BAB 14 Surat Perjanjian

Merrik tidak habis pikir, Ayahnya masih saja meminta dirinya untuk menerima Rose sebagai Ibunya. Jelas-jelas ia sangat membenci Rose. Dulu, sudah sangat lama, Merrik begitu menyayangi Rose, dia dirawat dari bayi oleh Rose, sepanjang itu Rose selalu tampil bak malaikat. Malaikat berhati iblis, menyamar dengan sangat baik untuk memanipulasi sasarannya.

Merrik mengakui Ibunya sibuk bekerja, bukan berarti kesibukan Ibunya di jadikan kesempatan untuk Ayahnya berselingkuh dengan baby sitter. Mencari celah dalam alasan kesibukan suami istri tersebut dan menghancurkan keluarganya. Meraih kekayaan dengan menggoda suami orang. Orang miskin yang memiliki mental rendahan, menghalalkan segala cara untuk menaikan status. Itulah banyangan Merrik tentang Rose, orang-orang munafik untuk mencapai tujuannya.

Merrik terus mengendarai mobilnya, ia melaju dengan kecepatan tinggi. Dia menuju apartemennya, pertemuan dengan Ayahnya membuat suasana hatinya menjadi buruk. Saat sampai di apartemen, dia melihat Elena sedang berada di dalam dapur, menyiapkan makan malam mereka. Melihat kecerian Elena saat memasak, tampak begitu lepas tanpa beban.

Ingin sekali ia kembali ke masa lalu, seandainya waktu bisa di putar, ingin sekali dia kembali ke masa kecil yang hidup tanpa beban, ingin rasanya meminta Ibunya berhenti bekerja agar dia tidak perlu diurus oleh baby sitter yang menghancurkan keluarganya. Namun, sayang waktu tidak bisa di putar. Belasan tahun sudah Merrik memendam kebencian di hatinya. Kebencian yang sudah sangat mengakar.

Merrik mendekati Elena, memeluknya dari belakang mengingat kembali perkataan Ayahnya bahwa kebaikan seseorang tidak di lihat dari kaya atau miskin. Apakah Elena tulus padanya? Atau sama dengan Rose? Kebaikan seseorang bisa berubah dikarenakan sebuah silaunya kemewahan.

"Kakak sudah pulang?" tanya Elena saat mengetahui Merrik memeluknya tiba-tiba.

"Ya. Elena, seandainya aku tidak punya pekerjaan apakah kamu akan meninggalkan ku?" tanya Merrik.

"Kakak kenapa bertanya seperti itu? Apa Kakak di PHK? Apa karena aku jadi di PHK?" Beruntun pertanyaan keluar dari mulut Elena. Dia berbalik untuk menghadap Merrik.

"Tidak, aku hanya bertanya."

"Syukur lah," ucap Elena disertai dengan mengelus dada.

"Kamu takut aku tidak punya pekerjaan?" tanya Merrik.

Apakah kamu takut aku jatuh miskin dan tidak bisa memenuhi kebutuhanmu?

"Bukan begitu, aku hanya merasa bersalah kalau kamu di pecat gara-gara aku. Kamu pernah ijin mengantarku daftar kuliah, kemarin juga kamu mengajakku dinas, takutnya bos Kakak marah terus pecat Kakak."

"Hanya ada pengurangan pekerja, sebagian akan di berhentikan. Kemungkinan aku juga kena." Merrik memberi alasan, dia ingin tau reaksi Elena.

"Oh, kalau memang sudah tidak ada rejeki di sana mau diapakan lagi, ya kita tinggal berusaha mencari jalan rejeki lagi."

"Kamu keberatan tidak jika aku pengangguran?" ucap Merrik dengan menaikan alis kanannya.

"Tentu saja tidak! Tapi jangan kelamaan juga nganggur nya."

"Itu sama saja kamu keberatan."

"Berbeda donk Kak, kita 'kan masih muda dan sehat. Jika memang dipecat ya kita harus terus melangkah. Kita bisa cari kerja lain, kalau memang sudah mencari kerja tidak dapat juga, yah kita usaha saja. Kita bisa buka warung Kak, aku akan buat kue, Kakak bisa membantuku menggoreng bakwan dan bikin kopi pembeli."

"Warung kopi? Aku jaga warung kopi?" tanya Merrik menahan tawa.

"Yang penting 'kan halal. Tapi jika itu terjadi kita harus pindah dari apartemen ini Kak, kita cari kontrakan yang lebih murah."

"Pikiranmu terlalu panjang, aku hanya bertanya kamu keberatan tidak aku pengangguran. Ini malah membuat rencana kedepannya."

"Hidup itu memang harus punya rencana. Oh ya, hari ini aku sudah apply surat lamaran kerja mudah-mudahan di panggil yah Kak. Jika aku bekerja, aku bisa sedikit membantu perekonomian keluarga kita."

