Matahari belum muncul tapi kegiatan di rumah utama sudah dimulai sejak tadi. Para pelayan bangun lebih pagi dari hari biasanya.
Akhir pekan adalah waktu yang ditunggu-tunggu semua orang tidak terkecuali para pelayan yang bekerja di rumah Keluarga Pranata ini.
Mereka akan diizinkan bertemu dengan keluarga mereka apabila semua pekerjaan mereka sudah selesai dan tidak jarang juga mereka hanya menghabiskan waktu dengan bersantai-santai di rumah belakang.
Berbeda dengan Jessica, setiap akhir pekan ia menghabiskan waktunya dengan berolahraga, berlatih dan kadang menemani Kamila di rumah utama, untuk menonton Drama kesayangan Kamila. Drama apalagi kalo bukan Drama Korea.
Jessica memang tidak menyukai drama seperti itu, tapi ia tidak bisa menolak keinginan Sang Nona Manja.
"Tuan Muda menyuruhmu bersiap-siap," ucap seorang pelayan yang baru kembali dari rumah utama.
"Aku dan Kamila tidak ada jadwal hari ini," bantah Jessica yang sedang membuka tali sepatunya.
"Aku juga tidak tau, tapi Tuan Muda menyuruhmu bersiap-siap," tegas sang pelayan.
"Baiklah," jawab Jessica pasrah.
Jessica masuk ke dalam kamarnya,
lalu mandi dan berpakaian seperti biasa. Ia berjalan menuju rumah utama dengan malas.
"Bukankah Kamila tidak ada acara hari ini?" Gerutu Jessica.
Jessica masuk ke dalam rumah dengan wajah yang dibuat-buat ceria, ia menunggu di tempat biasa. Karena akhir pekan, Ken juga tidak datang ke sini, dia juga butuh liburan setelah enam hari bekerja keras.
"Kak Jess," sapa Kamila sambil berjalan ke arah Jessica.
"Kau ada acara apa hari ini? Kenapa tidak memberitahu Kak Jess tadi malam?" protes Jessica.
"Astaga, Kak Jess tidak ingat ya? Sang Tuan Mudalah yang ingin ditemani jalan-jalan hari ini," jawab Kamila kesal.
"Hmmm." Jessica menghembuskan nafasnya kasar.
Kenapa aku juga harus ikut !
"Kau tidak mau ikut?" tanya Aldy dingin. Seolah dia bisa mendengar suara hati Jessica.
"Tidak, Tuan. Saya hanya..." Jessica mengantung ucapannya.
Aku hanya apa ya?
Kenapa aku tidak bisa berbohong kepadanya?
Ayolah otak! berpikirlah!
"Aku tidak memaksamu untuk ikut, tapi siapa yang akan menjaga Kamila?" tanya Aldy masih dengan nada dinginnya.
"Bukankah tugasmu menjaga dan menemaninya?"
"Baiklah, Tuan." Jessica mengalah. Karena percuma saja berdebat dengan Aldy, dia tidak akan menang dari segi manapun.
Jessica keluar untuk menyiapkan mobil, tapi dia bingung akan pergi dengan mobil siapa.
"Bawalah mobilku!" perintah Aldy yang melihat kebingungan di wajah Jessica.
Ini pertama kalinya Jessica masuk ke dalam Garasi mobil, biasanya mobil yang ia sering gunakan sudah terparkir di hamalan rumah.
Di dalam sana bukan hanya ada mobil-mobil mewah tapi ada 2 motor Gede berwarna hitam dan merah. Motor itu benar-benar menarik perhatian Jessica, tapi ia tidak berani mendekat ataupun menyentuhnya.
Mobil sudah keluar dari Garasi, dan
Kamila sudah masuk ke dalam mobil tapi Aldy? Dia masih sibuk dengan Hp-nya.
"Duduklah di belakang!" Aldy memerintahkan pada Kamila yang sudah duduk di samping Pengemudi.
"Tapi, Kak---" Awalnya Kamila ingin membantah tapi ia tidak punya keberanian sedikit pun.
Mobil melaju keluar dari rumah Keluarga Pranata.
