Pengalihan

Karena sejauh ini, memang Sonia lah wanita terhits di kampus, hampir seluruh lelaki yang kuliah di kampus itu mengenalnya dan berlomba-lomba ingin mengencaninya. Namun justru sosok Nio yang terkesan cuek lah yang membuatnya penasaran, hingga ia memberanikan diri untuk mengajaknya berkencan. 

"Jalan\-jalan?" Nio pun mulai mengernyitkan dahi.

"Iya" 

"Memangnya kemana semua lelaki yang mengagumi mu? Apa satu pun tidak ada yang mengajakmu berkencan nanti malam?" Tanya Nio yang merasa keheranan.

"Huh, soal itu tentu jangan di tanya lagi, bahkan aku sulit menghitung sudah ada berapa pria yang hari ini mengajakku berkencan untuk nanti malam." Jelas Sonia sembari memutarkan bola matanya.

"Jika begitu kenapa tidak pergi dengan salah satu dari mereka saja? Kenapa malah mengajakku?" 

"Karena kamu berbeda Nio, lagi pula ini kali pertamanya aku mengajak seorang lelaki lebih dulu, bukankah itu menandakan betapa spesialnya dirimu?" Jawab Sonia dengan berbisik pelan dan begitu lembut di dekat telinga Nio.

Mendengar hal itu, Nio pun hanya tertawa kecil sembari mengusap\-usap tengkuknya. Karena ia benar\-benar bingung harus memberikan jawaban apa pada Sonia.

"Bagaimana? Mau tidak?" Sonia pun memainkan kedua alisnya di depan Nio.

Sejenak Nio masih terdiam, ia pun mulai menatap serius ke arah Sonia sembari mulai berfikir.

"Sepertinya aku memang butuh Sonia untuk mengalihkan pikiranku dari Rena. Aku tidak mungkin terus membayangkannya apalagi sebentar lagi dia akan menjadi ibu tiriku" Gumam Nio dalam hati.

"Hei, kenapa malah melamun?" Tanya Sonia lagi sembari menjentikkan jarinya tepat di depan wajah Nio.

"Emm baiklah, nanti malam akan aku jemput di rumahmu." Jawab Nio kemudian.

Mendengar jawaban dari Nio yang begitu sesuai dengan apa yang diharapkannya, sontak membuat wajah Sonia jadi begitu sumringah dan senang bukan kepalang.

"Benarkah? Kamu serius?" Tanya Sonia lagi yang masih begitu tidak menyangka.

"Iya, berikan saja alamat rumahmu,"

"Ah baiklah, nanti akan kukirimkan melalui pesan." 

"Melalui pesan??? Memangnya kamu tau nomorku?" 

"Tentu saja, mencari tau nomor ponselmu bukanlah hal yang sulit bagiku." Jawab Sonia. 

"Oh begitu rupanya, baiklah kalau begitu, aku masuk kelas duluan ya." Nio pun akhirnya kembali tersenyum tipis sebelum akhirnya ia langsung beranjak pergi meninggalkan Sonia yang masih berdiri di area parkir.

Malam pun tiba, Nio dengan sudah berpakaian rapi terlihat mulai menapaki satu persatu anak tangga sembari terus bersiul santai. Malam itu suasana rumah nampak begitu sepi, karena ayahnya belum pulang sejak pergi tadi pagi.

Ia pun langsung mengebutkan mobil, meninggalkan pekarangan rumah mewahnya untuk menjemput Sonia. 

*Tin tin*

Suara klakson mobil Nio pun menggema ketika ia telah sampai di depan pekarangan rumah Sonia. Tak perlu menunggu waktu lama, Sonia dengan wajahnya yang begitu sumringah pun seketika langsung keluar dari rumahnya dengan penuh semangat. 

Saat itu Sonia terlihat begitu cantik dan anggun dengan menggunakan rok sepan sepaha, dan baju atasan berkerah sabrina hingga dapat menunjukkan dengan jelas area dada dan bahunya yang putih.

"Ayo kita jalan sekarang," Ucap Sonia begitu memasuki mobil Nio.

"Langsung jalan? Bukankah aku perlu pamit dulu pada kedua orang tuamu?" 

