Ken berjalan menuju dapur di Apartemennya, ia mengambil beberapa potong roti lalu mengoleskan selai nanas di atasnya. Ken duduk menikmati sarapannya, karena akhir pekan ia memilih untuk mengunjungi kedua orang tua dan adiknya. Biasanya ia pulang sekali sebulan namun akhir-akhir ini ia lebih sering pulang untuk memastikan keadaan kedua orang tua dan adiknya.
Ken bukankan-lah seorang anak sulung, ia memiliki seorang Kakak laki-laki yang terpaut usia 3 tahun dengannya dan seorang adek perempuan yang masih duduk di bangku SMA. Kakaknya sendiri sudah berkeluarga sejak 2 tahun yang lalu dan sekarang ia tinggal di luar kota bersama istri dan seorang putranya.
Setelah menghabiskan beberapa potong roti Ken berjalan keluar lalu melajukan mobilnya memecahkan keramaian jalan raya.
Hp Ken berdering. "Hallo Ma..." ucap Ken setelah mengangkat telepon dari Mamanya.
"Kamu bisa pulang hari ini?" tanya Mama.
"Ini lagi di jalan, Ma..." jawab Ken.Sambungan langsung terputus. Ken menatap layar Hpnya kesal.
"Tidak Aldy...tidak Jessica sekarang Mama pun ikut-ikutan." Ken memasukan Hp ke dalam saku celananya.
Gerbang tinggi berwarna hitam itu terbuka, mobil Ken melaju memasuki rumah megah dan mewah itu. Mobil terparkir rapi di halaman, Ken keluar dari mobil sambil membawa sebuah bingkisan untuk adik perempuannya.
"Kak Ken..." Seorang gadis mendekat dan menghamburkan pelukannya pada Ken. Ken membalas pelukan hangat adiknya lalu memberikan bingkisan tersebut padanya.
"Mama mana?" tanya Ken sambil berjalan ke dapur.
"Hmmm, Mama lagi siap-siap. Katanya mau ketemu dengan seseorang," jawab Nathalia yang tak lain adik Ken.
Ken berjalan menuju ruang keluarga, ia melihat seorang laki-laki paruh baya yang sedang membaca koran di sana.
"Hallo, Pa..." sapa Ken lalu duduk di samping Papanya.
"Kapan sampainya?" tanya Papa Ken.
"Baru sampai, Pa, tadi sudah ketemu sama Tata di depan."
"Owh, Mamamu lagi di atas, katanya mau ketemu sama Calon Menantu hari ini," ucap Papa penuh penekanan di kata Calon Menantu.
Ken terbelangak ketika mendengar ucapan Papanya, ia berniat kesini untuk berkunjung bukan untuk membahas masalah pernikahan ataupun perjodohan gila itu.
"Apa ini, Pa, Papa setuju dengan semua ini?" protes Ken.
"Kau tau sendirikan siapa Mamamu, jika ia bilang itu maka harus itu tidak boleh ini." Papa tersenyum meledek.
"Tapi..." Ken menghentikan ucapannya ketika melihat Mamanya yang sudah berjalan ke arah ruang Keluarga.
"Kamu sudah datang, Nak," ucap Mama manis, ia senyum penuh kemenangan ketika melihat wajah kesal putranya.
"Baiklah, Mama sekarang mau kemana?" tanya Ken pura-pura tidak tau. Ia memperhatikan penampilan Mamanya dari atas sampai ke bawah.
"Mau bertemu dengan Calon Istrimu," jawab Mama santai sambil melangkah keluar dari ruangan. Ken tersenyum kecut lalu ikut melangkahkan kakinya keluar.
"Kenapa, Kak?" Nathalia memperhatikan setiap sudut wajah Ken, ia melihat segaris kekesalan di sana.
"Anak kecil tidak boleh tau." Ken meninggalkan adiknya yang masih menatap bingung.
Ken dan Mamanya meluncur ke sebuah Kafe yang menjadi tempat perjanjian untuk bertemu dengan Calon Istri Ken.
Ken memang bisa bersikap dingin pada semua orang tapi tidak pada keluarganya, ia selalu gagal walau beberapa kali mencoba untuk bersikap dingin pada keluarganya sendiri.
Mama berjalan di depan Ken, ia duduk di sebuah meja yang sudah dipesan sebelumnya oleh seorang wanita yang akan menjadi Calon Istri Ken.
"Kau sudah lama, Nak?" tanya Mama pada seorang wanita yang sedang tersenyum manis padanya.
"Tidak, baru sampai, Ma," jawab wanita itu sambil tersenyum menatap wajah Ken yang mulai mendingin.
Apa! Dia bahkan memanggil Mama dengan panggilan yang begitu akrab...
Mama duduk dan memesan minuman untuk Ken dan Calon Menantunya.
