BAB 9 Area Bermain

Merrik memilih mengalihkan pembicaraan. "Sudah jangan di pikirkan biaya. Aku laki-laki, jadi aku akan memenuhi semua kebutuhanmu. Sekarang kita bayar semua ini." Merrik mengangkat kantung belanja yang penuh dengan pakaian Elena. Mata Elena membulat setelah melihat yanga ada di tangan Merrik. Dia lupa dengan bahasan meresmikan pernikahan. "Sebanyak ini, Kak? Ini terlalu banyak, aku hanya butuh empat atau lima potong saja."

"Sudah tidak apa!" Merrik menggiring Elena ke kasir tanpa melepas pakaian baby doll yang melekat pada tubuh Elena. Setelah keluar dari toko pakaian Elena pergi ke toilet untuk mengganti pakaian dalamnya karena tidak merasa nyaman dengan pakaian yang bekas kemarin. Tangan Merrik sudah membawa empat jinjingan pakaian Elena, mulai dari luaran hingga pakaian dalam. Merrik melihat ke sepatu kets Elena, bersih namun usang. Dia membawa Elena ke toko sepatu. "Pilih yang kamu suka," ujar Merrik.

"Tidak usah, nanti beli sandal saja di warung. Beli sepatunya bulan depan lagi saja, pas Kakak gajian."

"Sudah cepat pilih saja, memang pas nanti kuliah mau pakai sepatu itu?" ucap Merrik menunjuk sepatu yang dikenakan Elena.

"Apa? Kuliah?" tanya Elena.

"Bukannya kamu mau kuliah?"

"Iya, tapi nanti. Aku mau cari kerja dulu, jika sudah terkumpul uangnya aku akan daftar kuliah."

Merrik menatap sendu pada Elena, apakah benar gadis ini begitu polos? Apa benar dia tidak seperti yang di bayangkan? Merrik menggelengkan kepalanya sedikit, mengusir pikiran baik tentang Elena.

'Pasti dia hanya berpura-pura.' Gumam Merrik dalam hati.

"Aku yang akan mencari dana untukmu kuliah."

"Kakak serius?" ucap Elena sumringah.

"Ya." Merrik suka melihat Elena tersenyum. Namun, senyum Elena hanya sebentar setelah itu dia menundukkan kepalanya. "Tidak usah Kak, aku akan cari uang sendiri buat kuliah. Kakak sudah banyak cicilan, aku tidak mau menambah beban Kakak lagi."

"Kamu bisa kerja sambil kuliah jadi aku tidak terlalu terbebani."

'Kerja sebagai pemuasku!' tambah Merrik dalam hati.

"Baik, aku akan berusaha sekuat tenagaku!" ucap Elena bersemangat.

"Berusahalah!" ucap Merrik penuh makna.

Merrik membawa Elena berbelanja, tidak hanya sepatu dan sandal, dia juga membeli banyak keperluan perempuan, make-up dan juga aksesoris. Dia sendiri yang memilih setiap barang yang akan di pakai Elena. Memilih sesuai dengan fantasinya.

"Kak, sudah, ini terlalu banyak. Tidak usah belanja lagi." Elena mengangkat tangannya yang penuh kantong belanjaan, begitu pula tangan Merrik. "Ya sudah, kita bisa beli lagi esok hari."

Hati Elena berbunga, gadis remaja yang baru mengenal cinta terbuai dengan perilaku Merrik yang sangat perhatian dan royal.

Mereka berjalan keliling Mall, melewati area bermain. Elena berhenti di tempat, menatap area bermain tersebut. "Kenapa berhenti?" tanya Merrik setelah menyadari tidak ada pergerakan di sampingnya. Mata Merrik melihat Elena yang menatap area bermain. "Kamu mau main?"

"Apa boleh?" tanya Elena.

"Umurmu berapa masih main seperti itu?" ucap Merrik tertawa.

"Aku tidak pernah ke Mall, juga belum pernah main seperti itu. Boleh aku sebentar saja melihatnya?"

Rasa iba menghampiri Merrik. "Boleh, kita main bersama. Kamu tunggu di sini, aku beli kartunya dulu." Merrik pergi meninggalkan Elena dan mengantri beli kartu permainan.

Merrik kembali dengan membawa dua kartu. "Ayo kita main. Barang belanjaan nya kita titipkan saja dulu di penitipan barang!" ucap Merrik lalu menuju ke penitipan barang.

Mereka ke arah permainan film 4 Dimensi, masuk dalam sebuah ruangan tertutup dan naik keatas alat permainan seperti mobil, Mereka memakai sabuk pengaman dan memakai kacamata empat dimensi. Lampu mulai gelap, layar di depan mata mulai menampilkan gambaran suatu desa yang mencengkam. "Kak, apa harus gelap seperti ini? Kenapa jadi seram begini?" tanya Elena.

