episode 3 Serangan

Valexa tidak memerhatikan darimana pria tampan ini datang. Tiba-tiba saja kedua tangan mereka bersentuhan dan dengan cepat gadis manis itu menarik kembali uluran tangannya sebelum menyentuh gagang pintu masuk kelas. Pria dengan tinggi 190 cm dengan wajah bule khas Jepang Amerika hanya menatap nanar wajah culun Valexa.

"Aku dulu yang masuk," ujar pria tampan itu cuek bebek.

"Silahkan!" Valexapun mempersilahkan dengan senang hati. Ia mundur selangkah agar pria tampan itu masuk lebih dulu.

Diluar dugaan, begitu pintu kelas terbuka, sebuah tali yang tertaut di atas pintu saat dibuka, mulai bergerak. Sebuah sapu melayang terbang dengan kecepatan luar biasa dari atas plafon menuju pemuda yang berdiri di depan Valexa. Seakan tahu kalau jebakan itu sengaja dipasang untuk Valexa, ia dengan sigap mendorong keras pemuda yang berdiri didepannya tadi hingga pria itu jatuh tertelungkup ke lantai. Sapu yang melayang kencang itu akhirnya tepat mengenai perut Valexa sehingga gadis itu terpental mundur kebelakang.

Buk!

Valexa menabrak dinding luar koridor dan jatuh terduduk di lantai sambil mengerang kesakitan. Sapu itu memang tidak berat, tapi jika terlempar dengan kecepatan tinggi seperti itu, lumayan bikin sakit juga. Mahasiswa tampan yang tadi terjatuh juga mengalami keseleo akibat dorongan kuat tangan Valexa. Pria tersebut hampir saja marah tapi, begitu tahu alasannya, ia hanya menatap Valexa dengan tatapan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

"Ravel!" seru Nadin sok cemas menghampiri pemuda yang menatap tajam Valexa. "Kau tidak apa-apa?" tanyanya lagi.

Namun yang ditanya hanya berdiri diam ditempatnya dan hanya menatap tajam Valexa. Pria yang dipanggil Ravel itu menangkap sapu yang masih berayun kesana-kemari lalu membuangnya ke segala arah dengan kemarahan yang sengaja ia tahan karena tahu siapakah pelaku pembuat jebakan ini.

Beberapa teman sekelas lain juga mulai mengelilingi pria yang menjadi idola di kampus mereka. Tak hanya wajahnya yang tampan, mahasiswa yang bernama Ravelo itu juga sangat pintar dan merupakan keponakan rektor kampus. Wajar kalau Nadin dan juga yang lainnya mengidolakan Ravelo yang memang cool dan juga charming. Ia bahkan dijuluki sebagai 'Pangeran Kampus'.

"Tidak apa-apa!" jawab Ravel menyingkirkan tangan-tangan yang mencoba menyentuhnya tanpa beralih pada Valexa. Gadis yang Ravel lihat itu juga langsung berdiri sambil memegangi perutnya.

Si tampan Ravel kembali terdiam dan tidak melakukan apa-apa seolah ia pernah melihat wanita berkacamata, berpenampilan cupu yang baru saja menolongnya meski pada akhirnya, Ravel terluka juga karena tangannya keseleo. Ravelo mengamati tubuh Valexa dari atas hingga bawah sambil mengingat-ingat sesuatu.

Aku pernah melihat wanita itu, tapi di mana? batinnya tanpa memedulikan yang lain.

Merasa diabaikan oleh sang idola, Nadin tidak terima. Ia mengikuti arah pandang Ravel yang ternyata menatap lurus Valexa. Tentu saja Nadin langsung naik pitam, hanya karena wanita rendahan itu, seorang Ravelo mengacuhkannya. Gadis sombong itu berjalan cepat menuju Valexa dan langsung melabraknya.

"Ini semua gara-gara kau! Beraninya kau menyentuh pangeranku!" Nadin mendorong tubuh Valexa dengan kuat hingga mahasiswi baru itu mundur selangkah ke belakang padahal Valexa baru saja bangun berdiri. "Kau pikir kau itu siapa, ha!" tangan Nadin mendorong tubuh Valexa lagi. Dan untuk kedua kalinya, Valexa mundur selangkah lagi ke belakang.

"Apa maksudmu? Kau sendiri yang membuat jebakan itu! Kenapa menyalahkanku?" tanya Valexa dan untuk kesekian kalinya, tubuhnya terus saja didorong lagi dan lagi, sampai akhirnya tubuh gadis cupu itu kembali terbentur dinding.

