...Jangan lupa setelah membaca kasihlah Age like, love, vote, gift 😊 Biar tambah semangat 💪💪...
...Saran dan komentarnya juga di tunggu yach, biar Age bisa lebih baik lagi dalam berkarya 🥰...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Merrik dan Elena semakin romantis, seperti biasa Merrik masih setia mengantar jemput Elena ke kampus, dia masih belum mengizinkan Elena berangkat dan pulang sendiri. Apartemen dan kampus adalah dua tempat yang di singgahi oleh Elena, selain itu dia tidak pernah pergi kemanapun, tidak ada kebebasan melakukan apapun. Merrik selalu melarangnya jika berkumpul dengan teman-teman kampusnya. Elena selalu mematuhi semua aturan Merrik bahkan tidak juga menyimpan nomor telepon teman pria sekelasnya.
"El, kita ke mall yuk? Ada meet and greet artis Aron Pabio, pemain film Above The Sky." Ajak Michele.
"Penyanyi yang merambah menjadi pemain film itu?" tanya Elena antusias.
"Kamu tau?" ucap Michele.
Elena menganggukkan kepalanya keras. "Tau, aku suka lagunya yang sweet memories. Dia itu idolaku."
"Kalau begitu ayo kita ke sana, pasti dia juga akan bernyanyi."
"Emmm, aku coba ijin Kak Merrik dulu ya." Elena sudah bercerita pada Michele bahwa dia berpacaran dengan Merrik.
"Tidak usah bilang! Pacarmu itu posesif banget. Kemaren saja kamu tidak di ijinkan hanya sekedar hang out dengan teman-teman sekelas."
"Oh, itu karena kita berkumpul nya dengan teman lelaki, Kak Merrik tidak suka aku berteman dengan pria."
"Ya, itu dia, pacarmu posesif. Kalian 'kan belum menikah, untuk apa mengatur hidupmu, kalaupun sudah menikah tidak seharusnya membatasi pergaulanmu!" ujar Michele.
"Maaf aku tidak bisa bohong, Kak Merrik tau aku pulang jam tiga hari ini. Dia pasti akan menjemputku."
"Emang kerja pacarmu apa sih? Kok bisa tiap hari jemput kamu?"
"Oh, itu karena bos-nya baik, jadi Kak Merrik diijinkan untu menjemputku setiap hari."
"Mana bisa seperti itu? Cuma ada dua kemungkinan. Pertama, pacarmu pemilik perusahaan dan kedua, pacarmu pengangguran!" ucap Michele terkekeh.
"Sudah, aku telepon dulu ya." Elena mengambil ponselnya dan mulai menyentuh icon call. Dia agak menjauh dari Michele agar pembicaraannya tidak terdengar oleh Michele. "Hallo, sayang. Apa sudah selesai kuliahnya? Bukannya keluar jam dua?" tanya Merrik sambil menatap layar komputer di depannya.
"Iya, jam dua selesai kuliah, ini lagi nunggu kelas kedua. Aku mau minta ijin, Kak."
"Ijin apa?"
"Emm, nanti Kak Merrik tidak usah jemput. Aku mau ke mall bersama Michele."
Merrik menyandarkan punggungnya ke kursi. Selama ini, Elena memang dia larang melakukan kegiatan selain kegiatan kuliah. "Sama siapa lagi?"
"Berdua saja. Aku bosan di apartemen terus, setelah menjemputku pasti Kakak kembali ke kantor. Ijinkan yah Kak, lagi pula tidak ada pria!" Jelas Elena sebelum Merrik bertanya lebih lanjut."
"Kamu bisa ke mall denganku. Tidak perlu temanmu."
"Kak, ijinkan yah, benar hanya dengan Michele, aku tidak enak menolak ajakannya, kemarin pun aku tidak ikut kumpul dengan teman sekelas karena Kakak melarang. Masa sekarang Kakak juga melarangku."
"Kamu tidak enak menolak ajakan temanmu dan mengabaikan perintahku?" ucap Merrik tegas.
"Kak, bukan begitu." Elena memutar otaknya mencari cara agar diijinkan oleh Merrik. "Kakak Sayang, kali ini saja yah! Kalau Kakak mengijinkan, aku akan lakukan apapun perintah Kakak, termasuk memakai pakaian apa saja yang Kakak inginkan." Ucap Elena merendahkan suaranya agar hanya Merrik yang mendengarnya.
Huft! Merrik menghembuskan nafasnya setelah mendengar Elena bersedia melakukan apapun, pikirannya berubah. Berjalannya waktu, Elena sudah mulai protes jika Merrik memintanya melakukan hal yang tidak diinginkan Elena. Ini kesempatannya membuat Elena mematuhi semua keinginannya.
"Baiklah, tapi nanti aku jemput di mall dan aku akan menagih janjimu."
"Oke, makasih ya Kak." Elena langsung menutup teleponnya tanpa pamit.
