BAB 2 Pernikahan

Merrik dan Elena dibawa ke balai desa untuk dinikahkan. Sepanjang proses pernikahan Elena tidak hentinya menitikan air mata, dia tidak menyangka perkataannya membuat dirinya dinikahkan. Dia pikir jika mengatakan mereka saling menyukai, mereka akan dilepaskan begitu saja. Namun, kenyatannya tidak sesuai dengan apa yang dia pikirkan. Dia harus menerima nasibnya menikah dengan pria asing yang hampir menodainya. Entah mengapa dia tidak berani mengatakan yang sejujurnya bahwa pria ini memang sengaja mencoba menodainya.

Mereka hanya dinikahkan secara agama. “Karena Elena masih sekolah maka kalian menikah secara agama terlebih dahulu, setelah lulus barulah kalian pergi mendaftarkan pernikahan kalian secara resmi,” tutur Kepala Desa.

‘Apa? Jadi dia masih anak sekolah!’ batin Merrik.

“Sekarang Elena menjadi tanggungjawabmu. Jagalah dia!” lanjut Kepala Desa.

“Ya.” Merrik hanya menjawab dengan singkat.

Elena dan Merrik meninggalkan balai desa, mereka pergi ke rumah Elena, diperjalanan pulang Merrik membuka obrolan. “Hei, kenapa Kepala Desa tadi yang menjadi wali nikahmu? Kemana Ayahmu?” tanya Merrik. Dia penasaran di sepanjang mereka dinikahkan tidak ada yang memperkenalkan kerabat Elena.

“Namaku Elena, Paman. Sepertinya tadi kamu lancar menyebut namaku saat akad tadi. Aku tidak memiliki Ayah dan juga saudara, aku hanya tinggal dengan Nenekku. Namun, dia pergi meninggal dunia enam bulan lalu,” ujar Elena sedih mengingat Neneknya.

“Jadi kamu sebatang kara?” tanya Merrik.

“Iya.”

Merrik terdiam setelah mendengar penuturan gadis yang baru saja ia nikahi. Dia sempat sedikit iba. Ya, hanya sedikit. Dirinya tidak pernah menyukai gadis miskin, baginya semua gadis miskin sama saja dengan ibu tirinya, manusia-manusia yang mencari jalan pintas untuk mengejar kekayaan. Menikah dengan Elena hanyalah lelucon baginya agar terhindar dari hukum adat dan juga pihak berwajib. Ada kelegaan di hatinya setelah mendengar pernikahan mereka hanya dilakukan secara agama. Dia tidak perlu repot mengurus perceraian jika dia meninggalkan gadis itu.

“Sudah sampai.” Elena membuka pintu dan masuk ke dalam rumah.

Merrik melihat keadaan rumah tersebut, rumah semi permanen dan kecil, tidak lebih besar dari kamar miliknya. “Selama ini kamu tinggal di sini?”

“Iya, Paman.”

Merrik terganggu dengan panggilan paman darinya. “Bisa kamu ganti panggilanmu padaku? Telingaku sakit mendengarnya!” ucap Merrik mengorek telinganya.

“Jadi aku harus panggil, apa?” tanya Elena.

“Yang penting jangan Paman!”

“Om,” ucap Elena ragu.

“Aish … panggil saja Kakak! Apa aku setua itu sampai harus dipanggil Om?” Merrik tidak ingin dipanggil Paman atau Om. Apalagi harus dipanggil suami. Dia lebih memilih dipanggil Kakak.

“Iya, Kak!”

“Kamu benar masih sekolah?”

“Sudah lulus, tinggal tunggu ijazah.”

“Apa rencanamu setelah lulus?”

“Aku akan mencari pekerjaan, setelah itu aku berencana untuk melanjutkan kuliah.”

“Selama ini, biaya hidup dapat dari mana?”

“Saat Nenek masih hidup, kami berjualan kue. Aku akan membawa ke sekolah untuk menjualnya. Tetapi sekarang aku juga membuat aksesoris dari biji-bijian untuk kujual.”

“Berapa usiamu?”

“Empat bulan lagi delapan belas tahun.”

“Kau tidak mau bertanya padaku? Dari tadi hanya aku yang bertanya padamu.”

“Emm ….” Elena bingung harus bertanya apa. “Berapa usia, Kakak?” dia bertanya seperti pertanyaan Merrik yang terakhir.

“27 tahun,” jawab Merrik singkat.

“Owh,” ucap Elena sedikit menunduk.

“Kenapa?” Merrik melihat kekecewaan pada wajah Elena, Apakah dirinya terlalu tua untuk Elena? Mereka hanya terpaut kurang dari sepuluh tahun.

