BAB 10 Memberi Harapan

...Happy reading 🥰...

...Jangan lupa dukung Age dengan like, masukan ke daftar favorit, bintang 5, vote , gift dan komentar ya, Banyak yach ? 🤭 Tapi jika berkenan loch 🥰🥰🥰...

...Tapi ngarep sih 😁 Biar lebih semangat gitu 🤭...

...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...

Merrik geram melihat Elena di dekati oleh seorang pria. Dia mendengar setengah percakapan mereka. Dia membuang minuman yang di pegangnya lalu menghampiri lelaki yang mengganggu istrinya.

Bugh! Ivander tersungkur. "Tutup mulut kotormu, brengsek!" Merrik langsung menarik lengan Elena tanpa menunggu Ivander bangkit. Dia kesal dengan apa yang di ucapkan lelaki itu, meskipun dia hanya menganggap Elena sebagai pemuasnya bukan berarti orang lain boleh menghinanya. Merrik tidak akan pernah membiarkan orang lain menghina Elena.

Setelah menjauh dari pria tersebut. "Kenapa kamu bisa ngobrol dengan pria tadi?" ucap Merrik marah.

"Dia tiba-tiba datang menawarkan bantuan menjapit boneka," ujar Elena gugup.

Merrik melihat boneka di tangan Elena. "Itu dia yang dapatkan?" Tunjuk Merrik pada boneka yang di pegang Elena. Elena hanya mengangguk. Merrik langsung merampas boneka tersebut dan langsung membuangnya ke tempat sampah. "Apa kamu bodoh bisa bicara dengan lelaki sampah seperti itu?"

"Lelaki sampah?" tanya Elena.

"Setelah menyebutmu ayam kampus, apa namanya kalau bukan lelaki sampah!" Kesal Merrik.

"Ayam kampus itu apa?" tanya Elena polos.

"Kamu tidak tau?" tanya Merrik terkejut karena Elena tidak tau istilah itu. Elena hanya menggeleng.

Merrik menggurai kepalanya. "Pellacur!" Elena langsung terkejut, menutup mulutnya.

Merrik mendekatinya. "Jangan pernah percaya dengan perkataan laki-laki! Semua lelaki brengsek!"

"Termasuk Kakak?" tanya Elena tanpa sadar.

"Ha?" Merrik terdiam. 'Ya,' jawab Merrik dalam hati.

"Aku tidak akan percaya dengan laki-laki lain, aku hanya akan percaya dengan Kakak. Aku yakin Kakak akan menjadi suami yang baik untukku." Elena memberi senyum yang indah di mata Merrik.

Merrik hanya diam tanpa berkata satu katapun, Elena menarik lengannya. "Ayo kita pulang." Mereka jalan menuju penitipan barang untuk mengambil barang-barang yang sudah di beli. Sudah sore hari setelah mereka sampai di apartemen. Elena membongkar barang yang di beli, terkejut dengan satu tas belanja yang berisi lingerie. "Kak, perasaan aku tidak beli ini? baju apa ini?" ucap Elena.

Merrik menghampiri dan berkata, "Aku yang beli, nanti malam pakai, yah." Wajah Elena memerah setelah mendengar perkataan Merrik.

"Tidak mau, akan akan masuk angin jika pakai ini." Elena mengangkat salah satu lingerie yang transparan.

"Tapi aku mau lihat, menyenangkan suami itu mendapat pahala loh."

Elena mengalihkan pembicaraan, tidak mau membahas tentang lingerie lagi. "Kakak mau makan malam apa biar aku buatkan."

"Terserah saja."

Elena membuka kulkas dan memilih bahan makanan lalu mulai memasak, Merrik hanya mengajarinya sekali menggunakan kompor listrik dan elektronik memasak lainnya. Elena cepat mengerti, dia mulai aktivitas masaknya. Setelah makan malam Merrik mulai melancarkan aksinya, dia sudah benar-benar menjadikan Elena sebagai pemuasnya. Dia meminta Elena memakai lingerie yang di belinya.

