Terpukau

Tak ingin membuang waktu lebih lama lagi, Rena pun langsung meminta untuk melakukan fitting baju pengantin saat itu juga.

"Ayo Ren ikut aku, sebelah sini." Sukma pun langsung beranjak ke salah satu ruangan sembari mengarahkan Rena untuk mengikutinya.

"Nio, tunggu sebentar ya, kamu duduk lah disini dulu, ok?" ucap Rena yang kembali menatap Nio dengan sebuah senyuman tipis.

Nio pun ikut tersenyum dan hanya mengangguk. Lalu dengan bergegas Rena menyusul langkah Sukma, meninggalkan Nio yang masih berdiri di ruangan itu bersama beberapa pegawai butik yang sesekali masih memandanginya dengan tatapan penuh kagum. Nio dengan tenang mulai mendudukkan tubuhnya di sebuah sofa yang berada tak jauh darinya, lalu mulai merogoh saku celananya untuk mengeluarkan ponselnya agar ia tidak merasa bosan.

Sepuluh menit berlalu, Nio pun masih duduk bersandar dengan tenang di sofa sembari masih terlihat fokus pada gawainya.

"Nio." Panggil seseorang dengan lembut.

Suara yang begitu di kenal oleh Nio, suara yang belakangan membuat Nio begitu candu, siapa lagi sang pemilik suara indah itu jika bukan Rena, sang calon ibu sambung. Nio seketika mengangkat pendangannya, kini, tepat di hadapannya sudah berdiri Rena yang saat itu terlihat begitu cantik dan anggun ketika memakai gaun pengantin berwarna putih gading (tidak terlalu putih). Kala itu Nio sontak bangkit dari duduknya, ia terlihat seolah begitu terpaku, kedua matanya seolah tak mengedip sedikit pun ketika memandangi Rena yang benar-benar sangat sempurna dimatanya.

Sebuah gaun berlengan panjang, lekukan tubuh Rena yang bak gitar spanyol juga terlihat jelas, di tambah bagian punggungnya yang lumayan terbuka lebar, turut membuat Rena semakin terlihat sempurna di mata Nio.

"Nio, bagaimana? Tolong berikan pendapatmu tentang gaun pengantin ini!" Ucap Rena lagi dengan senyuman tipisnya.

"So beautiful, almost perfect." Jawabny pelan dengan kedua matanya yang masih terpaku menatap Rena tanpa berkedip.

"Ha?! Benarkah?"

Nio pun tersentak, lalu akhirnya ia kembali tersenyum tipis dan mengangguk.

"Ya, aku sengaja memilih gaun yang sederhana, mengingat acara pernikahan yang akan di adakan juga secara sederhana." Jelas Rena singkat.

"Ya, gaunnya terlihat simple, tapi juga terkesan sangat elegant dan cocok." Jawab Nio lagi.

"Cocok??"

"Ya, cocok denganmu."

Rena pun akhirnya tersenyum, lalu kembali melirik ke arah cermin yang ada di dekatnya.

"Bagaimana Ren? Apa ada masalah sejauh ini?" Tanya Sukma memastikan,

"Tidak ada, ini sudah pas dan kata calon anakku, ini cocok untukku hehe." Jawab Rena yang terus memandangi dirinya dari pantulan cermin sembari melirik sesaat ke arah Nio.

"Wah, Ternyata Nio pun memiliki selera yang cukup bagus ya hehe." Sukma pun terkekeh senang.

"Tapi benar, ini bukan karena aku yang membuatnya, tapi gaun ini memang terlihat sangat sinkron padamu Ren. Gaunnya yang simple, diimbangi juga dengan wajahmu yang sangat cantik, sungguh perpaduan yang apik. Bagaimana menurutmu Nio? Kau setuju dengan ucapanku barusan kan?" Kali ini Sukma pun melirik ke arah Nio.

"Oh ya, benar! Aku setuju." Jawab Nio sembari menganggukkan kepalanya.

"Hehehe iya, aku suka gaun ini, sangat suka." Rena pun semakin melebarkan senyumannya.

"Ah syukur lah kalau kau puas dengan hasilnya."

Setengah jam berlalu, Rena dan Nio akhirnya keluar dan butik dengan langsung membawa gaun pengantinnya. Nio meletakkan paperbag yang berukuran cukup besar dengan gaun pengantin di dalamnya dengan sangat hati-hati di kursi mobil bagian belakang.

"Jadi sekarang kita langsung ke mall?" Tanya Nio begitu memasuki mobilnya.

Rena pun mengangguk dan kembali menunjukkan sebuah senyuman yang selalu membuat jiwa Nio menghangat kala melihatnya. Nio pun langsung melajukan mobilnya menuju mall, yang letaknya sudah tidak terlalu jauh dari butik itu. Bahkan tidak sampai sepuluh menit, mereka pun telah sampai di mall tujuan.

"Nio, apa kamu sudah makan?" Tanya Rena sembari menggandeng tangan calon anak sambungnya tanpa ragu.

Nio terdiam sejenak sembari memandangi tangan Rena yang telah melingkar dengan nyaman di lengannya, lalu perlahan ia menatap wajah Rena yang kala itu terlihat sangat ceria sembari menggelengkan pelan kepalanya.

"Kamu belum makan?"

Nio pun kembali menggelengkan kepalanya.

"Ah kebetulan, aku juga belum makan, sebaiknya kita makan dulu, aku sudah mulai lapar." Rena pun mulai ingin menarik tangan Nio.

"Ta,, tapi..."

"Tapi apa? Sudah lah, tidak perlu canggung padaku, sebentar lagi kita akan menjadi satu keluarga, jadi bukankah ini waktu yang tepat untuk kita saling mengenal satu sama lain?" Jawab Rena yang sejenak menatap wajah Nio dengan begitu lekat,

"Ayo, kita cari makan dulu." Akhirnya Rena pun kembali menarik tangan Nio.

Kali ini Nio tidak bisa menolak dan hanya pasrah mengikuti langkah Rena.

"Kamu sedang ingin makan apa Nio?" Tanya Rena yang kala itu terus melirik kesana kemari ke sekeliling mall yang ada banyak terdapat restaurant.

"Apa saja, asal denganmu." Jawab Nio refleks.

Jawaban itu sontak membuat langkah Rena terhenti.

"Apa?" Tanya Rena sembari menatap Nio yang saat itu seolah kurang mendengar jelas ucapan Nio.

"Ah tidak! Aku bilang makan apa saja asal sesuai seleramu, aku ikut saja." Jawab Nio berkilah.

"Aku sedang ingin makan Yakiniku, bagaimana denganmu?"

"Boleh, aku juga suka."

Rena pun semakin tersenyum lebar dan dengan semangat kembali menarik tangan Nio untuk menuju ke restaurant jepang yang jaraknya tak jauh dari mereka saat itu.

Rena memilih duduk bersebelahan di samping Nio, hal itu dilakukannya bukan untuk merayu atau pun menggoda Nio, melainkan murni ingin mendekatkan dirinya sebagai calon ibu pengganti bagi Nio yang sudah sangat lama tak pernah merasakan keberadaan seorang ibu dalam hidupnya.

Namun nyatanya, hal itu justru menciptakan pemahaman dan perasaan yang berbeda bagi Nio, bukan merasakan kedekatan sebagai ibu dan anak, melainkan perasaannya lebih dari itu, yaitu lebih tepatnya sebagai sepasang kekasih yang seperti tengah berkencan.

Disaat itu, Rena dengan sangat nyaman menceritakan banyak hal tentang kehidupannya di masa lalu pada Nio. Ia pun turut menceritakan bagaimana ia menjalani hari-harinya tanpa adanya sosok ayah dalam hidupnya karena ayahnya telah meninggal dunia sejak ia duduk di bangku kelas 3 SMP dan menyusul ibunya yang harus berpulang ketika ia baru saja lulus SMA hingga membuatnya harus hidup sebatang kara karena ia anak tunggal.

Ada banyak hal yang ia ceritakan pada Nio tanpa ragu, saat itu Nio pun terlihat sangat responsif terhadap semua yang diceritakan oleh Rena.

"Lalu bagaimana kamu bisa mengenal papa dan akhirnya menjalin hubungan?" Tanya Nio yang jadi semakin dibuat begitu penasaran.

...Bersambung......

Terpopuler

Comments

mia

mia

sama Neo aja rena

2022-12-02

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan pertama
2 Mengejutkan
3 Semakin syok
4 Pengalihan
5 Mabuk dan berhalusinasi
6 Pengalaman pertama
7 Tugas yg menyenangkan
8 Semakin dekat
9 Terpukau
10 Menghabiskan waktu bersama
11 Janji Rena
12 Sah
13 Satu atap
14 Pelampiasan
15 Menggila
16 Jatuh sakit
17 Refleks
18 Permintaan Maaf
19 Hilang kendali
20 Tersadar
21 Awal kebohongan
22 Gugup
23 Teman tak di undang
24 Teman Yang Menyebalkan
25 Bayang-bayang pengusik
26 Terjebak Situasi
27 Pertahanan yang runtuh
28 Cinta atau Nafsu
29 Canggung
30 Selalu ada kesempatan
31 Udara sejuk, tapi terasa panas
32 Cinta yang makin menggebu
33 Menunggu
34 Cemburu buta
35 Ucapan menyayat hati
36 Tidak bertemu
37 Masih enggan
38 Malam yang panjang
39 Suami tidak peka
40 Mabuk
41 Ditengah malam yang pekat
42 Tak sudah-sudah
43 Menyangkal
44 Keadaan berbalik
45 Perasaan Hambar
46 Mengagetkan
47 Menepati janji
48 Ungkapan perasaan
49 Permohonan
50 Masih sanggup
51 Wajah Berseri
52 Selalu bersikap manis
53 Sungai atau air terjun
54 Piknik
55 Kisah kelam masa lalu
56 Fetish gila
57 Sangat menyenangkan
58 Mengatasi kedinginan
59 Menghangatkan tubuh cara kedua
60 Menutup mulut secara paksa
61 Hujan yang menyejukkan
62 Menghilangkan ketakutan
63 Aksi yang gagal
64 kali ini dibiarkan lolos
65 Aneh
66 Pulang lambat
67 Penghilang lelah
68 Persiapan kejutan
69 Surprise!!
70 Surprise part ll
71 Cemburu
72 Selalu ada cara
73 Selalu ada waktu
74 Makin malam makin seru
75 Tidak bisa menolak
76 Kecil hati
77 Menjaga perasaan
78 Salah duga
79 Kado terindah
80 Kilas balik moment pertama
81 Pagi hari
82 Sarapan bersama
83 Kesal
84 Hanya berdua
85 Tanggung jawab yang menyenangkan
86 Make a wish
87 Liburan dadakan
88 Lagi-lagi terkesima
89 Mahir dalam segala hal
90 Dibawah taburan bintang-bintang
91 Seseorang tak diinginkan
92 Emosi meluap
93 Menghibur diri
94 Menghindari hal tak diinginkan
95 Hal tak di harapkan
96 Makan malam
97 Sesak
98 Berakhir
99 Berakhir part ll
100 Curhat
101 Misi mengambil hati
102 Pengalihan
103 Moment special
104 Liburan kelulusan
105 Liburan kelulusan part ll
106 Kejujuran
107 Sulit menyudahinya
108 Karma is real
109 Pergi dan menghilang
110 Hidup baru
111 Tiba waktunya
112 Mulai penasaran
113 Kabar duka yang tertunda
114 Comeback home
115 Surat wasiat
116 Kehancuran bertubi
117 Kembali bertemu
118 Positive vibe
119 Kedatangan teman
120 Setelah sekian lama
121 Kabar bahagia
122 Surat undangan
123 Menepati janji
124 Menepati janji part ll
125 Menepati janji part ll
126 Menepati janji part lll
127 Long time no see
128 Meluruskan kesalahpahaman
129 Mengira itu mimpi
130 Pesta Pernikahan
131 Si kecil menggemaskan
132 Penguntit handal
133 Pengakuan
134 Dua pilihan
135 Kegep
136 Menghilang
137 Yes
138 Perasaan yang kacau
139 Salah paham
140 Hari H
Episodes

