Bodyguard

Ken duduk di meja Kafe, menunggu kedatangan Sang Serigala Betina. Sudah hampir 15 menit ia menunggu tapi yang ditunggu belum kunjung datang.

"Hei, kau akan datang atau tidak?" pesan dari Ken terkirim.

"Maaf Ken, aku akan terlambat," jawab Jessica.

"Berapa lama lagi aku harus menunggumu?" Ken menarik nafas panjang mencoba menahan rasa kesalnya.

"15 menit lagi aku sampai." Jessica memberikan kepastian.

Jika ini bukan karena Gadis Manja itu, aku tidak mau menunggu lama, seperti ini.

Jessica bergegas meraih kunci motornya lalu memecahkan ramainya lalu lintas. Ia tidak menyangka kalau Ken mau menunggunya. Yang ia tau, Ken bukanlah orang yang suka menunggu seperti ini.

"Di mana laki-laki itu?" Jessica mengedarkan pandangannya, mencari sosok Ken pada tiap sudut ruangan.

"Maaf, Mbak, saya sudah membuat janji dengan Tuan Ken," ucap Jessica pada seorang pelayan.

"Mari saya antar." Pelayan itu berjalan di depan Jessica menuju sebuah ruangan khusus.

"Silahkan masuk, Tuan Ken sudah menunggu Anda." Pelayan tadi membukakan pintu dan menundukkan kepalanya hormat, lalu beranjak meninggalkan Jessica yang sudah masuk ke dalam ruangan.

"Apa yang ingin kau bicarakan?" Jessica duduk dan langsung berbicara pada point utama.

"Minum dulu, aku akan mengatakannya setelah kau minum." Ken memandang Jessica dengan pandangan yang hangat.

Serigala Betina tetaplah Serigala Betina, tidak akan berubah rupanya.

Jessica membuka air botol mineral dan meminumnya sampai setengah.

"Katakanlah!" Jessica menatap Ken dengan tatapan tajamnya.

"Baiklah, aku hanya ingin menawarkanmu sebuah pekerjaan. Ya, itupun kalau kau mau," ucap Ken dengan sedikit ragu.

"Pekerjaan apa?" Jessica mulai bicara dengan santai.

"Bodyguard sekaligus sopir pribadi adik Tuan Aldy." Ken berharap Jessica tidak akan memakinya sekarang.

Terimalah Serigala, ku mohon, jangan mempersulit pekerjaanku.

Terlihat Jessica berpikir sejenak. Tuan Aldy bukanlah orang sembarangan, jadi ia juga tidak mau asal-asalan menerima pekerjaan ini dan adiknya, tidak ada orang yang tau seperti apa adiknya. Selama ini ia tidak pernah bicara tentang keluarganya pada publik.

"Jelaskan apa saja tugasnya?" ucap Jessica meminta penjelasan pada Ken.

"Sederhana saja, mengantar dan menjemput Kamila ke kampus dan melindunginya dari bahaya," jelas Ken lalu tersenyum tipis.

Jadi nama adiknya Kamila, baiklah nama yang manis. Batin Jessica.

"Satu lagi, kau bisa tinggal di rumah Tuan Aldy." Ken menelan ludahnya sendiri, takut kalau Jessica salahpaham dengan perkataannya.

Ya, Aku butuh uang untuk tetap hidup dan aku juga butuh tempat berteduh yang layak. Tapi, bagaimana dengan anak-anak muridku dan juga Guru? Apa aku harus melepas mereka. Batin Jessica.

Selama ini Jessica menghabiskan waktunya di tempat bela diri, menuangkan kemampuannya di sana. Gaji yang diterima memang tidak seberapa, tapi ia senang dengan kegiatan itu. Setidaknya, ia bisa melupakan semua masalah hidupnya ketika berada di sana.

"Bagaimana, Jess?" tanya Ken serius.

"Aku rasa kau punya alasan tertentu mengapa memilihku dalam pekerjaan ini," ucap Jessica. Mengingat Ken sangat teliti dalam melakukan pekerjaannya, apalagi ini persangkutan langsung dengan Tuan Mudanya.

"Karena hanya kaulah yang memenuhi syarat untuk menjadi Bodyguard Kamila dan..." Ken ingin melanjutkan bicaranya namun langsung terhenti oleh ucapan Jessica.