Elena keluar dari kamar mandi dengan malu-malu, dia memakai apa yang di minta Merrik. Merrik menatap Elena yang masuk ke dalam kamar dengan malu-malu. 'Benar-benar seorang penggoda!' batin Merrik. "Kemarilah," ucap Merrik.

Elena dengan kepala tertunduk mendekati Merrik yang sudah menunggunya di ranjang. Merrik tidak sabar, saat Elena tinggal sedikit lagi sampai ranjang, Merrik menarik tangannya dan menjatuhkan dirinya ke ranjang. Merrik mulai mencium bibir Elena, baginya Elena adalah candu, dia bebas kapanpun melepas hasratnya tanpa memikirkan Elena akan hamil. Mereka melakukan untuk yang kedua kali dan terlelap setelah olahraga malam mereka selesai.

Keesokan paginya seperti biasa Merrik akan mengingatkan Elena untuk meminum vitaminnya. "Ini harus di minum setiap hari, Kak?" tanya Elena.

"Iya," jawab Merrik.

"Huft, Apa tidak boleh seminggu sekali? Aku jarang minum obat, dulu kalau sakit hanya pakai minyak angin atau meracik sendiri dengan tanaman herbal."

"Ini untuk kebaikanmu, minum lah."

Elena mematuhi apa yang Merrik perintahkan meskipun dia tidak menyukainya. Merrik mengelus rambut Elena. "Kamu harus meminumnya setiap hari."

"Iya, Kak."

"Hari ini aku akan ke kantor."

"Boleh aku berjualan?" tanya Elena.

"Jualan?"

"Iya, jual kue. Aku mau membuat kue dan mencari warung untuk di titipkan "

Merrik mengingat kembali saat Elena di ganggu di Mall, dia tidak akan membiarkan Elena berkeliaran sendirian, di kota berbeda dengan di desanya. Terlalu beragam jenis orang yang ada di kota, tingkat kejahatan juga semakin beragam. Dia akan menyimpan Elena untuk dirinya sendiri hingga dia bosan. Meskipun tidak tau kapan rasa bosan itu akan datang. "Tidak perlu, keperluanmu biar aku yang tanggung. Kamu di rumah saja dan fokus kuliah saja. Kamu hanya boleh keluar apartemen jika kuliah saja. Kapan pendaftaran kuliah?" ujar Merrik.

"Sebenarnya sudah bisa melakukan pendaftaran dari beberapa hari lalu."

"Nanti siang aku antar kamu melakukan pendaftaran, tunggu saja di rumah."

"Kakak mau antar aku? Memangnya boleh izin?"

'Tentu saja, aku 'kan bosnya.' batin Merrik.

"Bosku baik, aku pasti dapat ijin," ucap Merrik.

"Kak, aku boleh menggunakan komputer Kakak? Aku mau buat surat lamaran pekerjaan. Siapa tau aku bisa mendapatkan pekerjaan dan bisa membantu perekonomian keluarga!"

'Keluarga? Apakah kita keluarga?' ucap Merrik yang hanya bisa di ucapkan dalam hati.

"Pakailah, Kamu bisa menggunakan komputer?" tanya Merrik memastikan.

"Tentu saja bisa, aku 'kan juga sekolah. Iya, memang tidak terhubung oleh internet tetapi aku diajarkan Microsoft office di sekolah! Siapa tau ada pekerjaan untukku, data entry atau mungkin resepsionis!" ucap Elena bangga.

"Iya, iya, sebenarnya kamu itu cerdas mungkin hanya kurang fasilitas saja. Aku berangkat dulu, ya!" Merrik baru saja ingin memberikan ciuman perpisahan. Namun, dihentikan Elena.

"Oh, ya Kak, kapan kita urus peresmian pernikahan kita?" tanya Elena. Dia ingin segera mengurus dokumen pernikahan.

"Emmm." Merrik mulai memutar otak. "Begini, umurmu belum mencapai usia sembilan belas tahun, sedangkan ketetapan pemerintah menikah itu harus usia sembilan belas tahun, kamu saja belum genap delapan belas tahun, jadi kita belum bisa mendaftarkan pernikahan kita."

