Satu atap

Sepanjang malam Nio terus di buat gelisah hingga tak bisa tidur, bayang-bayang Rena seolah terus mengganggunya kala itu, apalagi kini Rena dan Nio berada di bawah naungan atap yang sama, dan saat ini Rena bahkan berada tepat disebelah kamarnya.

"Astaga kenapa aku jadi susah tidur begini? Sebenarnya aku ini kenapa? Aku tidak pernah merasa segelisah ini sebelumnya hanya karena seorang wanita." Gumamnya dalam hati.

Hingga jarum jam pun kini sudah menunjukkan pukul 00.25 dini hari, Nio masih terjaga di kamarnya. Ia pun akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamarnya, menuruni anak tangga, lalu memilih untuk duduk bersantai sembari memainkan gitar di teras belakang rumahnya yang menghadap ke kolam renang.

Suasana rumah di malam yang larut itu sungguh terasa begitu hening, beberapa lampu pun telah di padamkan hingga membuat keadaan dapur, ruang tamu, dan ruang keluarga dilantai satu jadi terlihat remang-remang.

Nio pun mulai bernyanyi pelan, menyanyikan lagu apa saja yang saat itu terlintas dibenaknya. Namun tanpa sengaja, ekor matanya seolah menangkap suatu sosok, sekelebat bayangan ia lihat seolah lewat begitu saja. Nyanyian dan suara petikan gitar yang sebelumnya menepiskan sunyi malam itu pun sejenak harus terhenti, ia pun langsung melirik ke arah dimana bayangan tadi di lihatnya, namun tak ada apapun lagi.

Nio pun langsung mengangkat kedua pundaknya singkat, seolah tidak mau terlalu peduli dan berfikir jika itu hanya perasaannya saja. Dengan santai, ia kembali memetik gitarnya dan kembali bernyanyi dengan tenang. Namun lagi-lagi bayangan itu pun semakin jelas terlihat melewati ruang keluarga menuju dapur. Mata Nio mulai membulat, yang ada dalam benaknya saat itu bukanlah setan atau sejenisnya, karena memang Nio tidak pernah merasa ada gangguan dari makhlus halus selama hidupnya di rumah itu. Ia justru berfikir jika malam itu sedang ada maling yang menyelinap masuk dan mencoba untuk mencuri isi dalam rumahnya.

"Dimana security yang berjaga di depan? Apa dia tertidur hingga maling bisa menyelinap masuk ke dalam rumah?" Gumam Nio dalam hati sembari mulai meletakkan pelan gitarnya ke kursi yang ada di sebelahnya.

Nio pun mulai melangkah begitu pelan hingga suara langkahnya di suasana yang begitu hening nyaris tak terdengar. Ia terus berjalan mengendap-endap menuju dapur untuk melihat siapa kiranya yang sedang berada di dapurnya yang saat itu begitu remang-remang.

Namun langkahnya mulai terhenti saat ia melihat sosok wanita yang sedang berdiri membelakanginya. Wanita berambut panjang, mengenakan baju kimono berbahan sutra dengan panjang sepaha dan sedikit tembus pandang. Seketika sosok wanita itu pun berbalik badan seolah ingin kembali melangkah, namun ia begitu di buat terkejut saat melihat seseorang tiba-tiba saja berdiri di belakangnya hingga ia pun menjerit dan dengan refleks menyiramkan air dari gelas yang ia pegang.

"Aaawww!!" Teriaknya yang begitu melengking.

Saat itu Nio pun juga dibuat terkejut dengan keadaan tubuh dan mukanya yang sudah basah akibat disiram oleh wanita itu. Wanita itu pun langsung menekan tombol yang ada disisi dinding di dekatnya, seketika lampu dapur pun hidup dan menerangi ruangan itu. Ternyata wanita itu ialah Rena, ia merasa haus hingga harus turun ke dapur untuk minum dan berniat untuk membawa segelas air ke kamarnya.

"Ha, Nio?" Ucap Rena yang terkejut sembari menutup mulutnya yang menganga dengan kedua tangannya.

"Ja, jadi kamu yang dari tadi ada di dapur?"

