episode 11 Pertemuan Pertama

Mata Ravelo terus menatap tajam wajah culun Valexa yang tak bisa berkutik di bawah tubuhnya. Ia hendak mencium bibir manis gadis itu dan Valexa hanya diam saja. Diam, bukan berarti Valexa mau menerima ciuman dari pangeran kampus yang menurutnya sudah gila. Gadis itu terdiam karena ia menunggu kesempatan yang tepat. Dan disaat bibir keduanya hendak bertemu, dengan cepat, Valexa membenturkan keningnya ke hidung Ravelo sangat keras sehingga pria itu mengerang kesakitan.

Kurungan tangan Ravelo merenggang dan pria tersebut langsung bangun untuk memegangi hidungnya yang mimisan akibat benturan keras dari Valexa. Refleks, Valexa juga ikutan bangun berdiri menjauh dari pria tampan yang berhasil ia bikin hidungnya berdarah.

"Rasakan, siapa suruh kau kurang ajar padaku!" sengal Valexa, tapi Ravel sama sekali tidak marah. Ia mengusap hidungnya yang bercucuran darah sambil tersenyum senang.

Secepat Kilat, Ravel malah berlari mendekat ke arah Valexa, tapi gadis itu bisa membaca gerakan pria didepannya. Otomatis, Valexa mencoba menghindar, namun sayang, salah satu tangannya berhasil ditarik oleh Ravel sehingga untuk kesekian kalinya, gadis itu terjatuh dalam pelukan sang pangeran kampus lagi. Karena tak bisa mengimbangi tarikan Ravel, tubuh Valexa oleng dan hampir saja jatuh ke tanah kalau saja pria tampan itu tak segera menangkap tubuh wanita yang berhasil merebut hatinya sebulan lalu.

Yah, sebulan yang lalu, Ravelo pertama kali bertemu dengan Valexa di bandara Inggris, Heathrow. Awalnya, mereka tidak saling kenal satu sama lain, bahkan mereka berdua duduk dalam satu kabin yang sama.

Jodoh memang nggak akan lari kemana. Pepatah itu sepertinya pas banget untuk Valexa dan Ravelo. Ternyata, pertemuan mereka tak berhenti sampai di situ, kebersamaan keduanya tetap berlangsung lama akibat sesuatu hal dan membuat Ravelo, takkan pernah melupakan kejadian itu hingga detik ini. Berbeda dengan Valexa, gadis itu benar-benar lupa pertemuannya dengan Ravelo kala itu. Mungkin karena setibanya di Indonesia, ia sudah langsung dihadapkan dengan banyak hal sehingga Valexa harus mengubah penampilannya, dan menyamar sebagai mahasiswi baru di universitas elit ini.

"Aku takkan membiarkanmu jatuh," ujar Ravelo mulai tebar pesona lagi.

"Lepaskan aku?" geram Valexa marah sambil menengadah memerhatikan wajah tampan pria yang menatapnya.

"Kau yakin?" tanya Ravel, setengah tubuhnya membungkuk dihadapan Valexa yang sedikit melayang di udara dan tertahan oleh lengan Ravel.

"Cepat, lepaskan aku!" bentaknya.

"Baik!" Ravel mengangkat kedua tangannya di udara dan sontak tubuh Valexa langsung jatuh ke tanah dalam posisi terlentang.

"Auccchhh!" erang Valexa karena punggungnya dengan keras membentur tanah. "Kenapa kau melepaskanku tiba-tiba?" sengal Valexa semakin marah.

"Kau sendiri yang minta!" Ravelo membela diri dan memang benar sih. Salah Valexa sendiri karena memintanya melepaskan pegangannya. Namun, Ravelo langsung berjongkok di depan Valexa yang sibuk mengelus-elus punggungnya.

"Kau sungguh tak ingat aku?" tanya Ravelo sekali lagi.

"Nggak!" jawab Valexa ketus, "Aku sudah sering bertemu banyak orang sepertimu."

Wajar sih kalau Valexa bilang begitu, sebab di luar negeri apalagi di Inggris, ada banyak sekali pria tampan model Ravelo berkeliaran di mana-mana. Pantesan saja ia cuek bebek saat melihat ada pria tampan didekatnya dan tak terlalu terpesona seperti para wanita-wanita lainnya. Melihat bule adalah pemandangan Valexa sehari-hari sebelum ia datang kemari.

"Mengakuimu sebagai istriku, koper yang tertukar dan berebut taksi. Itu semua kita lalui bersama. Coba ingat lagi," ujar Ravel mengingatkan. Namun Valexa malah bengong karena bingung. Kejadiannya sudah sebulan, wajarlah dia lupa.