"Kau tau seperti apa aku, jadi katakan saja langsung pada intinya!" ucap Jessica karena tidak mau lama-lama berbelit soal alasan.

"Besok aku akan menghantarmu menemui Aldy dan Kamila. Dan kau bisa mengemasi barang-barangmu mulai sekarang." Rasa lega mengalir di seluruh tubuh Ken. Walaupun Jessica tidak memberi tau kalau dia menerima tawaran Ken, tapi Ken cukup mengerti dengan gaya bahasa Jessica yang mungkin sulit dimengerti orang lain.

Jessica tidak menjawab apapun, tapi Ken bisa melihat ada sedikit garis senyum di bibirnya.

Sedikit tersenyum saja membuatmu terlihat berbeda, wahai Serigala Betina.

Jessica membiarkan Ken menatapnya seperti itu, walau sejujurnya ia ingin mengambil garfu lalu mencungkil bola mata Ken.

...________...

Ken melajukan mobilnya menuju Perusahaan, sekilas ia tersenyum ketika mengingat wajah kesal Jessica.

"Apa, kenapa menatapku seperti itu?" tanya Jessica dengan tatapan tajamnya.

"Tidak, aku tidak menatapmu. Aku hanya menatap Serigala Betina yang sedang mengamuk," jawab Ken lalu tertawa puas melihat wajah Jessica yang merah karena menahan marah.

Baiklah, aku akan membiarkanmu tertawa sekarang, karena kau sudah memberikanku pekerjaan yang akan merubah hidupku. Batin Jessica.

Jessica tidak menjawab perkataan Ken, dia menikmati makanan yang ada di depannya, tidak memperdulikan tatapan hangat dari Ken.

Mobil Ken sudah memasuki area parkiran, ia turun dari mobil sambil membawa beberapa berkas penting yang harus ditandatangani Aldy dan juga Informasi tentang Jessica yang sudah ia rangkum sebelumnya.

Wajah ceria Ken seketika berubah setelah memasuki perusahaan, wajahnya terlihat dingin dan tatapan matanya sangat tajam dan mematikan.

"Hai, Bro," sapa Ken pada Aldy lalu duduk di sebelahnya, Ken meletakkan berkas-berkas penting di atas meja Aldy lalu menyerahkan beberapa lembar kertas yang berisi informasi lengkap tentang Jessica.

"Bacalah! jika kau tidak setuju, aku akan mencari yang lain." Ken memaki dirinya sendiri kalau sampai Aldy tidak setuju dengan pilihannya.

"Kau mengenalnya?" Aldy melirik Ken sekilas lalu kembali menatap beberapa lembar kertas di tangannya.

"Aku dan dia dulu satu perguruan," jawab Ken jujur.

"Kau saja yang bercerita, mataku sedang malas membaca." Aldy meletakkan kertas-kertas tadi di atas meja. Ia mulai tertawa ketika melihat wajah kesal milik Ken.

"Khemm..." Ken menarik nafas panjang dan meredam rasa kesalnya.

"Dia anak tunggal dari keluarga yang harmonis tapi semua berakhir ketika Ibu dan Ayahnya meninggal dunia karena kecelakaan." Rasa sesak menghampiri Ken, dia kembali menarik nafas lalu melanjutkan ceritanya.

"Dia diasuh oleh Paman dan Bibinya, tapi mereka berdua tidak berniat baik. Mereka hanya mengincar harta warisan Jessica, mereka memaksa Jessica menjual rumah dan juga mobil dengan alasan biaya hidup." Ken diam sejenak.

"Saat itu, Jessica masih dalam keadaan terpuruk, jadi ia melakukan apapun yang diminta oleh Paman dan Bibinya tanpa rasa curiga sedikit pun. Mereka memperlakukan Jessica dengan baik sampai ia menginjak usia 18 tahun. Setelah itu, semuanya berubah, mereka mencampakkan Jessica bahkan tak mengakuinya sebagai keponakan mereka," jelas Ken panjang lembar.

Aldy hanya diam mendengarkan apa yang dikatakan Ken, Ken kembali mengambil nafas panjang.

"Jessica memang sudah aktif dibidang bela diri sejak kedua orangtuanya masih hidup, bahkan sampai sekarang dia menghabiskan semua waktunya untuk mengajar di sana."

