episode 7 Siapa Kau?

Semua orang langsung heboh ketika melihat Valexa datang lebih dulu melintasi tempat orang-orang berkumpul di area pertama kali Valexa dan Ravelo mengambil start lari. Artinya, ini sudah putaran pertama dan Valexa telah lebih dulu menyelesaikannya. Padahal mereka kira, gadis kampungan yang mereka benci itu sudah pingsan disuatu tempat. Nyatanya, dugaan mereka salah besar.

Meski Valexa berhasil menang telak dan mematahkan taruhan semua orang yang menganggap remeh seorang Valexa, gadis itu tetap tidak menyombongkan dirinya dihadapan para pembullynya. Langkah kaki Valexa yang tadinya secepat angin, langsung berlagak kembali pelan seperti sebelumnya.

Gadis itu hanya berjalan cepat saja agar teman-teman yang membencinya tak terlalu terkejut mengetahui fakta baru tentang Valexa yang ternyata bukanlah gadis kampungan biasa. Semakin penasaranlah semua orang akan siapa sosok Valexa sebenarnya.

"Ti-tidak mungkin ... si-si ... si berengsek itu ... bisa sampai satu putaran?" ujar Meta yang berdiri di samping Nadin.

Tak hanya Meta saja, seluruh orang yang standby di tempat ini menatap Valexa tak percaya. Rekan satu geng Nadin itu sangat terkejut karena Valexa bisa menyelesaikan satu putaran hanya dalam kurun waktu kurang dari 2 jam. Yang lebih bikin shock lagi adalah, jangankan pingsan, Valexa malah terlihat semakin sehat dan segar bugar, tak ada tanda-tanda ia kelelahan meskipun langkah larinya sangat pelan.

"Pasti ada yang salah di sini! Tidak mungkin gadis itu bisa mengelilingi kampus secepat itu. Aku takkan pernah membiarkan dia menyelesaikan hukumannya bagaimanapun caranya." geram Nadin sambil mengepalkan kedua tangan menatap marah Valexa yang sekilas seolah terlihat meledek Nadin dengan senyum sinisnya.

Semakin marahlah Nadin dan iapun membisikkan sesuatu di telinga salah satu teman geng pembullynya. Pria suruhan Nadin langsung pergi menuruti perintah yang dibisikkan Nadin barusan, entah apapun itu. Yang jelas pasti bukan sesuatu yang baik.

"Apa yang akan kau lakukan? Pergi ke mana si Thomas?" tanya Meta penasaran.

"Huh, kau lihat saja, putaran berikutnya, gadis kampungan itu tidak akan pernah bisa menampakkan batang hidungnya di sini lagi." Nadin melipat kedua tangannya di depan dada seolah merasa menang dan senang jika rencananya untuk mencelakai Valexa berhasil terlaksana.

Semua orang tahu siapa Thomas, dia adalah preman kampus yang paling ditakuti semua orang. Berurusan dengannya, sama saja memperpendek usia. Sebab, si Thomas ini berteman dekat dengan sekelompok gengster yang tidak ada tandingannya di kota ini. Kalau Nadin, sudah menyuruh si preman itu melakukan sesuatu, sudah bisa ditebak apa yang bakal terjadi dan targetnya siapa lagi kalau bukan Valexa. Tamatlah riwayat mahasiswi baru itu, baru saja masuk universitas elit, ia harus terancam tinggal nama alias koabs.

"By the way, di mana si pangeran kampus? Kok belum nongol juga?" Meta celingukan mencari-cari sosok Ravelo yang harusnya larinya jauh lebih cepat dari Valexa, tapi yang dicari-cari tak kunjung datang juga.

"Kenapa kau tanya aku? Kau pikir aku dukun yang tahu segalanya tentang Ravelo?" cetus Nadin kesal. Suasana hatinya sedang sangat buruk dan itu semua gara-gara seorang wanita bernama Valexa.

Meta tak berani bersuara lagi dari pada kena sengal Nadin. Tabiat wanita sombong itu benar-benar jelek. Katanya cinta mati sama si pangeran kampus, tapi nyatanya ia sama sekali tidak peduli dengan apa yang terjadi pada Ravel yang hingga detik ini tak kunjung terlihat juga. Setelah Valexa menghilang dari pandangan mata semua orang, barulah Ravelo muncul dengan stay coolnya dan terus berlari cepat mencoba menyusul Valexa yang sudah jauh meninggalkannya.

"Sial! gadis itu cepat sekali larinya!" gumam Ravelo mencoba mempercepat kecepatan berlarinya. Sebagai laki-laki, mana boleh ia kalah dari perempuan.