"Tapi di desa banyak gadis di usia ku telah menikah." ucap Elena bingung.

"Peraturannya seperti itu yang sekarang, beberapa tahun lalu memang batas usia seorang perempuan enam belas tahun. Namun, sudah di ganti menjadi sembilan belas tahun. Sebenarnya bisa minta dispensasi, tetapi harus ada alasan mendesak, seperti hamil duluan, atau memang aturan adat suatu suku. Itu pun harus persetujuan dulu dan harus menyertakan beberapa dokumen pendukung." Jelas Merrik panjang lebar.

Ada raut kebingungan di wajah Elena. "Aku masih agak bingung, Kak!"

"Sudah tidak usah bingung, kita tunggu sampai usiamu sembilan belas tahun saja! Lagi pula kita 'kan juga harus mempersiapkan pesta pernikahan dan itu tidak sedikit biayanya." Merrik menampilkan senyum kebohongannya.

"Pesta pernikahan?" Elena tersenyum, hatinya menghangat mendengar perkataan Merrik yang akan membuat pesta pernikahan buatnya. "Sebenarnya Kakak tidak usah di bebani dengan pesta, cukup meresmikan saja sudah cukup."

'Bodoh! Kenapa jadi bilang pesta pernikahan?' batin Merrik memaki dirinya.

"Tidak apa, aku hanya ingin memberi yang terbaik untukmu!"

'Hei, Merrik apalagi sekarang? kenapa membuat janji yang tidak bisa kau sanggupi.' batin Merrik meronta.

"Tapi Kak, aku masih kepikiran, jika nanti di tanya orang, hubungan kita apa? Kita tinggal bersama tapi tidak memiliki surat nikah! Bagaimana jika di grebek warga? Kita tidak bisa membuktikan apapun."

Merrik tertawa mendengar penuturan Elena. "Di sini bukan di desamu, tidak akan di grebek. Sudah aku berangkat dulu, kita bahas lain waktu." Merrik mencium bibir Elena sebelum pergi. "Jangan keluar dari apartemen sebelum aku datang." Merrik memperingati lagi Elena.

Merrik pergi meninggalkan Elena, dia duduk terdiam di mobilnya. "Kenapa aku malah memberi harapan padanya?" Merrik menarik rambutnya ke belakang. Dia bingung akan dirinya sendiri, dia sudah memutuskan hanya akan mengambil keuntungan dari Elena. Namun, jika sudah berhadapan dengan Elena, dia seperti sudah terhipnotis untuk memanjakannya.

Bersambung...

Salam Age Nairie 🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

Nurma sari Sari

Nurma sari Sari

perasaan mulai mencintai yg tanpa disadari...

2023-03-20

1

Safini Azizah

Safini Azizah

mmg suami 🤬🤬🤬

2022-04-26

2

grace

grace

tidak sabar menunggu kelanjutannya...

