi seluruh wajahnya dengan handuk pemberian Valexa.

"Jangan salah paham, kau sudah menemaniku menjalani hukuman ini meskipun aku tahu bukan kau yang menaruh perhiasan itu dalam tasku. Anggap saja ini bentuk rasa terimakasihku padamu. Lain kali, jangan ikut campur apapun urusanku." Setelah berkata begitu, Valexa hendak beranjak pergi meninggalkan Ravelo. Namun, baru juga Valexa maju selangkah, satu lengannya dicekal kuat oleh sang pangeran kampus lalu menarik tubuh mungil langsing itu ke dalam pelukannya.

"Akan aku beritahu bagaimana caranya berterimakasih padaku," ucap Ravel dengan tatapan mata yang bisa melelehkan semua wanita yang melihatnya.

Tanpa permisi, pria tampan itu langsung menyapu bersih bibir Valexa sehingga gadis itu terperanjat saking terkejutnya.

BERSAMBUNG

***

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

main nyosor aja ni si pangeran....huaaa..aaaa..aaaa

2024-12-23

0

Ricka Monika

Ricka Monika

aaaaaa tdk ciuman pertamaku

2024-12-22

0

Zanzan

Zanzan

aw.... aw... aw... babang pelo jadi maling rupay... maling ciuman😘🤣🤣🤣

2023-12-21

0

lihat semua
Episodes
1 episode 1 Hari Pertama
2 episode 2 Fitnah
3 episode 3 Serangan
4 episode 4 Hukuman
5 episode 5 Valexa vs Ravelo
6 episode 6 Kura-kura dan Kelinci
7 episode 7 Siapa Kau?
8 episode 8 Terimakasih Ala Ravelo
9 episode 9 Ancaman dan Cinta
10 episode 10 Rencana Jahat Nadin
11 episode 11 Pertemuan Pertama
12 episode 12 Serangan
13 episode 13 Ancaman Ravel
14 episode 14 Perasaan Ravel
15 episode 15 Fakta Seorang Valexa
16 episode 16 Bersedia
17 episode 17 Mansion
18 episode 18 Fakta Sebenarnya
19 episode 19 Ungkapan Cinta Ravel
20 episode 20 Rencana Ravel
21 episode 21 Perlindungan
22 episode 22 Maria
23 episode 23 Penjelasan
24 episode 24 Kabur
25 episode 25 Serangan
26 episode 26 Charlen
27 episode 27 Flasback 1
28 episode 28 flashback 2
29 episode 29 Flasback 3 Fakta Sebenarnya
30 episode 30 Flashback 4
31 episode 31 Flashback 5
32 episode 32 Terungkap Sudah
33 episode 33 Keluarga Valexa
34 episode 34 Rencana Valexa
35 episode 35 Bugatti Veyron
36 episode 36 Kesal
37 episode 37 Suasana hati Valexa
38 episode 38 Teknik Pedang
39 episode 39 Ninja
40 episode 40 Tekad Valexa
41 episode 41 Nasib Nadin
42 episode 42 Menikahlah Denganku!
43 episode 43 Penjelasan
44 episode 44 Pengakuan Ravel
45 episode 45 Perlindungan Fey
46 episode 46 Permintaan Refald
47 episode 47 Marah
48 episode 48 Keluarga Fey
49 episode 49 Ritual Pernikahan Tak Biasa
50 episode 50 Hukuman Fey untuk Pak Po
51 episode 51 Glowcard
52 episode 52 Pasangan Pengantin Baru
53 episode 53 Perasaan Valexa
54 episode 54 Fakta Tentang Ravel
55 episode 55 I'm yours, and you're mine.
56 episode 56 Keputusan Valexa
57 episode 57 Mantan Pacar, jadi Suami
58 episode 58 Valexa si Wonder Woman
59 episode 59 Ritual
60 episode 60 Ritual Selesai
61 episode 61 Pengaruh Mantra
62 episode 62 Tak Mempan
63 episode 63 Hukuman yang Setimpal
64 episode 64 Lengah
65 episode 65 Menang
66 episode 66 Fakta Mengerikan
67 episode 67 Keluar
68 episode 68 Pasangan Nggak Ada Akhlak Datang
69 episode 69 Eksekusi
70 episode 70 Eksekusi Dimulai
71 episode 71 Eksekusi Berakhir
72 episode 72 Perpisahan
73 episode 73 Suara Hati Valexa
74 episode 74 Selepas Rindu
75 episode 75 Terkurung
76 episode 76 Gossip
77 episode 77 Ciutnya Nyali Caitlin
78 episode 78 Peringatan Manis
79 episode 79 Cinta Ravel dan Valexa
80 episode 80 Keluarga Bahagia
81 Judul Novel : Takdir Cinta Kinan
82 judul novel : Pengantin Milik Raja
83 PENGUMUMAN GIVE AWAY!
84 PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
85 PENGUMUMAN NOVEL BARU
86 PENGUMUMAN NOVEL BARU
87 PENGUMUMAN NOVEL BARU
88 BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
89 PENGUMUMAN NOVEL BARU
Episodes