"Lalu di mana dia tinggal?" tanya Aldy iba.

"Setelah dicampakkan oleh Paman dan Bibinya, dia tinggal di sebuah kontrakan milik guru bela diri kami. Dia hanya membawa satu benda berharga yang mungkin sudah tidak ada lagi, sekarang," jawab Ken lalu menarik nafas lagi.

"Sebuah kalung yang ditaburi berlian dan juga emas, mungkin Jessica sudah menjualnya untuk bertahan hidup di kota ini," sambung Ken.

Sesak menghampiri dada Aldy ketika mendengar semua Informasi tentang Jessica.

Ternyata masih banyak orang di luar sana yang lebih menderita dari pada diriku, contohnya Jessica. Batin Aldy

"Sejak kapan kau mengenalnya?" tanya Aldy dengan mata melotot pada Ken. Aldy dan Ken sudah akrab sejak kecil, tapi Ken tidak pernah menceritakan tentang Jessica padanya selama ini.

"Sejak dia mematahkan tanganku." Ken tertawa sambil tersenyum malu.

"Kau masih ingat, saat aku pulang dengan tangan yang patah dan aku beralasan sudah mengalami kecelakaan ringan." Ken mengingatkan Aldy pada kejadian 7 tahun yang lalu.

Aldy tertawa setelah mengingatnya,

untuk pertama kalinya ia melihat Ken merintih karena kesakitan.

"Jadi, itu ulah Jessica?" tanya Aldy tak percaya. Sejenak ia lupa dengan sesak yang ada di dadanya tadi.

"Aku yang salah." Ken mengelus belakang lehernya dan tersenyum tipis.

"Apa yang kau lakukan padanya, sampai ia berani mematahkan tanganmu?" Aldy melirik Ken seolah-olah berkata "Anak nakal."

"Teman-temanku bilang dia adalah Serigala Betina. Tidak ada yang berani mendekatinya dan mereka menantangku. Jika aku berhasil tidak membuat Jessica marah atau kesal. Mereka akan membelanjakanku selama satu bulan." Ken tersenyum tipis ketika mengakhiri kata-katanya.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Aldy penasaran. Ia masih ingin tau sejauh apa kedekatan Ken dengan calon Bodyguard adiknya itu.

"Aku hanya sedikit mengganggunya ketika selesai latihan, aku menghalangi jalannya pulang. Dia sudah memberiku peringatan, ku kira dia hanya bercanda dan ternyata dia benar-benar mematahkan tanganku." Ken sangat malu jika mengingat kejadian beberapa tahun itu.

"Dasar bodoh!" ucap Aldy pada Ken lalu mereka tertawa bersama.

...-----------...

Setelah pulang dari Kafe. Jessica menarik sebuah koper ke depan lemarinya lalu mengemas dan merapikan semua barang-barang yang akan ia bawa. Seketika pandangannya terpaku pada sebuah kotak kecil yang tersimpan rapi di laci lemari. Jessica meraih kotak tersebut.

"Ayah... Ibu, lihatlah putri kalian sudah besar sekarang," ucap Jessica sambil menatap lekat sebuah kalung yang bertaburan dengan berlian, kalung yang diberikan oleh ibunya sebagai hadiah ulang tahunnya, tepatnya hadiah perpisahan mereka.

Jessica memasukan kalung itu ke dalam kotak kecil tadi, lalu memasukan kotak kecil itu ke dalam kopernya.

Jessica menarik nafas lega setelah semua barangnya sudah masuk ke dalam koper. Ia berjalan menuju tempat tidur berukuran kecil miliknya, tempat tidur yang hanya cukup untuk dirinya sendiri.

"Ibu... aku merindukanmu." Jessica terus mengulangi kata-kata itu sampai ia larut dalam tidur dan mimpinya.

..._____________...

Di sebuah kamar mewah yang sangat luas yang hanya dihuni oleh satu orang yaitu Aldy.

Laki-laki itu menyandarkan kepalanya pada kursi belajar miliknya, menatap lekat sebuah foto yang terletak tepat di samping komputernya.

"Ibu, Aldy dan Kamila sekarang sudah besar, Ibu cepat sembuh di sana. Kami merindukan Ibu," ucap Aldy lirih.

Sebuah butiran bening jatuh dari matanya, laki-laki itu tidak menghela butiran tadi, membiarkan semua kesedihan yang ia dan Kamila rasakan selama ini keluar.

