episode 12 Serangan

Kedatangan Nadin yang tak terduga, membuat Valexa sempat berpikir apakah wanita sombong bertampang garang itu mendengar semua pembicaraannya dengan Ravelo atau tidak. Wajah Valexa sedikit menegang kalau-kalau Nadin tahu siapa dia sebenarnya. Namun, dilihat dari gelagat Nadin yang menyebutnya sebagai wanita miskin dan kampungan, sepertinya ketua geng pembully itu masih belum tahu siapa Valexa.

Hal serupa juga dirasakan Ravelo. Ia bangun berdiri dan menatap penuh waspada pada Nadin. Ravel sangat tahu siapa Nadin, sejak dulu wanita itu terang-terangan menyukainya dan sangat menginginkan ia menjadi kekasih Nadin. Namun, si pangeran kampus menolak mentah-mentah cinta Nadin dan lebih memilih tak mendekati siapapun sampai ia bertemu dengan Valexa selepas liburan di Eropa.

Pernah seorang wanita di kampus ini dekat dengan Ravel. Ujung-ujungnya, wanita tersebut menjadi korban bullyan Nadin dan berakhir keluar dari kampus. Ravel tak suka cara Nadin, tapi keluarga wanita sombong itu selalu mendukung aksi dan tindakan putrinya. Bahkan paman Ravelo yang seorang rektor saja, tak bisa berkutik menghadapi sikap diktator Nadin dan seluruh anggota keluarganya. Uang adalah segalanya dan keluarga Nadin adalah orang yang paling berkuasa. Melawan mereka, sama saja dengan setor nyawa secara cuma-cuma.

Kali ini, Ravel tidak mau tinggal diam lagi. Tindakan Nadin yang semena-mena sudah tak bisa dibiarkan begitu saja. Walau ia tidak tahu apa tujuan Valexa datang ke kampus ini dan menyamar sebagai pribadi yang jauh dari karakter aslinya, Ravel tetap akan melindungi Valexa. Sebab, ia sudah memilih mahasiswi Oxford itu menjadi kekasihnya. Diluar dugaan, Valexa malah mengatakan satu kalimat yang membuat sang pangeran kampus mengernyitkan alisnya.

"Aku sarankan padamu, urungkan saja memaksaku menjadi kekasihmu, jika tidak ... kau akan berakhir mengenaskan seperti korban bully Nadin yang lainnya," ujar Valexa tanpa mau menoleh pada Ravel. Matanya memandang lurus Nadin yang juga menatapnya penuh dengan api kebencian tak terkira.

"Huh, kau salah besar Sayang. Dia takkan pernah bisa menyakitiku. Sebaliknya, kalau kau tak ingin berakhir mengenaskan seperti orang-orang yang kau bilang tadi, maka jalan satu-satunya adalah bersedia menjadi kekasihku. Setidaknya, kita harus sok mesra didepannya," bisik Ravel ditelinga Valexa sehingga membuat Nadin semakin marah karena terbakar api cemburu. Dan itulah yang memang diinginkan Ravel, semakin Nadin marah, malah semakin bagus.

Usulan Ravel soal memancing emosi singa yang sedang lapar lumayan menantang bagi Valexa. Mungkin dengan begitu, ia bisa menemukan apa yang ia cari di kampus ini. Gadis itu ingin tahu apa yang bakal dilakukan Nadin terhadapnya setelah ia dan Ravelo menyandang gelar sebagai pasangan kekasih. Valexa bersedia bekerja sama dengan Ravel untuk kali ini dengan berpura-pura mesra di depan Nadin.

"Kenapa kau datang mengganggu kami, pergilah! Aku sedang ingin berduaan dengan pacarku, iya kan, Sayang?" tanya Ravel sok senang sambil menggandeng erat tangan Valexa.

Dasar gila, edan, nggak waras, kampreet! batin Valexa dalam hati merutuki sikap Ravel saat mulai berakting di depan Nadin. Tapi cowok itu lebih terkesan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

Nadin tersenyum sinis antara percaya dan tidak percaya, tapi ia mencoba tetap menahan emosi agar tidak tumpah di sini. "Seleramu rendah sekali, banyak wanita cantik di kampus ini. Tapi kau malah pilih wanita comberan seperti dia? Apa yang dia berikan padamu? Tubuhnya? Berapa harga yang dia tawarkan? Sejuta? Dua juta?" ejek Nadin merendahkan Valexa dan menuduhnya yang bukan-bukan.

"Wanita yang aku pilih jadi pacarku ini memang tampak buruk diluar, tapi ia berkilau di dalam dan hanya aku yang bisa melihat kilauannya. Harganya sungguh tak ternilai. Orang sepertimu mana bisa lihat," ujar Ravelo ambigu seolah menampar balik ucapan Nadin sehingga wanita sombong itu semakin panas hatinya.