"Ah tidak perlu, karena mereka sedang liburan ke luar kota." Jelas Sonia dengan santai.

"Oh begitu, ok." Nio pun mengangguk singkat. 

Mobil sport itu pun akhirnya mulai berjalan meninggalkan pekarangan rumah Sonia, melaju menyusuri jalanan untuk menuju ke sebuah restoran bintang lima yang sering di kunjungi Nio.

Di sepanjang perjalanan, Nio lebih banyak diam dan memilih untuk fokus mengemudi. Sementara Sonia yang malam itu merasa sangat senang karena akhirnya ia bisa berkencan dengan Nio pun terus memancarkan senyumannya, ia terus memandangi Nio yang terlihat semakin tampan dan mempesona saat sedang serius menyetir.

Hanya menempuh waktu 35 menit dari rumah Sonia, kini mereka pun telah sampai di parkiran restoran. 

"Apa kita akan makan disini?" Tanya Sonia sembari tersenyum.

"Menurutmu?" Ucap Nio yang justru menjawab pertanyaan Sonia dengan sebuah pertanyaan.

Sonia pun hanya tertawa kecil.

"Ya sudah, ayo kita turun." Nio dengan cepat pun langsung bergegas turun.

Lalu di susul dengan Sonia yang juga ikut turun dari mobil dengan wajahnya yang sedikit cemberut.

"Dasar kamu tidak peka." Celetuk Sonia dengan nada manja sembari mulai menggandeng tangan Nio.

"Tidak peka bagaimana?" 

"Seharusnya kamu membukakan pintu mobil untukku dong, biar lebih romantis." Ungkap Sonia.

"Oh, tapi aku tidak biasa melakukannya, jadi maaf." Jawab Nio dengan tenang.

Tanpa ingin membuang lebih banyak waktu lagi, Nio pun kembali melangkahkan kakinya untuk memasuki restoran. Seorang pelayan terlihat langsung menghampiri mereka begitu mereka masuk kedalamnya.

"Selamat malam, untuk berapa orang?" Tanya pelayan itu dengan begitu ramah. 

"Dua orang saja." Jawab Nio.

"Ok baik, sebelah sini." 

Mereka pun di arahkan menuju ke sisi sebelah kanan restoran. Nio dan Sonia mulai duduk di kursi yang telah di sediakan, pelayan pun langsung pergi setelah mereka selesai memesan menu yang ingin mereka makan. 

"Restoran ini ternyata bagian dalamnya begitu indah dan mewah ya." Ucap Sonia sembari memandangi seluruh bagian restoran.

"Apa kamu belum pernah makan disini sebelumnya?" 

Sonia pun menggeleng pelan.

"Ada begitu banyak lelaki yang mengajakmu berkencan, lalu kemana mereka mengajakmu?" 

"Ya keseringan hanya ke Cafe atau Bar tempat dimana kebanyakan anak muda menghabiskan waktu mereka untuk nongkrong." 

"Hanya begitu saja?" Tanya Nio lagi. 

Mendengar pertanyaan itu membuat Sonia mulai menatap Nio semakin dalam.

"Kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa kamu sedang mencoba ingin mengorek hal yang lebih dalam lagi tentang apa saja yang pernah aku lakukan dengan para lelaki yang mengajakku berkencan?" Tanya Sonia yang kembali memancarkan senyuman menggoda sembari mulai memainkan kedua alis dan matanya.

Nio pun seketika mendengus sembari tertawa kecil.

"Jika tidak ingin menjawab pun aku tidak akan memaksanya." Jawab Nio yang kemudian mengubah tawa kecilnya menjadi sebuah senyuman tipis.

Belum sempat Sonia menjawab, dua orang pelayan pun kembali datang untuk menghidangkan menu makanan yang telah mereka pesan. 

"Selamat menikmati." Ucap pelayan sembari tersenyum ramah.

"Terima kasih." Jawab Nio singkat.

Mereka pun mulai menyantap makanan yang nampak begitu nikmat dan mewah tersebut, Nio dengan sikapnya yang begitu tenang terus melahap makanannya tanpa banyak bicara. Sementara Sonia yang memiliki sikap sedikit agresif pun seolah tak bisa membiarkan Nio makan dengan tenang.