Setelah kepergian Ayah Aldy, Ibunya mengalami tekanan jiwa yang harus ditangani dengan cepat. Jika tidak, bisa berakibat fatal.

Sudah lama wanita paruh baya itu menjalani perawatan khusus di Negeri S, hampir 5 tahun sudah ia meninggalkan kedua anak kesayangannya, membiarkan mereka melewati setiap ujian tanpa ada seorang Ibu disamping mereka.

"Ibu... aku sekarang sadar, banyak orang di luar sana yang lebih menderita dariku. Ujian yang mereka hadapi jauh lebih berat dengan apa yang aku hadapi sekarang, bahkan mereka tidak punya tempat untuk bersandar." Aldy teringat dengan informasi yang ia dapat dari Ken tentang kehidupan Jessica.

Walau belum melihat Jessica secara langsung Aldy yakin bahwa wanita itu adalah wanita yang tangguh dan memiliki hati yang setegar karang.

Tok... tok... tok....

Kamila mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban dari sang pemilik kamar.

"Kak." Kamila berteriak kesal karena pintu terkunci dari dalam.

"Kak Aldy, Ila mau bicara." Kamila masih berteriak sambil menggedor-gedor pintu lebih keras.

"Kak... apa kakak mendengarku?" Kamila semangkin berteriak.

Tidak ada jawaban dari sang pemilik kamar, Kamila menyeret kakinya menjauh dari kamar Aldy. Ia mengurungkan niatnya untuk memohon pada Aldy agar ia diizinkan keluar akhir pekan ini, untuk menghadiri sebuah bazar besar-besaran di pusat kota.

"Apa lagi yang ingin gadis itu katakan," gumam Aldy yang baru keluar dari kamar mandi. Ia berjalan menuju pintu dan membukanya, namun ia tak menjumpai siapapun di depan kamarnya.

Apa lagi yang kau inginkan wahai Nona Manja. Jangan meminta hal-hal aneh lagi padaku, aku sudah sangat pusing karena permintaan yang kau ajukan akhir-akhir ini.

Aldy menjatuhkan dirinya di atas kasur empuk sambil menatap langit-langit kamarnya, badannya terasa sangat letih dan lelah.

Tak butuh waktu lama, ia sudah terlelap dalam tidurnya.

...______...

Udara sejuk masuk melalui celah-celah jendela kamar Jessica, membuat wanita itu terbangun.

"Masih pagi, matahari saja belum muncul." Jessica menatap keluar jendela, menarik selimut sampai menutupi wajahnya. Karena akhir pekan, Jessica berpikir ingin melanjutkan tidurnya.

Hp Jessica bergetar menandakan ada pesan baru.

"Siapkan dirimu, aku akan datang menjemputmu jam 07.00!" pesan dari Ken.

Spontan Jessica bangkit dari tempat tidur, meraih handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi.

Hampir saja Jessica lupa dengan hal penting itu. Hari ini, dia akan bertemu dengan orang yang sangat penting, lebih tepatnya lagi, hari ini ia akan merajut takdir barunya.

Setelah selesai dengan ritual mandinya,

Jessica membuka lemari dan mengambil setelan baju yang akan ia pakai untuk memulai kehidupan barunya. Ia menatap bayangannya sendiri di kaca lalu memperbaiki ikatan rambutnya yang sedikit miring.

"Sempurna," ucap Jessica.

Senyum terlukis di wajah cantik Jessica, membayangkan kehidupan yang layak saja bisa membuat Jessica tersenyum manis seperti ini.

Ya, Tuhan. Aku harap kebahagiaan akan berpihak padaku kali ini.