"Iya, ibu merasa haus, makanya turun untuk minum." Jelas Rena.

"Huh syukur lah, ku kira maling." Nio pun akhirnya menghela nafas lega.

"Ya ampun Nio, maafkan ibu, ibu sungguh refleks menyiramkan air padamu, karena ibu juga berfikir jika kamu itu penyusup, ibu sungguh tidak tau jika itu kamu." Rena pun dengan cepat meraih tisu yang tersedia di meja dapur.

Lalu dengan rasa panik dan merasa bersalah, ia pun langsung saja mengusap-usap wajah Nio yang basah.

"Oh tidak perlu, tidak apa, wajar saja karena suasana yang cukup gelap pasti membuat orang banyak yang keliru." Jelas Nio.

"Tidak, tidak, tolong biarkan ibu membantu mengeringkan wajah dan tubuhmu yang basah, agar ibu tidak terlalu merasa bersalah." Jawab Rena yang tetap kekeh ingin mengusapkan tishu ke wajah Nio.

Nio pun akhirnya mengangguk, Rena dengan begitu fokus langsung mengusapkan tisu itu ke wajah Nio dengan sangat lembut, lagi-lagi membuat Nio menjadi diam terpaku memandangi wajah Rena yang saat itu berjarak begitu dekat dengan wajahnya.

Wajah Rena malam itu terlihat begitu natural tanpa polesan make up sedikit pun seperti biasanya, itu pertama kalinya Nio melihat jelas wajahnya yang alami dengan jarak dekat, begitu mulus dan halus, bibirnya yang mungil tetap terlihat merah merekah bak delima meski tanpa polesan lipstick. Membuat Nio semakin terpesona dibuatnya, jiwa kelelakian itu pun kembali bergetar dengan di iringi detakan jantungnya yang terasa semakin cepat memompakan aliran darah ke otaknya.

"Ternyata kamu lebih cantik dan lebih terlihat menggoda saat tanpa polesan make up begini." Gumam Nio dalam hati yang terus menatap lekat ke arah Rena yang saat itu terlihat masih begitu fokus mengusap wajah dan bagian lehernya.

"Sekarang katakan, kenapa kamu juga belum tidur disaat yang sudah larut seperti ini?" Tanya Rena yang meliriknya singkat lalu kembali fokus mengusap bagian dada Nio.

Membuat Nio tersentak dari pandangannya, dan langsung mengusap tengkuknya untuk mencari alasan yang tepat. Karena tidak mungkin ia mengatakan tidak bisa tidur karena terus memikirkan ibu tiri yang ada di hadapannya saat itu.

"Oh itu, emm aku, aku..."

"Aku apa??" Tanya Rena dengan nada begitu lembut.

"Aku, oh aku juga awalnya merasa haus, namun saat melihat seseorang di dapur ku pikir itu maling, aku hampir saja ingin memukul mu." Jawab Nio asal.

"Oh begitu, berarti ibu masih beruntung ya karena belum sempat di pukul oleh mu, bayangkan saja tubuh tegapmu ini saat memukul tubuh ibumu yang mungil ini hehehe." Rena pun tersenyum.

"Hehe tidak begitu juga, lagi pula aku tidak mungkin sanggup untuk memukul mu." Jawaban Nio keluar begitu saja.

"Oh ya? kenapa begitu? Karena seperti yang banyak terjadi, setauku hampir seluruh anak sangat membenci ibu tiri baik itu lelaki maupun perempuan" Ucap Rena lagi dengan begitu tenang.

"Itu karena aku menyukaimu, oh tidak! Ini bahkan lebih dari sekedar rasa suka!" Jawab Nio dalam hati sembari kembali menatap wajah Rena dengan begitu dalam.

"Nio, kenapa malah melamun?" Tanya Rena lagi sembari menjentikkan jarinya ke hadapan Nio.

Lagi-lagi Nio tersentak, berbicara dengan jarak yang begitu dekat dengan Rena cukup membuat Nio sering kehilangan fokusnya hingga kadang membuatnya seperti orang yang ling lung.

...Bersambung......

