Jessica terbangun dari tidurnya, ia menatap sekeliling kamar. Merasa ada hal yang aneh telah terjadi padanya.
"Kepalaku masih pusing." Jessica memegang kepalanya lalu duduk bersandar di atas kasur. Ia melihat ke arah jam tangan.
"Sudah 6 jam aku tertidur tapi kepalaku masih terasa pusing." Ia berjalan menuju kamar mandi hendak membasuh mukanya.
"Apa aku mandi saja agar pusingku hilang." Jessica memijat kepalanya yang sudah basah dan berbusa.
"Ini lumayan," ucapnya setelah merasakan kepalanya lebih baik dari sebelumnya.
Jessica berdiri di depan cermin sambil menyisir rambutnya dengan jari.
"Aku merasa jauh lebih baik sekarang, bahkan sudah tidak selemas tadi." Jessica menatap bayangannya di cermin sambil mengingat apa yang dilakukan Aldy padanya tadi pagi.
Tidak, ini sudah tidak benar. Dan kau wahai jantung, berhentilah berdebar ketika di hadapannya. Mengerti !!
Jessica memukul kepalanya sendiri karena sudah memikirkan hal yang tidak-tidak, tentang dirinya dan Aldy.
______
Jessica berjalan keluar dari kamarnya,
ia sudah terlihat tidak pucat lagi, bahkan aura dingin sudah kembali memenuhi tubuhnya.
"Jess, sebaiknya kau istirahat dulu," ucap Sang Kepala Pelayan ketika melihat Jessica keluar kamar.
"Aku capek jika tidur saja, Mbak," jawab Jessica mengeluh, ia berjalan menuju dapur di rumah belakang.
"Kamu lapar, Jess?" tanya seorang pelayan ketika melihat Jessica berada di dalam dapur.
"Nggak, Mbak. Aku hanya ingin membantu saja," jawab Jessica. Ia memegang pisau.
"Kamu istirahat saja, Jess, bisa-bisa Tuan Muda marah padaku jika kamu tidak istirahat dengan benar," ucap pelayan itu khawatir.
"Aku sudah tidur lebih dari 6 Jam tadi dan sekarang aku sudah lebih baik," ucap Jessica.
"Ya sudah, jika kamu tidak ingin istirahat, tapi kumohon keluarlah dari dapur, jika yang lain melihatmu di sini maka habislah riwayat hidupku." Pelayan itu memohon pada Jessica.
"Apa yang salah denganku, aku sama seperti kalian," ucap Jessica kesal.
Aku bisa melihat ada sesuatu yang berbeda di mata Tuan Muda ketika melihatmu.
Jessica menendang udara kesal,
dia benar-benar bosan jika harus di rumah belakang terus, ditambah dia dilarang melakukan semua pekerjaan dari tadi.
Kenapa ini, aku hanya ingin membantu mereka saja. Tapi mereka malah menolaknya.
Jessica berjalan ke arah perbatasan rumah utama dan rumah belakang. Ia mengeluarkan Hp-nya lalu mengambil beberapa foto ikan yang ada di dalam kolam itu.
"Kalian manis sekali," gumam Jessica sambil melihat foto ikan-ikan tadi.
"Kau sudah lebih baik." Suara Aldy benar-benar membuat Jessica jantungan.
"Iya, Tuan, saya merasa sangat baik," jawab Jessica tersenyum.
"Kamila menunggumu di ruang belajar,"
ucap Aldy sambil menatap mata Jessica dalam.
"Apa ini, dia selalu melakukannya.
Dan matanya, kenapa bisa seredup dan sehangat itu." Batin Jessica
"Mataku benar-benar perih ketika beradu tatap dengannya." Batin Aldy.
"Baiklah, Tuan, saya akan ke sana," jawab Jessica sambil mengalihkan pandangannya.
"Bisakah kau memanggilku dengan panggilan biasa jika kita berbicara seperti ini," pinta Aldy.
"Hmmm... baiklah."
Apa?
Aku harus memanggilnya apa?
Aldy? Kak Aldy?
"Panggil saja Aldy," jawab Aldy.
Seolah-olah ia mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh Jessica.
Jessica tidak menjawab, ia hanya tersenyum sekilas lalu mengikuti langkah Aldy ke rumah utama.
"Kamila di ruang belajar, temuilah dia. Wajahnya sudah lecek seperti cucian yang belum disetrika," ucap Aldy sambil terkekeh.
"Baiklah." Jessica berjalan menuju Ruang Belajar.
Grekk....
Pintu tidak dikunci dan Kamila sedang tidur di atas tumpukan kertas dan buku-bukunya.
Jessica mengusap kepala Kamila dengan lembut, mengalirkan seluruh rasa sayangnya pada Gadis Manja itu.
"Kak Jess," ucap Kamila yang baru bangun dari tidurnya, karena merasakan sentuhan lembut di kepalanya.
"Kau pasti sangat lelah, istirahatlah di kamarmu," jawab Jessica lembut.
Setika rasa kantuk Kamila hilang dan langsung tersadar tentang keadaan Jessica tadi pagi,
"Kak Jess tidak istirahat?"
"Kak Jess sudah sembuh?"
"Kak Jess mau makan apa?"
"Kak Jess butuh apa?"
Sederet pertanyaan dari Kamila.
