Elena melihat diamnya Merrik, dia merasa benar apa yang telah dikatakan oleh Clara. Merrik tidak menyukainya. "Apa kebaikan Kakak selama ini hanya merupakan tanggung jawab sebagai suami? Kalau kehadiran ku hanya sebagai beban untuk Kakak, Aku rela Kakak ceraikan!" ujar Elena.
Merrik melihat wajah Elena yang sendu, tidak menyangka Elena tidak berpikir bahwa dirinya hanya mengambil keuntungan darinya. Elena malah menganggap dirinya sebagai beban untuk Merrik.
Elena beranjak dari sofa, dia berdiri dan berkata, "Aku akan kembali ke desa. Terima kasih selama ini sudah sangat baik padaku." Setelah itu Elena menuju kamar untuk mengambil ijazah SMA-nya. Hanya itu yang ia bawa, seperti awal ia datang, hanya membawa ijazah.
Elena akan keluar dari kamar, namun sudah ada Merrik diambang pintu yang menatap lekat pada Elena, lalu menariknya dan memeluknya erat. "Apa aku pernah bilang akan menceraikanmu? Aku memang belum tau perasaanku, tapi yang jelas aku menginginkan dirimu."
Aku belum siap kehilangan dirimu sekarang! Tidak akan kubiarkan dirimu pergi meninggalkanku. Setidaknya sampai aku puas akan dirimu.
Elena hanya terdiam dalam pelukan Merrik. Tidak mengerti apa maksud dari yang di katakan Merrik. Elena mendorong pelan agar memiliki jarak di antara mereka. "Maksud Kakak apa? Aku butuh kejelasan?"
Merrik mendekatkan bibirnya pada bibir Elena, menyentuh dengan lembut tanpa pergerakan, cukup lama mereka hanya menempelkan bibir mereka, hingga akhirnya Merrik menggerakkan bibirnya, mulai mellummatnya perlahan, bagaikan sesuatu yang mudah rapuh, tangannya diletakkan dipinggang Elena dan merapatkan diri mereka. Lambat laun Elena mulai menerima ciuman dari Merrik, terhanyut dari buaian perlakuan Merrik, dengan mata saling tertutup, saling menikmati setiap sentuhan, ciuman yang penuh kasih.
"Apa masih kurang jelas? Dirimu menginginkan ku. Jangan pungkiri." Merrik merapikan anak rambut di dahi Elena.
"Apa maksudnya?" tanya Elena.
"Kita jalani saja secara alami hubungan kita. Jangan pedulikan orang lain bicara apa."
"Hubungan seperti apa?" tanya Elena lagi.
"Kamu mau hubungan seperti apa?" Tantang Merrik.
"Suami istri?"
"Bukankah kita memang sudah menikah."
"Tapi Kakak melarangku memberitahu orang lain tentang pernikahan kita."
"Itu karena kita hanya melakukan pernikahan siri, lebih baik tidak usah ada yang tau."
"Tapi karena itu, kita di bilang melakukan pergaulan bebas."
"Siapa yang bilang?"
"Kak Clara."
"Kenapa kamu memberitahunya kita tinggal seatap?"
"Aku tidak bilang, dia menebak sendiri."
"Bagaimana bisa?"
Elena mengangkat rambutnya dan menunjukan lehernya yang ada bekas perbuatan Merrik. "Kak Clara melihat ini."
Merrik tersenyum. "Lain kali, aku tidak akan membuat tanda di situ!"
"Kak, aku serius!" decak Elena kesal.
"Aku juga serius." Ucap Merrik menyentil hidung Elena.
"Jadi gimana?" tanya Elena ragu.
"Apanya?"
"Hubungan kita? Aku harus bilang apa jika ada yang bertanya?"
"Seperti yang kita sepakati sebelumnya saja."
"Dulu Kakak hanya bilang untuk penjajakan, karena itu aku bilang hubungan kita pacaran."
"Ya sudah itu saja."
"Jadi sekarang Kakak pacar aku?"
"Iya."
"Kalau ada yang tanya kenapa kita tinggal bersama?"
"Jangan bilang kita tinggal bersama. Kamu cukup bilang jika aku hanya antar jemput kamu. Hanya Clara bukan yang tau kita tinggal bersama?" Elena mengangguk, dia memang belum cerita apapun pada teman barunya Michele.
"Apa aku harus bilang saja pada Kak Clara bahwa kita sudah menikah? Agar dia tidak salah paham. Dia pikir kita melakukan pergaulan bebas."
"Tidak perlu! Yang tidak menikah pun banyak yang sudah tinggal bersama. Di sini bukan desamu yang akan langsung dinikahkan jika berbuat mesum."
"Maksud Kakak sudah menjadi hal biasa tinggal seatap tanpa pernikahan?"
"Ya, ada sebagian orang seperti itu. Namun, masih ada beberapa orang yang masih menganggap tabu akan hal itu."
"Seharusnya memang tidak boleh!" decik Elena. Merasa sebal kenapa bukan suami istri sudah tinggal bersama.
Merrik mendekat lagi menatap Elena, dia gemas melihat tingkah Elena. "Sudah jangan bicarakan orang lain. Jalani saja hubungan kita." Merrik mendorong Elena ke ranjang, hingga posisi Merrik berada di atas Elena, tiba-tiba hasratnya datang melanda. "Kakak tunggu, Kakak bilang sudah menjadi hal biasa bukan, pasangan belum menikah melakukan itu?"