Karena gadis didepannya tak kunjung bereaksi, akhirnya Ravel mengalah dan mulai menjelaskan agar Valexa ingat kembali. "Kita pertama kali bertemu di bandara Heathrow, kebetulan kita duduk bersama dalam satu pesawat. Karena aku risih dengan banyaknya pramugari yang terus saja menggodaku, aku terpaksa mengakuimu sebagai istriku. Aku kira kau tak tahu bahasaku karena kau datang dari London, tapi ternyata kau mengerti kata-kata yang kuucapkan pada para pramugari itu. Begitu kita turun dari pesawat, kau marah dan menamparku karena aku pura-pura terus mengikutimu dan berakting seolah aku suamimu untuk menunjukkan kepada para pramugari bahwa ucapanku benar." Ravelo berhenti untuk tertawa kala mengingat tamparan keras Valexa.

"Kau mengumpatiku. Dan kita terpisah saat itu. Namun takdir berkata lain," lanjut Ravel. "Kau salah mengambil koperku yang kebetulan bentuk dan ukurannya sama persis, hanya isinya berbeda. Kopermu penuh dengan bikini dan baju minim lainnya, bahkan braa dan juga CiDi pun ada, warna dan bentuknya malah bermacam-macam ... ada motif bunga, desain yang unik, beren ..." terang Ravelo blak-blakan mengingatkan kejadian saat ia membuka koper milik Valexa yang tertukar dengan kopernya, tapi mulut pria itu langsung dibekap Valexa karena gadis itu merasa malu sendiri mendengarnya sehingga Ravel tak bisa melanjutkan kata-katanya.

"Stop! Jangan diteruskan? Apa kau tidak malu mengatakan semua itu?" mata Valexa memelototi Ravel yang menyebutkan seluruh isi kopernya kala itu.

"Nggak, kan cuma ada kita berdua di sini, lagipula kalau kita nanti menikah ya aku harus tahu semua hal tentang kamu termasuk pakaian daalam yang kau kenakan!"

"Siapa bilang aku mau menikah denganmu! Dasar dodoooll!" pekik Valexa sudah tidak bisa menahan lagi amarahnya.

Ravelo tersenyum mendengar Valexa kembali mengucapkan logat umpatan asli warga negara Indonesia. "Jadi, kau sudah ingat aku sekarang?" Ravelo mengubah topik pembicaraan.

Valexa agak sedikit terkejut. Ia akui dirinya mulai mengingat cowok resek yang mengaku-ngaku sebagai suaminya. Sungguh, kejadian itu memang sangat konyol, setelah memarahi Ravelo atas pengakuan nggak jelasnya kala itu. Ia juga sangat terkejut ternyata kopernya malah tertukar dengan milik orang lain yang ternyata milik Ravel, pria yang ia tampar dan ia maki habis-habisan. Hal itu harus membuat Valexa kembali lagi ke bandara untuk mengembalikan koper itu dan mengambil kopernya sendiri. Bertepatan dengan itu, keduanya bertemu dan saling menukar kembali koper mereka masing-masing.

Sampai di luar bandara, Valexa berebut taksi dengan Ravel dan mereka saling adu mulut. Sang sopir taksi pun menengahi karena keduanya tak ada yang mau mengalah untuk memanggil taksi lain dan bersedia mengantar mereka berdua ke tempat tujuan masing-masing. Ditengah jalan, Valexa yang duduk bersebelahan dengan Ravel tiba-tiba saja bersandar di bahu Ravel karena tertidur.

Awalnya Ravel terkejut, tapi melihat wajah letih si cantik Valexa, ia tak tega membangunkannya. Ada perasaan senang saat Valexa menyandarkan kepalanya di pundak Ravel meski ia tak tahu siapa gadis cantik ini sebenarnya. Mereka berdua juga baru saja bertemu walau secara tidak langsung, Valexa telah menemani perjalanan liburannya dari London hingga sampai kembali ke Indonesia meski pertemuan mereka diwarnai dengan banyak masalah.

Ravel tak sengaja melihat kartu identitas Valexa yang ada di dalam tas kecilnya. Kartu itu hampir jatuh dan ia mencoba mengembalikan kartu tersebut ke dalam tas tanpa sepengetahuan Valexa. Dari situlah Ravel tahu nama dan identitas asli wanita yang tercatat sebagai mahasiswi Oxford university. Sayangnya, Ravel pun ikut tertidur dan begitu bangun, ia sudah tak menemukan Valexa dimana-mana sampai akhirnya gadis itu datang ke kampus ini dengan penampilan yang berbeda.

