BAB 15 Test Pack

...Setelah membaca jangan lupa Like-nya 🥰...

...Jika berkenan berikan juga 🌹 vote gift dan komentarnya 😊🥰🥰🥰...

Elena merasakan pusing di kepalanya, perutnya mual. Dia segera mengambil ponselnya dan melakukan panggilan telepon pada Merrik.

"Hallo." Suara Merrik terdengar dari seberang telepon.

"Kak, boleh aku keluar rumah untuk membeli obat?"

"Kamu sakit?" ucap Merrik khawatir.

"Kepalaku pusing, serasa berputar-putar. Aku ingin membeli obat."

Merrik memang melarang Elena keluar dari unit apartemen tanpa dirinya. Dia tidak ingin pria lain melihatnya, akan dia simpan Elena untuk dirinya sendiri.

Merrik selalu berkata pada Elena bahwa di luar bahaya, banyak orang jahat berkeliaran. Elena dengan patuh mematuhi semua aturan yang Merrik buat, dia merasa Merrik sangat melindunginya tanpa dia sadari sebenarnya Elena berada dalam penjara Merrik.

"Baik, aku akan segera kembali." Merrik memutuskan sambungan telepon dan langsung kembali ke apartemen.

Elena merebahkan diri di ranjang, matanya tidak sengaja melihat kalendar di dinding, menguatkan diri dan berjalan hingga berhadapan dengan deretan angka. "Aku sudah telat menstruasi lebih dari dua minggu," gumam Elena. Dia langsung membuka ponselnya dan mencari informasi tentang kehamilan.

...********...

Merrik terburu-buru pulang setelah mendapat telepon dari Elena yang bilang bahwa dia sakit. Ada kekhawatiran di wajah Merrik saat mendengar Elena sakit. Ya, dia sangat mengkhawatirkannya.

Merrik bergegas masuk ke dalam apartemen, Elena yang mendengar pintu terbuka langsung keluar dari kamar tidur dan menghampiri Merrik yang baru saja tiba di ruang tamu, dengan wajah yang serius bercampur senang Elena berkata, "Kak, A—ku hamil!" ucap Elena terbata.

"Apa?" Bagai tersambar petir mendengar perkataan Elena.

'Bagaimana bisa?' batin Merrik meronta. Merrik tenggelam dalam pikirannya sendiri, bagaimana mungkin Elena hamil? Apakah dia tidak meminum obatnya? Bagaimana kehidupannya nanti?

"Kak," Panggil Elena.

"Ya." Merrik tersadar dari lamunannya. "Apa kamu sudah cek dengan test pack?" tanya Merrik.

"Tidak." Elena menggelengkan kepalanya.

"Lalu bagaimana kamu tau kalau kamu hamil?" tanya Merrik.

"Aku pusing dan mual. Menstruasiku juga sudah telat dua minggu, Kak. Kemungkinan, aku hamil!" ucap Elena sumringah.

Apa-apaan dia, mengambil kesimpulan sendiri tanpa melakukan pengecekan, buat orang jantungan saja!

"Kamu rutin minum vitamin?"

"Iya."

"Tunggu di sini, aku beli test pack dulu." Merrik langsung pergi membeli alat tes kehamilan. Pikirannya kacau, berharap yang di katakan Elena tidak terjadi. Elena selalu meminum obatnya, tidak mungkin dia hamil. Tetapi pusing dan mual juga merupakan tanda kehamilan. Merrik menggurai kepalanya frustasi.

Merrik kembali ke apartemen setelah membawa alat tes kehamilan. "Ini, cek dulu."

Elena mengambil alat tes kehamilan tersebut, dia berjalan ke kamar mandi. "Kakak mau apa? Kenapa ikut aku ke kamar mandi?"

"Aku ingin tau hasilnya."

"Kakak bisa tunggu di luar. Aku bisa lakukan sendiri."

"Aku mau lihat langsung."

"Kak, aku harus pipis. Aku malu jika Kakak melihat!" ucap Elena sebal dengan Merrik yang tidak kunjung keluar.

"Aku sudah lihat semuanya, untuk apa malu." Merrik mengambil wadah kecil dan memberikan pada Elena. "Gunakan ini."

"Kakak serius tidak mau keluar?"

"Iya. Sudah cepat pipis saja, atau aku yang bukakan celanamu?"

"Kakak berbalik." Elena berdecak sebal.

Merrik mengalah, memutar tubuhnya agar tidak melihat Elena, dia tidak berencana keluar kamar mandi sebelum mengetahui pasti hasilnya. Kelinci kecilnya sudah mulai bisa memprotes. "Sudah belum?" tanya Merrik setelah mendengar flush air toilet.