“Tidak, tidak apa!” sergah Elena.

“Ada lagi yang mau kamu tanyakan?” tanya Merrik.

‘Ayo tanyalah! Tanyakan padaku, siapa diriku sebenarnya! Apa pekerjaannku? Berapa banyak kekayaaanku? Kamu pasti ingin tau bukan! Kamu pasti bisa melihat sendiri kalau aku bukan dari kalangan orang miskin!’ batin Merrik.

Elena hanya menatap Merrik dan menggelengkan kepalanya, dia benar-benar tidak tau apa yang harus dia tanyakan.

“Kau tidak ingin bertanya apapun padaku?” ucap Merrik lagi dan menatap lekat Elena.

‘Kamu pasti sedang berpura-pura, bukan? Aku yakin, kamu pasti sudah tau dari penampilanku bahwa aku tidak sama denganmu. Semua barang-barang yang aku pakai adalah dari designer terkenal. Kamu hanya berpura-pura polos agar aku jatuh hati padamu. Mencari pria kaya untuk mendapatkan kekayaan dan kemewahan secara instan.’ Otaknya berbicara terus-menerus meyakinkan Merrik untuk tidak mudah percaya pada perempuan miskin.

Elena bingung harus bicara apa, akhirnya terpikirkan sesuatu. “Kakak lapar?”

“Ha?”

“Maaf, aku tidak menawarkan makan Kakak dari tadi. Aku akan buatkan makan malam untuk Kakak.” Elena pergi meninggalkan Merrik sendiri dan menuju dapur. Lima belas menit kemudian Elena datang dengan membawa dua mangkuk mie instan, makanan instan seperti pernikahan instan mereka.

“Maaf Kak, hanya ada ini di dapur.” Elena meletakkan dua mangkuk mie di atas meja.

Merrik menatap mie instan tersebut. ‘Pandai sekali kamu berpura-pura lugu!’ ucap Merrik dalam hati.

Mereka makan sambil sedikit berbincang, “Sedang apa tadi kamu ke hutan?” tanya Merrik.

“Aku mencari jamur dan beberapa tumbuhan untuk dimasak, lumayan mengurangi pengeluaran. Sejak kecil aku sudah akrab dengan hutan.” ucap Elena jujur.

“Orang-orang yang menangkap kita juga sama, mencari tumbuhan?”

“Tidak, mereka hanya berpatroli.”

“Patroli? Hutan pun di patroli?” tanya Merrik penasaran.

“Mencari babi hutan, akhir-akhir ini ternak warga banyak yang hilang. Kemungkinan babi hutan yang mencurinya.”

“Kamu tidak takut ke hutan sendirian?”

“Sudah terbiasa!” Elena menyeruput kuah mie.

Setelah makan malam, Elena membereskan mangkuk mie instan tersebut. Setelah itu mengantar Merrik ke kamarnya. “Mari Kak, aku tunjukan kamar Kakak.” Elena menggiring Merrik kearah kamar bekas Neneknya. “Ini bisa Kakak pakai.”

“Ini untukku tidur?”

“Ya,” jawab Elena.

“Kamu juga tidur di sini?”

“Apa!” panik Elena.

Merrik melihat ketakutan di wajah Elena, melihat wajah yang panik semakin membuat Merrik menggodanya. “Bukankah kita sudah menikah? Wajar bukan jika tidur di kamar yang sama!” Merrik melangkah mendekati Elena. Elena mudur selangkah, Merrik maju selangkah.

“Kakak, ku mohon jangan lakukan.” Air mata Elena mulai mengalir, dia sangat takut berdekatan dengan pria yang statusnya sudah menjadi suaminya. Saat makan malam tadi Elena tidak merasa takut. Namun, saat ini Merrik sangat mengerikan, dia takut kejadian di hutan terjadi kembali.

Merrik melihat air mata yang mengalir di pipi Elena, entah mengapa ada sesuatu yang mengganjal hatinya. Dia mengulurkan tangan dan menghapus air mata yang ada di pipi Elena. “Sudah, aku hanya bercanda. Pergilah ke kamarmu.”

Elena mendongakkan kepalanya menatap wajah Merrik, lalu pamit meninggalkan Merrik dan kembali ke kamarnya sendiri.