Aldy dan Kamila duduk di kursi belakang dan Jessica-lah yang menjadi pengemudinya.
"Kita mau kemana, Tuan?" tanya Jessica ketika mobil sudah keluar dari kompleks perumahan Keluarga Pranata.
"Mall XX," jawab Aldy singkat.
Jessica hanya mengangguk lalu melajukan mobil ke jalur yang akan menuju Mall tersebut.
Kamila tidak berkomentar apapun, ia masih sibuk menonton Drama kesayangan. Suasana mobil kembali hening hanya terdengar percakapan dari Drama yang Kamila tonton.
Mobil sudah berada di parkiran Mall, Aldy dan Jessica sudah di luar mobil sedangkan Kamila masih di dalam, ia belum sadar kalau mobil sudah mati dan kedua orang dingin itu sudah tidak di dalam lagi.
"Sampai kapan kau akan menonton Drama itu?" tanya Aldy sambil berteriak dari luar mobil.
Kamila kaget bukan main ketika mendengar suara teriakan kakaknya, ia segera keluar dan menyimpan Hp-nya ke dalam tas kecil yang ia pakai.
Aldy berjalan di depan kedua wanita itu,
karena dialah yang akan menentukan semua kegiatan hari ini.
"Kalian ingin bermain?" tanya Aldy sambil melirik ke tempat bermain yang dipenuhi oleh anak-anak kecil.
"Kita sudah besar, Kak," jawab Kamila cemberut.
"Bagaimana jika menonton," sambung Kamila antusias.
"Kau belum bosan menonton sejak tadi, apalagi yang ingin kau tonton?" jawab Aldy ketus.
Jessica hanya tersenyum melihat kelakuan mereka, mereka selalu berdebat dengan wajah yang mengemaskan dan lucu.
"Aku ingin membeli baju, Kak." Kamila mulai merengek ketika melewati toko baju.
"Baiklah."
Jessica belum mengerti apa yang sebenarnya Aldy inginkan, bukankah ia ingin mencuci mata? Tapi cuci mata seperti apa yang ia mau?.
"Ini manis," jawab Jessica ketika Kamila menanyakan pendapatnya tentang baju berwarna pink cerah yang Kamila pegang.
"Kau suka?" tanya Aldy sambil tertawa kecil.
"Tidak," jawab Jessica singkat.
Jelas saja wanita seperti Jessica tidak menyukai baju seperti itu dan ditambah lagi warnanya membuat mata Jessica sakit.
"Bagaimana jika ini?" Aldy menunjukkan jaket hitam Levis sama seperti yang Jessica kenakan sekarang.
Jessica tidak menjawab. Dia menatap Aldy seolah-olah berkata "Aku menyukainya tapi tidak ingin membelinya."
"Ini cocok dengan Kak Jess," sahut Kamila.
Aldy langsung meraih jaket itu dan memberikannya pada Kamila untuk dibawa.
"Aku akan membelinya," ucap Aldy tegas.
Jessica tidak berkata apapun dan tidak mengharap Aldy akan membeli jaket itu untuknya, siapa tau dia ingin membelikan jaket itu untuk pacarnya, begitu pikir Jessica.
Setelah bosan berkeliling melihat baju, mereka mampir di sebuah Restoran untuk beristirahat.
"Aku ingin Ice Cream." Kamila mulai merengek seperti bayi.
"Bisakah satu hari saja tanpa mendengar rengekanmu?!" jawab Aldy kesal.
Jessica mulai tertawa ketika melihat wajah cemberut Kamila dan wajah kesal Aldy yang begitu manis dan mengemaskan.
Teruslah tertawa seperti itu,
Aku senang melihatnya.
"Kak Jess menertawakanku?" tanya Kamila kesal.
"Tidak, aku hanya gemas melihatmu." Jessica mencubit pipi Kamila keras sampai gadis itu merintih kesakitan.
Aldy yang melihat itu ikut gemas dengan tingkah Jessica. Tawa dari mereka mulai terdengar dan menyita perhatian pengunjung yang lain.
"Sudah-sudah, lihatlah mereka memperhatikan kita," ucap Jessica pada Aldy dan Kamila yang masih tertawa kecil.
