Hilang kendali

Mendengar hal itu sontak membuat kedua mata Rena pun membulat, dengan seketika ia langsung melepaskan pelukan mereka, lalu mulai menatap begitu tajam ke arah Nio yang saat itu masih berdiri terdiam di ujung tangga. Rena langsung menghampiri Nio dengan tatapannya yang masih sangat tajam menatapnya.

"Benarkah itu Nio?!" Tanya Rena.

Nio pun hanya bisa mengangguk pelan sembari memancarkan raut wajah merasa bersalahnya. Namun Rena sungguh tak memperdulikan bagaimana raut wajah Nio saat itu, ia pun langsung menampar Nio begitu saja. Menampar Nio untuk kedua kalinya dalam sehari.

"Kamu sungguh keterlaluan! Apakah kamu memang selalu seperti itu pada wanita? Apakah memang selalu memperlakukan wanita sesuka hatimu begitu?!" Bentak Rena yang saat itu dibuat begitu kesal oleh Nio.

"Maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu, tapi aku memang tidak bisa memaksakan perasaanku." Jelas Nio dengan nada pelan.

Namun nyatanya, hal itu membuat Sonia yang masih berada disana menjadi semakin menangis tersedu-sedu saat mendengar pernyataan Nio di hadapan ibu tirinya.

"Tapi kenapa bisa begitu? Kenapa kamu tidak bisa menyukainya sementara kalian sudah melakukan hubungan ranjang?!" Rena pun semakin meninggikan suaranya.

"Karena aku sudah menyukai wanita lain! Dan kalau soal hubungan ranjang, aku memang mengaku salah karena tidak bisa menahan diri, tapi hal itu bisa terjadi karena Sonia yang lebih dulu memaksaku untuk melakukannya, awalnya aku tidak mau tapi Dia lah yang terus menggodaku." Jawab Nio dengan begitu tegas.

Kali ini Sonia pun semakin tak bisa menahan isak tangisnya lagi, hatinya terasa semakin sakit dan hancur dengan pernyataan Nio kali ini. Tanpa berkata apapun lagi, Sonia pun langsung berlalu pergi begitu saja meninggalkan rumah kediaman keluarga Nio.

"Sonia, Sonia kamu mau kemana Sonia?" Jerit Rena saat menyadari Sonia yang berlari pergi.

"Nio tolong kejar dia! ibu takut nanti terjadi hal-hal yang tidak di inginkan." Rena pun langsung memegang kedua lengan kekar Nio sembari mengguncang-guncang tubuhnya.

"Tidak!" Jawab Nio pelan sembari kembali menaiki anak tangga dan bermaksud ingin kembali ke kamarnya.

"Nio!" Bentak Rena yang langsung berjalan cepat menyusul langkah Nio.

"Nio! sejak kapan kamu menjadi lelaki kejam seperti ini ha?! Ayo kejar dia Nio, jangan biarkan dia melakukan hal yang tidak-tidak." Tambah Rena lagi yang akhirnya menarik kasar tangan Nio saat mereka sudah tiba di depan kamar Nio.

Hal itu membuat langkah Nio terhenti dan kembali menatap Rena dengan wajah datarnya. Sangat berbeda dengan Rena yang kala itu menatap Nio dengan begitu tajam.

"Tolong kejar dia! sekarang aku adalah ibumu, jadi kamu juga harus patuh pada ibu." Tegas Rena lagi.

"Aku tidak menyukainya! Sudah berapa kali harus ku katakan aku tidak menyukainya!" Kali ini Nio pun ikut meninggikan suaranya.

Membuat Rena seketika terdiam karena ia begitu terkejut melihat Nio yang terkesan berbalik membentaknya.

"Kamu tau siapa wanita yang ku sukai?!" Kini Nio mulai menatap tajam ke arah Rena sembari memegang kedua lengan Rena.

Rena pun menggeleng tanpa mengeluarkan suara.

"Apa kamu mau tau siapa wanita itu?! Baik lah, agar kamu tidak penasaran, akan ku beritahu padamu." Nio pun mulai mendorong pelan tubuh Rena hingga tubuhnya mentok tersandar pada pintu kamar Nio yang saat itu masih dalam keadaan tertutup.