Updated 89 Episodes

1
episode 1 Hari Pertama
2
episode 2 Fitnah
3
episode 3 Serangan
4
episode 4 Hukuman
5
episode 5 Valexa vs Ravelo
6
episode 6 Kura-kura dan Kelinci
7
episode 7 Siapa Kau?
8
episode 8 Terimakasih Ala Ravelo
9
episode 9 Ancaman dan Cinta
10
episode 10 Rencana Jahat Nadin
11
episode 11 Pertemuan Pertama
12
episode 12 Serangan
13
episode 13 Ancaman Ravel
14
episode 14 Perasaan Ravel
15
episode 15 Fakta Seorang Valexa
16
episode 16 Bersedia
17
episode 17 Mansion
18
episode 18 Fakta Sebenarnya
19
episode 19 Ungkapan Cinta Ravel
20
episode 20 Rencana Ravel
21
episode 21 Perlindungan
22
episode 22 Maria
23
episode 23 Penjelasan
24
episode 24 Kabur
25
episode 25 Serangan
26
episode 26 Charlen
27
episode 27 Flasback 1
28
episode 28 flashback 2
29
episode 29 Flasback 3 Fakta Sebenarnya
30
episode 30 Flashback 4
31
episode 31 Flashback 5
32
episode 32 Terungkap Sudah
33
episode 33 Keluarga Valexa
34
episode 34 Rencana Valexa
35
episode 35 Bugatti Veyron
36
episode 36 Kesal
37
episode 37 Suasana hati Valexa
38
episode 38 Teknik Pedang
39
episode 39 Ninja
40
episode 40 Tekad Valexa
41
episode 41 Nasib Nadin
42
episode 42 Menikahlah Denganku!
43
episode 43 Penjelasan
44
episode 44 Pengakuan Ravel
45
episode 45 Perlindungan Fey
46
episode 46 Permintaan Refald
47
episode 47 Marah
48
episode 48 Keluarga Fey
49
episode 49 Ritual Pernikahan Tak Biasa
50
episode 50 Hukuman Fey untuk Pak Po
51
episode 51 Glowcard
52
episode 52 Pasangan Pengantin Baru
53
episode 53 Perasaan Valexa
54
episode 54 Fakta Tentang Ravel
55
episode 55 I'm yours, and you're mine.
56
episode 56 Keputusan Valexa
57
episode 57 Mantan Pacar, jadi Suami
58
episode 58 Valexa si Wonder Woman
59
episode 59 Ritual
60
episode 60 Ritual Selesai
61
episode 61 Pengaruh Mantra
62
episode 62 Tak Mempan
63
episode 63 Hukuman yang Setimpal
64
episode 64 Lengah
65
episode 65 Menang
66
episode 66 Fakta Mengerikan
67
episode 67 Keluar
68
episode 68 Pasangan Nggak Ada Akhlak Datang
69
episode 69 Eksekusi
70
episode 70 Eksekusi Dimulai
71
episode 71 Eksekusi Berakhir
72
episode 72 Perpisahan
73
episode 73 Suara Hati Valexa
74
episode 74 Selepas Rindu
75
episode 75 Terkurung
76
episode 76 Gossip
77
episode 77 Ciutnya Nyali Caitlin
78
episode 78 Peringatan Manis
79
episode 79 Cinta Ravel dan Valexa
80
episode 80 Keluarga Bahagia
81
Judul Novel : Takdir Cinta Kinan
82
judul novel : Pengantin Milik Raja
83
PENGUMUMAN GIVE AWAY!
84
PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
85
PENGUMUMAN NOVEL BARU
86
PENGUMUMAN NOVEL BARU
87
PENGUMUMAN NOVEL BARU
88
BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
89
PENGUMUMAN NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!