"Kamila mana, Mbak?" tanya Aldy sambil menatap ke arah kamar gadis manja itu.
"Belum turun, Tuan, apa perlu saya panggilkan?"
"Hmmm..."
Pelayan itu berjalan menuju kamar Kamila.
Tok...tok...
"Nona, Tuan Muda menunggu anda di meja makan," ucap sang pelayan dari balik pintu kamar. Namun tidak jawaban dari sang pemilik kamar.
"Nona, apa anda baik-baik saja?" tanyanya khawatir.
Aldy masih memantau dari bawah,
ia mulai dihantui rasa khawatir karena Adiknya tak keluar ataupun menjawab dari tadi.
"Ila..." panggil Aldy sambil mengetok-ngetok pintu kamar, namun tidak ada jawaban. Karena khawatir ia membuka pintu secara paksa.
Brakk...
Pintu terbuka namun tidak ada siapapun di dalam kamar tidur.
"Ila...kamu di dalam?" Kini Aldy sudah berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Kenapa masuk ke dalam kamarku, Kak?" teriak Kamila dari dalam kamar mandi.
Huh...kau membuatku jantungan saja.
"Cepat turun untuk sarapan," ucap Aldy lalu keluar dari kamar Kamila.
Setelah beberapa menit Kamila keluar dari kamar mandi dengan wajah yang begitu pucat dan lemah, membuat sang pelayan yang masih berdiri di depan pintu kamarnya khawatir.
"Nona sakit?" tanya sang pelayan khawatir.
"Perutku sangat mulas," jawab Kamila lirih.
"Saya buatin susu hangat ya, Non. Nona istirahat saja sekarang."
Kamila hanya mengangguk lalu naik ke atas kasur. Pelayan itu bergegas turun menuju dapur.
"Kamila kenapa, Mbak, kenapa belum turun?" tanya Ken yang sudah bergabung di meja makan.
"Nona sakit perut, Tuan, sepertinya sudah salah makan sesuatu," jelas sang pelayan.
Ken yang mendengar itu segera menghubungi Dokter Rhani. Aldy hanya menebak-nebak makanan apa yang sudah adiknya makan sampai ia sakit perut seperti itu.
"Aku dan Ken akan berangkat, jadi kau diam di sini menemani Kamila sebelum Dokter Rhani datang," ucap Aldy pada Jessica yang sudah siap dengan mobilnya untuk berangkat ke kampus.
"Maaf, Tuan, Kamila sakit apa?" tanya Jessica khawatir.
"Katanya sakit perut."
Sudah ku duga...
"Makanan apa yang terakhir ia makan kemarin?" tanya Aldy.
"Hmmm...Ayam bakar, mie setan, nasi goreng setan dan rujak," jawab Jessica sambil mengingat-ingat semua makanan yang Kamila santap.
"Pantas saja, gadis ini selalu membuat orang khawatir." Kini Ken yang menjawab, ia dan Aldy masuk ke dalam mobil lalu melajukannya keluar dari rumah utama.
Jessica menatap kepergian mobil tersebut dan berjalan masuk ke tumah utama. "Kamila sudah sarapan, Mbak?" tanya Jessica.
"Belum, Jess, Nona baru minum susu hangat saja."
"Sarapannya mana, Mbak, biar saya yang anterin." Jessica berjalan menuju dapur.
"Jangan, Jess, biar saya saja," larang sang pelayan, namun Jessica tetap membawa nampan yang berisi sarapan Kamila menuju kamar.
Tok...tok...
"Kamila...Kak Jess masuk, ya." Tidak ada jawaban dari Kamila.
"Kamila di dalam kamar mandi, taruh saja sarapannya di atas meja," jawabnya setelah Jessica masuk ke dalam kamar.
"Permisi..." ucap seorang Dokter cantik.
"Silahkan masuk, Dok," jawab Jessica.
"Maaf sebelumnya, saya menggantikan Dokter Rhani. Beliau sedang ada jadwal di luar daerah," Jelas sang Dokter yang tak lain adalah Keisha.
"Owh, tidak apa-apa, Dok," jawab Jessica sambil tersenyum manis.
Keisha masuk ke dalam kamar, ia memeriksa keadaan Kamila lalu memberi beberapa obat untuknya.
"Ini tidak apa-apa, hanya efek dari makanan pedas yang ia konsumsi." Keisha menjelaskan pada Jessica.
"Ini tidak berlangsung lama, nanti siang mulasnya pasti mereda," sambungnya.
Jessica hanya menjawab dengan senyuman, "Mari saya antar, Dok," ucapnya lalu mengantar Keisha sampai halaman rumah utama.
"Nama saya Keisha," ucap Keisha memperkenalkan dirinya pada Jessica.
"Saya Jessica," jawab Jessica sopan.
"Hmmm...rupanya usia kita sama. Jadi kita bisa berbicara seperti biasa," ucap Keisha dengan senyum manis di bibirnya.
"Baiklah."
"Semoga kita bisa bertemu di lain waktu," ucap Keisha lalu masuk ke dalam mobil.
Flashback On
Kamila menatap bayangannya di cermin sambil tersenyum manis. "Tidak seburuk yang ku kira." Ia memperbaiki ikat rambutnya yang masih miring.
"Selamat pagi, Mbak," sapa Kamila pada seorang pelayan yang hendak membersihkan kamarnya.
