Tersadar

Entah berapa lama sudah kedua bibir mereka saling bertautan, Nio yang merasa Rena mulai memberikan lampu hijau padanya, membuatnya mulai mengharapkan hal yang lebih dari sekedar berciuman. Nio akhirnya menekan handle pintu kamarnya yang ada di belakang Rena. Pintu kamar itu pun terbuka, tanpa melepaskan tautan bibir mereka sedikit pun, ia pun langsung saja mendorong pelan tubuh Rena untuk memasuki kamarnya, lalu kembali menutup rapat pintu itu. 

Nio terus mendorong tubuh Rena menuju sebuah meja belajar yang berada tak terlalu jauh dari pintunya. Tanpa permisi, Nio pun langsung saja menggendong Rena lalu mendudukkannya di atas meja itu. Dengan penuh gairah ia pun semakin dalam mencumbu Rena, Rena hanya bisa terpejam menikmati setiap sentuhan yang memang begitu ia rindukan.

Bagaimana tidak, Rena yang juga memiliki gairah **** yang tinggi begitu merasa tak terpuaskan oleh suaminya yang akhir-akhir ini sering kelelahan akibat pekerjaannya di pabrik. Di tambah pula sejak pagi tadi suaminya sudah pergi ke luar kota untuk beberapa hari, hingga hal itu semakin membuat Rena akan tambah merasa kesepian. 

"Eeehmm" Suara yang keluar begitu saja dari mulut Rena saat bibir Nio mulai beranjak menuju lehernya. 

Nio layaknya seekor singa yang tengah kelaparan, terus menjilaati area leher Rena dengan penuh nafsu. Membuat Rena jadi semakin tak dapat menahan gairahnya juga hingga tanpa sadar ia pun mulai mencengkram hingga menjambak pelan rambut Nio.

"Eeehmmm" Rena mulai mengerang pelan. 

Kini bibir Nio kembali beranjak dari leher menuju area dada Rena, dengan perlahan ia pun mulai membuka kancing baju Rena satu persatu. Hingga akhirnya kancing terakhir pada baju Rena pun berhasil ia lepaskan, membuat bagian dalam tubuh Rena terpampang nyata, begitu pun bra putih yang menyangga gundukan daging milik Rena juga terlihat dengan sangat jelas. Melihat hal itu, membuat api gairah dalam diri Nio semakin berkobar-kobar. Dengan pelan tapi pasti sebelah tangannya pun mulai meremass gundukan daging milik Rena yang masih terlihat begitu kokoh berdiri, hingga membuat Rena semakin terpejam hingga mendongakkan kepalanya saking menikmati perilaku nakal sang anak tiri. 

Tak butuh waktu lama, kini baju Rena telah terlempar sempurna ke lantai, menyisakan sebuah bra putih yang masih terlihat kokoh pada posisinya. Namun tangan liar Nio mulai kembali menjelajah, dan kini tangan itu pun mulai menuju ke arah punggung Rena. Tanpa kesulitan, Nio hanya dengan sebelah tangannya mampu membuka pengait pada bra Rena, hingga membuat bra itu pun akhirnya terlepas dan mulai merosot ke pinggang Rena. 

Mata Nio sedikit membulat saat melihat dengan begitu nyata gundukan daging yang masih terlihat begitu kencang dan membulat layaknya buah Apel. Melihat hal itu di hadapannya, membuat kerongkongan Nio seketika seolah terasa kering. Dan kini, layaknya seorang bayi yang sedang kehausan, ia pun mulai menghisap sebelah gundukan daging milik Rena. 

"Aaaghh" Membuat erangan Rena seketika semakin pecah dan melengking di dalam ruangan itu.

Mendengar ******* Rena yang terdengar begitu seksi dan menggoda di telinganya, membuat Nio semakin bergairah untuk mengulum dan memainkan gundukan daging milik Rena yang memang terlihat begitu membulat. 

