"Aku balik duluan," ucap Jack setelah menghabiskan makanannya.
"Kenapa terburu-buru, Jack?" tanya Jessica.
"Ini anak-anak udah telepon, katanya ada urusan penting." Jack memperlihatkan log panggilan dari Yosi.
"Biar aku yang bayar, Kak," sambung Jack lalu berjalan meninggalkan Jessica dan Kamila.
"Anak-anak? maksudnya siapa Kak Jess?" tanya Kamila penasaran.
"Sebenarnya Jack ketua Geng Motor," jawab Jessica jujur.
"Maksud Kak Jess, Geng Motor yang suka membuat keributan?" tanya Kamila bingung.
"Jack tidak seperti itu, Kak Jess cukup mengenalnya melebihi dia mengenal dirinya sendiri." Jessica menatap Kamila, dia melihat ada guratan kecewa di wajah gadis itu.
"Tenanglah, Jack bukan tipe laki-laki yang suka mempermainkan wanita atau bermain dengan wanita dan dia juga bukan pecandu Alkohol," jelas Jessica. Jessica berusaha menghapus apa yang ada di pikiran Kamila saat ini. Ia tahu walau Kamila tidak mengutarakannya.
"Maaf, Kak, aku telah berpikir yang tidak-tidak tentang Jack." Kamila memukul kepalanya sendiri.
"Kak Jess mau ngomong sesuatu," ucap Jessica mengalihkan pembicaraan.
"Kamila akan dengar," jawab Kamila serius.
"Mungkin Kak Jess bisa menghalangi seseorang untuk menyentuh atau memukulmu, Kak Jess bisa melindungi dan menjagamu dari bahaya tapi tidak dalam urusan hati ataupun cinta." Jessica langsung bicara pada intinya,
dan Kamila sudah mengerti kemana arah pembicaraan Jessica.
"Kak Jess tidak akan menghalangimu jika ingin membangun hubungan dengan seseorang tapi sekarang bukanlah waktunya. Kamila masih sangat labil dalam hal ini dan pendidikan Kamila baru saja dimulai, jadi Kak Jess berharap Kamila jangan terlalu serius dengan siapapun walaupun itu dengan Jack. Bukan hanya Kak Jess yang khawatir tapi Kak Aldy juga khawatir pada Kamila dalam urusan hati dan perasaan." Jessica berusaha menyampaikan dengan bahasa yang lembut dan halus agar Kamila tidak merasa kecewa.
"Kamila mengerti, Kamila tidak akan menghancurkan kepercayaan Kak Aldy dan Kak Jess, Kamila janji," jawab Kamila sambil tersenyum lebar.
"Kak Jess percaya padamu." Jessica menarik Kamila untuk keluar dari Kafe.
Apapun yang dilakukan Kak Aldy dan Kak Ken selama ini pasti ada alasannya.
Semua peraturan yang dibuat pasti ada tujuannya. Dan Aku sangat beruntung memiliki orang-orang seperti mereka, yang menjaga dan menyayangiku melebihi diri mereka sendiri. Kamila
Mobil keluar dari area Kafe dan memecah ramainya lalu lintas.
"Kak Jess." Kamila memiringkan tubuhnya menghadap Jessica.
"Hmmm..." Jessica hanya melirik sekilas.
"Jack tidak kuliah?" tanya Kamila ragu.
"Tidak," jawab Jessica singkat.
"Hmmm, dia bekerja?" Kamila menatap Jessica.
"Bisa dibilang begitu." Jessica kembali melirik sekilas lalu kembali fokus mengemudi.
"Sebagai apa, Kak?" tanya Kamila bingung.
"Selama ini Jack hanya belajar di bidang Bisnis dan sekarang dia sedang mengelola beberapa Kafe milik keluarganya termasuk Kafe Favoritemu itu," jawab Jessica.
"Kafe XX itu milik keluarganya?" Kamila benar-benar tidak percaya, di usia semuda itu Jack sudah mengambil alih sebuah Kafe besar.
"Hmmm."
"Mengurus Kafe sebesar itu?
aku saja belum bisa mengurus diriku sendiri dengan baik dan dia sudah mulai bergelut dibidang usaha saat aku masih kuliah," gumam Kamila.
