episode 18 Fakta Sebenarnya

Ravel dan Valexa beserta rombongannya sampai di depan lift istana. Mereka semua masuk ke dalam lift dan langsung menuju tempat orang yang ditanyakan Ravel pada pelayannya. Tak lama kemudian, merekapun sampai dan kini semuanya berada di tempat tertinggi istana ini yang entah ada di lantai berapa, Valexa juga kurang begitu paham. Sepanjang jalan, ia hanya diam dan mengamati sekitar sambil terus waspada. Sebab ia yakin, Ravel dan keluarganya juga bukan orang biasa.

Seluruh gerak-gerik mereka saat ini sedang dipantau ketat karena di berbagai sudut terpasang cctv. Ravel juga tak banyak bertingkah seperti yang ia lakukan saat keduanya ada di kampus. Di istana ini, cowok narsis itu juga lebih banyak diam dan pandangan matanya hanya fokus ke depan. Satu hal yang dilakukan Ravel dari ia masuk hingga sekarang, yaitu tak pernah melepaskan genggaman tangannya dari tangan Valexa.

Kini, mereka sudah sampai di depan pintu kamar utama lantai tertinggi di istana ini. Ada dua penjaga bertubuh tinggi dan besar berjaga didepannya. Mereka berdua langsung membungkukkan badan begitu melihat Ravelo dan rombongannya datang.

"Kamar siapa ini?" tanya Valexa.

"Kakakku," jawab Ravel lirih. Ada kesedihan di nada suaranya. "Namanya Ronan. Dia adalah kakak kesayanganku satu-satunya." Ravel membuka pintu kamar kakaknya secara perlahan dan masuk ke kamar luas itu pelan-pelan.

Mata cowok tampan itu terlihat sedih kala menatap kakak yang sangat Ravel sayangi ini terbaring lemah di atas tempat tidur emasnya. Suasana kamar ini sangat gelap meskipun hari masih petang. Sepertinya tirai seluruh ruangan ini sengaja ditutup sehingga terlihat mencekam.

"Apa yang terjadi pada kakakmu?" tanya Valexa semakin bingung saat mengamati betapa ironisnya pria bule yang terbaring lemah itu.

Inikah orang yang ada hubungannya dengan Shakila? batin Valexa.

"Sebelum aku menjelaskan apa yang terjadi pada kakakku, aku ingin mendengar ceritamu dulu. Kenapa kau datang ke kampus yang dipenuhi oleh sarang monster ini? Kau bahkan menyamar menjadi gadis culun dan mau saja di bully Nadin. Apa yang membuatmu melakukan semua itu?" tanya Ravel to the point tanpa basa-basi lagi. Sikapnya jadi berubah serius dari sebelumnya.

Valexa menghela napas panjang, ia tak langsung menjawab pertanyaan yang ditujukan Ravel padanya. Gadis itu malah berjalan mendekat untuk melihat seperti apa wajah kakak Ravel yang bernama Ronan ini, yang ternyata hampir mirip dengan Ravel.

Setelah tahu, Valexa menatap pria tampan yang berdiri diseberangnya. Keduanya sama-sama saling menatap dan berdiri berhadapan satu sama lain di sisi kanan dan kiri ranjang Ronan.

"Kau bilang, kau pertama kali bertemu denganku saat di bandara Inggris dan baru berpisah setelah taksi yang mengantarku kala itu menurunkanku ke tempat tujuanku." Valexa memulai penjelasannya.

"Ehm, aku menyesal karena tak meminta nomer ponselmu," aku Ravel.

"Kau mungkin tidak tahu di mana taksi itu menurunkanku. Aku turun di rumah sakit tempat di mana Shakila, dirawat dan sekarang ia masih dalam keadaan koma. Sama seperti kondisi kakakmu sekarang. Bedanya, kakakmu tak sekarat seperti temanku. Shakila tak sadarkan diri atas apa yang menimpanya." Mata Valexa mulai berkaca-kaca saat memikirkan kondisi temannya.

"Aku langsung terbang kemari begitu mendengar kabar tentang Syakila yang menjadi korban pembullyan dan penyiksaan di kampusnya. Padahal sebelumnya ia baik-baik saja dan aku berencana menemuinya begitu liburan semesterku di mulai. Tidak kusangka, Syakila mengalami kejadian mengenaskan dan hampir saja membuat nyawanya melayanag. Kini sahabatku tak berdaya dan bahkan orang-orang yang menyiksanya sampai seperti itu, tak mendapat hukuman apapun.

