episode 20 Rencana Ravel

Sepertinya, Ravel tidak bisa dianggap Remeh. Pria yang dijuluki sebagai pangeran kampus ini memiliki kemisteriusan tersendiri dibalik sikap cool dan charmingnya. Yang Ravel lakukan sekarang sangat berbeda dengan sikapnya saat berada di kampus. Di sini, Ravel ternyata bisa liar dan ganas juga bahkan telihat lebih garang dari preman kampus yang pernah dihadapi Valexa.

Namun, bukan Valexa namanya kalau ia jadi ciut dan takut hanya karena pria didepannya ini juga memiliki sabuk hitam sama seperti dirinya. Kini kedudukan mereka seimbang meski baik kedua belah pihak masih belum tahu seperti apa keluarga mereka masing-masing. Yang jelas, Valexa adalah nona muda kedua dikeluarganya begitu pula dengan Ravel. Pria tampan itu juga tuan muda kedua dikeluarganya.

Mereka berdua sama-sama pemegang sabuk hitam dalam ilmu bela diri tingkat tinggi. Keduanya juga diberkahi dengan paras yang rupawan. Entah mereka ini berjodoh atau apa, yang jelas mereka berdua adalah pasangan paling serasi dan sempurna.

"Pergi dari hadapanku!" hardik Valexa masih menahan sabar.

"Bagaimana kalau aku tidak mau," ujar Ravel tampak tenang dan terus menatap Valexa tepat di manik matanya.

"Kau akan mati," ancam gadis itu.

"Aku rela mati demi cintaku padamu." Ravelo malah menggombal hingga membuat Valexa jadi keki sendiri mendengar gombalan basi si tuan muda kedua.

"Aku ingin muntah mendengar rayuan gombalmu yang menggelikan itu," kritiknya.

"Bagus, artinya kau hamil anakku!" ucap Ravel seenaknya.

"Bisa nggak sih kamu nggak bicara ngelantur gitu? Hamil kepalamu!" sentak Valexa mulai emosi. Ia mencoba berontak, tapi tekanan kedua tangan Ravel terlalu kuat.

"Bukan, tapi hamil anakku! Kepalaku mana muat masuk ke dalam perut seksimu," seringainya.

Fix, Ravel memang sengaja membuat Valexa kesal dan pria itu malah menikmati momen sweet-sweet love mereka.

"Terserah kau sajalah! Aku tidak mau membuang tenagaku hanya untuk meladeni orang gilaa sepertimu. Cepat menyingkir dari atas tubuhku! Kau itu berat!"

"Berjanjilah satu hal padaku. Jika tidak, aku tak mau beranjak dari atas tubuhmu. Kita akan terus seperti ini sampai pagi. Kalau kau mau teriak silahkan, tidak akan ada yang peduli." lagi-lagi Ravel menyeringai. Ia mulai genit pada Valexa.

"Apa yang sebenarnya kau inginkan dariku?"

"Habiskan malam ini bersamaku. Itu saja!"

"Sudah berapa wanita yang kau perlakukan seperti ini?"

"Baru satu, yaitu kau! Aku juga masih perjaka ting ting, kok. Mau coba?" tawar Ravel dengan nada bercanda.

Valexa sudah kehabisan kata-kata, ia sungguh tidak tahu apa yang harus ia ucapakan untuk merutuk pria gilaa yang ada dihadapannya ini.

"Aku buka wanita hina atau murahan seperti yang kau bayangkan, cari saja wanita lain diluaran sana yang bisa memuaskan hasrat birahimu. Jangan kau lampiaskan padaku! Aku takkan menyerahkan kesucianku padamu karena kau bukan suamiku!" Tatapan mata Valexa membuat Ravel bergidik ngeri juga.

"Kau ini bicara apa? Hasrat birahi apanya?" tanya Ravel dengan wajah sok polos.

"Lah, bukannya kau memaksaku melakukan itu ...?" Valexa jadi bingung dengan wajah sok polosnya Ravel.

"Melakukan apa? Kau jangan berpikir yang bukan-bukan tentangku. Siapa yang mau merenggut kesucianmu, bodoh! Aku hanya ingin kau terus berada di sini dan membantuku menyelesaikan lukisanku!" Ravel bangun berdiri dan membuka kanvas yang tertutup dengan kain biru.