"Ternyata kamu banyak bicara yah! Aku kira kamu pendiam, selama ini tidak pernah banyak bicara seperti tadi."

"Itu, karena aku takut pada Kakak."

"Takut kenapa?" tanya Merrik.

"Takut saja, kadang tatapan Kakak membuatku takut. Jika aku tidak takut, saat kita berada di hutan, aku akan bilang pada warga jika Kakak benar mencoba menodaiku."

"Sekarang masih takut?" tanya Merrik.

"Tidak."

"Kenapa?"

Elena memeluk Merrik. "Aku senang kita bertemu, aku senang memiliki Kakak sebagai suamiku. Kakak sangat baik padaku. Aku menyukaimu Kak."

'Apa sudah saatnya aku melepasmu? Tidak, aku belum bosan padamu.' batin Merrik.

...*********...

Dua minggu berlalu begitu cepat, masih sama seperti biasa, Merrik begitu tampak perhatian pada Elena, semakin jadi juga fantasi Merrik pada Elena, sehari bisa dua, tiga kali mereka memadu kasih, pagi, sore dan malam. Merrik semakin banyak membeli beragam pakaian dinas untuk Elena.

Elena menghampiri Merrik yang sedang mengecek dokumen di laptopnya. "Kak, bisa aku bicara?" tanya Elena.

Merrik mendongakkan kepalanya menatap Elena, ada raut keseriusan diwajahnya. "Ya, tentu."

Elena menyodorkan selembar kertas HVS lengkap dengan ketikan komputer di atasnya. Merrik menerima kertas tersebut. Dahinya terlipat setelah membaca isi kertas tersebut. Melihat judul atasnya saja sudah membuat Merrik tidak suka. "Perjanjian pernikahan!" gumam Merrik membaca judul di kertas HVS.

"Iya, cepat Kakak tandatangani!" ujar Elena.

Dia sudah berani memerintahku.

"Atas dasar apa aku harus tanda tangan?"

"Tentu saja untuk keharmonisan kita!" jawab Elena.

"Satu, melakukan hubungan suami istri seminggu sekali. Dua, menolak menggunakan pakaian aneh." Merrik membacakan pasal yang terdapat di kertas tersebut. "Siapa yang diuntungkan?"

"Minggu depan aku sudah mulai kuliah, kalau setiap hari kita melakukan itu, bisa-bisa akan mengganggu kuliahku. Aku akan kelelahan setiap habis melakukan itu, terlebih Kakak suka memintaku menggunakan pakaian aneh yang sulit di gunakan." ucap Elena cemberut.

Merrik menarik tangan Elena dan memangkunya. "Aku bisa menyanggupi pasal kedua, tapi tidak pasal pertama, aku keberatan kalau seminggu sekali, mungkin bisa mengurangi frekuensi-nya jadi sekali sehari."

Elena mengambil pulpen dan mencoret pasal kedua mengganti menjadi sehari sekali. "Sudah, ayo Kakak tanda tangan." Elena memberi pulpen pada Merrik.

Merrik membubuhi tandatangan dan menulis tanggal di bawah tanda tangannya. Setelah itu, tangannya menyusup ke dalam rok yang digunakan Elena. Elena menghentikannya "Kakak sedang apa? Bukannya sudah ada perjanjian sehari sekali, hari ini sudah dua kali kalau Kakak lupa!"

"Kamu lihat lagi surat perjanjiannya, aku menulis tanggal untuk dua hari ke depan, artinya perjanjian belum dimulai!" Merrik langsung mengangkat Elena dan meletakan di atas meja. "Kita lakukan di sini yah."

"Kak, Merrik!" Teriakan Elena perlahan hilang tenggelam dalam kesibukan mereka.

...**********...

Dua hari kemudian, Merrik terburu pulang setelah mendapat telepon dari Elena yang bilang bahwa dia sakit. Ada kekhawatiran di wajah Merrik saat mendengar Elena sakit.

Merrik masuk ke dalam apartemen, Elena yang mendengar pintu terbuka langsung keluar dari kamar tidur dan menghampiri Merrik yang baru saja tiba di ruang tamu, dengan wajah yang serius bercampur senang Elena berkata, "Kak, A—ku hamil!" ucap Elena terbata.

"Apa?"

'Bagaimana bisa?' batin Merrik.

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

Jangan lupa 👍 ❤️ 🌹

Ditunggu juga saran dan kritik nya yach 🙏🙏

Terimakasih 🥰🥰

Salam Age Nairie 🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

Nurafni Zalfaalituhayu

Nurafni Zalfaalituhayu

mau nya enak doang tuh laki2 apa nga mikir apa perasaan wanita .....dah sepah di buang ...bucin baru nyaho

2023-07-24

1

nur komala

nur komala

hamil???