"Aku sudah melakukan berbagai macam cara untuk membuat orang-orang yang jahat itu dihukum seberat-beratnya, tapi karena kurangnya bukti, polisi di negara ini tak bisa melakukan apapun. Tak ada bukti yang mengungkapkan Shakila disiksa oleh orang-orang yang ada dikampusmu itu. Untuk mencari tahu kebenarannya dan apa yang terjadi sebenarnya, maka aku harus masuk ke kampusmu dan menyamar sebagai orang miskin. Aku mengikuti program beasiswa yang diadakan rektor. Beruntung aku lulus dengan nilai terbaik. Itulah caraku masuk ke dalam kampus itu dan menyembunyikan identitas asliku," terang Valexa panjang lebar.

"Menurutmu, siapa pelakunya?" tanya Ravelo langsung ke intinya.

"Nadin and the gengnya. Juga para preman dan gengster itu. Pasti merekalah orang yang sudah menghancurkan hidup sahabatku."

"Bukan Nadin," ujar Ravel menarik kesimpulan sendiri.

"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Valexa tidak mengerti.

"Saat kejadian, Aku dan teman-teman yang lainnya serta kelompok Nadin beserta gengnya sedang melakasanakan kegiatan study tour disebuah musium pusat kota. Kami banyak melakukan kegiatan di sana dan hanya Shakila yang tidak ikut. Saat kami kembali, kami sudah menemukan Shakila tergeletak dengan tubuh bersimbah darah tepat di samping kakakku yang juga mengalami cedera otak cukup parah akibat pukulan benda tumpul yang sangat keras. Itulah kenapa kondisi kakakku jadi seperti ini."

"Apa?" mata Valexa terbelalak mendengar penjelasan Ravel. "Jadi ... maksudmu ... Kakakmu dan Shakila ... waktu itu .... mereka bersama?" tanya Valexa untuk memperjelas fakta sebenarnya. Sepertinya, mulai ada titik terang dari masalah ini.

"Ehm, Kakakku adalah pangeran kampus sebelumnya di kampus itu, dia lulus dengan nilai tertinggi dan menjadi dosen di sana. Beberapa bulan yang lalu, dia bilang ada hal aneh dikampusnya dan ia berusaha melindungi seorang mahasiswi cantik karena sering di bully. Kakak memintaku datang kemari untuk membantunya menyelidiki kasus ini dan aku setuju. Aku sama sepertimu, aku juga mahasiswa pindahan dan langsung terpilih menjadi ketua BEM di kampus. Bahkan karena ketampananku melebihi kakakku, akupun menggantikan posisinya sebagai pangeran kampus."

"Dalam keadaan seperti ini kau masih bisa narsis?" Valexa memicingkan mata.

"Memang itulah kenyataannya. Dan kau harus bangga! Karena kau punya pacar tampan sepertiku."

"Bisa kita kembali ke topik awal, kau membuatku kesal."

"Sampai di mana kita tadi?" Ravel malah balik bertanya.

"Apa kau menemukan siapa orang yang melakukan ini pada temanku dan kakakmu? Bisa saja Nadin memerintahkan anak buahnya yang ada di luar kampus untuk mencelakai Shakila dan kakakmu."

"Awalnya, aku juga beranggapan begitu, aku bahkan diam-diam mengkuti semua anak buah Nadin yang ada di luar kampus ini, tapi ternyata mereka tak ada hubungannya dengan kasus Shakila karena pada saat kejadian, mereka semua ditangkap polisi atas tuduhan penyalahgunaan barang terlarang."

"Lalu ... siapa orang yang tega berbuat sekejam itu pada temanku? Bahkan perlakuannya pada kakakmu juga keji?"

"Aku tidak tahu, tapi aku yakin orang itu ada di dalam kampus ini dan masih bersembunyi di balik topeng. Kasus ini benar-benar rumit dan rapi. Ada beberapa mahasiswi dan para staf kampus menghilang secara misterius. Dan aku ... masih belum bisa menemukannya. Aku juga tak bisa mengorek informasi apapun dari kakakku atas peristiwa yang membuatnya jadi seperti ini.