"Kau sengaja, kan? Kau cari perhatian pangeranku dengan cara sok jadi pahlawan kesiangan! Beraninya kau! Akan aku beri pelajaran supaya kau tak lagi mendekatinya apalagi sampai menatapnya! Ravelo hanya milikku! Dia pangeranku! Kau dengar itu!" Nadin menjambak rambut Valexa tanpa ampun dan semua teman-teman sekelasnya menyorakinya senang. Tidak ada satupun orang yang mau melerai perkelahian Nadin dan Valexa. Mereka benar-benar saling jambak menjambak rambut.

Adegan ini adalah hal yang paling ditunggu teman-teman Nadin, mereka paling suka kalau gadis sombong itu menyiksa orang seperti yang ia lakukan sekarang. Bagi mereka, pembullyan yang dilakukan Nadin adalah hiburan tersendiri untuk melepas penat ditengah-tengah padatnya jadwal mata kuliah yang mereka ambil selama menempuh pendidikan di kampus ini. Tapi nggak harus gitu juga kali. Ini kampus memang elit dengan segudang fasilitas lengkap mewahnya, tapi untuk penghuninya sama

"Kalian semua! Hentikan!" Teriak Ravelo dengan lantang sehingga membuat semua orang langsung terdiam. Namun tidak dengan Nadin yang terus saja menyerang Valexa tanpa belas kasih sama sekali. "Kau juga Nadin! Hentikan!" Ravelo menarik paksa tangan gadis sombong itu dari rambut Valexa lalu menepis tangan itu dengan kasar.

Sontak, Nadin terkejut melihat sikap Ravelo yang dinilai terlalu kasar padanya hanya demi membela si gadis cupu Valexa. "A-apa yang kau lakukan barusan? Kau kasar padaku!" Teriak Nadin tidak percaya. Matanya melotot menatap Ravel dan Valexa yang mulai membenahi rambutnya.

"Aku sudah menyuruhmu berhenti, tapi kau tidak mau mendengarkanku!" Ravelo menjelaskan alasannya.

"Kau kasar padaku demi sampah itu?" Nadin tetap tidak bisa terima.

"Bukan seperti itu ...." cetus Ravel.

"Permisi!" ujar Valexa memotong kata-kata Ravelo di tengah-tengah ketegangan yang terjadi antara Nadin dan pria tampan didepannya.

Dengan santai, Valexa berjalan maju melewati dua orang berbeda jenis kelamin tanpa peduli pada ketegangan yang menyelimuti mereka semua. Gadis cupu itu menerobos kerumunan orang dengan kasar dan langsung masuk ke dalam kelas lalu memilih tempat duduk paling belakang seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Valexa bahkan mengeluarkan buku-bukunya dan siap mengikuti mata kuliah selanjutnya.

Semua mata memandang heran sikap acuh Valexa. Baru kali ini ada seorang wanita di bully, tapi tidak menangis ataupun sakit hati. Malah sebaliknya, Valexa terlihat sangat tenang dan santai. Ia terlalu fokus pada buku-bukunya sambil senyam-senyum sendiri. Benar-benar wanita aneh.

"Dia sangat menyebalkan, dasar sampah yang tidak tahu diri!" geram Nadin dan hendak cari gara-gara dengan Valexa lagi, tapi lengannya tiba-tiba dicekal kuat oleh Ravel.

"Sudah! Hentikan semua ini! Sampai kapan kau membully orang-orang yang tidak kau suka? Mereka semua juga manusia sama seperti kita. Apa masalahmu sebenarnya?" tanya Ravel marah.

"Ini semua salah pamanmu! Kenapa dia ambil kebijakan dan memasukkan orang-orang rendahan seperti mereka ke kampus ini? Aku dan keluargaku tidak bisa terima keputusan ini dan akan terus buat perhitungan dengan mereka semua supaya orang-orang miskin itu tahu diri, seperti apa kasta mereka yang jelas tidak akan pernah sepadan dengan kita!" bentak Nadin kesal dan hendak pergi melanjutkan niat buruknya. Tapi salah satu dosen terkiller di kampus ini sudah datang sehingga Nadin mengurungkan kembali niatnya.