Wuih, keren juga nih cowok balesannya, batin Valexa dalam diam. Tadi mengumpat, sekarang memuji.

Tak ingin terbakar api cemburu lebih besar lagi, Nadinpun beralih menatap Valexa. "Heh, kau cewek murahan! Pergi dari sini karena aku ingin bicara empat mata dengan Ravel," sengal Nadin, kedua tangannya mengepal kuat. Bahkan urat nadi Nadin sampai terlihat. Namun ia berusaha keras menahan amarahnya yang meminta untuk segera diluapkan.

"Tidak ada rahasia diantara aku dan pacarku, dia tetap di sini bersamaku. Katakan saja apa yang ingin kau katakan! Jika kau tidak mau, maka sebaiknya kita tak bicara apa-apa," sela Ravel lagi. Ia tak hanya menggenggam erat tangan Valexa, cowok tampan itu bahkan merangkul bahu Valexa dengan mesra.

Awalnya, Valexa marah dan tak terima, tapi ini hanya akting, mau tidak mau Valexa diam dan menurut saja apapun yang dilakukan Ravel terhadapnya.

Ini orang kurang ajar banget sih! Awas kau nanti! batin Valexa kesal. Tadi ngumpat, terus memuji, sekarang malah marah sendiri.

"Aku hanya ingin mengatakan ... kalau kau sedang dipanggil rektor," seru Nadin. Padahal bukan itu yang ingin ia katakan sebenarnya. Tapi terpaksa berbohong demi memisahkan Ravel dan Valexa. "Dia ingin tahu kenapa kau sampai mendapatkan hukuman dari Mr. Morgan. Aku rasa ... kau tak bisa membawa Valexa bersamamu. Cepat temui pamanmu. Dan biarkan Valexa di sini bersamaku." Nadin bicara sambil meniupi kuku-kuku tangannya seolah ada makna tersembunyi di balik ucapannya.

Raut wajah Ravel langsung menegang ketika Nadin menyebut-nyebut pamannya. Ia tahu wanita sombong itu punya maksud tersembunyi dan secara tidak langsung, Nadin telah mengintimidasi Ravel dengan menggunakan pamannya.

Melihat gelagat Ravel yang tak biasa, Valexa langsung memahami situasi. Ia juga tak ingin membahayakan orang lain demi bisa mencapai tujuannya. Mungkin inilah saatnya Valexa harus menghadapi maslah besar yang sudah ia perkirakan sebelum datang ke sarang para monster ini.

"Pergilah temui rektor, aku baik-baik saja. Ada peramal yang mengatakan kalau umurku masih sangat panjang. Jadi, aku tidak akan mati sekarang," bisik Valexa menenangkan Ravelo karena cowok itu sedang bingung antara meninggalkannya atau tidak untuk menemui pamannya.

"Aku janji aku akan cepat kembali begitu selesai bicara dengan pamanku. Jangan pergi kemanapun. Ravel mengambil ponselnya dan bertukar nomor dengan Valexa. "Hubungi aku kalau terjadi sesuatu padamu." Raut wajah Ravel terlihat serius dan sangat mencemaskan Valexa.

Sebelum Ravel pergi, ia memegang kedua pipi Valexa dan menatapnya mesra. Cowok itu hendak mencium lagi bibir Valexa tapi niatnya ia urungkan karena gadis cupu itu memberi ancaman keras.

"Berani menciumku, maka matilah kau!" geramnya tanpa kentara, matanya menatap tajam mata elang Ravel.

"Kita sedang berakting, apa kau lupa?" bisiknya.

"Sudah tidak ada gunanya, cepat pergi sana!" Valexa mendorong tubuh Ravel dengan paksa agar cowok menyebalkan itu segera pergi dari sini.

"Tunggu aku di sini, aku akan kembali dalam waktu kurang dari 15 menit." setelah bicara begitu Ravel berlari secepat kilat menuju ke tempat pamannya berada.

Kini, tinggal Nadin dan Valexa saja yang saling berdiri berhadapan dengan api kebencian masing-masing. Mata mereka saling beradu pandang. Valexa tetap tenang, sedangkan Nadin sudah sangat ingin membunuh wanita yang berdiri tegap dihadapannya.

"Kau apakan Thomas dan anak buahnya?" tanya Nadin tanpa basa-basi.

Valexa langsung tersenyum sinis. "Tidak aku apa-apain, kan aku sibuk lari menjalani hukuman atas jebakan yang kau buat untukku. Ah ... rasanya tubuhku jadi segar bugar sekali setelah berlari semalaman." Valexa meliuk-liukkan kembali tubuh langsingnya dan memutar-mutar kepalanya seperti orang yang sedang melakukan pemanasan.

