"Ken," panggil Aldy sambil merapikan beberapa berkas yang baru selesai ia tanda tangani.
"Ada apa, Bro?" tanya Ken sambil berjalan ke arah sofa tempat Aldy duduk.
"Apakah ada informasi tentang Jessica yang aku lewatkan?" tanya Aldy.
"Ada," jawab Ken jujur, memang ada satu informasi bukan tentang Jessica sih, tapi ada hubungannya dengan Jessica yang belum diketahui oleh Aldy.
"Apa? katakanlah!" tanya Aldy tidak sabar.
"Ini tentang Jack," jawab Ken malas.
Sebenarnya Ken malas untuk membahas Jack tapi Aldy harus tau informasi ini.
"Siapa Jack, kekasihnya?"
"Bukan, dialah yang sudah merakit pistol kemarin, dia ketua Geng Motor terkenal di daerah XX," jelas Ken.
Aldy hanya diam, menunggu Ken melanjutkan ceritanya.
"Jessica sudah menganggapnya sebagai adiknya sendiri, Jessica dan Jack tidak punya hubungan darah. Satu tahun yang lalu Jessica pernah menolong Jack dan sejak itulah hubungan di antara mereka bisa sedekat sekarang," ucap Ken menjelaskan.
Ken sendiri tidak pernah mendapat perlakuan yang layak dari Jessica, mereka banyak menghabiskan waktu untuk berdebat dan bertengkar sampai sekarang.
"Apa Jack mencintai Jessica?" tanya Aldy. Entah apa yang menyebabkan pria dingin itu bertanya tentang perasaan Jack.
"Kalau dia berani," jawab Ken sambil tertawa.
"Dekat dengan Jessica saja sudah suatu keberuntungan bagi Jack, jika dia berani menaruh perasaan pada Jessica, maka semua keberuntungan itu akan hilang begitu saja." Ken kembali tertawa.
Dia itu manusia atau Serigala sungguhan. Batin Aldy.
Ken menyalakan Hp-nya lalu menyerahkannya pada Aldy.
"Itu foto satu tahun yang lalu," ucap Ken menjawab tatapan Aldy.
Badannya memang terlihat dewasa, tapi umurnya lima tahun di bawahku.
"Kau yakin, dia yang merakit pistol itu?" tanya Aldy karena tidak percaya anak semuda Jack bisa melakukan hal seperti itu.
"Jack tidak sendiri, dia bersama anak buah dan juga kedua sahabatnya, pistol seperti itu hanya dimiliki oleh Geng Motor mereka." Begitulah informasi yang didapatkan oleh Ken.
"Kira-kira butuh berapa hari untuk satu pistol?" tanya Aldy yang semakin tertarik dengan Jack.
"Mudah saja bagi mereka, satu pistol biasanya membutuhkan waktu dua hari, lebih tepatnya lagi satu setengah hari." Ken mendapatkan informasi ini langsung dari Jessica.
"Menurutmu, