"Ayo ikut aku." Sonia langsung kembali menarik tangan Nio begitu saja.
Dengan menaiki sebuah lift, mereka pun menuju ke lantai 4 gedung itu yang ternyata disana juga menyediakan banyak kamar hotel. Nio pun langsung check in dengan menggunakan kartu kreditnya, lalu dengan cepat mereka langsung masuk ke dalam kamar yang telah di sediakan.
Begitu masuk, Sonia pun langsung menolak tubuh Nio hingga membuatnya terbaring begitu saja di atas ranjang, kemudian Sonia pun berdiri di hadapan Nio, lalu dengan perlahan mulai membuka bajunya dan membuangnya ke sembarang arah. Membuat bra hitam yang menyangga gundukan daging miliknya pun kini terpampang begitu nyata.
Mata Nio pun langsung terpusat ke arah sana, ia yang awalnya terbaring seketika langsung berusaha untuk duduk, ia terus memandangi dua gundukan daging yang sedikit menyumbul dari balik bra hitam itu. Sonia kembali tersenyum dan mulai berjalan ke arah Nio, lalu perlahan ia pun mulai duduk berhadapan dipangkuan Nio, membuat bagian dadanya kini semakin terpampang nyata tak jauh dari wajah Nio.
"Sentuh lah aku, malam ini aku milikmu." Bisik Sonia yang kemudian menggigit pelan daun telinga Nio.
Hal itu membuat Nio seketika langsung menggeliat saat mendapat sebuah gigitan lembut pada telinganya, ia yang begitu mabuk saat itu pun akhirnya tak kuasa menahan hasratnya yang seolah meronta-ronta minta untuk segera di salurkan.
Nio pun mulai mengecup dengan lembut bagian dada Sonia yang tepat berada di hadapannya, beberapa saat ia terus mengecup seluruh area dada yang mulus itu, lalu kini perlahan mulai berpindah menuju lehernya. Sonia pun ikut menggeliat dengan kepalanya yang mulai terdongak perlahan.
"Ehhmm." Erangan Sonia sedikit demi sedikit mulai terdengar ketika lehernya telah di basahi oleh Nio yang seolah terus menjilatinya layaknya es krim.
Sonia semakin terbuai dengan permainan Lidah Nio, ia pun mulai *******-***** rambut Nio sebagai tanda jika kala itu ia memang begitu menikmati suasana. Nio kembali menatap lekat wajah Sonia, perlahan tapi pasti, ia kembali mendaratkan bibirnya di bibir mungil Sonia. Mereka mulai berciuman dengan begitu bergairah, tak segan di sela-sela bibir mereka yang terus bertautan, Nio pun beberapa kali menggigit penuh nafsu bibir Sonia. Sonia hanya bisa terpejam karena ia begitu menyukai saat Nio melakukan hal itu padanya.
Hingga entah berapa lama sudah kedua bibir itu saling bertautan, kini bra hitam yang sejak awal menjadi penutup sekaligus penyangga gundukan daging milik Sonia, kini telah resmi terbuka sepenuhnya akibat tangan jahil Nio yang terus berkelana menjelajah hampir ke setiap inci bagian tubuh mulus Sonia.
Erangan Sonia kembali pecah bahkan semakin terdengar nyaring menggelegar di kamar itu saat Nio mulai mengulum salah satu gundukan daging miliknya, sembari sebelah tangannya memainkan gundukan daging yang satunya. Sonia pun seolah begitu dibuat terbang melayang dengan permainan lidah Nio yang terasa seperti sudah sangat lihai itu.
Namun sesaat setelahnya, aksi liar Nio seketika terhenti saat ia ingin kembali mencium bibir Sonia, matanya tiba-tiba membulat hingga seketika ia langsung bangkit dan menjauhi Sonia yang kala itu bagian atasnya nampak polos tanpa busana. Sonia yang tadinya terus terpejam menikmati setiap sentuhan yang Nio berikan, kini mendadak membuka matanya saat sentuhan kenikmatan itu seketika lenyap.
"Ada apa?" Tanya Sonia pada Nio yang kala itu tengah menatapnya aneh.
"So, sonia?" Ucap Nio yang kala itu terlihat seperti orang linglung.
"Iya, aku Sonia, lalu siapa lagi sayang?" Tanya Sonia sembari ingin kembali menyentuh Nio.
Namun, Nio dengan cepat langsung menghindar, membuat gerakan Sonia mendadak terhenti sembari mulai menatap Nio dengan kebingungan.
