BAB 4 Penjajakan

Entah mengapa saat melihat Elena mengigit bibirnya, Merrik ada keinginan menciumnya. Setelah ikatan tersebut terlepas dia mendekatkan diri dan menciumnya.

"Apa yang Kakak lakukan?" Elena mudur dan terduduk di lantai

"Tidak ada," ucap Merrik.

"Tadi Kakak menciumku!"

"Lalu?"

"Aku akan lapor Kepala Desa tentang apa yang Kakak lakukan! Aku juga akan lapor polisi!" Ancam Elena. Dia takut jika harus berlama-lama bersama Merrik.

"Untuk apa? Kita sudah di nikahkan! Kamu mau lapor polisi? Semua orang desa tau kita sudah menikah."

Elena mulai minitikan air matanya. "Jadi, kita akan tinggal bersama seterusnya?"

'Apa ini? Apa dia sedang melakukan lelucon? Apakah remaja mudah sekali menangis?' Gumamnya dalam hati.

"Elena, kita sudah menikah, tentu saja kita akan tinggal bersama. Kamu tenang saja aku tidak akan berbuat macam-macam padamu sampai kamu bersedia. Namun, kita juga harus lebih saling mengenal agar terjalin hubungan sebagimana mestinya. Sudah jangan menangis lagi!" Bujuk Merrik.

'Ada apa denganku? Kenapa aku malah membujuknya! Bukankah aku seharusnya menceraikan nya!' batin Merrik.

"Apa kita tidak bisa membatalkan pernikahan kita?" ucap Elena.

'Apa maksudnya? Apa dia minta cerai dariku? Seharusnya aku yang menceraikan nya bukan dia yang meminta.' Kesal Merrik dalam hati.

"Maksudmu, cerai?" tanya Merrik memastikan dan Elena hanya menganggukkan kepalanya.

"Kita menikah belum dua puluh empat jam, apa kata orang desa jika tau kita bercerai, bisa jadi kita akan di arak keliling kampung dan kamu bisa di cap perempuan tidak benar!" Ancam Merrik.

"Tidak, aku perempuan baik-baik!" Panik Elena.

"Tapi semua orang desa taunya kita berbuat mesum. Jadi sekarang kita jalani saja dulu. Kita coba untuk saling mengenal. Aku janji tidak akan berbuat yang tidak-tidak padamu!"

"Maksud Kakak kita saling mengenal seperti orang pacaran?" tanya Elena polos, dia tidak pernah pacaran.

'Apa? Pacaran dengan gadis sepertimu? Yang benar saja!' Batin Merrik menolak kata pacaran.

"Kita penjajakan dulu saja," ucap Merrik mengganti kata pacaran. Suara batin dan suara yang ia keluarkan bertolak belakang.

Elena hanya diam membisu. "Kenapa diam?" tanya Merrik.

"Aku belum pernah pacaran, jadi tidak tau caranya?" ujar Elena.

'Benar-benar lelucon! Dengan wajah cantik seperti itu tidak pernah berpacaran? Apa kau sedang memainkan drama? Pandai sekali kau memainkan peran!' Merrik meragukan perkataan Elena.

"Tidak apa, nanti bisa sendiri secara alami, kita hanya menjalankan saja," ucap Merrik. Lagi-lagi dia hanya bisa memaki Elena dalam hati. Namun, perkataan yang keluar dari mulutnya tidak sesuai dengan batinnya.

Elena hanya menganggukkan kepalanya, dia mendekati Merrik dan melanjutkan membuka tali di kaki Merrik. "Kemana saja dirimu? Aku tidak melihatmu dari tadi pagi!" tanya Merrik.

"Aku antar barang dagangan, sekalian mencari bahan untukku membuat aksesoris," jawab Elena. Setelah itu bangkit dari duduknya. "Kakak habis mabuk ya? Tadi aku menemukan kaleng minuman!" ujar Elena menunduk.

"Iya," jawab Merrik singkat.

"Itu haram Kak, lebih baik jangan diminum lagi." Elena masih menundukkan kepalanya.

"Ya, ini yang terakhir." Entah kenapa Merrik mendengarkan nasehat Elena.

"Aku ambilkan makan siang untuk Kakak, tunggu sebentar." Elena pergi ke dapur dan setelah beberapa saat dia membawa masakannya ke meja ruang tamu, dia tidak mempunyai meja makan, jadi meja tamu dijadikan multifungsi sekaligus menjadi meja makan.

Merrik hanya melihat hanya satu piring kosong, Elena mengisi piring tersebut dengan nasi dan menyodorkan pada Merrik. "Piringmu yang mana?" tanya Merrik.

"Aku belum lapar, Kak."

