Hari yang ditunggu pun tiba kini Rindu diminta masuk ke dalam ruangan operasi.
"Dok tolong berikan penanganan terbaik," ujar Reno.
"Tenang saja, kami selalu melakukan yang terbaik untuk pasien kami." Dokter menepuk pundak Reno dan lelaki itu pun tampak mengangguk.
"Semangat ya Rin, semoga wajahmu kembali seperti semula," ujar Reno kemudian pada Rindu.
"Terima kasih, doakan ya semoga pengorbananmu tidak sia-sia." Rindu berucap dengan mata yang berkaca-kaca, antara sedih, terharu dan khawatir operasinya tidak berjalan dengan baik atau malah hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi.
"Jangan berpikir macam-macam! Tanamkan dalam hatimu bahwa operasinya bakal lancar dan memberikan hasil terbaik." Reno memberikan semangat pada Rindu karena melihat raut wajah Rindu yang seolah takut.
Jangankan melakukan operasi, mendengar kata operasi saja Rindu sebenarnya sudah takut. Namun ia berusaha bersikap tetap tenang. Bukankah ini yang dia inginkan dari dulu?
Semua orang yaitu Yani, Dahlan, Reno, maupun Deril menunggu di luar ruangan dengan harap-harap cemas. Yang bisa mereka lakukan sekarang hanya satu, berdoa. Berharap Tuhan memberikan hasil terbaik untuk Rindu.
Setelah operasi selesai Rindu di pindahkan ke ruang perawatan.
Beberapa hari kemudian Yani, Dahlan, Deril dan juga Reno sedang berada di ruangan rawat Rindu. Bahkan Nadia pun juga ada. Dia bahkan bolos sekolah hanya karena ingin melihat perubahan wajah sahabatnya. Hari ini mereka menunggu dokter yang katanya akan membuka perban di wajah Rindu.
"Mana dokternya, kok lama banget sih?" Bukannya Rindu yang tidak sabaran, tetapi malah Reno yang gelisah sedari tadi, ingin cepat-cepat melihat perubahan wajah sang kekasih.
"Tenang Tuan, mungkin sebentar lagi," sahut Deril menenangkan sang bos.
"Dari tadi kamu selalu ngomong bentar lagi-bentar lagi, tapi sampai sekarang dokternya belum datang juga. Cepat telepon dia!"
"Sudah dari tadi Tuan, tetapi kata asistennya dia sedang melakukan operasi hidung."
"Apa tidak bisa dipercepat ya?"
Deril tampak tepuk jidat. "Apa Tuan akan bertanggung jawab? Kalau saya tetap memaksa dokter itu datang kemari sekarang juga maka pasiennya kini bukan bertambah mancung hidungnya tetapi malah bertambahnya pesek," protes Deril.
"Deril ini bukan waktunya bercanda!"
"Iya Tuan."
Lagian udah tahu dokter sedang melakukan operasi, dia kira bisa bawa handphone apa.
"Tenang Nak Reno, jangan terlalu terburu-buru. Sesuatu yang terburu-buru pasti hasilnya tidak bagus," tegur Dahlan.
"Iya Paman." Akhirnya Reno memilih duduk di sofa. Sambil menunggu, dia mengecek pekerjaan di kantor melalui Ipad.
Beberapa jam kemudian dokter bedah plastik yang menangani Rindu datang bersama seorang suster.
"Tuan itu dokternya sudah datang," bisik Deril di telinga Reno. Reno yang fokus pada pekerjaannya akhirnya mendongak. Ia tersenyum kemudian menghentikan aktivitasnya.
"Bagaimana Tuan muda Reno, sudah siap?" tanya dokter tersebut.
"Sudah siap dari tadi Dok," jawabnya.
"Maaf tadi saya harus menangani pasien lain."
"Iya tidak apa-apa Dokter."
Dokter itu hanya tersenyum ramah lalu mendekat ke arah Rindu.
"Bagaimana sudah siap Nona Rindu?" Kini dokter tersebut bertanya pada Rindu.
Rindu hanya menjawab dengan anggukan.
"Hati-hati jangan banyak bergerak dulu," ujar dokter mengingatkan karena melihat Rindu menggeser posisi duduknya.
"Saya buka ya." Dokter itu meminta izin lalu membuka perlahan perban yang membalut wajah Rindu dibantu oleh suster.
Semua orang yang ada di ruangan itu fokus menatap ke arah Rindu yang kini sedang dihalangi tubuh dokter yang berdiri di depannya.
Reno dan yang lainnya menunggu perban itu terlepas dengan harap-harap cemas. Begitupun dengan Rindu, jantungnya terdengar jedag-jedug persis orang yang ditembak pacar. Bahkan kali ini lebih kencang daripada saat Reno mengatakan cinta padanya.
Apa benar wajahku akan kembali seperti semula? Atau mungkin aku nanti akan berubah seperti orang lain? Atau jangan-jangan benar kata Rangga, takdirku akan buruk rupa selamanya? Begitulah kira-kira pertanyaan yang ada di hati Rindu.
Satu menit, dua menit, tiga menit,
Tara ....