Terpopuler

Comments

Emak Kam

Emak Kam

tentu Jessica , ini awal kebahagiaan untuk athor yg kece telah mempersiapkan masa depan yang bahagia untuk mu😘

2023-02-05

0

R@3f@d lov3😘

R@3f@d lov3😘

semangat 💪 Jessica

2022-12-13

0

Erlina Gustianti

Erlina Gustianti

seru nampaknya thor

2021-06-24

0

lihat semua
Episodes
1 Pengenalan Tokoh
2 Bodyguard
3 Calon Kakak Ipar?
4 Begal Ingusan
5 Kepercayaan Aldy
6 Siapa Jack?
7 Makan Malam Bersama
8 Sepupu!
9 Awal Mula
10 Sakit
11 Sembuh
12 Tawamu
13 Kenangan 5 tahun yang lalu
14 Istri Tuan Muda?
15 Jack & Kamila
16 Nona Muda?
17 Jujur atau Berani
18 Calon Istri Ken
19 Sakit Perut
20 Jack & Kamila(2)
21 Kabar Bahagia
22 Persiapan
23 Kejutan Untuk Kamila
24 Calon Menantu
25 Jessica Vs Ken
26 Jack & Kamila(3)
27 Perasaan Aldy?
28 Dokter Galak
29 Minimarket
30 Hanya Mimpi
31 Dokter Galak & Es Batu Balok
32 Bertemu Mona
33 Bulan dan Bintang (Serba Dua)
34 Jack & Kamila (4)
35 Roy
36 Serigala Betina Kembali
37 Cemburu
38 Kumat
39 Jack JK
40 Tertular Jessica
41 Misteri
42 Jeritan dan Tangisan Tengah Malam
43 Serigala Betina
44 Visual
45 Couple
46 Dalang!
47 Latar Belakang
48 Duka
49 Mengundurkan Diri
50 Tingkah Laku Kamila
51 Bidadari Yang Lemah Lembut?
52 Jack Kembali
53 Pengumuman
54 Mengungkapkan Perasaan
55 Edelweiss
56 Mahendra
57 Jack & Kamila (5)
58 Cinta Yang Sebenarnya
59 Akibat Cemburu
60 Virus Cinta
61 Aldyan Pranata Yoga
62 Serigala Betina (2)
63 Ken Candra
64 Terimakasih Dan Maaf
65 Malam Tahun Baru (Final)
66 Season 2 Impian Jessica?
67 Season 2 Bunuh Diri
68 Season 2 Punya Siapa!
69 Season 2 Sanksi Untuk Jack
70 Season 2 Mengikhlaskan
71 Season 2 Kencan Dan Makan Malam
72 Season 2 Kekhawatiran Aldy
73 Season 2 Bibi Naomi
74 Season 2 Kehilangan Lagi
75 Season 2 Audi Jessica
76 Season 2 11 Februari
77 Season 2 Amnesia?
78 Season 2 Ular Sawah VS Ular Kobra
79 Season 2 Ketulusan Aldy
80 Season 2 Aku Mundur, Ken!
81 Season 2 20 Februari
82 Season 2 Aku Percaya Padamu
83 Season 2 1 Permintaan
84 Season 2 Ada Apa Dengan Jessica?
85 Season 2 Kamila Pranata Yoga
86 Season 2 Aleta Jordan Candra
87 Season 2 Kau Kuat!
88 Season 2 Sakit Hati?
89 Season 2 Rumah Sakit Kota!
90 Season 2 Tuan Tampan?
91 Season 2 Audy Itu Jessica?!
92 Season 2 Bibir Ini Milikku!
93 Season 2 1 Maret
94 Season 2 HP Baru
95 Season 2 Makan Siang Yang Romantis?
96 Season 2 Audi Jessica (2)
97 Season 2 Kami Rindu Kak Jess
98 Season 2 Aku Juga Mencintaimu
99 Season 2 Arya!
100 Season 2 H-3 Pernikahan
101 Season 2 Kau Ingin Berapa?
102 Season 2 H-1 Pernikahan
103 Season 2 Janji Suci Aldy & Jessica
104 1. Sial!
105 2. Janji Aldy & Jessica
106 3. Villa Kamboja
107 4. Satu Langkah Lagi!
108 5. Kejahilan Jessica
109 6. Ken dan Arya
110 7. Aku Bahagia Bersamamu!
111 8. H-1 Pernikahan Ken & Keisha
112 9. 15 Maret
113 10. Tidak Pernah Puas
114 11. Kau Milikku Seutuhnya!
115 12. Lingerie
116 13. Kembali Mengajar
117 14. Rancangan Masa Depan
118 15. Terimakasih, Tuhan (End)