Akan tetapi, tiba-tiba saja ponsel Nio yang terletak di atas meja itu berdering, Nio yang kala itu tengah terbakar api gairah sama sekali tak memperdulikan panggilan pada ponselnya, ia pun terus saja mencumbu Rena. Saat itu mata Rena yang awalnya terpejam menikmati permainan lidah Nio, dibuat terbuka sejenak, dan secara tak sengaja ia pun melirik ke arah ponsel Nio yang masih terus berdering. 

Sontak mata Rena menjadi terbelalak saat tulisan "Papa" terpampang jelas di layar datar itu. 

"Nio, nio stop!!" Ucap Rena yang panik sembari menepuk-nepuk pundak Nio. 

Hal itu pun membuat Nio seketika menghentikan segala aktivitasnya dan mulai menatap Rena dengan wajah bingung. 

"Itu telpon dari ayahmu." Ucap Rena lagi. 

Nio pun melirik sejenak ke arah ponselnya, seolah tak mau ambil pusing, ia pun kembali menatap Rena dan ingin kembali mencium bibirnya. 

"Biarkan saja." Jawab Nio pelan. 

"Tidak, tidak! Jangan di teruskan, yang kita lakukan ini salah!" Ucap Rena yang terlihat semakin merasa bersalah dengan matanya yang mulai terlihat berkaca-kaca. 

Rena pun mendorong pelan tubuh Nio agar sedikit membuat jarak dengannya, lalu dengan cepat Rena turun dari meja dan mulai memunguti baju dan branya yang sudah terlepas. 

"Ta, tapi kita...." Ucap Nio yang mencoba memberi pengertian pada Rena. 

"Hentikan Nio!! apapun alasannya hal ini tetaplah salah. Dan termasuk salahku, salahku yang sudah terbuai dan membiarkanmu melakukan hal tercela ini." Jawab Rena sembari memakai kembali branya. 

Nio pun terdiam sembari terus memandangi Rena yang saat itu tengah memakai pakaiannya kembali. 

"Maafkan aku." Ucap Nio pelan. 

"Ini salahku juga, sudah lah usah pikirkan! Ku harap hal ini takkan pernah terjadi lagi, dan ku harap lagi agar kamu tak mengatakan hal ini pada siapa pun." Tegas Rena yang kemudian akhirnya pergi keluar dari kamar Nio dalam keadaan rambutnya yang jadi terlihat sedikit berantakan. 

Rena berjalan cepat memasuki kamarnya, jantungnya kembali berdetak hebat dan dia pun kembali terduduk lesu di tepi ranjangnya. 

"Astaga, apa yang baru saja aku lakukan?" Ucapnya lirih dalam hati sembari mulai mengusap wajahnya dengan kedua tangan.

Setelah beberapa saat berdiam diri dan menyesali perbuatannya, Rena pun akhirnya mulai kembali bangkit dari duduknya. Ia melirik ke arah jam dinding kamarnya, saat itu jam sudah menunjukkan pukul 17:20 sore, ia pun akhirnya memilih untuk mandi, berharap siraman air hangat nanti bisa membuat pikiran dan tubuhnya kembali merasa tenang dan fresh. 

Rena pun melepaskan pakaiannya satu persatu di depan cermin, dengan sorot matanya yang terlihat sayu, ia pun terus memandangi dirinya yang sudah polos tanpa busana. Dahinya kembali mengernyit saat mendapati tanda merah pada leher dan bagian dada atasnya. Ia pun mendekatkan dirinya pada cermin itu, lalu mulai meraba kulitnya yang telah bertanda kepemilikan dari Nio. Seketika Rena kembali terbayang, bagaimana tadi Nio menyapu dan membasahi lehernya. Membuat mata Rena kembali terpejam saat membayangkan hal yang begitu nikmat itu, jantungnya kembali berdetak hebat, aliran darahnya pun terasa kini begitu cepat mengalir menuju otaknya, membayangkan hal itu membuat Rena kembali merasa terangsang. Namun seketika matanya kembali membulat saat ia teringat akan suaminya yang tak lain ialah ayah kandung Nio. 

"Tidak! aku tidak boleh membayangkan hal semacam itu lagi, dia anakku sekarang, aku tidak boleh seperti ini, ini kesalahan besar!" Gumam Rena dalam hati.

...Bersambung......