Terpopuler

Comments

Irfa Idiani

Irfa Idiani

🤭🤭🤭🤭

2022-12-06

1

mia

mia

saya suka saya suka 🤗🤗

2022-12-02

0

aselole

aselole

kerennnnnn💯🔥🔥🔥🔥

2022-04-04

3

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan pertama
2 Mengejutkan
3 Semakin syok
4 Pengalihan
5 Mabuk dan berhalusinasi
6 Pengalaman pertama
7 Tugas yg menyenangkan
8 Semakin dekat
9 Terpukau
10 Menghabiskan waktu bersama
11 Janji Rena
12 Sah
13 Satu atap
14 Pelampiasan
15 Menggila
16 Jatuh sakit
17 Refleks
18 Permintaan Maaf
19 Hilang kendali
20 Tersadar
21 Awal kebohongan
22 Gugup
23 Teman tak di undang
24 Teman Yang Menyebalkan
25 Bayang-bayang pengusik
26 Terjebak Situasi
27 Pertahanan yang runtuh
28 Cinta atau Nafsu
29 Canggung
30 Selalu ada kesempatan
31 Udara sejuk, tapi terasa panas
32 Cinta yang makin menggebu
33 Menunggu
34 Cemburu buta
35 Ucapan menyayat hati
36 Tidak bertemu
37 Masih enggan
38 Malam yang panjang
39 Suami tidak peka
40 Mabuk
41 Ditengah malam yang pekat
42 Tak sudah-sudah
43 Menyangkal
44 Keadaan berbalik
45 Perasaan Hambar
46 Mengagetkan
47 Menepati janji
48 Ungkapan perasaan
49 Permohonan
50 Masih sanggup
51 Wajah Berseri
52 Selalu bersikap manis
53 Sungai atau air terjun
54 Piknik
55 Kisah kelam masa lalu
56 Fetish gila
57 Sangat menyenangkan
58 Mengatasi kedinginan
59 Menghangatkan tubuh cara kedua
60 Menutup mulut secara paksa
61 Hujan yang menyejukkan
62 Menghilangkan ketakutan
63 Aksi yang gagal
64 kali ini dibiarkan lolos
65 Aneh
66 Pulang lambat
67 Penghilang lelah
68 Persiapan kejutan
69 Surprise!!
70 Surprise part ll
71 Cemburu
72 Selalu ada cara
73 Selalu ada waktu
74 Makin malam makin seru
75 Tidak bisa menolak
76 Kecil hati
77 Menjaga perasaan
78 Salah duga
79 Kado terindah
80 Kilas balik moment pertama
81 Pagi hari
82 Sarapan bersama
83 Kesal
84 Hanya berdua
85 Tanggung jawab yang menyenangkan
86 Make a wish
87 Liburan dadakan
88 Lagi-lagi terkesima
89 Mahir dalam segala hal
90 Dibawah taburan bintang-bintang
91 Seseorang tak diinginkan
92 Emosi meluap
93 Menghibur diri
94 Menghindari hal tak diinginkan
95 Hal tak di harapkan
96 Makan malam
97 Sesak
98 Berakhir
99 Berakhir part ll
100 Curhat
101 Misi mengambil hati
102 Pengalihan
103 Moment special
104 Liburan kelulusan
105 Liburan kelulusan part ll
106 Kejujuran
107 Sulit menyudahinya
108 Karma is real
109 Pergi dan menghilang
110 Hidup baru
111 Tiba waktunya
112 Mulai penasaran
113 Kabar duka yang tertunda
114 Comeback home
115 Surat wasiat
116 Kehancuran bertubi
117 Kembali bertemu
118 Positive vibe
119 Kedatangan teman
120 Setelah sekian lama
121 Kabar bahagia
122 Surat undangan
123 Menepati janji
124 Menepati janji part ll
125 Menepati janji part ll
126 Menepati janji part lll
127 Long time no see
128 Meluruskan kesalahpahaman
129 Mengira itu mimpi
130 Pesta Pernikahan
131 Si kecil menggemaskan
132 Penguntit handal
133 Pengakuan
134 Dua pilihan
135 Kegep
136 Menghilang
137 Yes
138 Perasaan yang kacau
139 Salah paham
140 Hari H
Episodes