"Terima kasih untuk hari ini." Aldy menatap Jessica dalam.
"Ternyata ini yang disebut mencuci mata," celoteh Kamila yang melihat tatapan Sang Kakak.
"Diamlah anak kecil!"
"Baiklah, aku akan diam dan menyaksikan drama ini dengan tenang dan khidmat," jawab Kamila sambil tertawa kecil.
Jessica menatap mata coklat Aldy dengan redup, ia mencari jawaban dari kedua mata itu, tapi nihil yang dia lihat hanyalah kebahagiaan.
Dari kejauhan ada senyum kecut yang terukir di wajah cantik seorang wanita, dia yang melihat sang pujaan hati sedang tertawa dengan wanita lain.
"Datanglah, ke Mall XX, aku ada tugas untukmu." Wanita itu memberi perintah pada seseorang yang ia hubungi.
"Aku tidak rela melihatmu tertawa seperti itu dengan wanita manapun kecuali itu denganku." Wanita itu tersenyum licik.
Sebut saja dia Jelita atau lebih akrabnya lagi Jeje. Seorang wanita dengan body yang seksi dan mempesona. Dia anak dari Seorang Desainer terkenal dan ayahnya termasuk pebisnis hebat tapi di bawah Keluarga Pranata.
Jeje menyukai Aldy sejak pertemuan mereka yang pertama kali di saat rapat perusahaan Papanya dengan perusahaan Aldy.
Sejak itu Jeje sering ikut rapat dan berusaha mendekati Aldy dengan segala cara, tapi semua gagal sebelum dilaksanakan karena Ken selalu memantau pergerakannya selama ini.
-------
Aldy dan Jessica keluar dari Mall dengan tangan yang dipenuhi belanjaan, keduanya membawa semua belanjaan tanpa memberikan satu tas pun pada Kamila.
"Kita langsung pulang, Kak?" tanya Kamila ketika memasuki mobil.
"Hmmm." Aldy berjalan memutari mobil dan duduk di kursi pengemudi.
Jessica yang hendak masuk kaget ketika melihat Aldy yang sudah duduk di sana.
"Berikan kuncinya padaku dan duduklah di sini." Aldy menepuk kursi di samping pengemudi.
"Hmmm." Jessica menghembuskan nafas kasar lalu masuk ke dalam mobil.
Mobil keluar dari area parkiran diikuti oleh mobil berwarna putih milik Jeje.
"Tuan," panggil Jessica sambil memiringkan badannya menghadap Aldy.
"Kenapa?" Aldy merasa ada yang aneh dengan Jessica.
"Lihatlah mobil putih itu mengikuti kita sejak tadi," ucap Jessica sambil menunjuk kaca spion.
"Benarkah?" Aldy juga mengamati mobil itu dari kaca spion.
"Aku rasa ada yang tidak beres." Jessica mulai curiga dengan mobil Jeje.
"Biarkan saja, kita lihat apa yang dia inginkan," jawab Aldy santai.
Kamila yang tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan Aldy dan Jessica. Dan dia juga berusaha tidak perduli dengan mereka, dia kembali fokus pada Drama Koreanya.
Mobil sudah memasuki kompleks perumahan, tentu saja mobil Jeje tidak bisa masuk ke sana karena tingkat keamanan yang sangat ketat tidak mengizinkan orang asing masuk kecuali sudah ada pemberitahuan dari pihak kompleks atau ada acara yang dibuka untuk Umum.
"Jangan pikirkan tentang mobil itu, dia hanya orang yang tidak mempunyai pekerjaan dan ingin mengetahui kehidupan orang lain," ucap Aldy pada Jessica.
Jessica hanya tersenyum tipis.
Senyum tipismu itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
Nenk Leela Poetrie Mawar
Babang Aldy modus mah itu
2021-05-14
0
Alivaaaa
senyum tipisnya Jessica bikin Aldy klepek² 😅😅😅
2021-03-28
0
Lilik Kuluwazu Psazum
ralat thor...GARASI THOR BUKAN GARANSI....beda jauh lho artinya....
2021-03-19
0