"Memang seperti ini permainannya, kamu pegangan yang kuat, kita akan bergerak. Seolah-olah kita sedang dalam perjalanan menemukan sebuah misi." Jelas Merrik.

Mesin mulai bergerak, Elena mulai panik karena seolah-oleh dia sedang berada di sebuah mobil yang melaju kencang dan sedang di buru oleh makhluk-makhluk aneh. Elena mulai menjerit karena getaran dan juga suasana mencengkam. Merrik hanya tertawa melihat tingkah Elena.

"Kepalaku pusing, aku tidak mau main itu lagi!" ucap Elena setelah keluar dari area permainan.

"Aku beli minuman dulu, kamu tunggu di sini. Mau ku belikan apa?"

"Terserah Kakak saja."

"Baik, jangan kemana-mana. Kamu tidak punya ponsel kalau kamu pergi aku susah carinya. Main saja dulu disini. Tau kan cara mainnya, tinggal kamu gesekan saja kartunya lalu mulai permainan."

"Iya."

Merrik pergi meninggalkan Elena untuk membelikan minum. Elena melanjutkan permainan, dia mencoba memainkan japit boneka, beberapa kali gagal mendapatkan boneka. Entah darimana ada seorang lelaki di samping Elena. "Hei, bukan seperti itu mainnya, biar ku tunjukan!" ujar lelaki itu.

Dengan raut bingung, Elena menggeser tubuhnya. Lelaki itu mulai mengarahkan target yang diincar. "Kamu harus mencari boneka yang agak menonjol dan tidak terhalang boneka lain, setelah itu baru lepas jepitnya." Lelaki itu mempraktekkan di depan Elena dan benar saja dia mendapatkan bonekanya. Lelaki itu mengambil bonekanya. "Ini untukmu." Lelaki itu menyodorkan boneka pada Elena.

"Tidak, perlu! Kamu yang sudah berusaha mendapatkannya, jadi boneka ini punyamu." Elena menolak pemberiannya.

"Apa kamu pernah melihat lelaki sejati main boneka?" Lelaki itu memberikan boneka secara paksa pada Elena.

"Tapi ...."

"Sudah kamu ambil saja. Ngomong-ngomong namaku Ivander, siapa namamu?" tanya Ivander menyodorkan tangannya. Elena menerima uluran tangan tersebut. "Elena."

"Masih sekolah, yah?" tanya Ivander.

"Sudah lulus tahun ini."

"Benarkah? Ada rencana kuliah?"

"Ada."

"Mau kuliah dimana? Siapa tau nanti aku jadi seniormu di kampus."

"Belum terpikirkan kuliah dimana!" ucap Elena.

"Boleh aku minta nomor telepon mu? Kita bisa bertukar informasi."

"Maaf, aku tidak punya handphone."

"Yang benar saja, jaman sekarang tidak punya handphone! Bilang saja kamu tidak mau memberikan nomor telepon mu!" ucap Ivander kesal. Dia melihat penampilan Elena dari atas hingga bawah, hanya kata cantik dalam pikirannya.

"Bukan seperti itu, aku memang tidak punya handphone."

"Sudahlah jangan buat alasan, sok jual mahal! Kamu datang ke sini sendirian karena berjualan 'kan?" ejek Ivander.

"Jualan?" tanya Elena bingung. "Aku tidak lagi jualan hari ini." Dalam bayangan Elena, Ivander menanyakan jualan kue, dia tidak mengerti arti jualan dari omongan Ivander adalah menjajakan diri di Mall.

"Ternyata kamu mengakuinya! Berapa tarifmu? Aku akan membayarnya."

"Tarif?" ucap Elena semakin bingung dengan perkataan Ivander.

"Jangan berlagak sok polos! Dasar ayam kampus! Cepat katakan berapa tarifmu, pasti akan ku bayar ...." Belum sempat Ivander menyelesaikan kalimatnya, dia sudah terjatuh ke lantai karena tiba-tiba ada yang memukul wajahnya.

"Tutup mulut kotormu!" ucap Merrik geram.

Bersambung .....

Jangan lupa untuk Tap like love vote n gift. Jika kalian suka novel ini boleh rekomendasi ke teman kalian agar cerita ini tidak hanya ada di rak buku kalian. 😊🥰

Di tunggu juga saran dan kritik nya agar Age bisa berkarya lebih baik lagi 🙏🙏🙏

Yang belum baca SAMUDRA NAYNA boleh di baca selagi menunggu up KAMUFLASE CINTA SANG CEO, Sudah tamat dan juga seru loh ceritanya 😊

Salam Age Nairie 🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

Nurma sari Sari

Nurma sari Sari

kasihan Elena, disikut kanan kiri, maju mundur kena, selalu orang berprasangka buruk padanya, bahkan laki2 yg sdh menjadi suaminya pun masih beranggapan buruk pada elena....