Jessica tersenyum tipis ketika mendengar ucapan Kamila.
Kamila hanyut dalam pemikirannya.
Kalau dibandingkan dengan Jack,
aku tidak ada apa-apanya. Aku hanya Gadis Manja yang selalu merengek kepada Kakakku, sedangkan dia laki-laki yang seusia denganku namun pemikirannya sedewasa Kak Aldy dan Kak Jess.
Suasana di dalam mobil begitu hening,
Kamila tidak bicara lagi, dia terlihat berpikir keras.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Jessica.
Jessica mengamati raut wajah Kamila yang sedang berpikir keras seolah-olah ia sedang menjawab soal ujian Matematika.
"Tidak, aku tidak memikirkan apa-apa." Kamila berusaha mengelak.
"Jangan pikirkan hal-hal yang membuatmu pusing, katakanlah pada Kak Jess agar Kak Jess bisa membantumu berpikir," ucap Jessica lalu keluar dari mobil dan diikuti oleh langkah kecil Kamila.
"Kak Jess, berjanjilah kalau Kak Jess tidak akan memberitahu Kak Aldy soal yang tadi." Kamila memasang wajah manisnya.
"Jika Aldy tidak bertanya." Jessica tersenyum tipis, membuat wajah manis Kamila langsung berubah.
"Kak Jess." Kini Kamila mulai mengeluarkan senjata utamanya yaitu merengek seperti bayi.
"Baiklah," ucap Jessica terpaksa.
"Janji." Kamila meminta kepastian, ia mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Jessica.
"Iya, sekarang masuk dan bersihkan badanmu, Kak Jess akan ke belakang dulu baru ke sini lagi." Jessica mendorong badan Kamila agar ia cepat masuk ke dalam rumah utama.
Jessica menyeret kakinya berjalan menuju rumah belakang.
"Kenapa Jess? tumben nggak semangat gitu?" tanya Kepala pelayan.
"Aku dililit dalam asmara remaja," ucap Jessica lemas.
"Maksudmu, Nona Kamila." Kepala pelayan itu mulai senyum-senyum sendiri.
"Ya, sudahlah, Mbak, aku masuk dulu mau mandi." Jessica meninggalkan Kepala pelayan yang masih senyum-senyum tidak jelas di depan kamarnya.
"Baiklah, remaja yang baru mengenal cinta seperti Kamila akan mengalami beberapa tahap yang sangat membosankan." Jessica berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah keluar dari kamar mandi, Jessica meraih Hpnya untuk mengecek siapa yang menelpon karena ia mendengar Hpnya berdering tadi.
"Ken?"Jessica menatap layar Hpnya bingung.
"Hallo Ken, ada apa?" Jessica menelpon balik mungkin ada hal penting pikirnya.
"Tuan Aldy tidak akan pulang malam ini, jadi dia berpesan agar kau menemani Kamila untuk makan malam dan sarapan besok," ucap Ken.
"Baiklah," jawab Jessica singkat, lalu
memutuskan sambungan telepon.
Sambungan langsung terputus, Ken menatap layar Hpnya kesal.
"Sama saja, tidak ada bedanya dengan Aldy, selalu memutuskan sambungan sebelum orang selesai bicara." Ken memasukkan Hp kembali ke dalam jas.
"Siapa yang sama denganku?" tanya Aldy sambil berjalan ke arah Ken.
"Siapa lagi kalau bukan Nona Muda." Ken tertawa kecil.
"Panggilan yang sangat cocok." Aldy tersenyum tipis.
"Jadi kapan?" ucap Ken mulai menggoda Aldy.
Aldy tidak menjawab apa-apa dia hanya fokus pada Hp di tangannya.
"Selain berani kau juga sangat cantik dan manis," gumam Aldy. Dia sedang mencuri beberapa foto Jessica di akun Instagram wanita itu.
Ken yang hanya memperhatikan tanpa berkomentar apapun, dia rasa Aldy sudah kembali pada dunia yang sebenarnya.
Kehadiranmu membawa banyak perubahan dalam diri Aldy dan Kamila.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
Nanda Lelo
nona muda 🙂
2020-11-20
5
Ita Rosita
gumusshhhh...😘😘😘
2020-10-24
5
R2bya
Melipir
2020-10-21
2