"Sudah, Kak." Elena membawa wadah kecil berisi air seninya. Merrik membuka alat tes kehamilan, membaca cara pakainya sekilas lalu memasukan alat tersebut ke wadah yang berisi air seni Elena. Tidak perlu menunggu terlalu lama, hasil tes keluar. Merrik tersenyum tipis saat melihat satu garis jelas terpampang.

"Hasilnya apa Kak?"

"Negatif," jawab Merrik tanpa ragu.

"Jadi aku tidak hamil?" ucap Elena lesu.

Merrik melihat raut sedih Elena. "Kamu sedih?"

"Iya, aku kira akan menjadi mama muda."

"Tidak usah bersedih, kamu masih muda dan juga baru memulai kuliah. Kalau kamu hamil juga akan menunda kuliahmu."

Elena hanya menganggukkan kepalanya. "Belum, rejeki ya Kak."

"Iya." Merrik tersenyum dengan makna hanya dia yang tau. "Apa kepalamu masih pusing?"

"Iya."

"Minun obatnya, tadi aku beli sekalian di apotik atau kita ke dokter saja?" Merrik menyerahkan obat sakit kepala pada Elena.

"Minum obat dulu saja, kalau masih pusing baru ke rumah sakit."

...*************...

Hari senin tiba, awal Elena masuk kuliah. Elena masih terlelap dalam dekapan Merrik. Alarm ponsel terus berbunyi, suara alarm mulai mengganggu pendengarannya. "Aku terlambat! Kak, bangun! Ini hari pertama ku kuliah, aku tidak mau terlambat."

Elena bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah dinas malamnya melayani Merrik, memulai melepas atribut dinasnya. Kali ini lingerie model kelinci. Melepas sisa pakaian yang sudah sangat tidak berbentuk, tali yang masih melilit di salah satu kakinya dan juga bando kelinci yang tersangkut di rambutnya. Meskipun sudah ada perjanjian, terkadang Merrik memaksanya menggunakan pakaian yang dia mau. Merrik masuk ke dalam kamar mandi, membantu Elena melepas sisa atribut yang melekat. "Kita mandi bersama saja, biar cepat."

Merrik mengantar Elena ke kampus. Sebelum turun mobil Merrik memberikan kartu Atm pada Elena. "Ini terimalah, kamu bisa menggunakan semaumu."

"Tidak perlu, tadi Kakak sudah memberi uang tunai padaku."

"Sudah ambil saja, kamu bisa gunakan jika kehabisan uang tunai."

"Terima kasih, Ka." Elena menerima kartu ATM tersebut. Merrik menarik Elena untuk mendapatkan ciuman perpisahan namun Merrik menginginkan lebih, ciumannya turun ke bawah hingga tulang selangka. Elena mendorong nya. "Kakak, aku sudah hampir terlambat."

Merrik melihat tanda merah di leher Elena, menarik ikat rambut Elena agar bekas percintaan mereka tidak di ketahui orang. Dia tidak ingin ada yang tau tentang pernikahan mereka. Elena berkuliah di tempat Merrik menimba ilmu. Jajaran dekan dan dosen sudah mengenal Merrik terlebih Merrik merupakan donatur terbesar di kampus tersebut. "Elena, jangan ada yang tau kita menikah. Kita belum menikah secara resmi jadi lebih baik tidak ada orang yang tau."

"Baik." Elena menjawab tanpa bertanya alasannya, dia sudah terburu-buru untuk masuk kuliah.

"Jika sudah selesai kuliah hubungi aku, aku akan menjemputmu. Jangan dekat dengan pria manapun."

"Iya, aku pergi dulu ya." Sebelum keluar dia mencium pipi Merrik sekilas.

Merrik melihat Elena masuk ke dalam kampus hingga tidak terlihat lagi, setelah itu baru beranjak untuk pergi. Belum juga menyalakan mesin, kaca mobil sudah ada yang mengetuk. "Bisa kita bicara?" ucap seseorang wanita.

Merrik membuka kaca mobil, menatap tajam wanita itu. "Tidak ada yang bisa di bicarakan lagi." Merrik langsung menyalakan mesin dan melajukan mobilnya meninggalkan wanita tersebut sendiri.

Elena menuju kelasnya berada, seorang gadis menghampiri Elena. "Hai."

"Hai, belum di mulai 'kan kelasnya?" tanya Elena.

"Belum, Siapa namamu?"

"Elena. Kamu?"

"Michele."

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

Terimakasih telah membaca kisah Merrik dan Elena 🙏🙏🙏

Salam Age Nairie 🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

Inyomannadri

Inyomannadri

jajat miek

2022-04-23

1

Ekawati Hani

Ekawati Hani

Bener bener si merrik, si Elena cuma jd pemuas nafsu doang. itu hadir sosok Michele apa bakal Deket sm Elen.