Bersambung…

Novel ini on going, yang akan di up sehari sekali, kalau lebih berarti otor lagi sedeng 😁

Jangan lupa untuk like, love n komentarnya yach 😊😊😊 karena dukungan kalian sangat berarti untuk author

Salam Age Nairie 🥰😘

Terpopuler

Comments

Endang Sulistia

Endang Sulistia

😄😄

2025-04-02

1

Ainul Yaqin

Ainul Yaqin

🤣🤣🤣bisa aeeee thor
jadiii klo pembaca bc tiap hari ... samaaaa dong lgi sedeng ....😆😆

2023-09-21

2

Marini Rahman

Marini Rahman

aku kurang suka dengan nama panggilan kakak

2023-04-27

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Pertemuan
2 BAB 2 Pernikahan
3 BAB 3 Tali Rafia
4 BAB 4 Penjajakan
5 BAB 5 Ke Kota
6 BAB 6 Memulai Kepalsuan
7 BAB 7 Vitamin
8 BAB 8 Mendaftarkan Pernikahan Resmi
9 BAB 9 Area Bermain
10 BAB 10 Memberi Harapan
11 BAB 11 Eleanor
12 BAB 12 Maaf
13 BAB 13 Kedatangan Ricci
14 BAB 14 Surat Perjanjian
15 BAB 15 Test Pack
16 BAB 16 Clara
17 BAB 17 Aku Menyukaimu
18 BAB 18 Nama Anak
19 BAB 19 Ijin
20 BAB 20 Artis Idola
21 BAB 21 Coffee Shop
22 BAB 22 Kemurkaan Merrik
23 BAB 23 Tablet Kuning
24 BAB 24 Penjara Merrik
25 BAB 25 Tulus Mencintai
26 BAB 26 Rasa ini akan kusimpan seumur hidupku
27 BAB 27 Suara Burung Hantu
28 BAB 28 Takdir
29 BAB 29 Kartu Keluarga
30 Bab 30 Diary (Sisi Elena)
31 BAB 31 Bertemu
32 BAB 32 Berdiri di tengah hujan
33 BAB 33 Bimbang
34 BAB 34 Malam Lamaran
35 BAB 35 Efek Kecelakaan
36 BAB 36 Tuhan Maha Pemaaf
37 BAB 37 El Sunshine
38 BAB 38 Malam Penghargaan
39 BAB 39 Menggunakan Jas Merrik
40 BAB 40 Penyusup
41 BAB 41 Kopi Buatan Elena
42 BAB 42 Yang tersakiti itu aku, bukan dia!
43 BAB 43 Panggilan Bapak
44 BAB 44 Tempat Konseling Happiness
45 BAB 45 Tempat Konseling Happiness 2
46 BAB 46 Harga Diri Laki-laki
47 BAB 47 Pertemuan Dua Keluarga
48 BAB 48 Arka
49 BAB 49 Taman Hiburan
50 BAB 50 Sushi
51 BAB 51 Pulang
52 BAB 52 Terbuka
53 BAB 53 Diam-diam
54 BAB 54 999 Tangkai Mawar Merah
55 BAB 55 Ultimatum Amel
56 BAB 56 Apa kamu membuangku?
57 BAB 57 Berhentinya Lala
58 BAB 58 Percobaan kedua
59 BAB 59 Kehancuran Jewel Bright
60 BAB 60 Metode Terapi
61 BAB 61 Gadis Kecil
62 BAB 62 Pembicaraan Anak dan Ayah
63 BAB 63 Aku yang akan mengejarmu!
64 BAB 64 Melena
65 BAB 65 Tanggal Pernikahan
66 BAB 66 Akuisisi
67 BAB 67 Kembalinya Serigala Lapar Bag 1
68 BAB 68 Kembalinya Serigala Lapar Bag 2
69 BAB 69 Kembalinya Serigala Lapar Bag 3
70 BAB 70 Rapel
71 BAB 71 Satu persatu
72 BAB 72 Silsilah Lingerie
73 BAB 73 Tak Menduga
74 BAB 74 Awal Perjuangan
75 BAB 75 Tongseng
76 BAB 76 Pesta Barbeque
77 BAB 77 Jaminan
78 BAB 78 Perjanjian Pranikah
79 BAB 79 Hello Kitty (End)
80 BAB 80 Resepsi Pernikahan (End Part2)
81 BAB 81 The End
82 Terima Kasih
83 Merrik dan Elena : Honeymoon
84 Perfect Honeymoon
85 Arka dan Aisley 1
86 Arka dan Aisley 2
87 Arka dan Aisley 3
88 Arka dan Aisley 4
89 Arka dan Aisley 5
90 Arka dan Aisley 6
91 Arka dan Aisley 7
92 Arka dan Aisley 8
93 Arka dan Aisley 9
94 Arka dan Aisley 10
95 Arka dan Aisley 11
96 Arka dan Aisley 12
97 Arka dan Aisley 13
98 Arka dan Aisley : Kedatangan Merrik Elena
99 Arka dan Aisley End
100 Casanova dan Kutukan Cinta
101 My Pet Husband
102 Hello! Miss Call...
103 Bridge of Love
104 April's Voice
105 Lucid Dream
Episodes