Updated 140 Episodes

1
Pertemuan pertama
2
Mengejutkan
3
Semakin syok
4
Pengalihan
5
Mabuk dan berhalusinasi
6
Pengalaman pertama
7
Tugas yg menyenangkan
8
Semakin dekat
9
Terpukau
10
Menghabiskan waktu bersama
11
Janji Rena
12
Sah
13
Satu atap
14
Pelampiasan
15
Menggila
16
Jatuh sakit
17
Refleks
18
Permintaan Maaf
19
Hilang kendali
20
Tersadar
21
Awal kebohongan
22
Gugup
23
Teman tak di undang
24
Teman Yang Menyebalkan
25
Bayang-bayang pengusik
26
Terjebak Situasi
27
Pertahanan yang runtuh
28
Cinta atau Nafsu
29
Canggung
30
Selalu ada kesempatan
31
Udara sejuk, tapi terasa panas
32
Cinta yang makin menggebu
33
Menunggu
34
Cemburu buta
35
Ucapan menyayat hati
36
Tidak bertemu
37
Masih enggan
38
Malam yang panjang
39
Suami tidak peka
40
Mabuk
41
Ditengah malam yang pekat
42
Tak sudah-sudah
43
Menyangkal
44
Keadaan berbalik
45
Perasaan Hambar
46
Mengagetkan
47
Menepati janji
48
Ungkapan perasaan
49
Permohonan
50
Masih sanggup
51
Wajah Berseri
52
Selalu bersikap manis
53
Sungai atau air terjun
54
Piknik
55
Kisah kelam masa lalu
56
Fetish gila
57
Sangat menyenangkan
58
Mengatasi kedinginan
59
Menghangatkan tubuh cara kedua
60
Menutup mulut secara paksa
61
Hujan yang menyejukkan
62
Menghilangkan ketakutan
63
Aksi yang gagal
64
kali ini dibiarkan lolos
65
Aneh
66
Pulang lambat
67
Penghilang lelah
68
Persiapan kejutan
69
Surprise!!
70
Surprise part ll
71
Cemburu
72
Selalu ada cara
73
Selalu ada waktu
74
Makin malam makin seru
75
Tidak bisa menolak
76
Kecil hati
77
Menjaga perasaan
78
Salah duga
79
Kado terindah
80
Kilas balik moment pertama
81
Pagi hari
82
Sarapan bersama
83
Kesal
84
Hanya berdua
85
Tanggung jawab yang menyenangkan
86
Make a wish
87
Liburan dadakan
88
Lagi-lagi terkesima
89
Mahir dalam segala hal
90
Dibawah taburan bintang-bintang
91
Seseorang tak diinginkan
92
Emosi meluap
93
Menghibur diri
94
Menghindari hal tak diinginkan
95
Hal tak di harapkan
96
Makan malam
97
Sesak
98
Berakhir
99
Berakhir part ll
100
Curhat
101
Misi mengambil hati
102
Pengalihan
103
Moment special
104
Liburan kelulusan
105
Liburan kelulusan part ll
106
Kejujuran
107
Sulit menyudahinya
108
Karma is real
109
Pergi dan menghilang
110
Hidup baru
111
Tiba waktunya
112
Mulai penasaran
113
Kabar duka yang tertunda
114
Comeback home
115
Surat wasiat
116
Kehancuran bertubi
117
Kembali bertemu
118
Positive vibe
119
Kedatangan teman
120
Setelah sekian lama
121
Kabar bahagia
122
Surat undangan
123
Menepati janji
124
Menepati janji part ll
125
Menepati janji part ll
126
Menepati janji part lll
127
Long time no see
128
Meluruskan kesalahpahaman
129
Mengira itu mimpi
130
Pesta Pernikahan
131
Si kecil menggemaskan
132
Penguntit handal
133
Pengakuan
134
Dua pilihan
135
Kegep
136
Menghilang
137
Yes
138
Perasaan yang kacau
139
Salah paham
140
Hari H

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!