119 Author
120 Extra Part 1
121 Extra Part 2
122 Extra Part 3
123 Extra Part 4
124 Final!
125 Devano Pranata Yoga
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Pengenalan Tokoh
2
Bodyguard
3
Calon Kakak Ipar?
4
Begal Ingusan
5
Kepercayaan Aldy
6
Siapa Jack?
7
Makan Malam Bersama
8
Sepupu!
9
Awal Mula
10
Sakit
11
Sembuh
12
Tawamu
13
Kenangan 5 tahun yang lalu
14
Istri Tuan Muda?
15
Jack & Kamila
16
Nona Muda?
17
Jujur atau Berani
18
Calon Istri Ken
19
Sakit Perut
20
Jack & Kamila(2)
21
Kabar Bahagia
22
Persiapan
23
Kejutan Untuk Kamila
24
Calon Menantu
25
Jessica Vs Ken
26
Jack & Kamila(3)
27
Perasaan Aldy?
28
Dokter Galak
29
Minimarket
30
Hanya Mimpi
31
Dokter Galak & Es Batu Balok
32
Bertemu Mona
33
Bulan dan Bintang (Serba Dua)
34
Jack & Kamila (4)
35
Roy
36
Serigala Betina Kembali
37
Cemburu
38
Kumat
39
Jack JK
40
Tertular Jessica
41
Misteri
42
Jeritan dan Tangisan Tengah Malam
43
Serigala Betina
44
Visual
45
Couple
46
Dalang!
47
Latar Belakang
48
Duka
49
Mengundurkan Diri
50
Tingkah Laku Kamila
51
Bidadari Yang Lemah Lembut?
52
Jack Kembali
53
Pengumuman
54
Mengungkapkan Perasaan
55
Edelweiss
56
Mahendra
57
Jack & Kamila (5)
58
Cinta Yang Sebenarnya
59
Akibat Cemburu
60
Virus Cinta
61
Aldyan Pranata Yoga
62
Serigala Betina (2)
63
Ken Candra
64
Terimakasih Dan Maaf
65
Malam Tahun Baru (Final)
66
Season 2 Impian Jessica?
67
Season 2 Bunuh Diri
68
Season 2 Punya Siapa!
69
Season 2 Sanksi Untuk Jack
70
Season 2 Mengikhlaskan
71
Season 2 Kencan Dan Makan Malam
72
Season 2 Kekhawatiran Aldy
73
Season 2 Bibi Naomi
74
Season 2 Kehilangan Lagi
75
Season 2 Audi Jessica
76
Season 2 11 Februari
77
Season 2 Amnesia?
78
Season 2 Ular Sawah VS Ular Kobra
79
Season 2 Ketulusan Aldy
80
Season 2 Aku Mundur, Ken!
81
Season 2 20 Februari
82
Season 2 Aku Percaya Padamu
83
Season 2 1 Permintaan
84
Season 2 Ada Apa Dengan Jessica?
85
Season 2 Kamila Pranata Yoga
86
Season 2 Aleta Jordan Candra
87
Season 2 Kau Kuat!
88
Season 2 Sakit Hati?
89
Season 2 Rumah Sakit Kota!
90
Season 2 Tuan Tampan?
91
Season 2 Audy Itu Jessica?!
92
Season 2 Bibir Ini Milikku!
93
Season 2 1 Maret
94
Season 2 HP Baru
95
Season 2 Makan Siang Yang Romantis?
96
Season 2 Audi Jessica (2)
97
Season 2 Kami Rindu Kak Jess
98
Season 2 Aku Juga Mencintaimu
99
Season 2 Arya!
100
Season 2 H-3 Pernikahan
101
Season 2 Kau Ingin Berapa?
102
Season 2 H-1 Pernikahan
103
Season 2 Janji Suci Aldy & Jessica
104
1. Sial!
105
2. Janji Aldy & Jessica
106
3. Villa Kamboja
107
4. Satu Langkah Lagi!
108
5. Kejahilan Jessica
109
6. Ken dan Arya
110
7. Aku Bahagia Bersamamu!
111
8. H-1 Pernikahan Ken & Keisha
112
9. 15 Maret
113
10. Tidak Pernah Puas
114
11. Kau Milikku Seutuhnya!
115
12. Lingerie
116
13. Kembali Mengajar
117
14. Rancangan Masa Depan
118
15. Terimakasih, Tuhan (End)
119
Author
120
Extra Part 1
121
Extra Part 2
122
Extra Part 3
123
Extra Part 4
124
Final!
125
Devano Pranata Yoga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!