Rena masih terus terdiam dengan mata yang juga masih menatap lekat wajah Nio.

"Wanita itu adalah kamu!" Tambah Nio lagi.

Hal itu lagi dan lagi membuat mata Rena seketika membulat sempurna.

"Ya, aku menyukai kamu, bahkan aku sudah menyukaimu sejak pertama kali kita di pertemukan oleh papaku. Tapi sayangnya, papaku telah lebih dulu mengenalmu dan menikahimu, hingga mau tak mau, aku harus menerimamu sebagai ibu tiriku sekarang." Jelas Nio lagi sembari mulai memancarkan senyuman lirihnya.

Mendengar penjelasan Nio, lagi-lagi membuat Rena mulai merasa tak terima dan ingin kembali menampar pipi Nio, namun kali ini tangan Nio justru bergerak lebih cepat untuk menahan tangan Rena.

"Berhenti menamparku ibu!!" Ucap Nio sembari menempelkan tangan Rena ke dinding lalu mengunci pergelangan tangan Rena dengan tangannya.

Rena pun kembali terdiam, kali ini ia merasa sedikit takut pada Nio karena tatapan Nio saat itu sungguh sangat berbeda. Apalagi kini kedua tangannya seolah terkunci, membuatnya tak bisa menghindar apalagi berlari pergi.

"Kenapa hari ini kamu terus menerus menamparku? Padahal aku begitu mengagumimu. Dan kali ini kamu ingin menamparku lagi karena pengakuan cintaku, jatuh cinta bukanlah sebuah kejahatan, menurutmu apa aku bisa memilih pada siapa aku jatuh cinta??" Ucap Nio dengan begitu lirih sembari mulai mendekatkan wajahnya pada Rena.

"Dengar, Aku begitu menyukai semua yang ada padamu." Tambah Nio lagi dengan suara yang semakin pelan dan dengan jarak wajahnya yang juga semakin dekat pada wajah Rena.

Rena pun masih terdiam, ia begitu bingung menghadapi situasi saat itu, hingga akhirnya ia mulai menundukkan kepalanya. Namun dengan lembut Nio kembali mengangkat dagu Rena, membuat wajah mereka kembali berhadapan dan kedua mata mereka pun saling beradu pandang.

Lalu tanpa berkata apapun lagi, Nio pun kembali mencium bibir Rena tanpa permisi, namun saat itu Rena nampaknya tidak terlalu terkejut seperti pada saat pertama Nio menciumnya. Hingga dengan cepat ia pun ingin menolak tubuh Nio, namun sayangnya saat itu Nio begitu kuat menahan tubuh Rena. Bahkan saat itu Nio terkesan terus memaksakan ciuman itu, ia terus melumaat bibir Rena meski Rena terus menerus mencoba menghindar dan berteriak, namun Nio seolah tak memperdulikan hal itu.

Tanpa ampun, ia terus membasahi bibir Rena, melumattnya dengan penuh gairah, dengan kedua tangannya yang terus menahan kepala Rena agar tidak menghindar lagi. Kini Rena seolah kehabisan tenaga untuk melakukan perlawanan dan semuanya seakan sia-sia karena saat itu tenaga yang dimiliki Nio tidak sebanding dengannya.

Rena pun akhirnya terdiam, seolah pasrah dan merelakan bibirnya untuk menjadi santapan bibir Nio yang saat itu terlihat begitu rakus melumaati bibirnya. Hingga akhirnya perlahan tapi pasti, membuat Rena mulai terbuai, mulai menikmati setiap gerakan bibir yang Nio lakukan pada bibirnya. Kini mata Rena pun mulai terpejam, kedua tangannya yang sejak tadi terus bergerak ingin memberontak, kini perlahan mulai meremas baju Nio, dan bibirnya yang sejak tadi ia tutup rapat, kini perlahan mulai ia buka, seolah membiarkan lidah Nio mulai menjelajah lebih dalam ke dalam rongga mulutnya.