Awas kau gadis jelek, akan kupastikan kau akan berakhir tragis di sini dalam kurun waktu sehari, batin Nadin memandang benci Valexa yang malah mengunyah perman karet sambil memerhatikan arahan dosen killernya. Aksi Valexa itu benar-benar membuat Nadin seperti kebakaran jenggot, baru kali ini ia membully orang tapi yang di bully malah tenang-tenang saja tanpa menunjukkan rasa takut sedikitpun padanya.

Hal serupa juga dirasakan oleh seluruh teman-teman Nadin. Mereka semua jadi bertanya-tanya, siapakah Valexa sebenarnya. Darimana asalnya dan kenapa gadis cupu itu malah memilih jurusan tempat para sarang monster pembully ini berada. Informasi yang mereka dapat hanyalah, Valexa adalah gadis desa yang berasal dari keluarga sederhana. Berkat kecerdasannya ia diterima di kampus ini melalui beasiswa. Selebihnya, tidak ada yang tahu seperti apa sosok gadis aneh itu sebenarnya.

BERSAMBUNG

****

Terpopuler

Comments

Zanzan

Zanzan

siapa valexa ya... penasaran aku thor...

2023-12-21

0

Jeissi

Jeissi

gaya elit kelakuan minus

2023-11-05

0

маяшан

маяшан

sekolah elit tp akhlak sebagian mahasiswa tidak elit, malah minus

2022-12-15

0

lihat semua
Episodes
1 episode 1 Hari Pertama
2 episode 2 Fitnah
3 episode 3 Serangan
4 episode 4 Hukuman
5 episode 5 Valexa vs Ravelo
6 episode 6 Kura-kura dan Kelinci
7 episode 7 Siapa Kau?
8 episode 8 Terimakasih Ala Ravelo
9 episode 9 Ancaman dan Cinta
10 episode 10 Rencana Jahat Nadin
11 episode 11 Pertemuan Pertama
12 episode 12 Serangan
13 episode 13 Ancaman Ravel
14 episode 14 Perasaan Ravel
15 episode 15 Fakta Seorang Valexa
16 episode 16 Bersedia
17 episode 17 Mansion
18 episode 18 Fakta Sebenarnya
19 episode 19 Ungkapan Cinta Ravel
20 episode 20 Rencana Ravel
21 episode 21 Perlindungan
22 episode 22 Maria
23 episode 23 Penjelasan
24 episode 24 Kabur
25 episode 25 Serangan
26 episode 26 Charlen
27 episode 27 Flasback 1
28 episode 28 flashback 2
29 episode 29 Flasback 3 Fakta Sebenarnya
30 episode 30 Flashback 4
31 episode 31 Flashback 5
32 episode 32 Terungkap Sudah
33 episode 33 Keluarga Valexa
34 episode 34 Rencana Valexa
35 episode 35 Bugatti Veyron
36 episode 36 Kesal
37 episode 37 Suasana hati Valexa
38 episode 38 Teknik Pedang
39 episode 39 Ninja
40 episode 40 Tekad Valexa
41 episode 41 Nasib Nadin
42 episode 42 Menikahlah Denganku!
43 episode 43 Penjelasan
44 episode 44 Pengakuan Ravel
45 episode 45 Perlindungan Fey
46 episode 46 Permintaan Refald
47 episode 47 Marah
48 episode 48 Keluarga Fey
49 episode 49 Ritual Pernikahan Tak Biasa
50 episode 50 Hukuman Fey untuk Pak Po
51 episode 51 Glowcard
52 episode 52 Pasangan Pengantin Baru
53 episode 53 Perasaan Valexa
54 episode 54 Fakta Tentang Ravel
55 episode 55 I'm yours, and you're mine.
56 episode 56 Keputusan Valexa
57 episode 57 Mantan Pacar, jadi Suami
58 episode 58 Valexa si Wonder Woman
59 episode 59 Ritual
60 episode 60 Ritual Selesai
61 episode 61 Pengaruh Mantra
62 episode 62 Tak Mempan
63 episode 63 Hukuman yang Setimpal
64 episode 64 Lengah
65 episode 65 Menang
66 episode 66 Fakta Mengerikan
67 episode 67 Keluar
68 episode 68 Pasangan Nggak Ada Akhlak Datang
69 episode 69 Eksekusi
70 episode 70 Eksekusi Dimulai
71 episode 71 Eksekusi Berakhir
72 episode 72 Perpisahan
73 episode 73 Suara Hati Valexa
74 episode 74 Selepas Rindu
75 episode 75 Terkurung
76 episode 76 Gossip
77 episode 77 Ciutnya Nyali Caitlin
78 episode 78 Peringatan Manis
79 episode 79 Cinta Ravel dan Valexa
80 episode 80 Keluarga Bahagia
81 Judul Novel : Takdir Cinta Kinan
82 judul novel : Pengantin Milik Raja
83 PENGUMUMAN GIVE AWAY!
84 PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
85 PENGUMUMAN NOVEL BARU
86 PENGUMUMAN NOVEL BARU
87 PENGUMUMAN NOVEL BARU
88 BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
89 PENGUMUMAN NOVEL BARU
Episodes