2023-03-20

1

Ara Hasyim

Ara Hasyim

tidak slh klu Alena digoda pria lain bang merrick,,karna Alena blom mendptkn status yg sebenarnya hy secr agama saj..awas lo ntar klo Alena kuliah uhhh pasti bakal byk yg naksir...

2022-04-29

2

Aie

Aie

next Thor semangat

2022-04-04

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Pertemuan
2 BAB 2 Pernikahan
3 BAB 3 Tali Rafia
4 BAB 4 Penjajakan
5 BAB 5 Ke Kota
6 BAB 6 Memulai Kepalsuan
7 BAB 7 Vitamin
8 BAB 8 Mendaftarkan Pernikahan Resmi
9 BAB 9 Area Bermain
10 BAB 10 Memberi Harapan
11 BAB 11 Eleanor
12 BAB 12 Maaf
13 BAB 13 Kedatangan Ricci
14 BAB 14 Surat Perjanjian
15 BAB 15 Test Pack
16 BAB 16 Clara
17 BAB 17 Aku Menyukaimu
18 BAB 18 Nama Anak
19 BAB 19 Ijin
20 BAB 20 Artis Idola
21 BAB 21 Coffee Shop
22 BAB 22 Kemurkaan Merrik
23 BAB 23 Tablet Kuning
24 BAB 24 Penjara Merrik
25 BAB 25 Tulus Mencintai
26 BAB 26 Rasa ini akan kusimpan seumur hidupku
27 BAB 27 Suara Burung Hantu
28 BAB 28 Takdir
29 BAB 29 Kartu Keluarga
30 Bab 30 Diary (Sisi Elena)
31 BAB 31 Bertemu
32 BAB 32 Berdiri di tengah hujan
33 BAB 33 Bimbang
34 BAB 34 Malam Lamaran
35 BAB 35 Efek Kecelakaan
36 BAB 36 Tuhan Maha Pemaaf
37 BAB 37 El Sunshine
38 BAB 38 Malam Penghargaan
39 BAB 39 Menggunakan Jas Merrik
40 BAB 40 Penyusup
41 BAB 41 Kopi Buatan Elena
42 BAB 42 Yang tersakiti itu aku, bukan dia!
43 BAB 43 Panggilan Bapak
44 BAB 44 Tempat Konseling Happiness
45 BAB 45 Tempat Konseling Happiness 2
46 BAB 46 Harga Diri Laki-laki
47 BAB 47 Pertemuan Dua Keluarga
48 BAB 48 Arka
49 BAB 49 Taman Hiburan
50 BAB 50 Sushi
51 BAB 51 Pulang
52 BAB 52 Terbuka
53 BAB 53 Diam-diam
54 BAB 54 999 Tangkai Mawar Merah
55 BAB 55 Ultimatum Amel
56 BAB 56 Apa kamu membuangku?
57 BAB 57 Berhentinya Lala
58 BAB 58 Percobaan kedua
59 BAB 59 Kehancuran Jewel Bright
60 BAB 60 Metode Terapi
61 BAB 61 Gadis Kecil
62 BAB 62 Pembicaraan Anak dan Ayah
63 BAB 63 Aku yang akan mengejarmu!
64 BAB 64 Melena
65 BAB 65 Tanggal Pernikahan
66 BAB 66 Akuisisi
67 BAB 67 Kembalinya Serigala Lapar Bag 1
68 BAB 68 Kembalinya Serigala Lapar Bag 2
69 BAB 69 Kembalinya Serigala Lapar Bag 3
70 BAB 70 Rapel
71 BAB 71 Satu persatu
72 BAB 72 Silsilah Lingerie
73 BAB 73 Tak Menduga
74 BAB 74 Awal Perjuangan
75 BAB 75 Tongseng
76 BAB 76 Pesta Barbeque
77 BAB 77 Jaminan
78 BAB 78 Perjanjian Pranikah
79 BAB 79 Hello Kitty (End)
80 BAB 80 Resepsi Pernikahan (End Part2)
81 BAB 81 The End
82 Terima Kasih
83 Merrik dan Elena : Honeymoon
84 Perfect Honeymoon
85 Arka dan Aisley 1
86 Arka dan Aisley 2
87 Arka dan Aisley 3
88 Arka dan Aisley 4
89 Arka dan Aisley 5
90 Arka dan Aisley 6
91 Arka dan Aisley 7
92 Arka dan Aisley 8
93 Arka dan Aisley 9
94 Arka dan Aisley 10
95 Arka dan Aisley 11
96 Arka dan Aisley 12
97 Arka dan Aisley 13
98 Arka dan Aisley : Kedatangan Merrik Elena
99 Arka dan Aisley End
100 Casanova dan Kutukan Cinta
101 My Pet Husband
102 Hello! Miss Call...
103 Bridge of Love
104 April's Voice
105 Lucid Dream
Episodes