"Kau datang kemari setelah sebulan berlalu. Sedetikpun, aku tak pernah melupakanmu meski awalnya aku tak mengenalimu. Namamu, sama seperti yang tertera dalam kartu identitasmu walau sekarang kau mengubah penampilanmu. Kau adalah gadis itu, gadis yang aku akui sebagai istriku dan menemani perjalanan pulangku dari London hingga kemari. Aku senang, akhirnya bisa bertemu lagi denganmu, Valexa ... pacarku ... calon istriku." Ituah kata-kata yang diucapkan Ravel setelah Valexa mengingat semua momen pertemuan pertama mereka.

"Apa aku tidak salah dengar?" teriak seseorang dan suara orang itu, siapa lagi kalau bukan Nadin. "Kau bilang apa tadi? Dia ... si kampungan itu ... calon istrimu?" pekik Nadin yang kini berjalan semakin mendekat ke arah Valexa dan Ravelo ketika keduanya masih terduduk saling berhadapan.

BERSAMBUNG

***

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

ha...ha...ha....ada yang kebakaran jenggot....

2024-12-23

0

Hasanah Purwokerto

Hasanah Purwokerto

jantungan ga tuh nadin..

2022-07-02

1

Aminah Adam

Aminah Adam

😂😂😂😂😂aku suka nadin mendengar ucapan ravelo

2022-05-17

0

lihat semua
Episodes
1 episode 1 Hari Pertama
2 episode 2 Fitnah
3 episode 3 Serangan
4 episode 4 Hukuman
5 episode 5 Valexa vs Ravelo
6 episode 6 Kura-kura dan Kelinci
7 episode 7 Siapa Kau?
8 episode 8 Terimakasih Ala Ravelo
9 episode 9 Ancaman dan Cinta
10 episode 10 Rencana Jahat Nadin
11 episode 11 Pertemuan Pertama
12 episode 12 Serangan
13 episode 13 Ancaman Ravel
14 episode 14 Perasaan Ravel
15 episode 15 Fakta Seorang Valexa
16 episode 16 Bersedia
17 episode 17 Mansion
18 episode 18 Fakta Sebenarnya
19 episode 19 Ungkapan Cinta Ravel
20 episode 20 Rencana Ravel
21 episode 21 Perlindungan
22 episode 22 Maria
23 episode 23 Penjelasan
24 episode 24 Kabur
25 episode 25 Serangan
26 episode 26 Charlen
27 episode 27 Flasback 1
28 episode 28 flashback 2
29 episode 29 Flasback 3 Fakta Sebenarnya
30 episode 30 Flashback 4
31 episode 31 Flashback 5
32 episode 32 Terungkap Sudah
33 episode 33 Keluarga Valexa
34 episode 34 Rencana Valexa
35 episode 35 Bugatti Veyron
36 episode 36 Kesal
37 episode 37 Suasana hati Valexa
38 episode 38 Teknik Pedang
39 episode 39 Ninja
40 episode 40 Tekad Valexa
41 episode 41 Nasib Nadin
42 episode 42 Menikahlah Denganku!
43 episode 43 Penjelasan
44 episode 44 Pengakuan Ravel
45 episode 45 Perlindungan Fey
46 episode 46 Permintaan Refald
47 episode 47 Marah
48 episode 48 Keluarga Fey
49 episode 49 Ritual Pernikahan Tak Biasa
50 episode 50 Hukuman Fey untuk Pak Po
51 episode 51 Glowcard
52 episode 52 Pasangan Pengantin Baru
53 episode 53 Perasaan Valexa
54 episode 54 Fakta Tentang Ravel
55 episode 55 I'm yours, and you're mine.
56 episode 56 Keputusan Valexa
57 episode 57 Mantan Pacar, jadi Suami
58 episode 58 Valexa si Wonder Woman
59 episode 59 Ritual
60 episode 60 Ritual Selesai
61 episode 61 Pengaruh Mantra
62 episode 62 Tak Mempan
63 episode 63 Hukuman yang Setimpal
64 episode 64 Lengah
65 episode 65 Menang
66 episode 66 Fakta Mengerikan
67 episode 67 Keluar
68 episode 68 Pasangan Nggak Ada Akhlak Datang
69 episode 69 Eksekusi
70 episode 70 Eksekusi Dimulai
71 episode 71 Eksekusi Berakhir
72 episode 72 Perpisahan
73 episode 73 Suara Hati Valexa
74 episode 74 Selepas Rindu
75 episode 75 Terkurung
76 episode 76 Gossip
77 episode 77 Ciutnya Nyali Caitlin
78 episode 78 Peringatan Manis
79 episode 79 Cinta Ravel dan Valexa
80 episode 80 Keluarga Bahagia
81 Judul Novel : Takdir Cinta Kinan
82 judul novel : Pengantin Milik Raja
83 PENGUMUMAN GIVE AWAY!
84 PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
85 PENGUMUMAN NOVEL BARU
86 PENGUMUMAN NOVEL BARU
87 PENGUMUMAN NOVEL BARU
88 BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
89 PENGUMUMAN NOVEL BARU
Episodes

