"Nongkrong, yuk," ajak Elis sambil merangkul Kamila menuju parkiran.
"Boleh, Kak Jess juga masih lama," jawab Kamila menyetujui.
"Kafe biasa," sahut yang lainnya.
Mereka berempat meluncur menuju Kafe, diantara mereka Elis-lah yang paling bebas. Dia bisa membawa mobil sendiri tanpa bodyguard ataupun mata-mata, sedangkan Kamila dan yang lain masih dibawah aturan dan pengawasan keluarga.
"Kalian tau tidak. Selebgram yang lagi tenar." Elis menunjukan beberapa foto Selebgram yang ia maksud pada Kamila.
"Hmmm, kayak pernah lihat. Tapi lupa," jawab Kamila, dia berusaha mengingat-ingat wajah Selebgram tersebut tapi dia benar-benar lupa.
"Katanya sih, anak kota." Elis menunjukkan beberapa poto lainnya.
"Tunggu, aku kenal salah seorang dari mereka," jawab Kamila ketika melihat foto tiga orang laki-laki.
"Yang mana?" Elis memperbesar foto tersebut.
"Dia Jack." Kamila menunjuk seseorang yang sedang memegang helm, yang tidak lain adalah Jack dan kedua sahabatnya.
"Maksudmu, Jack adiknya Kak Jessica? yang pernah kau ceritakan? yang membereskan masalah Andre itu?" Elis menatap lekat wajah Jack setelah 100% diperbesar.
"Hmmm..." Kamila menatap Elis seolah-olah berkata jangan tatap Jack "Dia milikku!"
"Dia manis, lihatlah senyumnya. Manis sekali." Elis menunjukkan beberapa foto Jack yang ia curi dari akun Instagram milik pria itu.
"Kau, kau menyimpan semua fotonya." Kamila terbelangak ketika melihat begitu banyak foto Jack di galeri Elis.
"Dia Tampan dan Manis, wanita mana yang tidak ingin menjadi pasangannya." Elis masih menatap foto-foto Jack.
"Hmmm, dia memang manis apalagi tatapan matanya yang begitu hangat, membuat siapa saja yang melihatnya jatuh cinta," gumam Kamila.
"Kau jatuh cinta padanya?" tanya kedua teman Kamila.
"Jika Elis saja terpesona apalagi aku," jawab Kamila santai.
Ketiga temannya mulai heboh, ada yang berteriak dan memukul-mukul meja. Sedangkan Elis menggelengkan kepala tidak percaya.
Kamila memang terkenal dengan kecantikan dan juga kemanisannya.
Banyak kakak Senior yang menaruh hati padanya, tapi Kamila tidak pernah membalas perasaan satu orang pun.
Kamila terlalu takut untuk menjalin hubungan dengan orang baru, terutama dengan lawan jenisnya.
"Demi apa, Kamila jatuh cinta pada seseorang...ini...ini." Kini Elis yang heboh sendiri.
"Kalian kenapa? aku hanya bilang aku terpesona bukan jatuh cinta," elak Kamila.
"Tidak, ini beda. Ini bukan sekedar terpesona ataupun mengidolakan saja." Elis membantah keras.
"Lalu apa?" tanya Kamila sok polos.
"Kau sudah jatuh cinta padanya jauh sebelum hari ini." Elis menatap mata coklat Kamila, ia mencoba mencari jawaban dari mata itu.
"Apa? kenapa menatapku seperti itu?" Kamila membalas tatapan Elis tajam.
"Aku melihat sosok Jack di matamu." Suasana benar-benar heboh tidak terkendali. Mereka kembali memukul-mukul meja Kafe sambil berbisik-bisik tidak karuan.
"Hai," sapa seseorang membuat keempat gadis itu langsung hening dan membeku.
"Panjang umur," ucap Elis ketika melihat siapa yang datang.
"Boleh aku duduk di sini." Jack menunjuk kursi kosong di dekat Kamila.
"Silahkan." jawab Elis. Kamila langsung menatap tajam ketiga temannya.
"Apa yang kalian bicarakan sampai seheboh itu?" tanya Jack sambil melirik ke arah Kamila.
"Tidak, kita tidak membicarakan apapun." Elis berusaha menyelamatkan dirinya, karena dialah yang menyimpan foto-foto Jack. Berbeda dengan Kamila, dia hanya bilang ikut terpesona pada Jack.
"Kedatanganku mengganggu, ya?" tanya Jack setelah memperhatikan ekspresi Kamila yang berubah.
"Tidak," jawab Kamila singkat. Tatapan mereka bertemu.
