Jessica masih siaga di dalam rumah utama, biasanya dia keluar dari sana setelah makan malam selesai. Ia selalu memastikan kalau Kamila tidak ada kegiatan lagi setelah makan malam.
"Kak Jess," panggil Kamila sambil berlari menghampiri Jessica yang sedang duduk di kursi kerja Ken.
Kamila memijat bahu Jessica pelan,
Jessica menatap Kamila seolah-olah berkata "Turunkan tanganmu!"
Namun Kamila tetap memijat Jessica, tidak perduli dengan tatapan mematikan dari Jessica.
"Gimana Kak Jess. Enak, kan?" tanya Kamila. Gadis itu masih meneruskan pijatannya.
"Turunkan tanganmu, Gadis Manis." Jessica menatap tajam.
"Kak Jess, aku melakukannya sebagai adikmu." Kamila menurunkan tangannya, terlihat raut kecewa di wajah manis gadis itu.
"Hai, jangan seperti itu, aku sangat menyayangimu, aku tidak ingin merepotkanmu," ucap Jessica sambil menatap Kamila hangat, membuat senyum di wajah Kamila kembali mengembang.
Jam makan malam sudah tiba,
para pelayan sibuk menyiapkan menu makanan untuk Aldy dan Kamila.
Sudah 5 tahun ini, mereka sarapan dan makan malam berdua, kadang bertiga dengan Ken.
Aldy keluar dari kamarnya, menuruni tangga dengan pelan, dia masih sibuk memeriksa beberapa Email baru di Hp-nya.
"Kak Jess, ikut makan sama kita, ya?"
Kamila menarik tangan Jessica. Namun Jessica tidak bergerak sedikit pun dari duduknya karena tenaga Kamila tidak cukup untuk menarik tubuh tegap Jessica.
"Sekali saja." Kamila mulai merengek dengan wajah manisnya.
"Kamila sayangkan sama Kak Jess?" tanya Jessica tegas.
"BANGET." jawab Kamila jujur.
"Kamila mau Kak Jess tetap di samping Kamila, 'kan?" tanya Jessica. Masih dengan nada awal.
"Iya," jawab Kamila.
"Kamila tau posisi Kak Jessica? Kamila tau peraturan rumah utama?" tanya Jessica lembut.
Kamila langsung melepaskan tangan Jessica, dia tidak mau jika Jessica dihukum karena melakukan pelanggaran aturan rumah utama.
Di rumah utama, seorang pelayan atau pekerja tidak dibolehkan masuk ke ruang makan, apalagi saat jam makan.
Aturan ini berlaku bagi semua orang yang bekerja di rumah ini kecuali Ken, posisinya bukan hanya sebagai seorang sekretaris pribadi Aldy tapi juga sebagai orang terpercaya keluarga Pranata, sahabat dan bagian dari keluarga besar Yoga Candra, oleh sebab itu ia diizinkan keluar masuk rumah utama di setiap ruangan dengan bebas.
"Makanlah dengan lahap, Kak Jess akan keluar setelah kau selesai makan." Jessica mengelus punggung Kamila lembut.
"Aku berharap bisa makan bersama dengan Kak Jess dan juga Kak Aldy. Dua orang yang sangat aku sayangi." Batin Kamila.
Gadis itu hanya mengangguk pelan lalu menyeret kakinya menuju ruang makan.
Nafsu makannya hilang begitu saja, bahkan ia sudah kenyang hanya dengan melihat menu makanan di hadapanya.
Aldy sempat melihat saat kamila merengek pada Jessica, dia menghembuskan nafasnya pelan. Bingung dengan perubahan sikap adiknya.
Banyak yang berubah setelah kedatangan Jessica di rumah ini. Kamila selalu berwajah ceria, bahkan senyum manis selalu ia tampakkan dan dia selalu menempel pada Jessica seperti permen karet.
"Suruh dia ke sini!" ucap Aldy pada Kamila yang sedang mengutak-atik makanan yang ada di piringnya.
"Siapa, Kak?" tanya Kamila tanpa melihat ke arah aldy, ia masih memainkan makanannya.
"Kakak tersayangmu itu!" jawab Aldy ketus.
"Benarkah? Memang boleh, Kak?" Seketika wajah Kamila kembali ceria, senyum manis terukir jelas dibibirnya.
Lihatlah kau begitu bahagia sekarang. Aldy membantin dengan sudut bibir yang sedikit tertarik.
Setelah melihat senyuman tipis di bibir sang Kakak. Kamila pun keluar dari ruang makan,
menemui Jessica yang sedang sibuk dengan Hp-nya.
"Kak Jess, ayo ikut aku. Ini perintah dari Kak Aldy." Kamila langsung menarik tangan Jessica.
Jessica tidak menjawab apapun, dia memasukkan Hp ke dalam kantong jaketnya, berjalan ke mana Kamila menariknya sampai di depan ruang makan, Jessica menghentikan langkahnya.
"Ayolah Kak Jess, Kak Aldy sendiri yang menyuruhku. Aku tidak merengek padanya," ucap Kemila lalu kembali menarik tangan Jessica.
Ya, Tuhan...
Apa yang akan dilakukan gadis ini? Batin Jessica.
Jessica duduk di sebelah Kamila, posisinya berhadapan langsung dengan Aldy.
Tatapan mereka bertemu, cukup lama sampai Jessica mengalihkan padangannya.
Aldy menatap Jessica dengan sendu, tidak sedingin ketika pertama kali bertemu.
Jessica menatap Aldy tidak kalah sendunya, dia sendiri tidak tahu kenapa menatap seperti itu.
Kamila makan dengan lahap, berbeda dengan Aldy dan Jessica, mereka saling melirik satu sama lain, tapi tatapan mereka tidak pernah bertemu lagi, ketika Aldy melirik pada Jessica, Jessica sedang menundukkan pandangan begitu pula sebaliknya.
Aroma-aroma Cinta sudah tercium. Hehehehe.
_______
Acara makan malam sudah berakhir,
Jessica segera pamit untuk keluar dari rumah utama. Langkahnya terhenti ketika Kamila merengek ingin memeluknya. Gadis itu tidak peduli dengan tatapan tajam kakaknya, ia tetap merengek pada Jessica.
"Mendekatkah," ucap Jessica.
"Tidurlah dengan nyenyak." Jessica mengelus punggung Kamila dengan lembut. Kamila menatap ke arah Aldy yang sedang mengawasi dengan tatapan tajam tapi ia tak perduli sama sekali.
Rasa nyaman dan juga kasih sayang yang sudah hilang selama 5 tahun ini kembali Kamila rasakan setelah kehadiran Jessica.
Aldy sendiri dapat melihat semua itu dengan jelas, bagaimana cara Jessica memperlakukan Kamila, menjaga dan juga menyayangi Kamila seperti adiknya sendiri.
Andai Ibu mengenalmu, ia pasti tidak akan berhenti mememujimu. Batin pria itu.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
Nenk Leela Poetrie Mawar
ternyata Kamila ada maksud tersembunyi 😂😂😂
2021-05-14
1
Alivaaaa
hihi Kamila bisa jadi makcomblang deh 😅😅😅
2021-03-28
1
Rahil Ramadhani
lirikan matamuuuu hoooooo
2021-03-23
0