up buanyakkkk donkk

2022-04-05

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Pertemuan
2 BAB 2 Pernikahan
3 BAB 3 Tali Rafia
4 BAB 4 Penjajakan
5 BAB 5 Ke Kota
6 BAB 6 Memulai Kepalsuan
7 BAB 7 Vitamin
8 BAB 8 Mendaftarkan Pernikahan Resmi
9 BAB 9 Area Bermain
10 BAB 10 Memberi Harapan
11 BAB 11 Eleanor
12 BAB 12 Maaf
13 BAB 13 Kedatangan Ricci
14 BAB 14 Surat Perjanjian
15 BAB 15 Test Pack
16 BAB 16 Clara
17 BAB 17 Aku Menyukaimu
18 BAB 18 Nama Anak
19 BAB 19 Ijin
20 BAB 20 Artis Idola
21 BAB 21 Coffee Shop
22 BAB 22 Kemurkaan Merrik
23 BAB 23 Tablet Kuning
24 BAB 24 Penjara Merrik
25 BAB 25 Tulus Mencintai
26 BAB 26 Rasa ini akan kusimpan seumur hidupku
27 BAB 27 Suara Burung Hantu
28 BAB 28 Takdir
29 BAB 29 Kartu Keluarga
30 Bab 30 Diary (Sisi Elena)
31 BAB 31 Bertemu
32 BAB 32 Berdiri di tengah hujan
33 BAB 33 Bimbang
34 BAB 34 Malam Lamaran
35 BAB 35 Efek Kecelakaan
36 BAB 36 Tuhan Maha Pemaaf
37 BAB 37 El Sunshine
38 BAB 38 Malam Penghargaan
39 BAB 39 Menggunakan Jas Merrik
40 BAB 40 Penyusup
41 BAB 41 Kopi Buatan Elena
42 BAB 42 Yang tersakiti itu aku, bukan dia!
43 BAB 43 Panggilan Bapak
44 BAB 44 Tempat Konseling Happiness
45 BAB 45 Tempat Konseling Happiness 2
46 BAB 46 Harga Diri Laki-laki
47 BAB 47 Pertemuan Dua Keluarga
48 BAB 48 Arka
49 BAB 49 Taman Hiburan
50 BAB 50 Sushi
51 BAB 51 Pulang
52 BAB 52 Terbuka
53 BAB 53 Diam-diam
54 BAB 54 999 Tangkai Mawar Merah
55 BAB 55 Ultimatum Amel
56 BAB 56 Apa kamu membuangku?
57 BAB 57 Berhentinya Lala
58 BAB 58 Percobaan kedua
59 BAB 59 Kehancuran Jewel Bright
60 BAB 60 Metode Terapi
61 BAB 61 Gadis Kecil
62 BAB 62 Pembicaraan Anak dan Ayah
63 BAB 63 Aku yang akan mengejarmu!
64 BAB 64 Melena
65 BAB 65 Tanggal Pernikahan
66 BAB 66 Akuisisi
67 BAB 67 Kembalinya Serigala Lapar Bag 1
68 BAB 68 Kembalinya Serigala Lapar Bag 2
69 BAB 69 Kembalinya Serigala Lapar Bag 3
70 BAB 70 Rapel
71 BAB 71 Satu persatu
72 BAB 72 Silsilah Lingerie
73 BAB 73 Tak Menduga
74 BAB 74 Awal Perjuangan
75 BAB 75 Tongseng
76 BAB 76 Pesta Barbeque
77 BAB 77 Jaminan
78 BAB 78 Perjanjian Pranikah
79 BAB 79 Hello Kitty (End)
80 BAB 80 Resepsi Pernikahan (End Part2)
81 BAB 81 The End
82 Terima Kasih
83 Merrik dan Elena : Honeymoon
84 Perfect Honeymoon
85 Arka dan Aisley 1
86 Arka dan Aisley 2
87 Arka dan Aisley 3
88 Arka dan Aisley 4
89 Arka dan Aisley 5
90 Arka dan Aisley 6
91 Arka dan Aisley 7
92 Arka dan Aisley 8
93 Arka dan Aisley 9
94 Arka dan Aisley 10
95 Arka dan Aisley 11
96 Arka dan Aisley 12
97 Arka dan Aisley 13
98 Arka dan Aisley : Kedatangan Merrik Elena
99 Arka dan Aisley End
100 Casanova dan Kutukan Cinta
101 My Pet Husband
102 Hello! Miss Call...
103 Bridge of Love
104 April's Voice
105 Lucid Dream
Episodes