"Khemm..." Ketiga teman Kamila berusaha menyadarkan dua insan yang sedang tenggelam pada tatapan mereka. Kamila mengalihkan padangannya, wajahnya mulai memerah karena malu.
"Kenapa, Mill, wajahmu merah sekali seperti udang rebus," ejek Elis.
Jack tersenyum tipis ketika melihat wajah merah milik Kamila.
"Astaga, aku sampai lupa dengan tujuan utamaku." Jack memukul jidatnya.
"Kak Jess menyuruhku memastikan keadaanmu, Kak Jess telat soalnya ada urusan penting tadi," sambung Jack.
"Emmm...kita cabut, ya, Mill," ucap Elis lalu menarik kedua temannya keluar dari Kafe.
Kamila menatap mereka begitu tajam.
Bisa-bisanya mereka meninggal Kamila berdua dengan Jack.
"Hai, tatapanmu itu sangat mengerikan." Jack merinding ketika melihat tatapan tajam milik Kamila.
Kamila tidak menjawab, dia tidak tau harus menjawab apa. Wajahnya sudah memerah dari tadi ditambah dengan keadaan seperti ini.
"Kamila." Jack pindah dari tempat duduknya, ia memilih duduk di depan Kamila.
"Hmmm." Kamila berusaha mengontrol dirinya. Jack mengeluarkan Hpnya lalu mengambil beberapa gambar Kamila.
"Jack." Kamila menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Aku akan melaporkanmu pada Kak Jess." Kamila pura-pura mengancam.
"Baiklah." Jack menyerah Hpnya pada Kamila bermaksud agar Kamila sendiri yang menghapus fotonya. Kamila menghapus semua foto tanpa ia sisakan satu pun untuk Jack.
"Jack." Kamila mengarahkan kamera ke arah Jack dan dirinya.
Dua foto selfi yang sangat sempurna.
"Simpanlah untuk dirimu sendiri." Kamila menyerah Hp tersebut pada pemiliknya.
"Tidak boleh dipublikasikan," tambah Kamila. Jack mengangguk faham lalu tersenyum manis pada Kamila.
"Apa aku boleh menaruh hati padamu?" tanya Jack lalu menatap Kamila hangat.
"Jika Kak Jess menyetujuimu," jawab Kamila santai.
"Jika Kak Jess setuju, apa kau akan membalas perasaanku?" Jack masih menatap mata coklat yang mulai berbinar itu.
"Hmmm." Kamila mengalihkan padangannya berusaha menyembunyikan wajah merahnya.
"Ternyata kalian di sini." Suara Jessica membuat kedua langsung menoleh.
"Kak Jess," ucap keduanya bersamaan.
"Kenapa?" tanya Jessica bingung dengan kedua insan yang ada di hadapannya.
"Tidak ada, Kak Jess sudah makan?" Kamila balik bertanya.
"Belum, kalian berdua sudah makan?" tanya Jessica.
"Belum juga," jawab keduanya bersamaan.
"Setengah jam kalian di sini, tapi belum makan, hanya memesan minum dan ini banyak sekali." Jessica menatap empat jus yang berbeda di atas meja.
"Ini milik Elis dan yang lain," jawab Kamila jujur.
"Lalu kemana mereka sekarang?" tanya Jessica karena tidak melihat ketiga gadis itu.
"Mereka sudah pergi sepuluh menit yang lalu," sahut Jack.
"Sudahlah, Kak Jess, kita pesan makanan dulu," ucap Kamila berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
"Aku pamit, Kak Jess." Jack bangun dari duduknya.
"Makan dulu Jack." Jessica menarik tangan Jack agar laki-laki itu kembali duduk.
"Baiklah, Kak." Sebenarnya Jack hanya pura-pura pamit, dia ingin memastikan Jessica mengizinkannya untuk makan bersama.
Kamila sudah memesan makanan dan pesanan sudah sampai. Suasana hening tidak ada yang bicara satu katapun.
Kamila dan Jack saling mencuri pandangan. Jessica menyadari tingkah kedua adik tersayangnnya namun memilih diam dan membiarkan keduanya saling curi-curi pandangan.
Mungkin Kak Jess bisa melindungi kalian dari bahaya namun kak Jess tidak bisa menghalangi Cinta tumbuh di hati kalian berdua.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
R@3f@d lov3😘
Jessica yang terbaik 😍😍 dan tau isi hati Jack dan mila
2022-12-14
0
Egha
pelan tapi pasti aku suka itu Jack... gentleman
2021-08-17
0
Eva Tigan
direstui ini sama kak jesika..tapi bagaimana dengan Tuan Aldy??
2021-07-04
0