Karena hanya memakai kaus dalam dan celana pendek olahraga, Ravelo jadi semakin terlihat keren dan mempesona dimata semua para kaum hawa. Lagi-lagi, teriakan histeris menggema di seluruh area fakultas bahasa begitu Ravelo melintasi mereka semua. Namun, kali ini Ravelo tak menggubris teriakan itu seperti yang ia lakukan sebelumnya. Ia lebih fokus berlari agar bisa secepatnya menyusul wanita yang sudah berhasil membuatnya jatuh cinta.

"Eh, Nad. Kok kayaknya ada yang aneh dengan si Ravel? Dia nggak tebar pesona lagi sama semua wanita yang ada di sini? Aneh kan? Dia kenapa, ya?" komentar Meta yang juga membuat Nadin heran.

"Entahlah, mungkin dia kesal karena si kampungan itu lari lebih dulu darinya. Pasti ada sesuatu diantara mereka selagi kita ada di sini dan aku akan segera cari tahu apa itu. Ayo kita pergi dari sini karena jam kuliah kita sudah selesai. Si brengsek itu benar-benar membuang waktuku, gara-gara mereka, aku jadi tidak mengikuti 2 mata kuliah."

"Lah kau nggak nungguin Ravel dulu?" tanya Meta.

"Dia baru bisa menyelesaikan hukuman ini 3 hari lagi, jadi aku bakal samperin dia setelah 3 hari. Masa iya aku nungguin dia di sini? Terus bermalam juga gitu? Ih, nggak bangetlah. Salah sendiri, siapa suruh dia belain cewek kampungan itu, tanggung sendiri akibatnya!"

"Terus si Valexa itu gimana?"

"Dia bakal jadi hantu gentayangan setelah ini, udahlah jangan bahas mereka lagi. Bikin spaneng aja. Kau tahu sendiri tak ada seorangpun yang bisa lolos dari hukuman ini kecuali Ravel. Terakhir, ada gadis yang pingsan dan tak kembali setelah dia mendapatkan hukuman seperti ini. Hal serupa juga bakal terjadi pada Valexa. Hahahaha ... rupanya aku tak perlu susah payah menyingkirkannya. Haaaaaaah .... akhirnya besok suasana kampus sudah kembali seperti semula dengan musnahnya si sampah Valexa." Nadin tersenyum senang. Ia pergi meninggalkan tempatnya dengan gaya khas sombongnya diikuti oleh rekan-rekan satu gengnya.

***

Keesokan paginya, Nadin and the gengnya menikmati suasana kampus yang terlihat tampak cerah dan menyegarkan. Mereka semua terlihat senang karena sebentar lagi bakal mendengar kabar mundurnya Valexa dari kampus ini karena tak kuat menjalani hukuman yang diberikan. Yah, paling tidak, kabar pertama yang wajib mereka dengar adalah si Valexa pasti sudah masuk rumah sakit dan sedang terbaring lemah di sana. Ditambah lagi, Nadin sangat yakin kalau preman suruhannya kemarin, sudah membereskan Valexa dengan sangat baik.

Sayangnya, hal yang dipikirkan wanita sombong itu nyatanya tak sesuai ekspektasi. Begitu memasuki ruang kelas, ia sangat terkejut melihat Valexa, tengah duduk di atas bangku sambil memegang semua uang taruhan yang orang-orang kampus ini pertaruhkan saat Valexa menjalani hukuman. Saking terkejutnya, Nadin sampai terhuyung mundur ke belakang dan hampir oleng kalau saja, rekan satu gengnya yang ada dibelakangnya tidak sigap menangkap tubuh Nadin.

"Ka-kau!" teriak Nadin seketika dan Valexa langsung menoleh padanya.

"Hai!" sapa Valexa senang sambil melambaikan tangannya sok akrab. Ia langsung turun dari atas bangku kuliahnya. Seluruh teman-teman Valexa yang tadinya mengelilinya juga langsung diam seribu bahasa tanpa berani berkutik sedikitpun. "Karena tak satupun dari kalian memenangkan taruhan, maka uang ini aku ambil. Terimakasih, ya? Buanyak sekali loh uangnya. Sekarang aku bukan orang miskin lagi dan ini semua berkat kau." Valexa mengibas-kibaskan uang taruhan yang ia pegang tepat di depan Nadin yang sudah kebakaran jenggot saking emosinya. Kedua tangannya bahkan mengepal kuat menahan geram.