2022-04-19

2

Enung Nur Hayati

Enung Nur Hayati

lanjut thoor

2022-04-09

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Pertemuan
2 BAB 2 Pernikahan
3 BAB 3 Tali Rafia
4 BAB 4 Penjajakan
5 BAB 5 Ke Kota
6 BAB 6 Memulai Kepalsuan
7 BAB 7 Vitamin
8 BAB 8 Mendaftarkan Pernikahan Resmi
9 BAB 9 Area Bermain
10 BAB 10 Memberi Harapan
11 BAB 11 Eleanor
12 BAB 12 Maaf
13 BAB 13 Kedatangan Ricci
14 BAB 14 Surat Perjanjian
15 BAB 15 Test Pack
16 BAB 16 Clara
17 BAB 17 Aku Menyukaimu
18 BAB 18 Nama Anak
19 BAB 19 Ijin
20 BAB 20 Artis Idola
21 BAB 21 Coffee Shop
22 BAB 22 Kemurkaan Merrik
23 BAB 23 Tablet Kuning
24 BAB 24 Penjara Merrik
25 BAB 25 Tulus Mencintai
26 BAB 26 Rasa ini akan kusimpan seumur hidupku
27 BAB 27 Suara Burung Hantu
28 BAB 28 Takdir
29 BAB 29 Kartu Keluarga
30 Bab 30 Diary (Sisi Elena)
31 BAB 31 Bertemu
32 BAB 32 Berdiri di tengah hujan
33 BAB 33 Bimbang
34 BAB 34 Malam Lamaran
35 BAB 35 Efek Kecelakaan
36 BAB 36 Tuhan Maha Pemaaf
37 BAB 37 El Sunshine
38 BAB 38 Malam Penghargaan
39 BAB 39 Menggunakan Jas Merrik
40 BAB 40 Penyusup
41 BAB 41 Kopi Buatan Elena
42 BAB 42 Yang tersakiti itu aku, bukan dia!
43 BAB 43 Panggilan Bapak
44 BAB 44 Tempat Konseling Happiness
45 BAB 45 Tempat Konseling Happiness 2
46 BAB 46 Harga Diri Laki-laki
47 BAB 47 Pertemuan Dua Keluarga
48 BAB 48 Arka
49 BAB 49 Taman Hiburan
50 BAB 50 Sushi
51 BAB 51 Pulang
52 BAB 52 Terbuka
53 BAB 53 Diam-diam
54 BAB 54 999 Tangkai Mawar Merah
55 BAB 55 Ultimatum Amel
56 BAB 56 Apa kamu membuangku?
57 BAB 57 Berhentinya Lala
58 BAB 58 Percobaan kedua
59 BAB 59 Kehancuran Jewel Bright
60 BAB 60 Metode Terapi
61 BAB 61 Gadis Kecil
62 BAB 62 Pembicaraan Anak dan Ayah
63 BAB 63 Aku yang akan mengejarmu!
64 BAB 64 Melena
65 BAB 65 Tanggal Pernikahan
66 BAB 66 Akuisisi
67 BAB 67 Kembalinya Serigala Lapar Bag 1
68 BAB 68 Kembalinya Serigala Lapar Bag 2
69 BAB 69 Kembalinya Serigala Lapar Bag 3
70 BAB 70 Rapel
71 BAB 71 Satu persatu
72 BAB 72 Silsilah Lingerie
73 BAB 73 Tak Menduga
74 BAB 74 Awal Perjuangan
75 BAB 75 Tongseng
76 BAB 76 Pesta Barbeque
77 BAB 77 Jaminan
78 BAB 78 Perjanjian Pranikah
79 BAB 79 Hello Kitty (End)
80 BAB 80 Resepsi Pernikahan (End Part2)
81 BAB 81 The End
82 Terima Kasih
83 Merrik dan Elena : Honeymoon
84 Perfect Honeymoon
85 Arka dan Aisley 1
86 Arka dan Aisley 2
87 Arka dan Aisley 3
88 Arka dan Aisley 4
89 Arka dan Aisley 5
90 Arka dan Aisley 6
91 Arka dan Aisley 7
92 Arka dan Aisley 8
93 Arka dan Aisley 9
94 Arka dan Aisley 10
95 Arka dan Aisley 11
96 Arka dan Aisley 12
97 Arka dan Aisley 13
98 Arka dan Aisley : Kedatangan Merrik Elena
99 Arka dan Aisley End
100 Casanova dan Kutukan Cinta
101 My Pet Husband
102 Hello! Miss Call...
103 Bridge of Love
104 April's Voice
105 Lucid Dream
Episodes