"Apa-apaan dia menutup teleponku duluan, dasar Remaja!" gumam Merrik.
"Sudah dapat ijin dari pacar posesif-mu itu?" tanya Michele saat Elena mendekatinya.
"Bukan posesif, Kak Merrik hanya menjagaku. Buktinya dia mengijinkan aku pergi denganmu."
"Ya sudah, kita bersenang-senang hari ini. Sekarang kita masuk kelas dulu."
"Oke."
Setelah kelas berakhir, Elena dan Michele menggunakan mobil Michele melaju ke mall yang mereka tuju. Mereka tiba lebih awal dari jadwal meet and greet. "Kita mau kemana? Masih satu jam lagi acaranya." Michele menepuk pundak Elena.
"Emm, antar aku ke toko obat saja. Aku mau beli vitamin," ujar Elena. Pil KB yang di konsumsi Elena telah habis, kebetulan sedang berada di mall dia akan membelinya sendiri tanpa harus merepotkan Merrik.
"Oke, aku juga mau beli, masa pancaroba memang butuh vitamin," ucap Michele.
"Ayo."
Mereka tiba di toko obat yang berada di dalam mall. "Biasanya kamu minum apa?" tanya Michele.
"Kayanya semacam vitamin c, aku lupa merk-nya. Aku cari dulu ya."
Elena berkeliling mencari Vitamin yang sama seperti Merrik berikan. "Ah, ini dia." Mengambil satu botol vitamin.
"Apa bagus vitamin itu?" tanya Michele.
"Entahlah, Kak Merrik yang membelikannya, kebetulan punyaku habis, jadi sekalian saja aku beli di sini."
Michele mengambil botol vitamin dari tangan Elena. "Boleh nanti aku minta satu? Aku mau coba dulu, kalau cocok aku beli." Michele cengar-cengir.
"Nggak mau rugi yak? Maunya tester dulu!" Mereka berdua tertawa bersama. Mereka memutuskan ke toko ice cream sebelum menghadiri acara meet and greet idola mereka. "Boleh aku minta vitaminmu?" Pinta Michele yang sedang duduk di bangku toko ice cream.
"Ini." Elena mengeluarkan botol vitamin dari paper bag kecil lalu memberikan pada Michele. Michele mengeluarkan satu tablet dan meminumnya. Elena mengikat rambutnya sehingga dia tidak melihat bentuk tabletnya.
"Rasanya enak, pas di mulut tidak manis dan tidak pahit. Pantas saja harganya mahal, kandungan vitaminnya banyak," ucap Michele setelah membaca informasi yang tertera di bagian luar botol.
"Manis dari mana? Rasanya hambar kok!" sergah Elena.
"Kamu tidak meminumnya?" ucap Michele setelah melihat Elena tidak meninumnya.
"Aku biasanya minum pagi hari, sebenarnya aku malas minum vitamin tapi Kak Merrik memaksaku untuk selalu meminumnya."
"Wah, pacarmu selain posesif ternyata perhatian juga yah?" Puji Michele.
Elena hanya tersipu, dia bersyukur Merrik menjadi suaminya. Suami yang penuh perhatian. Mengingat kembali kebaikan dan perhatian Merrik, membuatnya tidak tega untuk membantah perintah Merrik.
Elena mengambil kembali vitamin tersebut, hari ini pil KB yang dikonsumsi Elena habis, pagi ini dia belum meminum vitamin, dia mengeluarkan satu tablet untuk di minum. Menyadari ada sesuatu yang berbeda dari tablet tersebut. "Kenapa tabletnya berbeda?" gumam Elena dengan suara kecil.
"Kenapa diam?" tanya Michele.
"Tidak, sepertinya vitaminnya berbeda?"
"Ah, yang benar? Kamu bilang kamu ingat vitamin yang kamu konsumsi?"
"Iya, aku yakin ini vitaminnya. Namun, seperti ada yang berbeda di tablet-nya."
"Maksudmu?" tanya Michele.
"Tabletnya warna kuning, yang aku konsumsi warna putih." Elena beranjak pergi kembali ke toko obat tersebut. "Kamu tunggu di sini, aku ke toko obat dulu."
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
Terimakasih masih setia dengan kisah Elena dan Merrik. Salam Sehat untuk semua 🥰🥰🥰
Salam Age Nairie 🥰🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Nurma sari Sari
kesingnya aja yg sama Elena isinya beda, kamu dikibulin Merrick, seharusnya Merrick itu di ruqiah dulu Thor, biar jin iprit nya keluar semua, biar dia sadar kalau dia itu sebenarnya mencintai Elena, tapi kesombongannya itu yg membuat dia buta 🤭
2023-03-21
1
Nila
pintar dikit Elena
2022-04-13
3
NandhiniAnak Babeh
hahahahahaa
ketauan dah si Bambang .. cepetan pinter dong neng.. biar ga dikerjain trs sama si Bambang 🤣
2022-04-13
2