"Iya."
"Artinya Kakak juga sudah pernah melakukan yang kita lakukan pada wanita lain?"
"Tidak! Aku hanya melakukan denganmu."
"Kakak tidak bohong?" tanya Elena ragu.
"Tidak."
"Kakak katakan sejujurnya! Kalau tidak pernah melakukannya mengapa sangat handal? Kakak juga begitu mesum padaku!"
"Iya, aku memang mesum, tapi hanya padamu!"
"Benar? Berapa lama pacaran dengan Kak Clara?"
"Sekitar empat tahun."
"Lama sekali." Elena memicingkan matanya, menelisik wajah Merrik. "Kalau sudah pacaran lama pasti sudah banyak hal yang Kakak lakukan! Baru kenal denganku saja Kakak sudah mesum. Kakak pasti bohong padaku!" Elena mendorong Merrik ke samping, memanyunkan bibirnya, khas seorang belia yang sedang merajuk.
"Aku tidak bohong sayang."
Sayang? Apa yang ku katakan? Membujuk remaja merajuk! Ah, sial!
"Kakak tadi panggil aku apa?"
"Sayang." Merrik mengulang kembali panggilan sayangnya. Tidak peduli Merrik harus sedikit alay agar Elena mau dengan sukarela melayaninya.
Elena tersenyum bahagia. "Aku boleh panggil Kakak Bojoku?"
"Bojo?" tanya Merrik menyeringitkan dahinya.
"Iya, artinya suami"
"Bisa diganti dengan yang lain saja? Seperti Ayang, atau honey." Merrik tidak suka di panggil dengan panggilan yang artinya suami.
"Kalau begitu aku panggil sayang saja biar sama."
"Boleh." Merrik kembali menindih Elena. "Kita main yah sayang."
"Jadi Kakak sayang padaku?" tanya Elena memastikan.
"Iya, aku sayang padamu. Aku mulai yah?" Merrik sudah tidak bisa menunggu lama, dengan mudahnya ia menyatakan kata sayang agar bisa menuntaskan hasratnya.
Elena hanya mengangguk kecil dengan malu-malu, dia sudah terbuai dengan panggilan dan pernyataan sayang dari Merrik. Benar-benar sudah memberikan hatinya hanya untuk Merrik. Merrik mendapatkan apa yang dia mau. Sudah tidak peduli lagi jika harus meyakinkan Elena dengan kata-kata sayang. Hasratnya sudah menguasainya. Dia menginginkan Elena saat ini.
Setelah selesai mereka masih sibuk dengan panggilan masing-masing. "Kak Merrik Sayang." Panggil Elena.
"Iya sayang," jawab Merrik.
Elena mencium seluruh wajah Merrik. "Aku menyukai Kak Merrik."
"Aku juga menyukai semua yang ada pada dirimu, sayang." Merrik mencium bibir Elena sekilas. "Terlebih bagian ini." Merrik menyentuh lembut bibir Elena.
Hanya ada mereka di dalam kamar, Merrik tidak peduli jika dibilang bagai ABG jatuh cinta, panggilan sayang di setiap akhir pembicaraan dengan Elena membuatnya tidak nyaman di hati, dia pun geli setiap mengucapkan nya, tetapi itu tidak lebih penting, yang terpenting baginya Elena tidak meninggalkannya. Dia sungguh belum bosan dengan tubuh Elena. Sedikit kebohongan atas nama sayang membuat Elena dengan suka rela menyerahkan segalanya untuk Merrik.
"Kak Merrik, kalau nanti kita punya anak perempuan bagaimana jika kita beri nama Melena, gabungan dari Merrik dan Elena."
Bagaimana mau hamil jika kamu masih terus meminum pil KB! Apa kamu kira aku mau memiliki anak denganmu? Mimpi sajalah!
"Boleh, nama yang bagus." Merrik memberi jawaban yang bertolak belakang dari suara batinnya.
"Erina juga bagus. Masih singkatan nama kita," ujar Elena.
"Kalau lelaki apa?" tanya Merrik.
"Erik aja, gabungan Elena Merrik." Elena memberi saran.
"Tapi Erik tidak seperti nama gabungan kita, lebih mirip namaku yang dipersingkat! Cari lagi!" ucap Merrik.
Tanpa sadar Merrik menikmati obrolannya tentang nama anak dengan Elena. Meskipun egonya tinggi namun tidak bisa dipungkiri dibawah sadarnya, dia tidak hanya sekedar menginginkan tubuh Elena saja.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Jangan lupa like, love , vote and komentarnya 😊 Terima kasih... 🙏🙏🙏
Salam Age Nairie 🥰🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
May Keisya
ayo😂
2023-05-09
1
Nurma sari Sari
buat Elena sadar Thor, kalau Merrick sebenarnya menganggap Elena hanya sebagai pemuas nafsu, kasihan Elena kalau cuma dimanfaati aja sama Merrick
2023-03-20
1
NandhiniAnak Babeh
sudah bab 18 ko merrik masih begitu aja sih Thor 😩😩😩
2022-04-13
1