"Cepat ambil piring, kita makan bersama." Titah Merrik.

"Baik." Elena takut jika mendengar suara Merrik meninggi, dia menuruti Merrik dan ikut makan siang bersama.

Setelah makan siang, Elena kembali ke kamarnya, dia membuka kisi-kisi ujian masuk Universitas dan mulai tenggelam dalam soal-soal tersebut hingga menjelang sore.

Merrik tidak melihat Elena, Merrik mulai mencarinya, dia melihat Elena duduk di meja belajarnya. Merrik mendekat dan menyentuh pundaknya. "Sedang apa?"

Elena sedikit terkejut dengan kedatangan Merrik. "Sedang belajar, Kak."

"Bukannya sudah selesai ujian?"

"Aku lagi belajar untuk persiapan masuk Universitas."

Merrik melirik di buku Elena. "Kenapa itu banyak kosong?" tunjuk Merrik pada soal matematika yang belum di isi.

"Tidak tau caranya, Kak. Aku tidak terlalu pandai," jawab Elena jujur.

"Biar aku bantu."

"Kakak bisa?" ucap Elena melebarkan matanya.

"Kau meremehkanku." Merrik mengambil kursi yang ada di depan meja rias dan memindahkan di samping Elena. Dia seorang juara umum saat sekolah, tidak sulit baginya menyelesaikan soal tersebut. Elena memperhatikan dengan seksama saat Merrik menjelaskan. Setelah itu, dia mencoba menyelesaikan dengan apa yang Merrik ajarkan.

Merrik melihat Elena tersenyum saat mengerjakan soal, Elena sangat senang bisa mengerjakan dengan mudah, sudah mulai merasa nyaman di dekat Merrik, tidak ada ketakutan berada di samping Merrik lagi. Tangan Merrik tanpa sadar mengusap rambut Elena. Elena menoleh saat merasakan sentuhan di kepalanya. Mereka saling tatap, Merrik mendekatkan wajahnya, Elena memundurkan kepalanya, Merrik menahannya dan mulai menciumnya. Elena hanya melebarkan matanya dan mengeratkan bibirnya, tangannya menggenggam erat pensil yang dari tadi menemaninya mengerjakan soal. Tidak ada balasan dari Elena, Merrik merenggangkan bibir mereka sedikit dan berkata, "Buka mulutmu!" Seperti terhipnotis, Elena membuka sedikit mulutnya dan Merrik memulai aksinya. Merrik bebas mengekplorasi bibir yang di kecapnya.

Setelah sekian lama, Merrik menghentikan aksinya, entah mengapa dia menginginkan lebih, dia sangat bisa mengontrol dirinya saat berpacaran dengan Clara, beberapa kali berciuman dengan Clara. Namun, tidak pernah sekalipun Merrik yang memulai, Clara lah yang selalu memulai, tetapi entah kenapa berbeda dengan Elena, secara naluri ingin mendapatkan lebih dari gadis ini. Namun, dia sudah berjanji pada Elena untuk menunggunya bersedia, dia tidak ingin membuat Elena takut.

"Jangan pernah melakukan ini dengan pria lain! Mengerti?" ucap Merrik. Elena hanya menganggukkan kepalanya. Dia bingung harus berkata apa, Merrik adalah pria pertama yang dekat dengannya sekaligus langsung menjadi suaminya. Hatinya berdebar akan ciuman tadi, dia tidak tau bagaimana perasaannya sekarang.

Merrik meninggalkan kamar Elena, dia tidak bisa berlama-lama berdekatan dengan Elena, bisa-bisa dia menerkamnya, dia harus memikirkan cara agar Elena mau dengan suka rela melakukanya. Dia tidak ingin memaksa yang akan membuatnya trauma.

'Ada apa denganku? Bukannya seharusnya aku meninggalkannya?' ucap Merrik dalam hati dan mengusap kasar wajahnya.

Bersambung...

Novel on going, yang akan di up sehari sekali, karena saat ini otor sedang tahap menyelesaikan karya otor yg berjudul Samudra Nayna 😊 namun diusahakan untuk up lebih.

Bagi yang belum baca SAMUDRA NAYNA boleh diintip dulu, ceritanya oke punya loh 😁

Jangan lupa untuk like, love n komentarnya yach 😊😊😊 karena dukungan kalian sangat berarti untuk author

Salam Age Nairie 🥰😘

Terpopuler

Comments

Nurma sari Sari

Nurma sari Sari

lanjut....

