Merrik melajukan mobilnya untuk menjemput Elena, suasana hatinya sedikit memburuk akibat pertemuannya dengan Clara pagi ini, dia membenci perselingkuhan Clara dengan Pras, sahabatnya sendiri. Dia mengira hubungannya dengan Clara akan sempurna tetapi dia malah dikhianati.
Merrik menunggu Elena di tempat dia mengantarnya. Dia berdiri di samping mobilnya dan mengirim chat pada Elena. Baru saja mengirim chat, dia sudah melihat Elena bersama dengan Clara menghampirinya. Merrik langsung memutar bola matanya.
"Kak," sapa Elena setelah berada di depan Merrik.
"Merrik, ada yang ingin kubicarakan dengan mu. Bersama Elena juga tidak apa," ucap Clara.
"Kak Clara bilang kalian teman kuliah," imbuh Elena.
"Mau bicara dimana?" tanya Merrik cuek.
Belum sempat menjawab, telepon Elena berdering. Dia mengangkat telepon dari Michele. "Hallo!" ucap Elena.
Merrik dan Clara menunggu Elena berbicara melalui telepon. Mereka menunggu tanpa mengeluarkan suara. Sampai akhir nya Elena selesai. "Kak, aku masuk dulu ke kelas, aku lupa mengumpulkan quiz. Tidak akan lama kok."
"Ya sudah pergilah," ujar Merrik.
Elena pergi kembali ke kelas, sebelum pergi dia memberi senyum pada Clara.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Merrik saat Elena pergi.
"Aku ingin minta maaf padamu. Aku tau aku salah menerima cinta Pras sebelum memutuskan hubungan kita."
"Lalu, apa gunanya kamu bilang sekarang? Kau tidak hanya menghancurkan hubungan kita tapi hubungan persahabatan ku dengan Pras juga hancur!"
"Aku tau, aku salah. Aku mohon maaf padamu dan aku ingin kamu memaafkan kami."
"Apa kalian pantas untuk dimaafkan?"
"Merrik, aku ingin hubungan kita membaik. Kamu tetaplah menjadi sahabat Pras."
"Kamu pikir, kami masih bisa menjadi sahabat? Lelucon!"
"Aku tau, kami salah. Bukan berarti kamu juga tidak bersalah."
"Apa maksudmu?"
"He! Kau berlagak seperti orang yang menderita karena patah hati. Padahal kamu tidak pernah mencintaiku, kau hanya menganggap diriku sebagai pajangan yang bisa kamu pamerkan kesemua orang!"
"Kamu jangan bicara sembarangan!" Bentak Merrik.
"Apa kamu berani sumpah bahwa selama kita berpacaran kamu mencintaiku?" Tantang Clara.
Merrik diam sejenak. "Apakah penting membicarakan soal cinta sekarang?"
"Tentu saja! Karena selama ini kamu tidak pernah mencintaiku dan aku menyadari itu." Clara menghembuskan nafasnya kasar. " Saat itu, Pras menawarkan cinta tulusnya padaku dan aku mulai merasa nyaman dengannya, hanya dia yang selalu di sampingku. Sedangkan kamu, hanya membutuhkanku jika ada acara yang mengharuskan aku datang, kamu selalu mengabaikanku! Jika kamu ingat, aku pernah meminta putus padamu, namun kamu menolak dengan alasan kita bisa menjadi pasangan yang sempurna. Tapi apa? Aku sudah menunggumu cukup lama, tapi hatimu tetap tidak untukku! Apakah aku salah mencari cinta yang tulus padaku?"
"Jika kamu kesini hanya untuk bicara omong kosong, maka pergilah!" Usir Merrik. Dia pun tidak dapat menyangkal perkataan Clara, dia tidak tau perasaannya terhadap Clara, selama berpacaran yang ia tahu hanyalah mereka tampak seperti pasangan yang sempurna. Cantik dan tampan, mereka pun terkenal pintar dan kaya. Merrik hanya merasa mereka sepadan.
"Terserah jika kamu membenciku, tapi jangan membenci Pras, dia selalu menganggapmu sebagai saudaranya."
"Kau tidak perlu ikut campur urusanku dengannya."
Clara merasa frustasi, dia tidak tau bagaimana lagi cara membuat Merrik untuk memaafkan dirinya. Tiba-tiba dia teringat Elena. "Apa kamu mencintai Elena?"
"Bukan urusanmu!"
"Dia bilang kalian tinggal bersama!" ucap Clara.
"Itu bukan urusanmu!"
"Aku tidak akan membiarkanmu jika hanya mempermainkan nya!"
"Apa maksudmu?"