Ken menatap wanita itu tajam, tatapan mereka bertemu, wanita itu membalas tatapan tajam Ken dengan tatapan hangat miliknya.
Suasana mulai canggung, Ken sibuk dengan Hpnya.Sedangkan Calon istrinya sibuk memperhatikan setiap gerakannya.
"Setelah ini kamu mau kemana?" tanya Mama pada Calon Menantu idamannya.
"Pulang, Ma," jawabnya sambil melirik Ken sekilas.
"Kamu bawa mobil sendiri?" tanya Mama khawatir.
"Iya, Ma, tapi Mama tenang aja. Keisha udah biasa bawa mobil sendiri."
Jadi namanya Keisha, aku kira Keira. Ken
"Gimana kalo Keisha main ke Rumah mumpung ada Tata (Nathalia) sama Ken." Mama menawarkan pada Calon Menantu idamannya.
Keisha menatap wajah Ken yang sangat dingin "Bahkan laki-laki itu tidak pernah bicara sejak tadi, dia hanya sibuk dengan Hpnya," gumam Keisha.
"Hmmm, mungkin lain waktu aja, Ma," jawab Keisha sambil memasang wajah kecewa.
"Baiklah," jawab Mama tidak kalah kecewanya.
Ken yang mendengar ucapan Mamanya langsung melirik ke arah wanita itu.
"Kenapa tidak sekarang?" tanya Ken dengan suara dinginnya.
"Aku..." pikiran Keisha membuntu, ia tidak bisa memberikan alasan yang tepat untuk pertanyaan Ken.
"Jika tidak bisa tidak apa-apa, Nak, mungkin lain waktu saja." Mama melihat garis kebingungan di wajah cantik Keisha.
"Maaf ya, Ma," ucap Keisha lirih.
Ken mendengar semua pembicaraan kedua wanita di hadapannya tapi ia enggan untuk menjawab ataupun membantah satu kata pun.
Sudah tau sikapku masih juga mau bertahan sampai sejauh ini, kau membuatku penasaran akan dirimu.
Mama mengakhiri pertemuannya setelah mengobrol cukup lama dengan Calon Menantu idamannya, Ken tidak banyak bicara ia hanya menuruti apa yang Mamanya inginkan dan tidak berniat membantah atau menolak satu katapun.
Mobil yang dikendarai Keisha melaju meninggalkan Kafe, Ken menatap kepergian mobil tersebut. Sebelumnya ia sudah meminta seseorang untuk mengikuti Keisha dan mencari informasi tentangnya.
"Ayo pulang, Ken." Mama berjalan di depan Ken.
Kini mobil sudah melaju meninggalkan Kafe. Ken fokus menyetir sedangkan Mama masih sibuk bicara tentang Calon menantu idamannya.
"Keisha itu anak baik, manis, sopan, cantik dan satu lagi dia seorang Dokter." Dari sekian banyak yang Mamanya katakan tentang Keisha Ken hanya mengingatkan kalimat ini.
Seorang Dokter. Serela Mama cukup tinggi juga, ku kira dia seorang model seperti yang dikatakan Aldy.
"Ken," panggil Mama.
"Ya," jawab Ken singkat.
"Nanti sore kamu ada acara?" tanya Mama.
"Aku akan mengantar Mama pulang lalu kembali lagi ke Apartemen," jawab Ken menghindar dari niatan Mamanya, Ken sudah mencium apa yang dipikirkan Mamanya dan ini adalah jawaban yang tepat untuk itu.
"Hmmm." Mama belum menyerah untuk merayu Ken agar menerima Keisha sebagai Calon Istrinya. Ia berusaha memikirkan cara-cara agar Ken tertarik pada wanita itu
Berbeda dengan Ken, ia memikirkan berbagai macam cara agar menghindar dari perjodohan gila ini.
"Hati-hati di jalan," ucap Mama sambil keluar dari mobil. Ken hanya menjawab dengan senyuman lalu melanjukan mobil keluar dari halaman rumah.
-----
Hai kakak syantik and tamvan😘
🍃Selamat malam😁 bagi yang baca 🍃di waktu malam😆
🍃Selamat pagi bagi yang baca di waktu pagi😊
🍃Selamat siang bagi yang baca di waktu siang😉
Mohon kritik dan sarannya untuk cerita ini😉 Mulai dari segi bahasa, penulisan dan cerita.
Salam manis dari Author ingusan✌
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
Egha
emak" pasti bisa Mikir beribu alasan biar niat nya bisa terlaksana😀😀 nasibmu Ken
2021-08-17
0
Eva Tigan
berharap akhirnya Ken beneran jatuh cinta sama si doktet...menantu pilihan mamanya
2021-07-05
0
Tjut Iman Tsaqiffa
selera😂
2021-04-18
0