Updated 89 Episodes

1
episode 1 Hari Pertama
2
episode 2 Fitnah
3
episode 3 Serangan
4
episode 4 Hukuman
5
episode 5 Valexa vs Ravelo
6
episode 6 Kura-kura dan Kelinci
7
episode 7 Siapa Kau?
8
episode 8 Terimakasih Ala Ravelo
9
episode 9 Ancaman dan Cinta
10
episode 10 Rencana Jahat Nadin
11
episode 11 Pertemuan Pertama
12
episode 12 Serangan
13
episode 13 Ancaman Ravel
14
episode 14 Perasaan Ravel
15
episode 15 Fakta Seorang Valexa
16
episode 16 Bersedia
17
episode 17 Mansion
18
episode 18 Fakta Sebenarnya
19
episode 19 Ungkapan Cinta Ravel
20
episode 20 Rencana Ravel
21
episode 21 Perlindungan
22
episode 22 Maria
23
episode 23 Penjelasan
24
episode 24 Kabur
25
episode 25 Serangan
26
episode 26 Charlen
27
episode 27 Flasback 1
28
episode 28 flashback 2
29
episode 29 Flasback 3 Fakta Sebenarnya
30
episode 30 Flashback 4
31
episode 31 Flashback 5
32
episode 32 Terungkap Sudah
33
episode 33 Keluarga Valexa
34
episode 34 Rencana Valexa
35
episode 35 Bugatti Veyron
36
episode 36 Kesal
37
episode 37 Suasana hati Valexa
38
episode 38 Teknik Pedang
39
episode 39 Ninja
40
episode 40 Tekad Valexa
41
episode 41 Nasib Nadin
42
episode 42 Menikahlah Denganku!
43
episode 43 Penjelasan
44
episode 44 Pengakuan Ravel
45
episode 45 Perlindungan Fey
46
episode 46 Permintaan Refald
47
episode 47 Marah
48
episode 48 Keluarga Fey
49
episode 49 Ritual Pernikahan Tak Biasa
50
episode 50 Hukuman Fey untuk Pak Po
51
episode 51 Glowcard
52
episode 52 Pasangan Pengantin Baru
53
episode 53 Perasaan Valexa
54
episode 54 Fakta Tentang Ravel
55
episode 55 I'm yours, and you're mine.
56
episode 56 Keputusan Valexa
57
episode 57 Mantan Pacar, jadi Suami
58
episode 58 Valexa si Wonder Woman
59
episode 59 Ritual
60
episode 60 Ritual Selesai
61
episode 61 Pengaruh Mantra
62
episode 62 Tak Mempan
63
episode 63 Hukuman yang Setimpal
64
episode 64 Lengah
65
episode 65 Menang
66
episode 66 Fakta Mengerikan
67
episode 67 Keluar
68
episode 68 Pasangan Nggak Ada Akhlak Datang
69
episode 69 Eksekusi
70
episode 70 Eksekusi Dimulai
71
episode 71 Eksekusi Berakhir
72
episode 72 Perpisahan
73
episode 73 Suara Hati Valexa
74
episode 74 Selepas Rindu
75
episode 75 Terkurung
76
episode 76 Gossip
77
episode 77 Ciutnya Nyali Caitlin
78
episode 78 Peringatan Manis
79
episode 79 Cinta Ravel dan Valexa
80
episode 80 Keluarga Bahagia
81
Judul Novel : Takdir Cinta Kinan
82
judul novel : Pengantin Milik Raja
83
PENGUMUMAN GIVE AWAY!
84
PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
85
PENGUMUMAN NOVEL BARU
86
PENGUMUMAN NOVEL BARU
87
PENGUMUMAN NOVEL BARU
88
BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
89
PENGUMUMAN NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!