"Aku tau dirimu Merrik, Elena gadis desa yang miskin dan kau sangat membenci gadis miskin. Jika kau memang tulus padanya nikahi dia! Jangan hanya mengambil keuntungan darinya! Dia hanya seorang remaja yang baru menuju dewasa! Jangan mempermainkan perasaan orang lain, kamu dulu sangat menjaga kehormatanku tapi kenapa sekarang kamu menjadi seorang laki-laki brengsek!"
"Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan!"
"Jangan berpura-pura! Aku tau, kau telah mengambil keuntungan darinya, kau merusaknya Merrik!"
"Tidak ada urusan dengan mu?"
"Akan berurusan denganku, karena aku juga perempuan. Maka, tidak akan tinggal diam jika melihat perempuan lain di sakiti! Aku tidak akan membiarkan dirimu menyakiti Elena! Lepaskan dia jika kamu tidak mencintainya!" Bentak Clara.
"Kak, apa maksudnya?" tanya Elena yang tiba-tiba datang, tatapan matanya sedih.
Merrik langsung menghampiri Elena. "Tidak ada apa-apa."
Tatapan Elena beralih pada Clara. "Maksud dari Kak Clara apa?" Elena memang tidak mendengar semua percakapan, dia hanya mendengar akhir pembicaraan Clara.
"Sebaiknya kau menjauh dari hidupku!" ujar Merrik pada Clara. Dia langsung menarik Elena ke mobil. "Kak, aku butuh penjelasan!" ujar Elena.
"Akan ku jelaskan di mobil." Merrik memasukan Elena ke dalam mobil." Tanpa melihat Clara, dia menjalankan mobilnya. Merrik hanya diam tanpa memberi penjelasan pada Elena, sibuk dengan pikirannya untuk mencari alasan pada Elena. Begitupun dengan Elena yang tidak bertanya apapun pada Merrik, dia sedang mencerna sendiri perkataan dari Clara yang tidak akan tinggal diam jika Merrik menyakiti dirinya.
'Apa maksudnya Kak Clara?' batin Elena.
Mereka tiba di apartemen masih dalam keadaan diam. Pada akhirnya Elena membuka suaranya. "Apa tidak ada yang mau Kak Merrik katakan?"
"Duduklah, aku akan cerita." Merrik dan Elena duduk di ruang tamu. "Clara adalah mantan pacarku."
"Apa!" ujar Elena.
"Saat pertemuan kita, itu adalah beberapa hari setelah aku dan dia putus."
"Jadi, saat Kakak mencoba menodaiku, itu karena Kakak menganggap diriku adalah Kak Clara?" tanya Elena.
"Tidak!" jawab Merrik tegas. "Aku tidak pernah menganggapmu orang lain, kamu tetaplah Elena."
"Lalu, apa maksud perkataan Kak Clara? Kenapa dia bilang lebih baik Kakak melepaskan aku jika tidak menyukaiku."
"Tidak tau maksudnya apa!"
"Kak, jujurlah padaku. Apa Kakak masih menyukai Kak Clara?"
"Tidak, aku sudah tidak menyukainya lagi setelah dia berselingkuh dengan teman baikku."
"Kak Clara selingkuh?" Elena sulit menerima kenyataan bahwa Clara selingkuh, dari yang dia lihat Clara termasuk perempuan baik-baik.
"Ya."
"Tapi apa maksudnya perkataannya? Dia tidak akan tinggal diam jika Kakak menyakitiku!"
"Apa selama ini aku menyakitimu?" tanya Merrik.
Elena diam. Ya, Merrik tidak pernah kasar padanya, baik secara verbal ataupun fisik, dia selalu memperlakukan Elena dengan baik. "Tapi, apakah Kakak menyukai ku?" tanya Elena sungguh-sungguh.
Giliran Merrik yang terdiam, dia juga tidak tau apakah dirinya menyukai Elena, yang dia tau, dia menginginkan Elena di sisinya. "Elena, kita baru kenal belum genap satu bulan. Bagaimana mungkin secepat itu menyukai seseorang."
"Aku menyukaimu!" ucap Elena yakin, memotong perkataan Merrik.
"Apa?" ujar Merrik.
"Aku menyukaimu Kak, tidak mungkin aku sejauh ini jika tidak menyukaimu. Apa Kakak tidak memiliki rasa suka padaku walau hanya sedikit?" Merrik hanya terdiam, tidak dapat menjawab pertanyaan Elena.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Terimakasih masih setia dengan KAMUFLASE CINTA SANG CEO 🙏
Jangan lupa like,love, vote dan komentarnya 😊
Salam Age Nairie 🥰🥰🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Linda Herlina
lanjut thor ceritanya bagus
2022-05-07
3
Haryati
lanjut
2022-04-15
1
Haryati
menungu
2022-04-15
1