Part 6. Butik ( Bulu Itik)

Baiklah." Mereka saling menatap dan tersenyum kemudian membersihkan toilet itu bersama.

Pekerjaan berat akan terasa ringan dan cepat selesai apabila dikerjakan bersama. Karena dibantu oleh Nadia, tak menunggu lama pekerjaan Rindu cepat kelar. Dia dan Nadia kembali ke dalam kelas. Menggunakan sisa waktu untuk mengerjakan tugas yang diberikan.

Dalam waktu yang singkat Rindu yang memang pandai dalam pelajaran matematika sudah menyelesaikan tugasnya sedangkan anak-anak yang lain yang bahkan lebih awal mengerjakan belum selesai juga.

"Wah kamu sudah selesai?" tanya Nadia.

Rindu mengangguk.

"Aku belum, kasih tahu yang nomor 3 dong," pinta Nadia.

"Baiklah," jawab Rindu.

Nadia mengambil tasnya dan berjalan menghampiri tempat duduk Rindu. Ia duduk di samping Rindu yang kursinya memang kosong karena tidak ada yang sudi menempati tempat itu. Dulu kursi itu ditempati Luna tapi semenjak mereka berselisih masalah pr matematika dan juga teman sekolah semua tahu tentang keadaan wajah Rindu, Luna pindah dan duduk bersama Lora.

"Aku boleh duduk di disini kan?"

"Duduk saja, saya malah senang kalau ada orang yang mau duduk bareng aku," ujar Rindu.

Nadia mengangguk dan tersenyum. Rindu dengan telaten mengajari Nadia hingga mengerti.

"Ternyata kamu pintar, rugi mereka tidak mau berteman denganmu," ucap Nadia.

Sedangkan teman-teman yang lainnya saling menoleh. Saling bertanya, tetapi sayang diantara mereka sama-sama tidak tahu.

"Ki, nomor tiga dong," ucap Eliza berbisik di telinga Kika.

"Aku juga tidak tahu El," tanya aja sama Luna kan dia biasanya pinter tuh," saran Kika.

"Lun!" seru Eliza.

"Aku juga nggak tahu El," sahut Luna.

"Payah lo, nggak biasanya," ujar Lora.

"Kali ini otakku buntu," ucap Luna berbohong padahal sebenarnya otaknya memang buntu tiap hari. Dia sering maju ke depan hanya karena Rindu.

"Terus gimana dong aku cuma baru selesai 2 soal saja yang 8 lagi, belum."

"Sama jawab Kika."

"Kalau begini mah besok kita bisa disuruh lari keliling lapangan, kan malu dilihat Rangga," ucap Kika.

"Lora cari ide dong, kamu bawa ponsel nggak? Kita cari jawabannya saja di google," ucap Eliza.

"Kan kamu tahu sendiri hapeku ketahanan di ruangan BK," jawab Lora.

"Tenang kita tunggu saja Rindu ngumpulin tugasnya. Pas sudah dikumpulkan kita contek saja," bisik Luna ditelinga Lora.

"Ide bagus," jawab Lora.

"Apa ide-ide bagus, sudah dapat jawabannya?" tanya Kika yang mendengar ucapan Lora, kebetulan Kika dan Eliza duduk di hadapan Luna dan Lora.

"Sini aku bisikin!" Lora berbisik di telinga Kika kemudian Kika meneruskan dengan berbisik di telinga Eliza.

"Oke sip," ucap Eliza sambil mengacungkan dua jempolnya. Ia kemudian berbisik kepada salah satu anak yang duduk di sebelahnya dalam deretan bangku yang berbeda.

"Rindu kamu sudah?" tanya anak yang bernama Yana yang tadi mendapat bisikan dari Eliza.

"Iya sudah," jawab Rindu.

"Kata pak guru tadi, kalau sudah segera dikumpulkan di meja guru dan bisa langsung pulang, tidak perlu menunggu bel."

Rindu mengangguk dan berdiri hendak mengumpulkan lembaran tugas ke depan tetapi ditahan oleh Nadia.

"Kenapa?" tanya Rindu.

"Sepertinya ini patut dicurigai, saya dari tadi melihat mereka semua berbisik, aku tidak mau mereka mengerjaimu lagi," ujar Nadia.

"Mengerjaiku?"

"Iya, aku takut mereka menyobek kertas tugasmu. Lebih baik kita tunggu bel pulang saja," nasehat Nadia.