Terbukalah semua perban yang menutupi wajah Rindu. Semua mata yang tertuju padanya terpana. Bahkan Nadia dan Yani sampai menutup mulut melihat kecantikan wajah Rindu sekarang. Bagi Yani wajah Rindu bahkan lebih cantik daripada saat ia masih duduk di bangku SMP, sebelum kecelakaan itu terjadi.
Begitupun dengan kaum adam yang hadir di sana.
"Wah Tuan, Rindu ...."
Reno tidak mendengarkan perkataan Deril, ia langsung mendekat ke arah Rindu.
"Rindu, kau sangat cantik." Reno menatap wajah Rindu tak berkedip membuat gadis itu menyunggingkan bibir.
"Rindu kamu jangan tersenyum dulu!"
"Dokter apakah dia boleh tersenyum? Jangan-jangan Wajahnya rusak kembali kalau dia tersenyum," ujar Reno
Deril yang mendengar pertanyaan polos Reno terkekeh. "Tuan kira dia melakukan operasi hidung atau dagu begitu atau bibir sumbing?"
"Nona kau tidak boleh tersenyum tapi menangis lah," ujar Deril menggoda Rindu membuat dia mendapatkan pelototan dari Reno.
"Yang penting jangan banyak bergerak dulu. Untuk sementara selama sebulan ini dia tidak boleh beraktivitas dulu," saran dokter.
"Baik Dok akan saya pastikan dia melakukan prosedur yang dianjurkan dokter."
"Baik, nanti saya buatkan catatan apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan pasien dalam tahap pemulihan pasca operasi plastik wajah."
"Baik Dok, terima kasih banyak atas bantuannya. Nanti saya kirimkan hadiah buat dokter karena telah berhasil mengembalikan wajah calon saya."
"Baik sama-sama, terima kasih sebelumnya."
"Suster tolong ambilkan cermin!"
"Baik Dok."
Suster itu menaruh Cermin di hadapan Rindu. Rindu meraihnya, dia ingin memegang cermin itu sendiri.
"Bagaimana sesuai dengan keinginan Nona kah?" tanya suster tersebut.
"Iya Sus, ini wajahku sebelum aku kecelakaan waktu itu," ujar Rindu dengan suara pelan.
"Syukurlah kalau begitu," sahut suster ikut lega.
"Kalau begitu kami permisi dulu," ujar dokter tersebut lalu melangkah keluar diikuti suster di belakang.
Setelah dokter keluar Nadia dan yang lainnya mendekati Rindu.
"Wah aku ngerasa jelek sekali kalau lihat wajahmu sekarang," ujar Nadia pura-pura sedih.
"Tenang Nona, Nona juga cantik kok. Semua wanita itu cantik," ujar Deril membuat Nadia tersenyum sumringah.
"Walaupun sekarang lebih cantik Nona Rindu sih." Sontak senyuman di bibir Nadia menjadi luntur.
"Dan semua laki-laki itu ganteng kan?" sambung Reno.
"Nggak juga, ada yang cantik karena mereka jadi cewek jadi-jadian."
"Itu pengecualian Deril, astaga!"
🌟🌟🌟🌟🌟
Beberapa bulan kemudian Rindu sudah bisa masuk sekolah. Selama ini Reno yang mengurus agar pihak sekolah memperbolehkan Rindu belajar dari rumah atau online.
Hari ini Rindu masuk di kawal oleh seorang bodyguard. Awalnya tidak diperbolehkan oleh pihak sekolah karena takut kehadiran orang tersebut mengganggu murid-murid yang lain. Namun akhirnya setelah melakukan perdebatan panjang pihak sekolah mengizinkan Rindu diawasi untuk beberapa bulan, karena Reno mengancam pihak sekolah untuk bertanggung jawab apabila ada murid yang membuat wajah Rindu cacat kembali.
"Wauw, dia siapa sih?" tanya salah satu murid laki-laki yang melihat Rindu berjalan di koridor sekolah.
"Wah cantik banget, kayaknya di sekolah ini tidak ada deh yang melebihi kecantikannya. Apa dia murid baru ya," sambung murid laki-laki yang lain.
"Iya yah, cantik banget. Kapan aku bisa mempunyai wajah secantik dia," ujar siswi yang berdiri di samping siswa tersebut.
"Tunggu-tunggu! Itu bukannya Rindu ya?"
"Rindu, masa sih?"
"Iya, coba kamu lihat bagian atas wajahnya. Kayak Rindu dia."
"Iya yah, kok aku baru sadar ya."
"Wauw Rindu sekarang sukses sudah punya usaha, cantik dan itu lihat dia malah di dampingi bodyguard juga. Sempurna nggak sih, dia kayak orang kaya aja."
"Iya ya, mengiri aku. Kapan kayak dia?"
"Tidur dulu sana! Barangkali mimpi jadi orang cantik," ujar murid laki-laki, membuat yang lain tertawa renyah.
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan jejak!🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
Imam Sutoto Suro
buseeet keren banget lanjutkan thor
2023-05-18
0
Made Mudana
emang stlah tdur bs jd cantik he.he..hnya dlm mimpi ya
2022-04-18
1
Azzura
lanjuttt lagi Thor
selamat yaa rindu🤗
2022-04-18
1