Namun, tanpa di nyana-nyana, dari belakang tubuh Valexa muncul seseorang dengan membawa balok kayu besar dan langsung memukulkan balok kayu tersebut ke tengkuk Valexa sehingga gadis itu terkapar seketika.

Buk!

Valexa langsung tak sadarkan diri alias pingsan. Nadin sangat puas melihat kondisi Valexa yang tergeletak di tanah. Ia berjalan mendekat kearah tubuh gadis misterius itu dan mengambil ponselnya lalu membuangnya jauh-jauh. Sedangkan orang yang memukul tengkuk Valexa hingga pingsan hanya berdiri diam di samping Nadin.

"Bawa dia ke ruang bawah tanah dan ikat tubuhnya di sana," perintah Nadin.

"Siap Bos," seru orang itu dan langsung mengangkat tubuh Valexa yang tak sadarkan diri lalu membawanya pergi dari sini sebelum ada orang lain, melihat aksi mereka.

"Beraninya kau merebut Ravel dariku, kau pikir kau itu siapa? Kau belum tahu saja siapa aku. Kali ini ... matilah kau!" geram Nadin dan ikut pergi meninggalkan tempat ini.

BERSAMBUNG

***

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

huh dasar iblis curang...kenapa valexa kurang waspada ya...atau sengaja biar tau apa yg akan di lakukan sama nadin...hmmm..tegang juga ini

2024-12-23

0

Lea_Rouzza

Lea_Rouzza

yooowoooo br hari k2,,,nadin lenyap kau dr bumiiii wkwk #modePembasmiKbenarn

2025-01-03

1

Jeissi

Jeissi

beraninya nyerang dari belakang, satu lawan satu dong. palingan juga si nadin gak bisa apa².

2023-11-05

0

lihat semua
Episodes
1 episode 1 Hari Pertama
2 episode 2 Fitnah
3 episode 3 Serangan
4 episode 4 Hukuman
5 episode 5 Valexa vs Ravelo
6 episode 6 Kura-kura dan Kelinci
7 episode 7 Siapa Kau?
8 episode 8 Terimakasih Ala Ravelo
9 episode 9 Ancaman dan Cinta
10 episode 10 Rencana Jahat Nadin
11 episode 11 Pertemuan Pertama
12 episode 12 Serangan
13 episode 13 Ancaman Ravel
14 episode 14 Perasaan Ravel
15 episode 15 Fakta Seorang Valexa
16 episode 16 Bersedia
17 episode 17 Mansion
18 episode 18 Fakta Sebenarnya
19 episode 19 Ungkapan Cinta Ravel
20 episode 20 Rencana Ravel
21 episode 21 Perlindungan
22 episode 22 Maria
23 episode 23 Penjelasan
24 episode 24 Kabur
25 episode 25 Serangan
26 episode 26 Charlen
27 episode 27 Flasback 1
28 episode 28 flashback 2
29 episode 29 Flasback 3 Fakta Sebenarnya
30 episode 30 Flashback 4
31 episode 31 Flashback 5
32 episode 32 Terungkap Sudah
33 episode 33 Keluarga Valexa
34 episode 34 Rencana Valexa
35 episode 35 Bugatti Veyron
36 episode 36 Kesal
37 episode 37 Suasana hati Valexa
38 episode 38 Teknik Pedang
39 episode 39 Ninja
40 episode 40 Tekad Valexa
41 episode 41 Nasib Nadin
42 episode 42 Menikahlah Denganku!
43 episode 43 Penjelasan
44 episode 44 Pengakuan Ravel
45 episode 45 Perlindungan Fey
46 episode 46 Permintaan Refald
47 episode 47 Marah
48 episode 48 Keluarga Fey
49 episode 49 Ritual Pernikahan Tak Biasa
50 episode 50 Hukuman Fey untuk Pak Po
51 episode 51 Glowcard
52 episode 52 Pasangan Pengantin Baru
53 episode 53 Perasaan Valexa
54 episode 54 Fakta Tentang Ravel
55 episode 55 I'm yours, and you're mine.
56 episode 56 Keputusan Valexa
57 episode 57 Mantan Pacar, jadi Suami
58 episode 58 Valexa si Wonder Woman
59 episode 59 Ritual
60 episode 60 Ritual Selesai
61 episode 61 Pengaruh Mantra
62 episode 62 Tak Mempan
63 episode 63 Hukuman yang Setimpal
64 episode 64 Lengah
65 episode 65 Menang
66 episode 66 Fakta Mengerikan
67 episode 67 Keluar
68 episode 68 Pasangan Nggak Ada Akhlak Datang
69 episode 69 Eksekusi
70 episode 70 Eksekusi Dimulai
71 episode 71 Eksekusi Berakhir
72 episode 72 Perpisahan
73 episode 73 Suara Hati Valexa
74 episode 74 Selepas Rindu
75 episode 75 Terkurung
76 episode 76 Gossip
77 episode 77 Ciutnya Nyali Caitlin
78 episode 78 Peringatan Manis
79 episode 79 Cinta Ravel dan Valexa
80 episode 80 Keluarga Bahagia
81 Judul Novel : Takdir Cinta Kinan
82 judul novel : Pengantin Milik Raja
83 PENGUMUMAN GIVE AWAY!
84 PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
85 PENGUMUMAN NOVEL BARU
86 PENGUMUMAN NOVEL BARU
87 PENGUMUMAN NOVEL BARU
88 BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
89 PENGUMUMAN NOVEL BARU
Episodes