2023-03-20

1

Ara Hasyim

Ara Hasyim

benih² ❤sdh mulai tumbuh🌹🌹🌹,g rugi kok dpt Alena meskipun msh remaja ,malah dpt untung bayaaakk,bs dididk sesuai yg diinginkan Alena penurut baik mandiri cantaiikk akhh mungkin msh byk yg lainnya lg...berlian yg tersembunyi di desa..klu msk kota jd rebutan tuh awas merrick jgn smpai lepas...ikat seumur hidup

2022-04-28

3

Safini Azizah

Safini Azizah

terbawa cerita 😘

2022-04-26

3

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Pertemuan
2 BAB 2 Pernikahan
3 BAB 3 Tali Rafia
4 BAB 4 Penjajakan
5 BAB 5 Ke Kota
6 BAB 6 Memulai Kepalsuan
7 BAB 7 Vitamin
8 BAB 8 Mendaftarkan Pernikahan Resmi
9 BAB 9 Area Bermain
10 BAB 10 Memberi Harapan
11 BAB 11 Eleanor
12 BAB 12 Maaf
13 BAB 13 Kedatangan Ricci
14 BAB 14 Surat Perjanjian
15 BAB 15 Test Pack
16 BAB 16 Clara
17 BAB 17 Aku Menyukaimu
18 BAB 18 Nama Anak
19 BAB 19 Ijin
20 BAB 20 Artis Idola
21 BAB 21 Coffee Shop
22 BAB 22 Kemurkaan Merrik
23 BAB 23 Tablet Kuning
24 BAB 24 Penjara Merrik
25 BAB 25 Tulus Mencintai
26 BAB 26 Rasa ini akan kusimpan seumur hidupku
27 BAB 27 Suara Burung Hantu
28 BAB 28 Takdir
29 BAB 29 Kartu Keluarga
30 Bab 30 Diary (Sisi Elena)
31 BAB 31 Bertemu
32 BAB 32 Berdiri di tengah hujan
33 BAB 33 Bimbang
34 BAB 34 Malam Lamaran
35 BAB 35 Efek Kecelakaan
36 BAB 36 Tuhan Maha Pemaaf
37 BAB 37 El Sunshine
38 BAB 38 Malam Penghargaan
39 BAB 39 Menggunakan Jas Merrik
40 BAB 40 Penyusup
41 BAB 41 Kopi Buatan Elena
42 BAB 42 Yang tersakiti itu aku, bukan dia!
43 BAB 43 Panggilan Bapak
44 BAB 44 Tempat Konseling Happiness
45 BAB 45 Tempat Konseling Happiness 2
46 BAB 46 Harga Diri Laki-laki
47 BAB 47 Pertemuan Dua Keluarga
48 BAB 48 Arka
49 BAB 49 Taman Hiburan
50 BAB 50 Sushi
51 BAB 51 Pulang
52 BAB 52 Terbuka
53 BAB 53 Diam-diam
54 BAB 54 999 Tangkai Mawar Merah
55 BAB 55 Ultimatum Amel
56 BAB 56 Apa kamu membuangku?
57 BAB 57 Berhentinya Lala
58 BAB 58 Percobaan kedua
59 BAB 59 Kehancuran Jewel Bright
60 BAB 60 Metode Terapi
61 BAB 61 Gadis Kecil
62 BAB 62 Pembicaraan Anak dan Ayah
63 BAB 63 Aku yang akan mengejarmu!
64 BAB 64 Melena
65 BAB 65 Tanggal Pernikahan
66 BAB 66 Akuisisi
67 BAB 67 Kembalinya Serigala Lapar Bag 1
68 BAB 68 Kembalinya Serigala Lapar Bag 2
69 BAB 69 Kembalinya Serigala Lapar Bag 3
70 BAB 70 Rapel
71 BAB 71 Satu persatu
72 BAB 72 Silsilah Lingerie
73 BAB 73 Tak Menduga
74 BAB 74 Awal Perjuangan
75 BAB 75 Tongseng
76 BAB 76 Pesta Barbeque
77 BAB 77 Jaminan
78 BAB 78 Perjanjian Pranikah
79 BAB 79 Hello Kitty (End)
80 BAB 80 Resepsi Pernikahan (End Part2)
81 BAB 81 The End
82 Terima Kasih
83 Merrik dan Elena : Honeymoon
84 Perfect Honeymoon
85 Arka dan Aisley 1
86 Arka dan Aisley 2
87 Arka dan Aisley 3
88 Arka dan Aisley 4
89 Arka dan Aisley 5
90 Arka dan Aisley 6
91 Arka dan Aisley 7
92 Arka dan Aisley 8
93 Arka dan Aisley 9
94 Arka dan Aisley 10
95 Arka dan Aisley 11
96 Arka dan Aisley 12
97 Arka dan Aisley 13
98 Arka dan Aisley : Kedatangan Merrik Elena
99 Arka dan Aisley End
100 Casanova dan Kutukan Cinta
101 My Pet Husband
102 Hello! Miss Call...
103 Bridge of Love
104 April's Voice
105 Lucid Dream
Episodes