2022-05-16

1

Ekawati Hani

Ekawati Hani

Tulisannya rapih, ceritanya bagus, aku suka. tapi masih sepi ya, klo bisa mnt bantu ke teman sesama author yang novelnya bnyk pembaca nya buat di promoin pas mereka up☺️🙏
tadi aku udah baca dari FB sampe Bab 13, penasaran lanjutannya jd langsung cuss ke sini😁 sebel sm merrik memanfaatkan kepolosan Alena😂

2022-04-19

13

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Pertemuan
2 BAB 2 Pernikahan
3 BAB 3 Tali Rafia
4 BAB 4 Penjajakan
5 BAB 5 Ke Kota
6 BAB 6 Memulai Kepalsuan
7 BAB 7 Vitamin
8 BAB 8 Mendaftarkan Pernikahan Resmi
9 BAB 9 Area Bermain
10 BAB 10 Memberi Harapan
11 BAB 11 Eleanor
12 BAB 12 Maaf
13 BAB 13 Kedatangan Ricci
14 BAB 14 Surat Perjanjian
15 BAB 15 Test Pack
16 BAB 16 Clara
17 BAB 17 Aku Menyukaimu
18 BAB 18 Nama Anak
19 BAB 19 Ijin
20 BAB 20 Artis Idola
21 BAB 21 Coffee Shop
22 BAB 22 Kemurkaan Merrik
23 BAB 23 Tablet Kuning
24 BAB 24 Penjara Merrik
25 BAB 25 Tulus Mencintai
26 BAB 26 Rasa ini akan kusimpan seumur hidupku
27 BAB 27 Suara Burung Hantu
28 BAB 28 Takdir
29 BAB 29 Kartu Keluarga
30 Bab 30 Diary (Sisi Elena)
31 BAB 31 Bertemu
32 BAB 32 Berdiri di tengah hujan
33 BAB 33 Bimbang
34 BAB 34 Malam Lamaran
35 BAB 35 Efek Kecelakaan
36 BAB 36 Tuhan Maha Pemaaf
37 BAB 37 El Sunshine
38 BAB 38 Malam Penghargaan
39 BAB 39 Menggunakan Jas Merrik
40 BAB 40 Penyusup
41 BAB 41 Kopi Buatan Elena
42 BAB 42 Yang tersakiti itu aku, bukan dia!
43 BAB 43 Panggilan Bapak
44 BAB 44 Tempat Konseling Happiness
45 BAB 45 Tempat Konseling Happiness 2
46 BAB 46 Harga Diri Laki-laki
47 BAB 47 Pertemuan Dua Keluarga
48 BAB 48 Arka
49 BAB 49 Taman Hiburan
50 BAB 50 Sushi
51 BAB 51 Pulang
52 BAB 52 Terbuka
53 BAB 53 Diam-diam
54 BAB 54 999 Tangkai Mawar Merah
55 BAB 55 Ultimatum Amel
56 BAB 56 Apa kamu membuangku?
57 BAB 57 Berhentinya Lala
58 BAB 58 Percobaan kedua
59 BAB 59 Kehancuran Jewel Bright
60 BAB 60 Metode Terapi
61 BAB 61 Gadis Kecil
62 BAB 62 Pembicaraan Anak dan Ayah
63 BAB 63 Aku yang akan mengejarmu!
64 BAB 64 Melena
65 BAB 65 Tanggal Pernikahan
66 BAB 66 Akuisisi
67 BAB 67 Kembalinya Serigala Lapar Bag 1
68 BAB 68 Kembalinya Serigala Lapar Bag 2
69 BAB 69 Kembalinya Serigala Lapar Bag 3
70 BAB 70 Rapel
71 BAB 71 Satu persatu
72 BAB 72 Silsilah Lingerie
73 BAB 73 Tak Menduga
74 BAB 74 Awal Perjuangan
75 BAB 75 Tongseng
76 BAB 76 Pesta Barbeque
77 BAB 77 Jaminan
78 BAB 78 Perjanjian Pranikah
79 BAB 79 Hello Kitty (End)
80 BAB 80 Resepsi Pernikahan (End Part2)
81 BAB 81 The End
82 Terima Kasih
83 Merrik dan Elena : Honeymoon
84 Perfect Honeymoon
85 Arka dan Aisley 1
86 Arka dan Aisley 2
87 Arka dan Aisley 3
88 Arka dan Aisley 4
89 Arka dan Aisley 5
90 Arka dan Aisley 6
91 Arka dan Aisley 7
92 Arka dan Aisley 8
93 Arka dan Aisley 9
94 Arka dan Aisley 10
95 Arka dan Aisley 11
96 Arka dan Aisley 12
97 Arka dan Aisley 13
98 Arka dan Aisley : Kedatangan Merrik Elena
99 Arka dan Aisley End
100 Casanova dan Kutukan Cinta
101 My Pet Husband
102 Hello! Miss Call...
103 Bridge of Love
104 April's Voice
105 Lucid Dream
Episodes