"Baiklah." Rindu duduk kembali membuat Kika dan teman-temannya geram dengan Nadia.

"Anak baru itu, kayaknya harus diberi pelajaran," ujar Kika.

"Iya benar, dia sedang jadi pahlawan bagi Rindu. Padahal kalau tidak, kita bisa dapat contekan sekaligus bisa menyobek kertas milik Rindu biar besok dia yang dihukum," sambung Lora.

Beberapa saat kemudian Bu Faiz yang merupakan guru matematika datang.

"Bagaimana sudah ada yang selesai?" tanya Bu Faiz sambil duduk di kursinya.

"Sudah Bu," jawab Rindu dan Nadia serentak.

"Silahkan dikumpulkan," ujar Bu Faiz. Rindu dan Nadia mengangguk dan berjalan ke depan untuk mengumpulkan tugas mereka masing-masing.

"Kalian boleh pulang."

"Iya Bu terima kasih," ujar keduanya sambil berjalan keluar kelas.

Yang lain belum?" tanya Bu Faiz.

"Belum," jawab murid-murid serentak.

"Kerjakan! Ingat jangan sampai nilai kalian di bawah 55. Kalau itu sampai terjadi sia-siap besok menerima hukuman."

Semua murid dalam kelas menelan ludah dan berdoa dalam hati agar nilainya minimal bisa mencapai 60.

Esok hari, pelajaran pertama adalah pelajaran matematika. Sebelum pelajaran berlangsung, Bu Faiz mengumumkan nilai tugas hari kemarin. Nadia dan Rindu bernafas lega karena ternyata nilai mereka adalah 100. Begitu juga dengan anak-anak yang lain yang mengantongi nilai 55 ke atas.

"Silahkan yang merasa nilainya dibawah 55 supaya mengitari lapangan tiga kali."

"Yaaa," ucap anak-anak yang terkena hukuman lalu bangkit dari duduknya dan bersiap-siap untuk berlari.

"Kika, Lora dan Luna mana?" tanya Bu Faiz.

"Luna tidak masuk Bu, katanya sakit," jawab salah satu murid.

Kika dan Lora bangkit. "Saya Bu." Mereka menjawab dengan ragu.

"Silakan menyusul yang lainnnya!"

"Tapi Bu, Eliza?"

"Kan dia nilainya 55 jadi aman," sahut Bu Faiz membuat Eliza tersenyum senang.

"Apa Lo lihat-lihat," ucap Kika saat melihat Rindu dan Nadia menatap ke arahnya.

Nadia tertawa mengejek. "Orang seperti kalian memang pantas dihukum, kasihan deh Lo."

"Awas kamu ya!" seru Kika geram.

"Sudah-sudah cepat sana lari!" perintah Bu Faiz.

Kika dan Lora pun berlari, sampai di tengah lapangan mereka berhenti karena ngos-ngosan.

"Ki lihat tuh Rangga melihat ke arah Kita," ucap Lora.

"Halangi aku dong Lor biar dia tidak bisa melihatku."

"Sudah terlambat, dia tadi sudah melihatmu."

"Ini semua gara-gara Rindu dan Nadia, kita harus membuat mereka menyesal berurusan dengan kita," ucap Kika geram sambil mengepalkan tangan.

"Kika, Lora saya bilang lari bukan jalan!"

"Iya Bu," jawab mereka gugup dan langsung berlari lagi.

🌟🌟🌟🌟🌟

Sepulang sekolah Lora, Kika dan Eliza langsung menjenguk Luna ke rumahnya.

"Kata anak-anak kamu sakit, kok nyanyi-nyanyi gitu sih," protes Eliza karena melihat Luna mendengarkan musik dari hape sambil bernyanyi dengan suara yang agak keras.

"Siapa bilang aku sakit? Aku hanya malas saja sekolah hari ini jadi kirim surat lah."

"Astaga, kamu pasti bolos karena takut dihukum kan?" tanya Lora.

"Yap seratus buat Lora."

"Ampun nih anak pengecut banget," ujar Kika.

"Bukan takut sih kan cuma lari aja tetapi lebih tepatnya jaga image. Apa kata anak kelas lain kalau tahu aku dihukum?"

"Cih, curang. Kalau tahu gini aku nggak masuk juga."