Updated 89 Episodes

1
episode 1 Hari Pertama
2
episode 2 Fitnah
3
episode 3 Serangan
4
episode 4 Hukuman
5
episode 5 Valexa vs Ravelo
6
episode 6 Kura-kura dan Kelinci
7
episode 7 Siapa Kau?
8
episode 8 Terimakasih Ala Ravelo
9
episode 9 Ancaman dan Cinta
10
episode 10 Rencana Jahat Nadin
11
episode 11 Pertemuan Pertama
12
episode 12 Serangan
13
episode 13 Ancaman Ravel
14
episode 14 Perasaan Ravel
15
episode 15 Fakta Seorang Valexa
16
episode 16 Bersedia
17
episode 17 Mansion
18
episode 18 Fakta Sebenarnya
19
episode 19 Ungkapan Cinta Ravel
20
episode 20 Rencana Ravel
21
episode 21 Perlindungan
22
episode 22 Maria
23
episode 23 Penjelasan
24
episode 24 Kabur
25
episode 25 Serangan
26
episode 26 Charlen
27
episode 27 Flasback 1
28
episode 28 flashback 2
29
episode 29 Flasback 3 Fakta Sebenarnya
30
episode 30 Flashback 4
31
episode 31 Flashback 5
32
episode 32 Terungkap Sudah
33
episode 33 Keluarga Valexa
34
episode 34 Rencana Valexa
35
episode 35 Bugatti Veyron
36
episode 36 Kesal
37
episode 37 Suasana hati Valexa
38
episode 38 Teknik Pedang
39
episode 39 Ninja
40
episode 40 Tekad Valexa
41
episode 41 Nasib Nadin
42
episode 42 Menikahlah Denganku!
43
episode 43 Penjelasan
44
episode 44 Pengakuan Ravel
45
episode 45 Perlindungan Fey
46
episode 46 Permintaan Refald
47
episode 47 Marah
48
episode 48 Keluarga Fey
49
episode 49 Ritual Pernikahan Tak Biasa
50
episode 50 Hukuman Fey untuk Pak Po
51
episode 51 Glowcard
52
episode 52 Pasangan Pengantin Baru
53
episode 53 Perasaan Valexa
54
episode 54 Fakta Tentang Ravel
55
episode 55 I'm yours, and you're mine.
56
episode 56 Keputusan Valexa
57
episode 57 Mantan Pacar, jadi Suami
58
episode 58 Valexa si Wonder Woman
59
episode 59 Ritual
60
episode 60 Ritual Selesai
61
episode 61 Pengaruh Mantra
62
episode 62 Tak Mempan
63
episode 63 Hukuman yang Setimpal
64
episode 64 Lengah
65
episode 65 Menang
66
episode 66 Fakta Mengerikan
67
episode 67 Keluar
68
episode 68 Pasangan Nggak Ada Akhlak Datang
69
episode 69 Eksekusi
70
episode 70 Eksekusi Dimulai
71
episode 71 Eksekusi Berakhir
72
episode 72 Perpisahan
73
episode 73 Suara Hati Valexa
74
episode 74 Selepas Rindu
75
episode 75 Terkurung
76
episode 76 Gossip
77
episode 77 Ciutnya Nyali Caitlin
78
episode 78 Peringatan Manis
79
episode 79 Cinta Ravel dan Valexa
80
episode 80 Keluarga Bahagia
81
Judul Novel : Takdir Cinta Kinan
82
judul novel : Pengantin Milik Raja
83
PENGUMUMAN GIVE AWAY!
84
PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
85
PENGUMUMAN NOVEL BARU
86
PENGUMUMAN NOVEL BARU
87
PENGUMUMAN NOVEL BARU
88
BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
89
PENGUMUMAN NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!