"Oh ... satu lagi," tambah Valexa sengaja mengompri hati wanita yang ada dihadapannya supaya semakin panas. "Karena aku menang, aku bakal traktir kalian semua menggunakan uang taruhan ini begitu jam istirahat nanti. Kalian semua bisa beli apapun di kantin kampus! Setujuuu!" teriak Valexa sambil bertepuk tangan.

Awalnya, beberapa penghuni kelas spontan berdiri senang dan hampir berteriak setuju, tapi niat itu mereka urungkan karena tatapan mata Nadin benar-benar menakutkan. Tidak ada yang berani melawan Nadin atau mereka bakal mati detik ini juga.

"Loh, kok muka kalian pucat pasi gitu? Kalian takut sama si penyihir ini?" ledek Valexa dan semakin marahlah Nadin karena seumur hidupnya, baru kali ini ia dikatain 'penyihir' oleh orang miskin pula. Benar-benar penghinaan besar bagi seorang Nadin.

"Bagaimanaaaa bisaaa ... kau ada di sini?" tanya Nadin dengan tempo nada pelan, tapi menakutkan. Suaranya bahkan terdengar ngebas. "Siiapa ... kau sebenarnya, ha?" Matanya menatap penuh amarah wajah sumringah Valexa. "Jawab pertanyaankuuuu!" tiba-tiba Nadin berteriak menggelegar hingga serasa membuat dinding ruangan dan kaca jendela bergetar.

BERSAMBUNG

****

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

kereeennnnn....giru dong...
buat pingsan tu ai nadin lebih seruuuu

2024-12-23

0

маяшан

маяшан

hukuman dr dosennya sungguh terlalu

2022-12-16

0

Hasanah Purwokerto

Hasanah Purwokerto

👏👏👏👏👏,,valexa...

2022-07-02

1

lihat semua
Episodes
1 episode 1 Hari Pertama
2 episode 2 Fitnah
3 episode 3 Serangan
4 episode 4 Hukuman
5 episode 5 Valexa vs Ravelo
6 episode 6 Kura-kura dan Kelinci
7 episode 7 Siapa Kau?
8 episode 8 Terimakasih Ala Ravelo
9 episode 9 Ancaman dan Cinta
10 episode 10 Rencana Jahat Nadin
11 episode 11 Pertemuan Pertama
12 episode 12 Serangan
13 episode 13 Ancaman Ravel
14 episode 14 Perasaan Ravel
15 episode 15 Fakta Seorang Valexa
16 episode 16 Bersedia
17 episode 17 Mansion
18 episode 18 Fakta Sebenarnya
19 episode 19 Ungkapan Cinta Ravel
20 episode 20 Rencana Ravel
21 episode 21 Perlindungan
22 episode 22 Maria
23 episode 23 Penjelasan
24 episode 24 Kabur
25 episode 25 Serangan
26 episode 26 Charlen
27 episode 27 Flasback 1
28 episode 28 flashback 2
29 episode 29 Flasback 3 Fakta Sebenarnya
30 episode 30 Flashback 4
31 episode 31 Flashback 5
32 episode 32 Terungkap Sudah
33 episode 33 Keluarga Valexa
34 episode 34 Rencana Valexa
35 episode 35 Bugatti Veyron
36 episode 36 Kesal
37 episode 37 Suasana hati Valexa
38 episode 38 Teknik Pedang
39 episode 39 Ninja
40 episode 40 Tekad Valexa
41 episode 41 Nasib Nadin
42 episode 42 Menikahlah Denganku!
43 episode 43 Penjelasan
44 episode 44 Pengakuan Ravel
45 episode 45 Perlindungan Fey
46 episode 46 Permintaan Refald
47 episode 47 Marah
48 episode 48 Keluarga Fey
49 episode 49 Ritual Pernikahan Tak Biasa
50 episode 50 Hukuman Fey untuk Pak Po
51 episode 51 Glowcard
52 episode 52 Pasangan Pengantin Baru
53 episode 53 Perasaan Valexa
54 episode 54 Fakta Tentang Ravel
55 episode 55 I'm yours, and you're mine.
56 episode 56 Keputusan Valexa
57 episode 57 Mantan Pacar, jadi Suami
58 episode 58 Valexa si Wonder Woman
59 episode 59 Ritual
60 episode 60 Ritual Selesai
61 episode 61 Pengaruh Mantra
62 episode 62 Tak Mempan
63 episode 63 Hukuman yang Setimpal
64 episode 64 Lengah
65 episode 65 Menang
66 episode 66 Fakta Mengerikan
67 episode 67 Keluar
68 episode 68 Pasangan Nggak Ada Akhlak Datang
69 episode 69 Eksekusi
70 episode 70 Eksekusi Dimulai
71 episode 71 Eksekusi Berakhir
72 episode 72 Perpisahan
73 episode 73 Suara Hati Valexa
74 episode 74 Selepas Rindu
75 episode 75 Terkurung
76 episode 76 Gossip
77 episode 77 Ciutnya Nyali Caitlin
78 episode 78 Peringatan Manis
79 episode 79 Cinta Ravel dan Valexa
80 episode 80 Keluarga Bahagia
81 Judul Novel : Takdir Cinta Kinan
82 judul novel : Pengantin Milik Raja
83 PENGUMUMAN GIVE AWAY!
84 PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
85 PENGUMUMAN NOVEL BARU
86 PENGUMUMAN NOVEL BARU
87 PENGUMUMAN NOVEL BARU
88 BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
89 PENGUMUMAN NOVEL BARU
Episodes