Deru nafas keduanya saat itu seolah saling memburu, degub jantung juga seolah saling bersahut-sahutan dan tak lagi berirama. Rena merasa jika dirinya semakin susah untuk ia kendalikan, seolah akal sehatnya saat itu lenyap entah kemana.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Wahyu

Wahyu

👍👍👍❤️

2024-11-22

0

Ida Wahyuni

Ida Wahyuni

ulalaa 😲🙃

2023-02-01

3

Imas Maela

Imas Maela

duh aduh...

2022-12-07

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan pertama
2 Mengejutkan
3 Semakin syok
4 Pengalihan
5 Mabuk dan berhalusinasi
6 Pengalaman pertama
7 Tugas yg menyenangkan
8 Semakin dekat
9 Terpukau
10 Menghabiskan waktu bersama
11 Janji Rena
12 Sah
13 Satu atap
14 Pelampiasan
15 Menggila
16 Jatuh sakit
17 Refleks
18 Permintaan Maaf
19 Hilang kendali
20 Tersadar
21 Awal kebohongan
22 Gugup
23 Teman tak di undang
24 Teman Yang Menyebalkan
25 Bayang-bayang pengusik
26 Terjebak Situasi
27 Pertahanan yang runtuh
28 Cinta atau Nafsu
29 Canggung
30 Selalu ada kesempatan
31 Udara sejuk, tapi terasa panas
32 Cinta yang makin menggebu
33 Menunggu
34 Cemburu buta
35 Ucapan menyayat hati
36 Tidak bertemu
37 Masih enggan
38 Malam yang panjang
39 Suami tidak peka
40 Mabuk
41 Ditengah malam yang pekat
42 Tak sudah-sudah
43 Menyangkal
44 Keadaan berbalik
45 Perasaan Hambar
46 Mengagetkan
47 Menepati janji
48 Ungkapan perasaan
49 Permohonan
50 Masih sanggup
51 Wajah Berseri
52 Selalu bersikap manis
53 Sungai atau air terjun
54 Piknik
55 Kisah kelam masa lalu
56 Fetish gila
57 Sangat menyenangkan
58 Mengatasi kedinginan
59 Menghangatkan tubuh cara kedua
60 Menutup mulut secara paksa
61 Hujan yang menyejukkan
62 Menghilangkan ketakutan
63 Aksi yang gagal
64 kali ini dibiarkan lolos
65 Aneh
66 Pulang lambat
67 Penghilang lelah
68 Persiapan kejutan
69 Surprise!!
70 Surprise part ll
71 Cemburu
72 Selalu ada cara
73 Selalu ada waktu
74 Makin malam makin seru
75 Tidak bisa menolak
76 Kecil hati
77 Menjaga perasaan
78 Salah duga
79 Kado terindah
80 Kilas balik moment pertama
81 Pagi hari
82 Sarapan bersama
83 Kesal
84 Hanya berdua
85 Tanggung jawab yang menyenangkan
86 Make a wish
87 Liburan dadakan
88 Lagi-lagi terkesima
89 Mahir dalam segala hal
90 Dibawah taburan bintang-bintang
91 Seseorang tak diinginkan
92 Emosi meluap
93 Menghibur diri
94 Menghindari hal tak diinginkan
95 Hal tak di harapkan
96 Makan malam
97 Sesak
98 Berakhir
99 Berakhir part ll
100 Curhat
101 Misi mengambil hati
102 Pengalihan
103 Moment special
104 Liburan kelulusan
105 Liburan kelulusan part ll
106 Kejujuran
107 Sulit menyudahinya
108 Karma is real
109 Pergi dan menghilang
110 Hidup baru
111 Tiba waktunya
112 Mulai penasaran
113 Kabar duka yang tertunda
114 Comeback home
115 Surat wasiat
116 Kehancuran bertubi
117 Kembali bertemu
118 Positive vibe
119 Kedatangan teman
120 Setelah sekian lama
121 Kabar bahagia
122 Surat undangan
123 Menepati janji
124 Menepati janji part ll
125 Menepati janji part ll
126 Menepati janji part lll
127 Long time no see
128 Meluruskan kesalahpahaman
129 Mengira itu mimpi
130 Pesta Pernikahan
131 Si kecil menggemaskan
132 Penguntit handal
133 Pengakuan
134 Dua pilihan
135 Kegep
136 Menghilang
137 Yes
138 Perasaan yang kacau
139 Salah paham
140 Hari H
Episodes