Updated 105 Episodes

1
BAB 1 Pertemuan
2
BAB 2 Pernikahan
3
BAB 3 Tali Rafia
4
BAB 4 Penjajakan
5
BAB 5 Ke Kota
6
BAB 6 Memulai Kepalsuan
7
BAB 7 Vitamin
8
BAB 8 Mendaftarkan Pernikahan Resmi
9
BAB 9 Area Bermain
10
BAB 10 Memberi Harapan
11
BAB 11 Eleanor
12
BAB 12 Maaf
13
BAB 13 Kedatangan Ricci
14
BAB 14 Surat Perjanjian
15
BAB 15 Test Pack
16
BAB 16 Clara
17
BAB 17 Aku Menyukaimu
18
BAB 18 Nama Anak
19
BAB 19 Ijin
20
BAB 20 Artis Idola
21
BAB 21 Coffee Shop
22
BAB 22 Kemurkaan Merrik
23
BAB 23 Tablet Kuning
24
BAB 24 Penjara Merrik
25
BAB 25 Tulus Mencintai
26
BAB 26 Rasa ini akan kusimpan seumur hidupku
27
BAB 27 Suara Burung Hantu
28
BAB 28 Takdir
29
BAB 29 Kartu Keluarga
30
Bab 30 Diary (Sisi Elena)
31
BAB 31 Bertemu
32
BAB 32 Berdiri di tengah hujan
33
BAB 33 Bimbang
34
BAB 34 Malam Lamaran
35
BAB 35 Efek Kecelakaan
36
BAB 36 Tuhan Maha Pemaaf
37
BAB 37 El Sunshine
38
BAB 38 Malam Penghargaan
39
BAB 39 Menggunakan Jas Merrik
40
BAB 40 Penyusup
41
BAB 41 Kopi Buatan Elena
42
BAB 42 Yang tersakiti itu aku, bukan dia!
43
BAB 43 Panggilan Bapak
44
BAB 44 Tempat Konseling Happiness
45
BAB 45 Tempat Konseling Happiness 2
46
BAB 46 Harga Diri Laki-laki
47
BAB 47 Pertemuan Dua Keluarga
48
BAB 48 Arka
49
BAB 49 Taman Hiburan
50
BAB 50 Sushi
51
BAB 51 Pulang
52
BAB 52 Terbuka
53
BAB 53 Diam-diam
54
BAB 54 999 Tangkai Mawar Merah
55
BAB 55 Ultimatum Amel
56
BAB 56 Apa kamu membuangku?
57
BAB 57 Berhentinya Lala
58
BAB 58 Percobaan kedua
59
BAB 59 Kehancuran Jewel Bright
60
BAB 60 Metode Terapi
61
BAB 61 Gadis Kecil
62
BAB 62 Pembicaraan Anak dan Ayah
63
BAB 63 Aku yang akan mengejarmu!
64
BAB 64 Melena
65
BAB 65 Tanggal Pernikahan
66
BAB 66 Akuisisi
67
BAB 67 Kembalinya Serigala Lapar Bag 1
68
BAB 68 Kembalinya Serigala Lapar Bag 2
69
BAB 69 Kembalinya Serigala Lapar Bag 3
70
BAB 70 Rapel
71
BAB 71 Satu persatu
72
BAB 72 Silsilah Lingerie
73
BAB 73 Tak Menduga
74
BAB 74 Awal Perjuangan
75
BAB 75 Tongseng
76
BAB 76 Pesta Barbeque
77
BAB 77 Jaminan
78
BAB 78 Perjanjian Pranikah
79
BAB 79 Hello Kitty (End)
80
BAB 80 Resepsi Pernikahan (End Part2)
81
BAB 81 The End
82
Terima Kasih
83
Merrik dan Elena : Honeymoon
84
Perfect Honeymoon
85
Arka dan Aisley 1
86
Arka dan Aisley 2
87
Arka dan Aisley 3
88
Arka dan Aisley 4
89
Arka dan Aisley 5
90
Arka dan Aisley 6
91
Arka dan Aisley 7
92
Arka dan Aisley 8
93
Arka dan Aisley 9
94
Arka dan Aisley 10
95
Arka dan Aisley 11
96
Arka dan Aisley 12
97
Arka dan Aisley 13
98
Arka dan Aisley : Kedatangan Merrik Elena
99
Arka dan Aisley End
100
Casanova dan Kutukan Cinta
101
My Pet Husband
102
Hello! Miss Call...
103
Bridge of Love
104
April's Voice
105
Lucid Dream

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!