"Kak Jess baik-baik saja, sekarang kamu istirahat, ya. Supaya tidak sakit," jawab Jessica sambil menarik tangan Kamila keluar dari ruang belajar.
"Kak Jess, aku lapar," keluh Kamila.
"Kau belum makan siang?" tanya Jessica Khawatir.
"Belum," jawab Kamila Manja.
"Ayo turun, makan sekarang," ajak Jessica.
"Kak Jess akan menemaniku?" Kamila bertanya penuh harap, ia tidak ingin makan jika Jessica tidak ikut makan dengannya.
Jessica hanya menghembuskan nafas pelan, ia ingin menolak tapi Gadis itu memasang wajah yang sangat manis untuk ditolak dan jika ia menuruti,
ia akan melakukan pelanggaran aturan di rumah utama lagi.
Jessica mengikuti langkah kecil Kamila menunju ruang makan. Gadis itu terlihat sangat ceria, ia menuruni setiap anak tangga sambil menyanyikan lagu yang tidak jelas bagaimana nadanya.
Lihatlah wajah kusutnya sudah ceria kembali. Aldy
Kamila menghentikan langkahnya di depan pintu ruang makan ketika melihat Aldy yang sedang menyantap makanannya dengan tenang di dalam sana.
"Apa Kak Aldy akan marah?" Kamila melirik Jessica seolah-olah berkata "Bantu aku, Kak Jess."
Jessica hanya mengangkat kedua tangan dan bahunya.
"Hmmm, baiklah, aku tidak akan merengek tapi langsung menangis," ucap Kamila lalu berjalan ke arah meja makan.
Kepercayan dirinya runtuh ketika melihat wajah dingin milik kakaknya ditambah lagi tatapan matanya yang penuh dengan tanda tanya.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Aldy.
Ia pura-pura tidak tau.
"A-aku ingin makan malam di taman saja," ucap Kamila gugup. Ia bahkan menggagalkan rencananya.
"Udara di luar sangat dingin, makanlah di dalam dan ajak Kakak tersayangmu untuk makan di sini," ucap Aldy mengalah.
Walaupun ia mengalah tapi sebenarnya ia menang karena bisa makan bersama dengan Jessica lagi.
"Benarkah, Kak?" tanya Kamila dengan mata yang berbinar.
"Cepatlah, sebelum aku berubah pikiran," ancam Aldy.
Kamila keluar dari ruang makan dengan wajah yang ceria. Ia mendekati Jessica yang sedang duduk di kursi Ken.
"Bagaimana?" tanya Jessica ragu.
"Diundang dengan senang hati," jawab Kamila ceria, ia menarik tangan Jessica menuju ruang makan.
Jessica duduk di samping Kamila sama seperti posisinya dulu ketika pertama kali makan di ruangan ini.
"Makanlah yang banyak, Jess. Agar tidak sakit dan lemas lagi," ucap Aldy sambil menatap Jessica.
Kamila yang mendengar itu langsung tercengang, ini untuk pertama kalinya ia melihat dan juga mendengar Kakak tersayangnya itu mulai memperhatikan keadaan orang lain.
Jessica tidak menjawab apapun dia hanya tersenyum tipis.
Suasana meja makan itu mulai hening dan diselimuti aura dingin dari Aldy dan Jessica.
"Ila." Aldy memanggil Kamila yang sudah selesai dengan ritual makannya.
"Iya, kak," jawab Kamila sambil merapikan piringnya.
"Akhir pekan ini kamu ada kegiatan di luar rumah?" tanya Aldy.
"Hmmm." Kamila mengingat-ingat sambil menusuk-nusuk pipinya dengan jari.
"Sepertinya tidak ada, Kak," jawab Kamila.
"Apa Kak Aldy ingin keluar jalan-jalan?"
tanya Kamila antusias.
"Kamu mau menemani Kakakmu yang Tampan ini untuk cuci mata?" Aldy bertanya balik.
"Seharusnya laki-laki Tampan seperti kakak ini didampingi oleh wanita Cantik seperti model-model gitu," ejek Kamila.
"Jika kau tidak ingin menemani kakak, maka kakak tidak akan mengizinkanmu untuk keluar rumah di akhir pekan," ancam Aldy, suara dinginnya kembali terpasang.
"Hmmm. Baiklah, Tuan Muda," jawab Kamila malas ketika mendengar ancaman dari Aldy.
Ada seuntai senyum terlukis di bibir Jessica, hatinya merasa tenang ketika melihat tingkah laku kakak beradik di depannya.
"Ternyata Aldy benar-benar berbeda ketika berbicara dengan Kamila. Sama seperti aku jika sudah berbicara dengan Jack." Batin Jessica
________
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
Casnialovly Purple
bilang aja Aldy pngn jln" bareng Jessica 😂😂😂modus
2021-06-07
0
Adel
semangat thor
2021-05-02
0
Lilik Kuluwazu Psazum
karakter Kamila rasanya seperti masih anak smp thor..gak cocok jika anak kuliahan..trus untuk Aldy mungkin karakternya bukan orang yang dingin tp cenderung pendiam tp perhatian walau pada orang tertentu saja...seperti itulah gambaran / bayanganku tentang tokoh di novel ini...mf ya thor ini pendapatku sebagai pembaca...😊😊😊
2021-03-19
0