Updated 140 Episodes

1
Pertemuan pertama
2
Mengejutkan
3
Semakin syok
4
Pengalihan
5
Mabuk dan berhalusinasi
6
Pengalaman pertama
7
Tugas yg menyenangkan
8
Semakin dekat
9
Terpukau
10
Menghabiskan waktu bersama
11
Janji Rena
12
Sah
13
Satu atap
14
Pelampiasan
15
Menggila
16
Jatuh sakit
17
Refleks
18
Permintaan Maaf
19
Hilang kendali
20
Tersadar
21
Awal kebohongan
22
Gugup
23
Teman tak di undang
24
Teman Yang Menyebalkan
25
Bayang-bayang pengusik
26
Terjebak Situasi
27
Pertahanan yang runtuh
28
Cinta atau Nafsu
29
Canggung
30
Selalu ada kesempatan
31
Udara sejuk, tapi terasa panas
32
Cinta yang makin menggebu
33
Menunggu
34
Cemburu buta
35
Ucapan menyayat hati
36
Tidak bertemu
37
Masih enggan
38
Malam yang panjang
39
Suami tidak peka
40
Mabuk
41
Ditengah malam yang pekat
42
Tak sudah-sudah
43
Menyangkal
44
Keadaan berbalik
45
Perasaan Hambar
46
Mengagetkan
47
Menepati janji
48
Ungkapan perasaan
49
Permohonan
50
Masih sanggup
51
Wajah Berseri
52
Selalu bersikap manis
53
Sungai atau air terjun
54
Piknik
55
Kisah kelam masa lalu
56
Fetish gila
57
Sangat menyenangkan
58
Mengatasi kedinginan
59
Menghangatkan tubuh cara kedua
60
Menutup mulut secara paksa
61
Hujan yang menyejukkan
62
Menghilangkan ketakutan
63
Aksi yang gagal
64
kali ini dibiarkan lolos
65
Aneh
66
Pulang lambat
67
Penghilang lelah
68
Persiapan kejutan
69
Surprise!!
70
Surprise part ll
71
Cemburu
72
Selalu ada cara
73
Selalu ada waktu
74
Makin malam makin seru
75
Tidak bisa menolak
76
Kecil hati
77
Menjaga perasaan
78
Salah duga
79
Kado terindah
80
Kilas balik moment pertama
81
Pagi hari
82
Sarapan bersama
83
Kesal
84
Hanya berdua
85
Tanggung jawab yang menyenangkan
86
Make a wish
87
Liburan dadakan
88
Lagi-lagi terkesima
89
Mahir dalam segala hal
90
Dibawah taburan bintang-bintang
91
Seseorang tak diinginkan
92
Emosi meluap
93
Menghibur diri
94
Menghindari hal tak diinginkan
95
Hal tak di harapkan
96
Makan malam
97
Sesak
98
Berakhir
99
Berakhir part ll
100
Curhat
101
Misi mengambil hati
102
Pengalihan
103
Moment special
104
Liburan kelulusan
105
Liburan kelulusan part ll
106
Kejujuran
107
Sulit menyudahinya
108
Karma is real
109
Pergi dan menghilang
110
Hidup baru
111
Tiba waktunya
112
Mulai penasaran
113
Kabar duka yang tertunda
114
Comeback home
115
Surat wasiat
116
Kehancuran bertubi
117
Kembali bertemu
118
Positive vibe
119
Kedatangan teman
120
Setelah sekian lama
121
Kabar bahagia
122
Surat undangan
123
Menepati janji
124
Menepati janji part ll
125
Menepati janji part ll
126
Menepati janji part lll
127
Long time no see
128
Meluruskan kesalahpahaman
129
Mengira itu mimpi
130
Pesta Pernikahan
131
Si kecil menggemaskan
132
Penguntit handal
133
Pengakuan
134
Dua pilihan
135
Kegep
136
Menghilang
137
Yes
138
Perasaan yang kacau
139
Salah paham
140
Hari H

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!