"Selamat pagi juga, Nona, anda terlihat begitu cantik dan manis." Pujinya pada Kamila.
"Terima kasih, Mbak," jawab Kamila malu. Ia berpakaian tidak seperti biasanya karena hari ini ia dan Jessica akan keluar untuk jalan-jalan.
Kamila mengenakan baju kaos lengan pendek berwarna abu dan di padukan dengan jaket hitam Levis seperti yang sering Jessica kenakan. Penampilannya hari ini sama persis dengan Jessica, mulai dari atas rambut sampai ujung kakinya.
"Kau mau kemana?" tanya Aldy dengan tatapan dinginnya. Ia menyadari perubahan dalam penampilan adiknya.
"Jalan-jalan," jawab Kamila santai.
"Apa ini...dan ini juga." Aldy menarik rambut Kamila yang sudah di ikat rapi dan ia juga menarik jaket yang dikenakan oleh adiknya.
"Kakak..." Kamila menepis tangan Aldy kasar. Ia memperbaiki ikat rambut dan juga jaketnya.
"Kau mau jadi siapa?" tanya Aldy geli melihat penampilan adiknya.
"Mau jadi Kak Jess, memang kenapa?" Kamila memelototi Aldy.
Aldy hanya menggelengkan kepalanya, ia merasa aneh dengan adiknya sendiri.
"Kak Jess...lihatlah Kak Aldy menertawakanku." Gadis manja itu berlari ke arah Jessica dan bersembunyi di balik punggungnya.
Mengadu rupanya....
Jessica yang tidak tau apa-apa dihantui oleh rasa bingung, "Ada apa?" Ia belum menyadari penampilan Kamila.
"Lihatlah, gadis di belakangmu itu. Dia sangat terobsesi oleh penampilanmu."
Jessica memutar badannya menghadap Kamila, ia berusaha menahan tawanya ketika menyadari penampilan gadis itu.
"Aku jelek, ya..." Kamila menundukkan kepalanya dalam.
"Tidak, sama sekali tidak jelek. Ini terlihat aneh saja, eh maksud Kak Jess Kamila terlihat berbeda."
"Apa aku cantik?"
"Kau selalu cantik dengan pakaian apapun." Jessica tersenyum manis.
"Kak Jess yang terbaik."
Dua manusia aneh...Satunya centil dan yang satunya dingin. Tapi aku suka keduanya. Aldy
Perdebatan tentang penampilan sudah selesai, kini Kamila dan Jessica sudah berada di sebuah Kafe yang menjadi favorite-nya. Kamila memesan beberapa menu makanan pedas yang membuat air liurnya hampir keluar.
"Kamila... ini tidak baik bagi kesehatan." Jessica mengingatkan.
"Tidak apa-apa, Kak Jess. Sekali saja...janji, kali ini saja." Kamila mulai merengek.
"Jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu padamu." Jessica tidak memakan sedikit pun makanan yang ada di hadapannya. Ia memilih memesan menu lain.
Setelah selesai dengan ritual makan, mereka pergi menuju sebuah bazar.
"Kak Jess, aku ingin makan rujak itu." Kamila menunjuk sebuah gerobak yang dikerumuni oleh para pembeli.
"Hmmm...baiklah. Tetap di dalam mobil." Jessica turun dari dalam mobil lalu ikut mengantri untuk membeli rujak tersebut.
Gadis ini...Aku tidak mau tau, jika terjadi sesuatu padamu. Jangan salahkan aku.
"Ini benar-benar enak, Kak Jess tidak ingin mencobanya.?" tanya Kamila.
"Tidak."
Kamila menghabiskan rujak itu tanpa sisa sedikit pun. "Kak Jess jangan melapor pada Kak Aldy, ya," ucap Kamila sambil merengek seperti anak kecil.
"Jika dia tidak bertanya kak Jess tidak menjawab."
"Hmmm, Kak Jess." Sudah mulai seperti anak bayi.
Jessica tidak memberi respon apapun, dia tetap fokus pada kemudi mobil.
Flashback Of
"Bagaimana keadaan perutmu?" tanya Jessica sambil tersenyum mengejek.
"Hmmm, sudah lebih baik, Kak, aku menyesal tidak mendengarkan peringatan dari Kak Jess," ucap Kamila penuh penyesalan.
"Nasi sudah menjadi bubur."
"Hmmm, andaikan aku tidak memakannya, pasti saat ini aku sedang di kampus bersama Elis dan yang lainnya." Kamila mengutuki dirinya sendiri.
"Sudahlah, semua yang terjadi ada hikmahnya." Jessica tersenyum pada gadis manja yang ada dihadapannya.
-------
Hai Kakak yang Cantik dan Tampan.😍
Mohon kritik dan sarannya pada cerita ini.😊
Dan masalah Up, maaf Author nggak bisa Up setiap hari karena Author juga masih sekolah dan juga masih ada tugas yang harus diselesaikan.
Salam manis dari Author😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
Gustein Arifin👑
ini bukan yg judulnya cinta di dua hati itu ya Thor kisah ken apa beda novel yah soalnya dulu aku pernah baca trus dcari lagi judulnya eh mlah gaada
2022-02-02
1
Egha
favorite ku juga itu Kamila serba pedes klp g pedes g seru
2021-08-17
0
ishak the ganns
keisha ama Ken emang Jodoh nihhh
2021-02-05
0