Updated 105 Episodes

1
BAB 1 Pertemuan
2
BAB 2 Pernikahan
3
BAB 3 Tali Rafia
4
BAB 4 Penjajakan
5
BAB 5 Ke Kota
6
BAB 6 Memulai Kepalsuan
7
BAB 7 Vitamin
8
BAB 8 Mendaftarkan Pernikahan Resmi
9
BAB 9 Area Bermain
10
BAB 10 Memberi Harapan
11
BAB 11 Eleanor
12
BAB 12 Maaf
13
BAB 13 Kedatangan Ricci
14
BAB 14 Surat Perjanjian
15
BAB 15 Test Pack
16
BAB 16 Clara
17
BAB 17 Aku Menyukaimu
18
BAB 18 Nama Anak
19
BAB 19 Ijin
20
BAB 20 Artis Idola
21
BAB 21 Coffee Shop
22
BAB 22 Kemurkaan Merrik
23
BAB 23 Tablet Kuning
24
BAB 24 Penjara Merrik
25
BAB 25 Tulus Mencintai
26
BAB 26 Rasa ini akan kusimpan seumur hidupku
27
BAB 27 Suara Burung Hantu
28
BAB 28 Takdir
29
BAB 29 Kartu Keluarga
30
Bab 30 Diary (Sisi Elena)
31
BAB 31 Bertemu
32
BAB 32 Berdiri di tengah hujan
33
BAB 33 Bimbang
34
BAB 34 Malam Lamaran
35
BAB 35 Efek Kecelakaan
36
BAB 36 Tuhan Maha Pemaaf
37
BAB 37 El Sunshine
38
BAB 38 Malam Penghargaan
39
BAB 39 Menggunakan Jas Merrik
40
BAB 40 Penyusup
41
BAB 41 Kopi Buatan Elena
42
BAB 42 Yang tersakiti itu aku, bukan dia!
43
BAB 43 Panggilan Bapak
44
BAB 44 Tempat Konseling Happiness
45
BAB 45 Tempat Konseling Happiness 2
46
BAB 46 Harga Diri Laki-laki
47
BAB 47 Pertemuan Dua Keluarga
48
BAB 48 Arka
49
BAB 49 Taman Hiburan
50
BAB 50 Sushi
51
BAB 51 Pulang
52
BAB 52 Terbuka
53
BAB 53 Diam-diam
54
BAB 54 999 Tangkai Mawar Merah
55
BAB 55 Ultimatum Amel
56
BAB 56 Apa kamu membuangku?
57
BAB 57 Berhentinya Lala
58
BAB 58 Percobaan kedua
59
BAB 59 Kehancuran Jewel Bright
60
BAB 60 Metode Terapi
61
BAB 61 Gadis Kecil
62
BAB 62 Pembicaraan Anak dan Ayah
63
BAB 63 Aku yang akan mengejarmu!
64
BAB 64 Melena
65
BAB 65 Tanggal Pernikahan
66
BAB 66 Akuisisi
67
BAB 67 Kembalinya Serigala Lapar Bag 1
68
BAB 68 Kembalinya Serigala Lapar Bag 2
69
BAB 69 Kembalinya Serigala Lapar Bag 3
70
BAB 70 Rapel
71
BAB 71 Satu persatu
72
BAB 72 Silsilah Lingerie
73
BAB 73 Tak Menduga
74
BAB 74 Awal Perjuangan
75
BAB 75 Tongseng
76
BAB 76 Pesta Barbeque
77
BAB 77 Jaminan
78
BAB 78 Perjanjian Pranikah
79
BAB 79 Hello Kitty (End)
80
BAB 80 Resepsi Pernikahan (End Part2)
81
BAB 81 The End
82
Terima Kasih
83
Merrik dan Elena : Honeymoon
84
Perfect Honeymoon
85
Arka dan Aisley 1
86
Arka dan Aisley 2
87
Arka dan Aisley 3
88
Arka dan Aisley 4
89
Arka dan Aisley 5
90
Arka dan Aisley 6
91
Arka dan Aisley 7
92
Arka dan Aisley 8
93
Arka dan Aisley 9
94
Arka dan Aisley 10
95
Arka dan Aisley 11
96
Arka dan Aisley 12
97
Arka dan Aisley 13
98
Arka dan Aisley : Kedatangan Merrik Elena
99
Arka dan Aisley End
100
Casanova dan Kutukan Cinta
101
My Pet Husband
102
Hello! Miss Call...
103
Bridge of Love
104
April's Voice
105
Lucid Dream

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!