Betapa terkejutnya Valexa saat ia melihat gambar lukisan yang ada di dalam kanvas itu. Matanya terbelalak tak percaya.

"I ... itu kan ... aku?" ujar Valexa terkejut. Ia memandangi lukisan dirinya sendiri walau itu hanya setengah jadi.

"Sepanjang waktu, aku mencoba mengingat detail wajahmu, supaya jika suatu hari kita bertemu maka aku akan langsung bisa mengenalimu. Sejak kau datang ke kampus, aku mulai melukis kembali wajahmu sedikit demi sedikit. Aku tidak punya fotomu kerena kau mengubah penampilanmu dari gadis cantik yang mempesona berubah jadi culun dan kampungan. Sekarang, berhubung kau ada di sini, aku ingin menyelesaikan lukisan ini. Karena itulah aku memintamu menghabiskan malam indah ini bersamaku. Pikiranmu kotor sekali tentangku, apa kau pikir aku sebejaat itu?" ganti Ravel yang protes.

"Kau tidak bilang kalau mau melukisku, mana aku tahu!" cetus Valexa, ia agak malu sebenarnya, karena telah salah paham pada Ravel.

"Sekarang kau sudah tahu. Kau juga tak perlu khawatir karena yang akan jadi suamimu nanti adalah aku. Jadi, jaga kesucianmu untukku, oke!"

Untuk kesekian kalinya, Ravel mengedipkan salah satu matanya untuk Valexa. Tentu saja gadis itu langsung salah tingkah.

"Kenapa setiap kali kau bicara, selalu saja membuatku kesal! Siapa juga yang mau menikah denganmu?"

"Seluruh istana ini sudah tahu kalau kau adalah calon istriku."

Ravel berdiri dan membimbing Valexa untuk duduk disebuah kursi. Pria tampan itu bermaksud menyelesaikan lukisannya sambil mengobrol dengan wanita yang kini sudah menjadi kekasihnya.

"Tapi aku belum setuju menikah denganmu, jadi kekasihmu saja karena terpaksa," sanggah Valexa.

"Tidak apa-apa kalau kau masih belum bisa menerimaku sebagai calon suamimu, nanti pasti kau bakal terima dan jatuh cinta padaku."

"Dasar narsis, kau ini sok Pe De sekali. Bagaimana kalau aku jatuh cinta pada pria lain?" tanya Valexa sengaja memancing Ravel.

Gadis itu penasaran dengan jawaban pria yang terobsesi dengannya. Kekasihnya itu langsung berhenti melukis dan menatap wajah Valexa lekat-lekat.

"Aku akan membunuhnya. Kau hanya boleh jatuh cinta padaku, bukan pada pria lain," jawabnya menakutkan dan Valexa langsung diam.

Ini orang seram juga. Apa dia psikopat? batin Valexa dan ia sudah tak mau bicara lagi. Dan tiba-tiba suasana me jadi hening. Baik Ravel ataupun Valexa sudah tidak saling bicara lagi. Valexa agak lelah karena ia terpaksa jadi model Ravel. Sedangkan Ravelo sendiri sangat fokus melukis Valexa.

"Besok hari minggu, kuliah sedang libur." Ravel memecah kesunyian. "Besok pagi ayo jalan-jalan mengelilingi tempat ini. Setelah itu, kita akan datang ke kampus sebagi pasangan kekasih."

"Apa sebaiknya kita ... menyembunyikan status kita?" Valexa kurang setuju kalau hubungannya dengan Ravel sekarang diketahui banyak orang.

"Kau tak perlu lagi menyembunyikan identitasmu. Para penjahat itu takkan pernah menampakkan batang hidungnya. Sebaliknya, kita buat saja kehebohan di kampus, siapa tahu penjahat itu mau keluar dari tempat persembunyuiannya ketika melihat wajah cantikmu."

"Aku masih belum mengerti maksud ucapanmu. Jangan bicara setengah-setengah."

"Hanya ada dua hal di kampus ini yang bisa menarik perhatian orang, siapapun itu. Yang pertama, wajah yang buruk. Kedua, wajah yang menawan. Kau dan aku adalah pasangan sempurna untuk menarik perhatian banyak orang termasuk penjahat itu. Aku rasa ... itulah yang terjadi pada kakakku dan sahabatmu," jelas Ravel sambil terus melukis wajah cantik kekasihnya.

