Jessica sibuk membantu para pelayan di rumah utama, walau sering dilarang ataupun ditolak oleh para pelayan Jessica tetap saja memaksa untuk membantu mereka.
"Sebaiknya kau istirahat, Jess. Kau punya tugasmu sendiri dan kami punya tugas kami sendiri," ucap seorang pelayan yang bertanggung jawab pada kebersihan rumah utama.
"Aku bosan jika sendiri di rumah belakang, lagi pula aku tidak memiliki tugas sekarang, tugasku hanya mengantar dan menjemput Kamila saja," jawab Jessica.
"Tapi..."
"Sudahlah, aku hanya membantu menyapu dan membersihkan saja, ini bukan pekerjaan yang berat, 'kan?" Jessica tidak perduli dengan penolakan ataupun larangan dari semua pelayan.
"Lakukan saja, Jess," jawab pelayan itu pasrah, ia tidak akan menang jika harus berdebat dengan Jessica.
Hp Jessica berdering. "Aldyan?" Jessica menatap layar Hpnya bingung ketika melihat nama pemanggil yang tertera di sana, ini untuk pertama kalinya ia mendapat telepon langsung dari Aldy.
"Hallo Jess, bisa aku minta tolong padamu?" tanya Aldy ragu.
"Dengan senang hati, Tuan!"
"Ken meninggalkan berkas-berkas penting di atas mejanya, bisa kau hantarkan ke perusahaan sekarang?"
"Oke, meluncur!" jawab Jessica.
Sambungan telepon langsung terputus.
Jessica mengambil berkas-berkas yang dimaksud Aldy lalu melajukan mobil ke perusahaan.
Mobil sudah terparkir rapi, Jessica berjalan dengan santai menuju ruangan Aldy yang berada di lantai 17.
Semua pegawai menatap Jessica kagum dan bingung, ada juga yang menatap dengan tatapan tajam. Namun Jessica tidak memperdulikan semua tatapan aneh itu, ia tetap berjalan santai dengan wajah dinginnya.
"Maaf, Nona. Anda harus membuat janji dengan Tuan Muda dulu," ucap seorang Staf sekretaris pada Jessica.
Jessica tidak menjawab apapun dia menunjukan berkas-berkas penting yang ia pengang.
Tok... tok...
"Tuan, ada orang yang ingin bertemu dengan Anda, dia membawa berkas-berkas penting perusahaan," ucap Sang Staf pada Aldy.
"Lain kali biarkan dia masuk," Jawab Aldy dingin.
"Maaf, Tuan." Staf itu keluar lalu mempersilahkan Jessica masuk.
"Siapa dia?" tanya seorang Pegawai senior setelah melihat Jessica masuk ke dalam ruangan Aldy tanpa menunggu ataupun membuat Janji.
"Calon istri Tuan Muda," jawab Sang Staf asal, karena tidak ingin meladeni Pegawai kepo sepertinya.
"Kau bercanda?" tanya Pegawai itu tidak percaya.
"Tidak."
Tidak butuh waktu lama, isu tentang Jessica langsung beredar cepat di kalangan Pegawai di setiap lantainya. Bagaimana tidak, ini pertama kalinya mereka melihat seorang wanita bisa masuk ke dalam ruangan Aldy tanpa membuat janji ataupun menunggu lama.
Sementara di dalam Ruangan. "Ini berkas-berkasnya." Jessica meletakkan semua berkas itu di atas meja Aldy yang bersih dan tertata rapi.
"Terima kasih," jawab Aldy. Ia masih fokus pada layar komputernya.
"Saya pamit." Jessica berjalan menuju pintu dan sudah memang handle pintu hendak keluar, namun langkahnya terhenti ketika mendengar ucapan Aldy.
"Tutup telingamu, jangan dengarkan gosip-gosip para Pegawai." Aldy menatap punggung tegak milik Jessica.
Jessica membalikan tubuhnya lalu tersenyum, " Saya sudah biasa dengan semua itu, jadi Anda tidak perlu khawatir." Jessica tersenyum lalu keluar dari ruangan Aldy.
Semua mata langsung menyorot ke arah Jessica, mereka hanya memandang tidak berani berbicara. Jessica yang menyadari hal tersebut langsung memasang wajah dingin dan tatapan tajamnya kembali.
"Dia cocok dengan Tuan Muda, mereka sama-sama Cantik dan Tampan dan tidak kalah dinginnya juga." Seorang Pegawai berbisik pada teman di sebelahnya.
"Dia cantik." sahut Pegawai di sebelahnya.
"Tapi Sorot matanya sangat tajam dan menakutkan sama dengan Tuan Muda dan Tuan Ken," jawab yang lainnya.
"Sudah-sudah, Tuan Muda bisa mengamuk dan memakan kita nanti, jika dia mengetahuinya kita membicarakan Nona Muda." Seorang Staf Sekretaris memperingati.
"Nona Muda?" tanya yang lain bingung.
Tidak ada yang menjawab, semua kembali pada tugasnya masing-masing. Kini Jessica lah yang menjadi topik terbaru, yang dibicaraan saat waktu luang dan jam istirahat siang di perusahaan.
____________
"Apa yang telah kau lakukan pada Jessica, Bro?" Ken membuka pintu ruangan lalu duduk di sofa.
"Kenapa?" tanya Aldy santai.
"Semua Pegawai membicarakannya," jawab Ken sambil tertawa kecil ketika mengingat pembicaraan para Pegawai.