"Wah ini enak sekali, ayo coba lah." Sonia pun dengan semangat mengulurkan sesendok makanannya ke hadapan Nio.

"Oh hehe tidak, aku makan ini saja." Jawab Nio sembari tersenyum kecil.

... Bersambung......

Terpopuler

Comments

Nova Iia

Nova Iia

gaskeun

2024-09-14

0

Imas Maela

Imas Maela

ok

2022-12-07

2

mia

mia

bagus lanjutttt

2022-12-02

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan pertama
2 Mengejutkan
3 Semakin syok
4 Pengalihan
5 Mabuk dan berhalusinasi
6 Pengalaman pertama
7 Tugas yg menyenangkan
8 Semakin dekat
9 Terpukau
10 Menghabiskan waktu bersama
11 Janji Rena
12 Sah
13 Satu atap
14 Pelampiasan
15 Menggila
16 Jatuh sakit
17 Refleks
18 Permintaan Maaf
19 Hilang kendali
20 Tersadar
21 Awal kebohongan
22 Gugup
23 Teman tak di undang
24 Teman Yang Menyebalkan
25 Bayang-bayang pengusik
26 Terjebak Situasi
27 Pertahanan yang runtuh
28 Cinta atau Nafsu
29 Canggung
30 Selalu ada kesempatan
31 Udara sejuk, tapi terasa panas
32 Cinta yang makin menggebu
33 Menunggu
34 Cemburu buta
35 Ucapan menyayat hati
36 Tidak bertemu
37 Masih enggan
38 Malam yang panjang
39 Suami tidak peka
40 Mabuk
41 Ditengah malam yang pekat
42 Tak sudah-sudah
43 Menyangkal
44 Keadaan berbalik
45 Perasaan Hambar
46 Mengagetkan
47 Menepati janji
48 Ungkapan perasaan
49 Permohonan
50 Masih sanggup
51 Wajah Berseri
52 Selalu bersikap manis
53 Sungai atau air terjun
54 Piknik
55 Kisah kelam masa lalu
56 Fetish gila
57 Sangat menyenangkan
58 Mengatasi kedinginan
59 Menghangatkan tubuh cara kedua
60 Menutup mulut secara paksa
61 Hujan yang menyejukkan
62 Menghilangkan ketakutan
63 Aksi yang gagal
64 kali ini dibiarkan lolos
65 Aneh
66 Pulang lambat
67 Penghilang lelah
68 Persiapan kejutan
69 Surprise!!
70 Surprise part ll
71 Cemburu
72 Selalu ada cara
73 Selalu ada waktu
74 Makin malam makin seru
75 Tidak bisa menolak
76 Kecil hati
77 Menjaga perasaan
78 Salah duga
79 Kado terindah
80 Kilas balik moment pertama
81 Pagi hari
82 Sarapan bersama
83 Kesal
84 Hanya berdua
85 Tanggung jawab yang menyenangkan
86 Make a wish
87 Liburan dadakan
88 Lagi-lagi terkesima
89 Mahir dalam segala hal
90 Dibawah taburan bintang-bintang
91 Seseorang tak diinginkan
92 Emosi meluap
93 Menghibur diri
94 Menghindari hal tak diinginkan
95 Hal tak di harapkan
96 Makan malam
97 Sesak
98 Berakhir
99 Berakhir part ll
100 Curhat
101 Misi mengambil hati
102 Pengalihan
103 Moment special
104 Liburan kelulusan
105 Liburan kelulusan part ll
106 Kejujuran
107 Sulit menyudahinya
108 Karma is real
109 Pergi dan menghilang
110 Hidup baru
111 Tiba waktunya
112 Mulai penasaran
113 Kabar duka yang tertunda
114 Comeback home
115 Surat wasiat
116 Kehancuran bertubi
117 Kembali bertemu
118 Positive vibe
119 Kedatangan teman
120 Setelah sekian lama
121 Kabar bahagia
122 Surat undangan
123 Menepati janji
124 Menepati janji part ll
125 Menepati janji part ll
126 Menepati janji part lll
127 Long time no see
128 Meluruskan kesalahpahaman
129 Mengira itu mimpi
130 Pesta Pernikahan
131 Si kecil menggemaskan
132 Penguntit handal
133 Pengakuan
134 Dua pilihan
135 Kegep
136 Menghilang
137 Yes
138 Perasaan yang kacau
139 Salah paham
140 Hari H
Episodes