Valexa memikirkan perkataan Ravel dan memang masuk akal untuk sikon di kampus ini. Wajah kakak Ravelo sangat tampan, begitupula dengan wajah Shakila. Katampanan dan kecantikan mereka pasti ada hubungannya dengan kasus penganiayaan yang dialami mereka berdua entah apa itu.

Ditambah lagi, orang-orang yang hilang secara misterius juga memiliki paras rupawan. Jika spekulasi Ravelo benar, maka Valexa bersedia melakukan apa saja untuk bisa menemukan siapakah pelaku yang menganiaya sahabatnya hingga sampai seperti itu.

BERSAMBUNG

***

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

he..he...he....pikiran valexa udah ngeres aja padahal ravel hanya ingin melukis....

2024-12-23

0

Halimah

Halimah

🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2023-07-07

0

Hasnah Siti

Hasnah Siti

iyahhh aku juga jd gregetan sama raveloooo...

2022-09-02

0

lihat semua
Episodes
1 episode 1 Hari Pertama
2 episode 2 Fitnah
3 episode 3 Serangan
4 episode 4 Hukuman
5 episode 5 Valexa vs Ravelo
6 episode 6 Kura-kura dan Kelinci
7 episode 7 Siapa Kau?
8 episode 8 Terimakasih Ala Ravelo
9 episode 9 Ancaman dan Cinta
10 episode 10 Rencana Jahat Nadin
11 episode 11 Pertemuan Pertama
12 episode 12 Serangan
13 episode 13 Ancaman Ravel
14 episode 14 Perasaan Ravel
15 episode 15 Fakta Seorang Valexa
16 episode 16 Bersedia
17 episode 17 Mansion
18 episode 18 Fakta Sebenarnya
19 episode 19 Ungkapan Cinta Ravel
20 episode 20 Rencana Ravel
21 episode 21 Perlindungan
22 episode 22 Maria
23 episode 23 Penjelasan
24 episode 24 Kabur
25 episode 25 Serangan
26 episode 26 Charlen
27 episode 27 Flasback 1
28 episode 28 flashback 2
29 episode 29 Flasback 3 Fakta Sebenarnya
30 episode 30 Flashback 4
31 episode 31 Flashback 5
32 episode 32 Terungkap Sudah
33 episode 33 Keluarga Valexa
34 episode 34 Rencana Valexa
35 episode 35 Bugatti Veyron
36 episode 36 Kesal
37 episode 37 Suasana hati Valexa
38 episode 38 Teknik Pedang
39 episode 39 Ninja
40 episode 40 Tekad Valexa
41 episode 41 Nasib Nadin
42 episode 42 Menikahlah Denganku!
43 episode 43 Penjelasan
44 episode 44 Pengakuan Ravel
45 episode 45 Perlindungan Fey
46 episode 46 Permintaan Refald
47 episode 47 Marah
48 episode 48 Keluarga Fey
49 episode 49 Ritual Pernikahan Tak Biasa
50 episode 50 Hukuman Fey untuk Pak Po
51 episode 51 Glowcard
52 episode 52 Pasangan Pengantin Baru
53 episode 53 Perasaan Valexa
54 episode 54 Fakta Tentang Ravel
55 episode 55 I'm yours, and you're mine.
56 episode 56 Keputusan Valexa
57 episode 57 Mantan Pacar, jadi Suami
58 episode 58 Valexa si Wonder Woman
59 episode 59 Ritual
60 episode 60 Ritual Selesai
61 episode 61 Pengaruh Mantra
62 episode 62 Tak Mempan
63 episode 63 Hukuman yang Setimpal
64 episode 64 Lengah
65 episode 65 Menang
66 episode 66 Fakta Mengerikan
67 episode 67 Keluar
68 episode 68 Pasangan Nggak Ada Akhlak Datang
69 episode 69 Eksekusi
70 episode 70 Eksekusi Dimulai
71 episode 71 Eksekusi Berakhir
72 episode 72 Perpisahan
73 episode 73 Suara Hati Valexa
74 episode 74 Selepas Rindu
75 episode 75 Terkurung
76 episode 76 Gossip
77 episode 77 Ciutnya Nyali Caitlin
78 episode 78 Peringatan Manis
79 episode 79 Cinta Ravel dan Valexa
80 episode 80 Keluarga Bahagia
81 Judul Novel : Takdir Cinta Kinan
82 judul novel : Pengantin Milik Raja
83 PENGUMUMAN GIVE AWAY!
84 PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
85 PENGUMUMAN NOVEL BARU
86 PENGUMUMAN NOVEL BARU
87 PENGUMUMAN NOVEL BARU
88 BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
89 PENGUMUMAN NOVEL BARU
Episodes