Updated 140 Episodes

1
Pertemuan pertama
2
Mengejutkan
3
Semakin syok
4
Pengalihan
5
Mabuk dan berhalusinasi
6
Pengalaman pertama
7
Tugas yg menyenangkan
8
Semakin dekat
9
Terpukau
10
Menghabiskan waktu bersama
11
Janji Rena
12
Sah
13
Satu atap
14
Pelampiasan
15
Menggila
16
Jatuh sakit
17
Refleks
18
Permintaan Maaf
19
Hilang kendali
20
Tersadar
21
Awal kebohongan
22
Gugup
23
Teman tak di undang
24
Teman Yang Menyebalkan
25
Bayang-bayang pengusik
26
Terjebak Situasi
27
Pertahanan yang runtuh
28
Cinta atau Nafsu
29
Canggung
30
Selalu ada kesempatan
31
Udara sejuk, tapi terasa panas
32
Cinta yang makin menggebu
33
Menunggu
34
Cemburu buta
35
Ucapan menyayat hati
36
Tidak bertemu
37
Masih enggan
38
Malam yang panjang
39
Suami tidak peka
40
Mabuk
41
Ditengah malam yang pekat
42
Tak sudah-sudah
43
Menyangkal
44
Keadaan berbalik
45
Perasaan Hambar
46
Mengagetkan
47
Menepati janji
48
Ungkapan perasaan
49
Permohonan
50
Masih sanggup
51
Wajah Berseri
52
Selalu bersikap manis
53
Sungai atau air terjun
54
Piknik
55
Kisah kelam masa lalu
56
Fetish gila
57
Sangat menyenangkan
58
Mengatasi kedinginan
59
Menghangatkan tubuh cara kedua
60
Menutup mulut secara paksa
61
Hujan yang menyejukkan
62
Menghilangkan ketakutan
63
Aksi yang gagal
64
kali ini dibiarkan lolos
65
Aneh
66
Pulang lambat
67
Penghilang lelah
68
Persiapan kejutan
69
Surprise!!
70
Surprise part ll
71
Cemburu
72
Selalu ada cara
73
Selalu ada waktu
74
Makin malam makin seru
75
Tidak bisa menolak
76
Kecil hati
77
Menjaga perasaan
78
Salah duga
79
Kado terindah
80
Kilas balik moment pertama
81
Pagi hari
82
Sarapan bersama
83
Kesal
84
Hanya berdua
85
Tanggung jawab yang menyenangkan
86
Make a wish
87
Liburan dadakan
88
Lagi-lagi terkesima
89
Mahir dalam segala hal
90
Dibawah taburan bintang-bintang
91
Seseorang tak diinginkan
92
Emosi meluap
93
Menghibur diri
94
Menghindari hal tak diinginkan
95
Hal tak di harapkan
96
Makan malam
97
Sesak
98
Berakhir
99
Berakhir part ll
100
Curhat
101
Misi mengambil hati
102
Pengalihan
103
Moment special
104
Liburan kelulusan
105
Liburan kelulusan part ll
106
Kejujuran
107
Sulit menyudahinya
108
Karma is real
109
Pergi dan menghilang
110
Hidup baru
111
Tiba waktunya
112
Mulai penasaran
113
Kabar duka yang tertunda
114
Comeback home
115
Surat wasiat
116
Kehancuran bertubi
117
Kembali bertemu
118
Positive vibe
119
Kedatangan teman
120
Setelah sekian lama
121
Kabar bahagia
122
Surat undangan
123
Menepati janji
124
Menepati janji part ll
125
Menepati janji part ll
126
Menepati janji part lll
127
Long time no see
128
Meluruskan kesalahpahaman
129
Mengira itu mimpi
130
Pesta Pernikahan
131
Si kecil menggemaskan
132
Penguntit handal
133
Pengakuan
134
Dua pilihan
135
Kegep
136
Menghilang
137
Yes
138
Perasaan yang kacau
139
Salah paham
140
Hari H

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!