"Sudah-sudah jangan ngomongin hukuman. Aku mau ajak kamu ke tempat kerja Rindu, mau?" tanya Luna.

"Rindu kerja?"

"Betul."

"Kerja apa? Emang dia bisa?" tanya Kika penasaran.

"Wah dia tuh profesional dalam kerjanya," sahut Luna.

"Kerja apa sih aku kok jadi penasaran?" tanya Eliza.

"Kerja Butik," jawab Luna.

"Butik?" tanya mereka serempak. Mereka terlihat kaget.

"Iya Butik. Nyabut bulu itik, hahaha....," ujar Luna tertawa keras.

"Apa?!" Mereka tampak lebih kaget lagi.

"Penasaran? Makanya ayo ikut," ajak Luna sambil keluar dari kamarnya. Karena saking penasarannya mereka langsung mengikuti langkah Luna padahal mereka baru saja sampai.

Sampai di tempat pemotongan ayam mereka menatap jijik ke arah Rindu. Rindu yang sedang bekerja mencabut bulu-bulu ayam dan itik tidak melihat keberadaan mereka karena sedang fokus dengan pekerjaannya.

Kika dan sahabat-sahabatnya menghampiri Rindu.

"Wah-wah-wah, ternyata kita salah. Kita pikir dia sahabat ayam dan itik-itik mengingat Rindu berasal dari desa ini, tapi ternyata wanita ini adalah musuh ayam-ayam dan itik-itik."

Rindu mendongak mendengar namanya di sebut.

"Tapi tidak apa-apa sih dia tuh cocok kerja ditempat ini. Sudah mukanya jelek, tubuh gendut kerjanya butik lagi, nyabut bulu itik, ha ha haha...."

Rindu terlihat cuek, dia merasa malas jika harus menggubris perkataan Kika dan teman-temannya sedangkan orang-orang menatap ke arah mereka dengan perasaan tidak senang.

"Adik-adik kalau tidak ada kepentingan di sini lebih baik pergi saja," ujar salah satu orang di sana.

"Oh tentu saja kami ke sini ada kepentingan," sahut Kika.

"Kami ingin bertemu dengan pemilik tempat ini," sambung Eliza.

Lora dan Luna menatap bingung ke arah kedua sahabatnya.

"Pemilik sedang tidak ada di tempat, katakan saja apa yang kalian inginkan?"

"Kami hanya ingin membeli bulu-bulu ayam dan itik ini," jawab Kika membuat Lora dan Luna semakin tidak mengerti.

"Bulu ayam dan itik? Buat apa?"

"Untuk membuat kerajinan tangan di sekolah besok," jawab Eliza.

"Ambil saja sebanyak yang kalian inginkan tidak usah bayar," ujar salah satu pekerja.

"Terima kasih," ucap Kika. Mereka pun memasukkan banyak bulu-bulu ke dalam plastik.

Rindu hanya menatap heran kepada mereka. "Apakah mereka semua ingin membuat kerajinan dari bulu-bulu itu?" tanya Rindu dalam hati.

Esok hari.

"Kenapa banyak bulu ayam bertebaran di dalam kelas?" tanya Bu Sisi guru pelajaran prakarya.

"Wah pasti ini ulah Rindu Bu, siapa lagi yang punya banyak bulu ayam kecuali dia. Dia kan pengen pamer Bu karena sudah bekerja di butik," ucap Kika.

"Jangan sembarangan kamu ngomong!" seru Nadia tidak terima.

Apa hubungannya butik dengan bulu-bulu ayam?" tanya Bu Sisi.

"Butik kan artinya nyabut bulu itik, hahaha...," ujar Kika sambil tertawa dan teman-teman sekelas pun ikut tertawa kecuali Nadia yang merasa geram.

"Owalah aku pikir apaan," kata Bu Sisi setelah menghentikan tawanya karena merasa lucu. Dia tidak tahu saja tertawanya itu malah menyakiti hati salah seorang muridnya. Ya kali ini Rindu benar-benar merasa sakit hati dan terhina.

"Sepertinya tidak ada yang bisa menghargaiku, lebih baik aku mati kalau seperti ini," batin Rindu. Terbersit di hatinya ingin bunuh diri saja daripada harus selalu menanggung malu.

Bersambung....

Jangan lupa tinggalkan jejak!🙏

Terpopuler

Comments

IG: Saya_Muchu

IG: Saya_Muchu

nextt thor

2022-03-30

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!