Updated 105 Episodes

1
BAB 1 Pertemuan
2
BAB 2 Pernikahan
3
BAB 3 Tali Rafia
4
BAB 4 Penjajakan
5
BAB 5 Ke Kota
6
BAB 6 Memulai Kepalsuan
7
BAB 7 Vitamin
8
BAB 8 Mendaftarkan Pernikahan Resmi
9
BAB 9 Area Bermain
10
BAB 10 Memberi Harapan
11
BAB 11 Eleanor
12
BAB 12 Maaf
13
BAB 13 Kedatangan Ricci
14
BAB 14 Surat Perjanjian
15
BAB 15 Test Pack
16
BAB 16 Clara
17
BAB 17 Aku Menyukaimu
18
BAB 18 Nama Anak
19
BAB 19 Ijin
20
BAB 20 Artis Idola
21
BAB 21 Coffee Shop
22
BAB 22 Kemurkaan Merrik
23
BAB 23 Tablet Kuning
24
BAB 24 Penjara Merrik
25
BAB 25 Tulus Mencintai
26
BAB 26 Rasa ini akan kusimpan seumur hidupku
27
BAB 27 Suara Burung Hantu
28
BAB 28 Takdir
29
BAB 29 Kartu Keluarga
30
Bab 30 Diary (Sisi Elena)
31
BAB 31 Bertemu
32
BAB 32 Berdiri di tengah hujan
33
BAB 33 Bimbang
34
BAB 34 Malam Lamaran
35
BAB 35 Efek Kecelakaan
36
BAB 36 Tuhan Maha Pemaaf
37
BAB 37 El Sunshine
38
BAB 38 Malam Penghargaan
39
BAB 39 Menggunakan Jas Merrik
40
BAB 40 Penyusup
41
BAB 41 Kopi Buatan Elena
42
BAB 42 Yang tersakiti itu aku, bukan dia!
43
BAB 43 Panggilan Bapak
44
BAB 44 Tempat Konseling Happiness
45
BAB 45 Tempat Konseling Happiness 2
46
BAB 46 Harga Diri Laki-laki
47
BAB 47 Pertemuan Dua Keluarga
48
BAB 48 Arka
49
BAB 49 Taman Hiburan
50
BAB 50 Sushi
51
BAB 51 Pulang
52
BAB 52 Terbuka
53
BAB 53 Diam-diam
54
BAB 54 999 Tangkai Mawar Merah
55
BAB 55 Ultimatum Amel
56
BAB 56 Apa kamu membuangku?
57
BAB 57 Berhentinya Lala
58
BAB 58 Percobaan kedua
59
BAB 59 Kehancuran Jewel Bright
60
BAB 60 Metode Terapi
61
BAB 61 Gadis Kecil
62
BAB 62 Pembicaraan Anak dan Ayah
63
BAB 63 Aku yang akan mengejarmu!
64
BAB 64 Melena
65
BAB 65 Tanggal Pernikahan
66
BAB 66 Akuisisi
67
BAB 67 Kembalinya Serigala Lapar Bag 1
68
BAB 68 Kembalinya Serigala Lapar Bag 2
69
BAB 69 Kembalinya Serigala Lapar Bag 3
70
BAB 70 Rapel
71
BAB 71 Satu persatu
72
BAB 72 Silsilah Lingerie
73
BAB 73 Tak Menduga
74
BAB 74 Awal Perjuangan
75
BAB 75 Tongseng
76
BAB 76 Pesta Barbeque
77
BAB 77 Jaminan
78
BAB 78 Perjanjian Pranikah
79
BAB 79 Hello Kitty (End)
80
BAB 80 Resepsi Pernikahan (End Part2)
81
BAB 81 The End
82
Terima Kasih
83
Merrik dan Elena : Honeymoon
84
Perfect Honeymoon
85
Arka dan Aisley 1
86
Arka dan Aisley 2
87
Arka dan Aisley 3
88
Arka dan Aisley 4
89
Arka dan Aisley 5
90
Arka dan Aisley 6
91
Arka dan Aisley 7
92
Arka dan Aisley 8
93
Arka dan Aisley 9
94
Arka dan Aisley 10
95
Arka dan Aisley 11
96
Arka dan Aisley 12
97
Arka dan Aisley 13
98
Arka dan Aisley : Kedatangan Merrik Elena
99
Arka dan Aisley End
100
Casanova dan Kutukan Cinta
101
My Pet Husband
102
Hello! Miss Call...
103
Bridge of Love
104
April's Voice
105
Lucid Dream

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!