Updated 105 Episodes

1
BAB 1 Pertemuan
2
BAB 2 Pernikahan
3
BAB 3 Tali Rafia
4
BAB 4 Penjajakan
5
BAB 5 Ke Kota
6
BAB 6 Memulai Kepalsuan
7
BAB 7 Vitamin
8
BAB 8 Mendaftarkan Pernikahan Resmi
9
BAB 9 Area Bermain
10
BAB 10 Memberi Harapan
11
BAB 11 Eleanor
12
BAB 12 Maaf
13
BAB 13 Kedatangan Ricci
14
BAB 14 Surat Perjanjian
15
BAB 15 Test Pack
16
BAB 16 Clara
17
BAB 17 Aku Menyukaimu
18
BAB 18 Nama Anak
19
BAB 19 Ijin
20
BAB 20 Artis Idola
21
BAB 21 Coffee Shop
22
BAB 22 Kemurkaan Merrik
23
BAB 23 Tablet Kuning
24
BAB 24 Penjara Merrik
25
BAB 25 Tulus Mencintai
26
BAB 26 Rasa ini akan kusimpan seumur hidupku
27
BAB 27 Suara Burung Hantu
28
BAB 28 Takdir
29
BAB 29 Kartu Keluarga
30
Bab 30 Diary (Sisi Elena)
31
BAB 31 Bertemu
32
BAB 32 Berdiri di tengah hujan
33
BAB 33 Bimbang
34
BAB 34 Malam Lamaran
35
BAB 35 Efek Kecelakaan
36
BAB 36 Tuhan Maha Pemaaf
37
BAB 37 El Sunshine
38
BAB 38 Malam Penghargaan
39
BAB 39 Menggunakan Jas Merrik
40
BAB 40 Penyusup
41
BAB 41 Kopi Buatan Elena
42
BAB 42 Yang tersakiti itu aku, bukan dia!
43
BAB 43 Panggilan Bapak
44
BAB 44 Tempat Konseling Happiness
45
BAB 45 Tempat Konseling Happiness 2
46
BAB 46 Harga Diri Laki-laki
47
BAB 47 Pertemuan Dua Keluarga
48
BAB 48 Arka
49
BAB 49 Taman Hiburan
50
BAB 50 Sushi
51
BAB 51 Pulang
52
BAB 52 Terbuka
53
BAB 53 Diam-diam
54
BAB 54 999 Tangkai Mawar Merah
55
BAB 55 Ultimatum Amel
56
BAB 56 Apa kamu membuangku?
57
BAB 57 Berhentinya Lala
58
BAB 58 Percobaan kedua
59
BAB 59 Kehancuran Jewel Bright
60
BAB 60 Metode Terapi
61
BAB 61 Gadis Kecil
62
BAB 62 Pembicaraan Anak dan Ayah
63
BAB 63 Aku yang akan mengejarmu!
64
BAB 64 Melena
65
BAB 65 Tanggal Pernikahan
66
BAB 66 Akuisisi
67
BAB 67 Kembalinya Serigala Lapar Bag 1
68
BAB 68 Kembalinya Serigala Lapar Bag 2
69
BAB 69 Kembalinya Serigala Lapar Bag 3
70
BAB 70 Rapel
71
BAB 71 Satu persatu
72
BAB 72 Silsilah Lingerie
73
BAB 73 Tak Menduga
74
BAB 74 Awal Perjuangan
75
BAB 75 Tongseng
76
BAB 76 Pesta Barbeque
77
BAB 77 Jaminan
78
BAB 78 Perjanjian Pranikah
79
BAB 79 Hello Kitty (End)
80
BAB 80 Resepsi Pernikahan (End Part2)
81
BAB 81 The End
82
Terima Kasih
83
Merrik dan Elena : Honeymoon
84
Perfect Honeymoon
85
Arka dan Aisley 1
86
Arka dan Aisley 2
87
Arka dan Aisley 3
88
Arka dan Aisley 4
89
Arka dan Aisley 5
90
Arka dan Aisley 6
91
Arka dan Aisley 7
92
Arka dan Aisley 8
93
Arka dan Aisley 9
94
Arka dan Aisley 10
95
Arka dan Aisley 11
96
Arka dan Aisley 12
97
Arka dan Aisley 13
98
Arka dan Aisley : Kedatangan Merrik Elena
99
Arka dan Aisley End
100
Casanova dan Kutukan Cinta
101
My Pet Husband
102
Hello! Miss Call...
103
Bridge of Love
104
April's Voice
105
Lucid Dream

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!