Updated 140 Episodes

1
Pertemuan pertama
2
Mengejutkan
3
Semakin syok
4
Pengalihan
5
Mabuk dan berhalusinasi
6
Pengalaman pertama
7
Tugas yg menyenangkan
8
Semakin dekat
9
Terpukau
10
Menghabiskan waktu bersama
11
Janji Rena
12
Sah
13
Satu atap
14
Pelampiasan
15
Menggila
16
Jatuh sakit
17
Refleks
18
Permintaan Maaf
19
Hilang kendali
20
Tersadar
21
Awal kebohongan
22
Gugup
23
Teman tak di undang
24
Teman Yang Menyebalkan
25
Bayang-bayang pengusik
26
Terjebak Situasi
27
Pertahanan yang runtuh
28
Cinta atau Nafsu
29
Canggung
30
Selalu ada kesempatan
31
Udara sejuk, tapi terasa panas
32
Cinta yang makin menggebu
33
Menunggu
34
Cemburu buta
35
Ucapan menyayat hati
36
Tidak bertemu
37
Masih enggan
38
Malam yang panjang
39
Suami tidak peka
40
Mabuk
41
Ditengah malam yang pekat
42
Tak sudah-sudah
43
Menyangkal
44
Keadaan berbalik
45
Perasaan Hambar
46
Mengagetkan
47
Menepati janji
48
Ungkapan perasaan
49
Permohonan
50
Masih sanggup
51
Wajah Berseri
52
Selalu bersikap manis
53
Sungai atau air terjun
54
Piknik
55
Kisah kelam masa lalu
56
Fetish gila
57
Sangat menyenangkan
58
Mengatasi kedinginan
59
Menghangatkan tubuh cara kedua
60
Menutup mulut secara paksa
61
Hujan yang menyejukkan
62
Menghilangkan ketakutan
63
Aksi yang gagal
64
kali ini dibiarkan lolos
65
Aneh
66
Pulang lambat
67
Penghilang lelah
68
Persiapan kejutan
69
Surprise!!
70
Surprise part ll
71
Cemburu
72
Selalu ada cara
73
Selalu ada waktu
74
Makin malam makin seru
75
Tidak bisa menolak
76
Kecil hati
77
Menjaga perasaan
78
Salah duga
79
Kado terindah
80
Kilas balik moment pertama
81
Pagi hari
82
Sarapan bersama
83
Kesal
84
Hanya berdua
85
Tanggung jawab yang menyenangkan
86
Make a wish
87
Liburan dadakan
88
Lagi-lagi terkesima
89
Mahir dalam segala hal
90
Dibawah taburan bintang-bintang
91
Seseorang tak diinginkan
92
Emosi meluap
93
Menghibur diri
94
Menghindari hal tak diinginkan
95
Hal tak di harapkan
96
Makan malam
97
Sesak
98
Berakhir
99
Berakhir part ll
100
Curhat
101
Misi mengambil hati
102
Pengalihan
103
Moment special
104
Liburan kelulusan
105
Liburan kelulusan part ll
106
Kejujuran
107
Sulit menyudahinya
108
Karma is real
109
Pergi dan menghilang
110
Hidup baru
111
Tiba waktunya
112
Mulai penasaran
113
Kabar duka yang tertunda
114
Comeback home
115
Surat wasiat
116
Kehancuran bertubi
117
Kembali bertemu
118
Positive vibe
119
Kedatangan teman
120
Setelah sekian lama
121
Kabar bahagia
122
Surat undangan
123
Menepati janji
124
Menepati janji part ll
125
Menepati janji part ll
126
Menepati janji part lll
127
Long time no see
128
Meluruskan kesalahpahaman
129
Mengira itu mimpi
130
Pesta Pernikahan
131
Si kecil menggemaskan
132
Penguntit handal
133
Pengakuan
134
Dua pilihan
135
Kegep
136
Menghilang
137
Yes
138
Perasaan yang kacau
139
Salah paham
140
Hari H

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!