Updated 89 Episodes

1
episode 1 Hari Pertama
2
episode 2 Fitnah
3
episode 3 Serangan
4
episode 4 Hukuman
5
episode 5 Valexa vs Ravelo
6
episode 6 Kura-kura dan Kelinci
7
episode 7 Siapa Kau?
8
episode 8 Terimakasih Ala Ravelo
9
episode 9 Ancaman dan Cinta
10
episode 10 Rencana Jahat Nadin
11
episode 11 Pertemuan Pertama
12
episode 12 Serangan
13
episode 13 Ancaman Ravel
14
episode 14 Perasaan Ravel
15
episode 15 Fakta Seorang Valexa
16
episode 16 Bersedia
17
episode 17 Mansion
18
episode 18 Fakta Sebenarnya
19
episode 19 Ungkapan Cinta Ravel
20
episode 20 Rencana Ravel
21
episode 21 Perlindungan
22
episode 22 Maria
23
episode 23 Penjelasan
24
episode 24 Kabur
25
episode 25 Serangan
26
episode 26 Charlen
27
episode 27 Flasback 1
28
episode 28 flashback 2
29
episode 29 Flasback 3 Fakta Sebenarnya
30
episode 30 Flashback 4
31
episode 31 Flashback 5
32
episode 32 Terungkap Sudah
33
episode 33 Keluarga Valexa
34
episode 34 Rencana Valexa
35
episode 35 Bugatti Veyron
36
episode 36 Kesal
37
episode 37 Suasana hati Valexa
38
episode 38 Teknik Pedang
39
episode 39 Ninja
40
episode 40 Tekad Valexa
41
episode 41 Nasib Nadin
42
episode 42 Menikahlah Denganku!
43
episode 43 Penjelasan
44
episode 44 Pengakuan Ravel
45
episode 45 Perlindungan Fey
46
episode 46 Permintaan Refald
47
episode 47 Marah
48
episode 48 Keluarga Fey
49
episode 49 Ritual Pernikahan Tak Biasa
50
episode 50 Hukuman Fey untuk Pak Po
51
episode 51 Glowcard
52
episode 52 Pasangan Pengantin Baru
53
episode 53 Perasaan Valexa
54
episode 54 Fakta Tentang Ravel
55
episode 55 I'm yours, and you're mine.
56
episode 56 Keputusan Valexa
57
episode 57 Mantan Pacar, jadi Suami
58
episode 58 Valexa si Wonder Woman
59
episode 59 Ritual
60
episode 60 Ritual Selesai
61
episode 61 Pengaruh Mantra
62
episode 62 Tak Mempan
63
episode 63 Hukuman yang Setimpal
64
episode 64 Lengah
65
episode 65 Menang
66
episode 66 Fakta Mengerikan
67
episode 67 Keluar
68
episode 68 Pasangan Nggak Ada Akhlak Datang
69
episode 69 Eksekusi
70
episode 70 Eksekusi Dimulai
71
episode 71 Eksekusi Berakhir
72
episode 72 Perpisahan
73
episode 73 Suara Hati Valexa
74
episode 74 Selepas Rindu
75
episode 75 Terkurung
76
episode 76 Gossip
77
episode 77 Ciutnya Nyali Caitlin
78
episode 78 Peringatan Manis
79
episode 79 Cinta Ravel dan Valexa
80
episode 80 Keluarga Bahagia
81
Judul Novel : Takdir Cinta Kinan
82
judul novel : Pengantin Milik Raja
83
PENGUMUMAN GIVE AWAY!
84
PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
85
PENGUMUMAN NOVEL BARU
86
PENGUMUMAN NOVEL BARU
87
PENGUMUMAN NOVEL BARU
88
BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
89
PENGUMUMAN NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!