Terpopuler

Comments

Ida Wahyuni

Ida Wahyuni

Lhee alaah ...kok ngk jadi shee 😏🥱

2023-02-01

3

Imas Maela

Imas Maela

lanjut

2022-12-08

0

Irfa Idiani

Irfa Idiani

haduuuuh

2022-12-06

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan pertama
2 Mengejutkan
3 Semakin syok
4 Pengalihan
5 Mabuk dan berhalusinasi
6 Pengalaman pertama
7 Tugas yg menyenangkan
8 Semakin dekat
9 Terpukau
10 Menghabiskan waktu bersama
11 Janji Rena
12 Sah
13 Satu atap
14 Pelampiasan
15 Menggila
16 Jatuh sakit
17 Refleks
18 Permintaan Maaf
19 Hilang kendali
20 Tersadar
21 Awal kebohongan
22 Gugup
23 Teman tak di undang
24 Teman Yang Menyebalkan
25 Bayang-bayang pengusik
26 Terjebak Situasi
27 Pertahanan yang runtuh
28 Cinta atau Nafsu
29 Canggung
30 Selalu ada kesempatan
31 Udara sejuk, tapi terasa panas
32 Cinta yang makin menggebu
33 Menunggu
34 Cemburu buta
35 Ucapan menyayat hati
36 Tidak bertemu
37 Masih enggan
38 Malam yang panjang
39 Suami tidak peka
40 Mabuk
41 Ditengah malam yang pekat
42 Tak sudah-sudah
43 Menyangkal
44 Keadaan berbalik
45 Perasaan Hambar
46 Mengagetkan
47 Menepati janji
48 Ungkapan perasaan
49 Permohonan
50 Masih sanggup
51 Wajah Berseri
52 Selalu bersikap manis
53 Sungai atau air terjun
54 Piknik
55 Kisah kelam masa lalu
56 Fetish gila
57 Sangat menyenangkan
58 Mengatasi kedinginan
59 Menghangatkan tubuh cara kedua
60 Menutup mulut secara paksa
61 Hujan yang menyejukkan
62 Menghilangkan ketakutan
63 Aksi yang gagal
64 kali ini dibiarkan lolos
65 Aneh
66 Pulang lambat
67 Penghilang lelah
68 Persiapan kejutan
69 Surprise!!
70 Surprise part ll
71 Cemburu
72 Selalu ada cara
73 Selalu ada waktu
74 Makin malam makin seru
75 Tidak bisa menolak
76 Kecil hati
77 Menjaga perasaan
78 Salah duga
79 Kado terindah
80 Kilas balik moment pertama
81 Pagi hari
82 Sarapan bersama
83 Kesal
84 Hanya berdua
85 Tanggung jawab yang menyenangkan
86 Make a wish
87 Liburan dadakan
88 Lagi-lagi terkesima
89 Mahir dalam segala hal
90 Dibawah taburan bintang-bintang
91 Seseorang tak diinginkan
92 Emosi meluap
93 Menghibur diri
94 Menghindari hal tak diinginkan
95 Hal tak di harapkan
96 Makan malam
97 Sesak
98 Berakhir
99 Berakhir part ll
100 Curhat
101 Misi mengambil hati
102 Pengalihan
103 Moment special
104 Liburan kelulusan
105 Liburan kelulusan part ll
106 Kejujuran
107 Sulit menyudahinya
108 Karma is real
109 Pergi dan menghilang
110 Hidup baru
111 Tiba waktunya
112 Mulai penasaran
113 Kabar duka yang tertunda
114 Comeback home
115 Surat wasiat
116 Kehancuran bertubi
117 Kembali bertemu
118 Positive vibe
119 Kedatangan teman
120 Setelah sekian lama
121 Kabar bahagia
122 Surat undangan
123 Menepati janji
124 Menepati janji part ll
125 Menepati janji part ll
126 Menepati janji part lll
127 Long time no see
128 Meluruskan kesalahpahaman
129 Mengira itu mimpi
130 Pesta Pernikahan
131 Si kecil menggemaskan
132 Penguntit handal
133 Pengakuan
134 Dua pilihan
135 Kegep
136 Menghilang
137 Yes
138 Perasaan yang kacau
139 Salah paham
140 Hari H
Episodes