"What's wrong??" Tanya Sonia lagi.
Nio masih terdiam dan masih saja terlihat seperti orang bingung.
"Ja, jadi sejak tadi aku hanya sedang berhalusinasi? Sejak tadi aku bercumbu dengan Sonia dan bukan dengan Rena?" Tanya Nio dalam hati.
Nio pun langsung mengusap kasar wajahnya, ia langsung terduduk lesu di tepi ranjang dan terus mengacak-acak rambutnya.
"Ada apa?" Sonia yang sudah bertelanjang dada itu pun ikut bangkit dan mencoba untuk kembali mendekati Nio.
"Maaf aku kelepasan." Ucap Nio yang terus menyembunyikan wajahnya di balik kedua telapak tangannya.
"Nio, kita sudah terlanjur, aku mohon agar kamu mau melanjutkannya." Bisik Sonia tepat di telinga Nio.
Nio pun seketika melirik ke arah Sonia yang sudah terlihat cukup berantakan akibat ulahnya.
"Tolong lanjutkan Nio, jangan menyiksa birahiku seperti ini." Goda Sonia lagi sembari terus membelai punggung dan dada Nio dengan lembut.
"Ta,, tapi..."
"Ssssttt." Sonia dengan cepat menempelkan jari telunjuknya pada bibir Nio.
"Sudah terlanjur, tidak ada pilihan lain selain menuntaskannya." Lanjutnya lagi.
Nio yang masih dalam pengaruh alkohol itu pun akhirnya tak mampu menolak godaan Sonia, meski pun tak memiliki perasaan apapun padanya, namun lelaki normal mana yang sedang mabuk akan tahan akan godaan seorang wanita cantik yang sedang bertelanjang dada di hadapannya.
Akhirnya mereka pun kembali bercumbu, kembali saling bertautan, seolah dua ekor singa kelaparan yang saling menerkam satu sama lain. Malam itu Sonia pun nampak begitu beringas dalam permainan, membuat keduanya sungguh hilang kendali hingga entah sudah berapa lama mereka bergulat, mulai dari atas ranjang hingga ke berpindah ke sofa.
Tak lama akhirnya tubuh Nio pun ambruk di atas Sonia dengan keadaan tubuh mereka yang sama-sama basah akibat peluh yang bercucuran deras karena aktivitas mereka pada malam itu.
Dengan nafas mereka yang tersengal-sengal, Sonia pun akhirnya kembali mengembangkan senyumannya sembari terus mengusap-usap punggung Nio yang saat itu masih terbaring lemas di atasnya.
"Terima kasih Nio, aku tidak menyangka ternyata kamu begitu perkasa dan pengalaman di ranjang. Aku sangat puas." Bisik Sonia.
"Benarkah?" Tanya Nio yang akhirnya berpindah ke sisi Sonia.
"Iya, sekarang katakan, apa kamu memang sering melakukannya? Dengan siapa? Apa mereka satu kampus dengan kita?" Tanya Sonia yang mulai merasa penasaran.
Nio pun hanya mendengus sembari tersenyum.
"Ini pertama kali aku melakukannya." Jawab Nio datar.
"Apa?! Oh god, itu tidak mungkin." Sonia pun tertawa.
"Sungguh"
"Kamu serius?"
Nio pun mengangguk.
"Astaga aku tidak tau harus merasa bangga atau merasa aneh."
"Bangga? Kenapa harus bangga? Bukankah ini suatu kesalahan?"
"Menjadi wanita pertama yang kamu tiduri, tentu akan menjadi kebanggaan tersendiri bagiku. Dan ya, ini memang lah sebuah kesalahan, tapi bagiku, ini adalah kesalahan dan dosa terindah yang membuatku merasa sangat bahagia saat ini." Jelas Sonia yang kembali tersenyum.
Nio pun hanya diam dan hanya bisa ikut tersenyum.
...Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Imas Maela
ampun ada" aja masa masa ada dosa terindah
2022-12-07
4
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
Kok gampang banget,Sonia kayaknya udah loss doll gak perawan....apakah Sonia simpanan om om atau hanya sekedar gaya hidup aja..bodoh banget kamu Bio.. ujungnya nanti bakalan kamu diminta pertanggungjawaban karna kamu kan gak pake pengaman juga kamu keluarin didalam atau di luar..ihh pusing sendiri AQ 🤭🤭🤭
Lanjut baca aja kak☺️☺️
2022-12-05
3
mia
waduuhh perjakanya hilang🙈
2022-12-02
0