Updated 105 Episodes

1
BAB 1 Pertemuan
2
BAB 2 Pernikahan
3
BAB 3 Tali Rafia
4
BAB 4 Penjajakan
5
BAB 5 Ke Kota
6
BAB 6 Memulai Kepalsuan
7
BAB 7 Vitamin
8
BAB 8 Mendaftarkan Pernikahan Resmi
9
BAB 9 Area Bermain
10
BAB 10 Memberi Harapan
11
BAB 11 Eleanor
12
BAB 12 Maaf
13
BAB 13 Kedatangan Ricci
14
BAB 14 Surat Perjanjian
15
BAB 15 Test Pack
16
BAB 16 Clara
17
BAB 17 Aku Menyukaimu
18
BAB 18 Nama Anak
19
BAB 19 Ijin
20
BAB 20 Artis Idola
21
BAB 21 Coffee Shop
22
BAB 22 Kemurkaan Merrik
23
BAB 23 Tablet Kuning
24
BAB 24 Penjara Merrik
25
BAB 25 Tulus Mencintai
26
BAB 26 Rasa ini akan kusimpan seumur hidupku
27
BAB 27 Suara Burung Hantu
28
BAB 28 Takdir
29
BAB 29 Kartu Keluarga
30
Bab 30 Diary (Sisi Elena)
31
BAB 31 Bertemu
32
BAB 32 Berdiri di tengah hujan
33
BAB 33 Bimbang
34
BAB 34 Malam Lamaran
35
BAB 35 Efek Kecelakaan
36
BAB 36 Tuhan Maha Pemaaf
37
BAB 37 El Sunshine
38
BAB 38 Malam Penghargaan
39
BAB 39 Menggunakan Jas Merrik
40
BAB 40 Penyusup
41
BAB 41 Kopi Buatan Elena
42
BAB 42 Yang tersakiti itu aku, bukan dia!
43
BAB 43 Panggilan Bapak
44
BAB 44 Tempat Konseling Happiness
45
BAB 45 Tempat Konseling Happiness 2
46
BAB 46 Harga Diri Laki-laki
47
BAB 47 Pertemuan Dua Keluarga
48
BAB 48 Arka
49
BAB 49 Taman Hiburan
50
BAB 50 Sushi
51
BAB 51 Pulang
52
BAB 52 Terbuka
53
BAB 53 Diam-diam
54
BAB 54 999 Tangkai Mawar Merah
55
BAB 55 Ultimatum Amel
56
BAB 56 Apa kamu membuangku?
57
BAB 57 Berhentinya Lala
58
BAB 58 Percobaan kedua
59
BAB 59 Kehancuran Jewel Bright
60
BAB 60 Metode Terapi
61
BAB 61 Gadis Kecil
62
BAB 62 Pembicaraan Anak dan Ayah
63
BAB 63 Aku yang akan mengejarmu!
64
BAB 64 Melena
65
BAB 65 Tanggal Pernikahan
66
BAB 66 Akuisisi
67
BAB 67 Kembalinya Serigala Lapar Bag 1
68
BAB 68 Kembalinya Serigala Lapar Bag 2
69
BAB 69 Kembalinya Serigala Lapar Bag 3
70
BAB 70 Rapel
71
BAB 71 Satu persatu
72
BAB 72 Silsilah Lingerie
73
BAB 73 Tak Menduga
74
BAB 74 Awal Perjuangan
75
BAB 75 Tongseng
76
BAB 76 Pesta Barbeque
77
BAB 77 Jaminan
78
BAB 78 Perjanjian Pranikah
79
BAB 79 Hello Kitty (End)
80
BAB 80 Resepsi Pernikahan (End Part2)
81
BAB 81 The End
82
Terima Kasih
83
Merrik dan Elena : Honeymoon
84
Perfect Honeymoon
85
Arka dan Aisley 1
86
Arka dan Aisley 2
87
Arka dan Aisley 3
88
Arka dan Aisley 4
89
Arka dan Aisley 5
90
Arka dan Aisley 6
91
Arka dan Aisley 7
92
Arka dan Aisley 8
93
Arka dan Aisley 9
94
Arka dan Aisley 10
95
Arka dan Aisley 11
96
Arka dan Aisley 12
97
Arka dan Aisley 13
98
Arka dan Aisley : Kedatangan Merrik Elena
99
Arka dan Aisley End
100
Casanova dan Kutukan Cinta
101
My Pet Husband
102
Hello! Miss Call...
103
Bridge of Love
104
April's Voice
105
Lucid Dream

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!