Updated 140 Episodes

1
Pertemuan pertama
2
Mengejutkan
3
Semakin syok
4
Pengalihan
5
Mabuk dan berhalusinasi
6
Pengalaman pertama
7
Tugas yg menyenangkan
8
Semakin dekat
9
Terpukau
10
Menghabiskan waktu bersama
11
Janji Rena
12
Sah
13
Satu atap
14
Pelampiasan
15
Menggila
16
Jatuh sakit
17
Refleks
18
Permintaan Maaf
19
Hilang kendali
20
Tersadar
21
Awal kebohongan
22
Gugup
23
Teman tak di undang
24
Teman Yang Menyebalkan
25
Bayang-bayang pengusik
26
Terjebak Situasi
27
Pertahanan yang runtuh
28
Cinta atau Nafsu
29
Canggung
30
Selalu ada kesempatan
31
Udara sejuk, tapi terasa panas
32
Cinta yang makin menggebu
33
Menunggu
34
Cemburu buta
35
Ucapan menyayat hati
36
Tidak bertemu
37
Masih enggan
38
Malam yang panjang
39
Suami tidak peka
40
Mabuk
41
Ditengah malam yang pekat
42
Tak sudah-sudah
43
Menyangkal
44
Keadaan berbalik
45
Perasaan Hambar
46
Mengagetkan
47
Menepati janji
48
Ungkapan perasaan
49
Permohonan
50
Masih sanggup
51
Wajah Berseri
52
Selalu bersikap manis
53
Sungai atau air terjun
54
Piknik
55
Kisah kelam masa lalu
56
Fetish gila
57
Sangat menyenangkan
58
Mengatasi kedinginan
59
Menghangatkan tubuh cara kedua
60
Menutup mulut secara paksa
61
Hujan yang menyejukkan
62
Menghilangkan ketakutan
63
Aksi yang gagal
64
kali ini dibiarkan lolos
65
Aneh
66
Pulang lambat
67
Penghilang lelah
68
Persiapan kejutan
69
Surprise!!
70
Surprise part ll
71
Cemburu
72
Selalu ada cara
73
Selalu ada waktu
74
Makin malam makin seru
75
Tidak bisa menolak
76
Kecil hati
77
Menjaga perasaan
78
Salah duga
79
Kado terindah
80
Kilas balik moment pertama
81
Pagi hari
82
Sarapan bersama
83
Kesal
84
Hanya berdua
85
Tanggung jawab yang menyenangkan
86
Make a wish
87
Liburan dadakan
88
Lagi-lagi terkesima
89
Mahir dalam segala hal
90
Dibawah taburan bintang-bintang
91
Seseorang tak diinginkan
92
Emosi meluap
93
Menghibur diri
94
Menghindari hal tak diinginkan
95
Hal tak di harapkan
96
Makan malam
97
Sesak
98
Berakhir
99
Berakhir part ll
100
Curhat
101
Misi mengambil hati
102
Pengalihan
103
Moment special
104
Liburan kelulusan
105
Liburan kelulusan part ll
106
Kejujuran
107
Sulit menyudahinya
108
Karma is real
109
Pergi dan menghilang
110
Hidup baru
111
Tiba waktunya
112
Mulai penasaran
113
Kabar duka yang tertunda
114
Comeback home
115
Surat wasiat
116
Kehancuran bertubi
117
Kembali bertemu
118
Positive vibe
119
Kedatangan teman
120
Setelah sekian lama
121
Kabar bahagia
122
Surat undangan
123
Menepati janji
124
Menepati janji part ll
125
Menepati janji part ll
126
Menepati janji part lll
127
Long time no see
128
Meluruskan kesalahpahaman
129
Mengira itu mimpi
130
Pesta Pernikahan
131
Si kecil menggemaskan
132
Penguntit handal
133
Pengakuan
134
Dua pilihan
135
Kegep
136
Menghilang
137
Yes
138
Perasaan yang kacau
139
Salah paham
140
Hari H

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!