Updated 89 Episodes

1
episode 1 Hari Pertama
2
episode 2 Fitnah
3
episode 3 Serangan
4
episode 4 Hukuman
5
episode 5 Valexa vs Ravelo
6
episode 6 Kura-kura dan Kelinci
7
episode 7 Siapa Kau?
8
episode 8 Terimakasih Ala Ravelo
9
episode 9 Ancaman dan Cinta
10
episode 10 Rencana Jahat Nadin
11
episode 11 Pertemuan Pertama
12
episode 12 Serangan
13
episode 13 Ancaman Ravel
14
episode 14 Perasaan Ravel
15
episode 15 Fakta Seorang Valexa
16
episode 16 Bersedia
17
episode 17 Mansion
18
episode 18 Fakta Sebenarnya
19
episode 19 Ungkapan Cinta Ravel
20
episode 20 Rencana Ravel
21
episode 21 Perlindungan
22
episode 22 Maria
23
episode 23 Penjelasan
24
episode 24 Kabur
25
episode 25 Serangan
26
episode 26 Charlen
27
episode 27 Flasback 1
28
episode 28 flashback 2
29
episode 29 Flasback 3 Fakta Sebenarnya
30
episode 30 Flashback 4
31
episode 31 Flashback 5
32
episode 32 Terungkap Sudah
33
episode 33 Keluarga Valexa
34
episode 34 Rencana Valexa
35
episode 35 Bugatti Veyron
36
episode 36 Kesal
37
episode 37 Suasana hati Valexa
38
episode 38 Teknik Pedang
39
episode 39 Ninja
40
episode 40 Tekad Valexa
41
episode 41 Nasib Nadin
42
episode 42 Menikahlah Denganku!
43
episode 43 Penjelasan
44
episode 44 Pengakuan Ravel
45
episode 45 Perlindungan Fey
46
episode 46 Permintaan Refald
47
episode 47 Marah
48
episode 48 Keluarga Fey
49
episode 49 Ritual Pernikahan Tak Biasa
50
episode 50 Hukuman Fey untuk Pak Po
51
episode 51 Glowcard
52
episode 52 Pasangan Pengantin Baru
53
episode 53 Perasaan Valexa
54
episode 54 Fakta Tentang Ravel
55
episode 55 I'm yours, and you're mine.
56
episode 56 Keputusan Valexa
57
episode 57 Mantan Pacar, jadi Suami
58
episode 58 Valexa si Wonder Woman
59
episode 59 Ritual
60
episode 60 Ritual Selesai
61
episode 61 Pengaruh Mantra
62
episode 62 Tak Mempan
63
episode 63 Hukuman yang Setimpal
64
episode 64 Lengah
65
episode 65 Menang
66
episode 66 Fakta Mengerikan
67
episode 67 Keluar
68
episode 68 Pasangan Nggak Ada Akhlak Datang
69
episode 69 Eksekusi
70
episode 70 Eksekusi Dimulai
71
episode 71 Eksekusi Berakhir
72
episode 72 Perpisahan
73
episode 73 Suara Hati Valexa
74
episode 74 Selepas Rindu
75
episode 75 Terkurung
76
episode 76 Gossip
77
episode 77 Ciutnya Nyali Caitlin
78
episode 78 Peringatan Manis
79
episode 79 Cinta Ravel dan Valexa
80
episode 80 Keluarga Bahagia
81
Judul Novel : Takdir Cinta Kinan
82
judul novel : Pengantin Milik Raja
83
PENGUMUMAN GIVE AWAY!
84
PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
85
PENGUMUMAN NOVEL BARU
86
PENGUMUMAN NOVEL BARU
87
PENGUMUMAN NOVEL BARU
88
BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
89
PENGUMUMAN NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!