"Setiap kali aku bertanya, kakakku pasti mengamuk dan kalap seperti orang gila dan itu mempengaruhi kesehatan fisik dan mentalnya. Tak ada yang bisa kulakukan selain menunggu semoga aku bisa menemukan petunjuk untuk menyelesaikan masalah ini. Dan aku ... butuh bantuanmu, Sayang." Ravel menatap penuh cinta pada Valexa.

Gadis itu tertegun, bukan karena Ravel meminta bantuan untuk memecahkan kasus ini bersama, tapi karena ucapan Ravel yang memanggilnya dengan kata 'sayang' terdengar aneh di telinga Valexa meskipun cowok itu, bukan pertama kalinya memanggilnya begitu. Hanya saja, kali ini terdengar aneh saja.

Astaga, ada apa denganku? batin Valexa.

BERSAMBUNG

***

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

kalau bakan nadi n the geng....apa si dosen killer itu ya...wah misteriiiiii...

2024-12-23

0

Χιαα.

Χιαα.

gw tkut si fara" itu🛐

2023-09-21

0

Rara_Octa

Rara_Octa

sptiny semua itu Ulah Morgan si Dosen Killer. 🤔🤔🤔🤔🤔

2023-09-21

0

lihat semua
Episodes
1 episode 1 Hari Pertama
2 episode 2 Fitnah
3 episode 3 Serangan
4 episode 4 Hukuman
5 episode 5 Valexa vs Ravelo
6 episode 6 Kura-kura dan Kelinci
7 episode 7 Siapa Kau?
8 episode 8 Terimakasih Ala Ravelo
9 episode 9 Ancaman dan Cinta
10 episode 10 Rencana Jahat Nadin
11 episode 11 Pertemuan Pertama
12 episode 12 Serangan
13 episode 13 Ancaman Ravel
14 episode 14 Perasaan Ravel
15 episode 15 Fakta Seorang Valexa
16 episode 16 Bersedia
17 episode 17 Mansion
18 episode 18 Fakta Sebenarnya
19 episode 19 Ungkapan Cinta Ravel
20 episode 20 Rencana Ravel
21 episode 21 Perlindungan
22 episode 22 Maria
23 episode 23 Penjelasan
24 episode 24 Kabur
25 episode 25 Serangan
26 episode 26 Charlen
27 episode 27 Flasback 1
28 episode 28 flashback 2
29 episode 29 Flasback 3 Fakta Sebenarnya
30 episode 30 Flashback 4
31 episode 31 Flashback 5
32 episode 32 Terungkap Sudah
33 episode 33 Keluarga Valexa
34 episode 34 Rencana Valexa
35 episode 35 Bugatti Veyron
36 episode 36 Kesal
37 episode 37 Suasana hati Valexa
38 episode 38 Teknik Pedang
39 episode 39 Ninja
40 episode 40 Tekad Valexa
41 episode 41 Nasib Nadin
42 episode 42 Menikahlah Denganku!
43 episode 43 Penjelasan
44 episode 44 Pengakuan Ravel
45 episode 45 Perlindungan Fey
46 episode 46 Permintaan Refald
47 episode 47 Marah
48 episode 48 Keluarga Fey
49 episode 49 Ritual Pernikahan Tak Biasa
50 episode 50 Hukuman Fey untuk Pak Po
51 episode 51 Glowcard
52 episode 52 Pasangan Pengantin Baru
53 episode 53 Perasaan Valexa
54 episode 54 Fakta Tentang Ravel
55 episode 55 I'm yours, and you're mine.
56 episode 56 Keputusan Valexa
57 episode 57 Mantan Pacar, jadi Suami
58 episode 58 Valexa si Wonder Woman
59 episode 59 Ritual
60 episode 60 Ritual Selesai
61 episode 61 Pengaruh Mantra
62 episode 62 Tak Mempan
63 episode 63 Hukuman yang Setimpal
64 episode 64 Lengah
65 episode 65 Menang
66 episode 66 Fakta Mengerikan
67 episode 67 Keluar
68 episode 68 Pasangan Nggak Ada Akhlak Datang
69 episode 69 Eksekusi
70 episode 70 Eksekusi Dimulai
71 episode 71 Eksekusi Berakhir
72 episode 72 Perpisahan
73 episode 73 Suara Hati Valexa
74 episode 74 Selepas Rindu
75 episode 75 Terkurung
76 episode 76 Gossip
77 episode 77 Ciutnya Nyali Caitlin
78 episode 78 Peringatan Manis
79 episode 79 Cinta Ravel dan Valexa
80 episode 80 Keluarga Bahagia
81 Judul Novel : Takdir Cinta Kinan
82 judul novel : Pengantin Milik Raja
83 PENGUMUMAN GIVE AWAY!
84 PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
85 PENGUMUMAN NOVEL BARU
86 PENGUMUMAN NOVEL BARU
87 PENGUMUMAN NOVEL BARU
88 BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
89 PENGUMUMAN NOVEL BARU
Episodes