"Sudah ku duga." Aldy ikut tertawa.
"Mereka menyebut Jessica sebagai Nona Muda." Ken mulai terkekeh.
"Kau tau apa yang mereka katakan?" sambung Ken. Aldy menaikkan sebelah alisnya.
"Tuan Muda dan Nona Muda sangat cocok. Tuan Muda sangat Tampan dan Nona Muda sangat Cantik. Dan yang lebih pentingnya lagi, keduanya sama-sama dingin seperti Kutub Utara." Ken tertawa sambil memegang perutnya.
"Kau sangat terhibur, ya," ucap Aldy dengan persi Tuan Mudanya.
"Tidak, Tuan," jawab Ken masih tertawa.
"Besok aku akan menertawaimu sampai berguling- berguling di tanah!"
"Aku ingin melihat calon istri pilihan Tante, apa dia sedingin dan sekaku dirimu atau dia seorang model seksi yang manja, yang akan menempel di tubuhmu setiap saat," sambung Aldy.
"Ku mohon jangan bahas hal itu," pinta Ken malas.
"Hahaha... lihatlah wajahmu sudah berubah." Aldy menunjuk wajah Ken yang sudah kembali dingin.
"Siapa namanya?" tanya Aldy kepo.
"Aku lupa." Ken memutar bola matanya malas dengan pertanyaan Aldy.
"Kau lupa nama Calon istrimu?!" ejek Aldy.
"Ayolah, Bro..." Ken benar-benar tidak ingin membahas itu.
"Kenapa?"
"Aku tidak mengerti dengan Mamaku, kenapa harus menjodohkan atau memilihkan calon istri untukku sedangkan Tuan Mudaku saja belum menemukan tambatan hatinya." Ken tersenyum penuh kemenangan.
"Kau mengejekku?" Aldy menatap Ken tajam.
"Tidak, Tuan Muda," jawab Ken tertawa.
"Ken!" Kini persi Tuan Mudanya benar-benar keluar.
"Maaf, Tuan Muda," ucap Ken tulus.
Mereka kembali tertawa, entah apa yang mereka tertawakan Author saja bingung.
________
"Bagaimana Roy, kau sudah melakukan apa yang ku perintahkan?" tanya Jeje pada Roy.
"Sebaiknya jangan ganggu wanita itu lagi, jika kau ingin hidup aman," jawab Roy serius.
"Kenapa?" tanya Jeje bingung.
"Dia bukan wanita biasa pada umumnya dan soal hubungannya dengan Tuan Aldy..." Roy menghentikan kalimatnya.
Dia membuka Hpnya dan membaca ulang laporan yang ia terima.
"Dia calon istri Tuan Aldy, sebaiknya kau menyerah saja. Selama ini kau mencintai Tuan Aldy tapi Tuan Aldy tidak pernah melihatmu ataupun perduli akan perasaanmu. Bahkan semua rencana yang kau lakukan untuk memikatnya sudah gagal sebelum di mulai," ucap Roy panjang lebar.
"Calon Istri?" Jeje menatap Roy tidak percaya.
"Aku mendapat laporan ini dari seorang temanku yang bekerja di perusahaan Aldy. Dia mengatakan bahwa wanita itu Calon Istri Tuan Mudanya. Dan tadi pagi dia datang ke perusahaan." Roy menjelaskan sesuai laporan yang ia terima.
"Aku tidak rela." Jeje menatap Roy tajam lalu meneguk segelas Alkohol yang ada di tangannya.
"Aku akan melakukan segala cara agar Aldy tidak menikahi wanita itu." Jeje tersenyum licik.
"Lakukanlah jika kau mau semua usaha Ayah dan Ibumu bangkrut," tantang Roy.
Jeje terdiam, dadanya begitu sesak.
Sudah lama ia menaruh hati pada Aldy, namun sekarang dia terpaksa menerima kenyataan pahit seperti ini.
"Apa aku sejelek itu, sampai Aldy enggan melihatku?" tanya Jeje pada Roy.
"Wajahmu tidak jelek tapi sikapmu-lah yang jelek," jawab Roy polos.
"Kau lihat Tuan Aldy, dia tidak pernah masuk Bar seperti dirimu. Dia tidak pernah meniduri seorang wanita pun. Dan kau, aku rasa kau cukup faham akan dirimu sendiri." Roy merasa bersalah setelah mengatakan kalimatnya tadi, tapi ini perlu ia katakan agar Jeje tidak mengganggu Aldy dan Jessica lagi.
"Kau benar, Roy, aku terlalu hina untuk bersanding dengannya," ucap Jeje lemah.
"Aku tidak berniat membuatmu sakit hati, aku hanya ingin kau hidup normal seperti dulu lagi. Banyak laki-laki di luar sana yang mencintaimu apa adanya." Roy merangkul Jeje dan mengantarnya masuk ke dalam mobil.
"Makasih Roy, kau selalu ada dari dulu sampai sekarang," ucap Jeje tidak sadar karena pengaruh alkohol yang ia minum.
Kau begitu mencintai Aldy, sampai kau tidak sadar, sebesar apa aku mencintaimu dan menjagamu sampai saat ini. Roy
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
momOf3AdorableKiddos
kalo cinta, bilang dong🤣
2021-07-17
0
Casnialovly Purple
jngn" Jeje calon Ken🤭🤭
2021-06-07
0
ishak the ganns
yee gimna Nihh author, Dia Yang Nulis Dia Juga Yang Bingung.
2021-02-05
0