Updated 105 Episodes

1
BAB 1 Pertemuan
2
BAB 2 Pernikahan
3
BAB 3 Tali Rafia
4
BAB 4 Penjajakan
5
BAB 5 Ke Kota
6
BAB 6 Memulai Kepalsuan
7
BAB 7 Vitamin
8
BAB 8 Mendaftarkan Pernikahan Resmi
9
BAB 9 Area Bermain
10
BAB 10 Memberi Harapan
11
BAB 11 Eleanor
12
BAB 12 Maaf
13
BAB 13 Kedatangan Ricci
14
BAB 14 Surat Perjanjian
15
BAB 15 Test Pack
16
BAB 16 Clara
17
BAB 17 Aku Menyukaimu
18
BAB 18 Nama Anak
19
BAB 19 Ijin
20
BAB 20 Artis Idola
21
BAB 21 Coffee Shop
22
BAB 22 Kemurkaan Merrik
23
BAB 23 Tablet Kuning
24
BAB 24 Penjara Merrik
25
BAB 25 Tulus Mencintai
26
BAB 26 Rasa ini akan kusimpan seumur hidupku
27
BAB 27 Suara Burung Hantu
28
BAB 28 Takdir
29
BAB 29 Kartu Keluarga
30
Bab 30 Diary (Sisi Elena)
31
BAB 31 Bertemu
32
BAB 32 Berdiri di tengah hujan
33
BAB 33 Bimbang
34
BAB 34 Malam Lamaran
35
BAB 35 Efek Kecelakaan
36
BAB 36 Tuhan Maha Pemaaf
37
BAB 37 El Sunshine
38
BAB 38 Malam Penghargaan
39
BAB 39 Menggunakan Jas Merrik
40
BAB 40 Penyusup
41
BAB 41 Kopi Buatan Elena
42
BAB 42 Yang tersakiti itu aku, bukan dia!
43
BAB 43 Panggilan Bapak
44
BAB 44 Tempat Konseling Happiness
45
BAB 45 Tempat Konseling Happiness 2
46
BAB 46 Harga Diri Laki-laki
47
BAB 47 Pertemuan Dua Keluarga
48
BAB 48 Arka
49
BAB 49 Taman Hiburan
50
BAB 50 Sushi
51
BAB 51 Pulang
52
BAB 52 Terbuka
53
BAB 53 Diam-diam
54
BAB 54 999 Tangkai Mawar Merah
55
BAB 55 Ultimatum Amel
56
BAB 56 Apa kamu membuangku?
57
BAB 57 Berhentinya Lala
58
BAB 58 Percobaan kedua
59
BAB 59 Kehancuran Jewel Bright
60
BAB 60 Metode Terapi
61
BAB 61 Gadis Kecil
62
BAB 62 Pembicaraan Anak dan Ayah
63
BAB 63 Aku yang akan mengejarmu!
64
BAB 64 Melena
65
BAB 65 Tanggal Pernikahan
66
BAB 66 Akuisisi
67
BAB 67 Kembalinya Serigala Lapar Bag 1
68
BAB 68 Kembalinya Serigala Lapar Bag 2
69
BAB 69 Kembalinya Serigala Lapar Bag 3
70
BAB 70 Rapel
71
BAB 71 Satu persatu
72
BAB 72 Silsilah Lingerie
73
BAB 73 Tak Menduga
74
BAB 74 Awal Perjuangan
75
BAB 75 Tongseng
76
BAB 76 Pesta Barbeque
77
BAB 77 Jaminan
78
BAB 78 Perjanjian Pranikah
79
BAB 79 Hello Kitty (End)
80
BAB 80 Resepsi Pernikahan (End Part2)
81
BAB 81 The End
82
Terima Kasih
83
Merrik dan Elena : Honeymoon
84
Perfect Honeymoon
85
Arka dan Aisley 1
86
Arka dan Aisley 2
87
Arka dan Aisley 3
88
Arka dan Aisley 4
89
Arka dan Aisley 5
90
Arka dan Aisley 6
91
Arka dan Aisley 7
92
Arka dan Aisley 8
93
Arka dan Aisley 9
94
Arka dan Aisley 10
95
Arka dan Aisley 11
96
Arka dan Aisley 12
97
Arka dan Aisley 13
98
Arka dan Aisley : Kedatangan Merrik Elena
99
Arka dan Aisley End
100
Casanova dan Kutukan Cinta
101
My Pet Husband
102
Hello! Miss Call...
103
Bridge of Love
104
April's Voice
105
Lucid Dream

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!