Updated 89 Episodes

1
episode 1 Hari Pertama
2
episode 2 Fitnah
3
episode 3 Serangan
4
episode 4 Hukuman
5
episode 5 Valexa vs Ravelo
6
episode 6 Kura-kura dan Kelinci
7
episode 7 Siapa Kau?
8
episode 8 Terimakasih Ala Ravelo
9
episode 9 Ancaman dan Cinta
10
episode 10 Rencana Jahat Nadin
11
episode 11 Pertemuan Pertama
12
episode 12 Serangan
13
episode 13 Ancaman Ravel
14
episode 14 Perasaan Ravel
15
episode 15 Fakta Seorang Valexa
16
episode 16 Bersedia
17
episode 17 Mansion
18
episode 18 Fakta Sebenarnya
19
episode 19 Ungkapan Cinta Ravel
20
episode 20 Rencana Ravel
21
episode 21 Perlindungan
22
episode 22 Maria
23
episode 23 Penjelasan
24
episode 24 Kabur
25
episode 25 Serangan
26
episode 26 Charlen
27
episode 27 Flasback 1
28
episode 28 flashback 2
29
episode 29 Flasback 3 Fakta Sebenarnya
30
episode 30 Flashback 4
31
episode 31 Flashback 5
32
episode 32 Terungkap Sudah
33
episode 33 Keluarga Valexa
34
episode 34 Rencana Valexa
35
episode 35 Bugatti Veyron
36
episode 36 Kesal
37
episode 37 Suasana hati Valexa
38
episode 38 Teknik Pedang
39
episode 39 Ninja
40
episode 40 Tekad Valexa
41
episode 41 Nasib Nadin
42
episode 42 Menikahlah Denganku!
43
episode 43 Penjelasan
44
episode 44 Pengakuan Ravel
45
episode 45 Perlindungan Fey
46
episode 46 Permintaan Refald
47
episode 47 Marah
48
episode 48 Keluarga Fey
49
episode 49 Ritual Pernikahan Tak Biasa
50
episode 50 Hukuman Fey untuk Pak Po
51
episode 51 Glowcard
52
episode 52 Pasangan Pengantin Baru
53
episode 53 Perasaan Valexa
54
episode 54 Fakta Tentang Ravel
55
episode 55 I'm yours, and you're mine.
56
episode 56 Keputusan Valexa
57
episode 57 Mantan Pacar, jadi Suami
58
episode 58 Valexa si Wonder Woman
59
episode 59 Ritual
60
episode 60 Ritual Selesai
61
episode 61 Pengaruh Mantra
62
episode 62 Tak Mempan
63
episode 63 Hukuman yang Setimpal
64
episode 64 Lengah
65
episode 65 Menang
66
episode 66 Fakta Mengerikan
67
episode 67 Keluar
68
episode 68 Pasangan Nggak Ada Akhlak Datang
69
episode 69 Eksekusi
70
episode 70 Eksekusi Dimulai
71
episode 71 Eksekusi Berakhir
72
episode 72 Perpisahan
73
episode 73 Suara Hati Valexa
74
episode 74 Selepas Rindu
75
episode 75 Terkurung
76
episode 76 Gossip
77
episode 77 Ciutnya Nyali Caitlin
78
episode 78 Peringatan Manis
79
episode 79 Cinta Ravel dan Valexa
80
episode 80 Keluarga Bahagia
81
Judul Novel : Takdir Cinta Kinan
82
judul novel : Pengantin Milik Raja
83
PENGUMUMAN GIVE AWAY!
84
PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
85
PENGUMUMAN NOVEL BARU
86
PENGUMUMAN NOVEL BARU
87
PENGUMUMAN NOVEL BARU
88
BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
89
PENGUMUMAN NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!