Updated 89 Episodes

1
episode 1 Hari Pertama
2
episode 2 Fitnah
3
episode 3 Serangan
4
episode 4 Hukuman
5
episode 5 Valexa vs Ravelo
6
episode 6 Kura-kura dan Kelinci
7
episode 7 Siapa Kau?
8
episode 8 Terimakasih Ala Ravelo
9
episode 9 Ancaman dan Cinta
10
episode 10 Rencana Jahat Nadin
11
episode 11 Pertemuan Pertama
12
episode 12 Serangan
13
episode 13 Ancaman Ravel
14
episode 14 Perasaan Ravel
15
episode 15 Fakta Seorang Valexa
16
episode 16 Bersedia
17
episode 17 Mansion
18
episode 18 Fakta Sebenarnya
19
episode 19 Ungkapan Cinta Ravel
20
episode 20 Rencana Ravel
21
episode 21 Perlindungan
22
episode 22 Maria
23
episode 23 Penjelasan
24
episode 24 Kabur
25
episode 25 Serangan
26
episode 26 Charlen
27
episode 27 Flasback 1
28
episode 28 flashback 2
29
episode 29 Flasback 3 Fakta Sebenarnya
30
episode 30 Flashback 4
31
episode 31 Flashback 5
32
episode 32 Terungkap Sudah
33
episode 33 Keluarga Valexa
34
episode 34 Rencana Valexa
35
episode 35 Bugatti Veyron
36
episode 36 Kesal
37
episode 37 Suasana hati Valexa
38
episode 38 Teknik Pedang
39
episode 39 Ninja
40
episode 40 Tekad Valexa
41
episode 41 Nasib Nadin
42
episode 42 Menikahlah Denganku!
43
episode 43 Penjelasan
44
episode 44 Pengakuan Ravel
45
episode 45 Perlindungan Fey
46
episode 46 Permintaan Refald
47
episode 47 Marah
48
episode 48 Keluarga Fey
49
episode 49 Ritual Pernikahan Tak Biasa
50
episode 50 Hukuman Fey untuk Pak Po
51
episode 51 Glowcard
52
episode 52 Pasangan Pengantin Baru
53
episode 53 Perasaan Valexa
54
episode 54 Fakta Tentang Ravel
55
episode 55 I'm yours, and you're mine.
56
episode 56 Keputusan Valexa
57
episode 57 Mantan Pacar, jadi Suami
58
episode 58 Valexa si Wonder Woman
59
episode 59 Ritual
60
episode 60 Ritual Selesai
61
episode 61 Pengaruh Mantra
62
episode 62 Tak Mempan
63
episode 63 Hukuman yang Setimpal
64
episode 64 Lengah
65
episode 65 Menang
66
episode 66 Fakta Mengerikan
67
episode 67 Keluar
68
episode 68 Pasangan Nggak Ada Akhlak Datang
69
episode 69 Eksekusi
70
episode 70 Eksekusi Dimulai
71
episode 71 Eksekusi Berakhir
72
episode 72 Perpisahan
73
episode 73 Suara Hati Valexa
74
episode 74 Selepas Rindu
75
episode 75 Terkurung
76
episode 76 Gossip
77
episode 77 Ciutnya Nyali Caitlin
78
episode 78 Peringatan Manis
79
episode 79 Cinta Ravel dan Valexa
80
episode 80 Keluarga Bahagia
81
Judul Novel : Takdir Cinta Kinan
82
judul novel : Pengantin Milik Raja
83
PENGUMUMAN GIVE AWAY!
84
PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
85
PENGUMUMAN NOVEL BARU
86
PENGUMUMAN NOVEL BARU
87
PENGUMUMAN NOVEL BARU
88
BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
89
PENGUMUMAN NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!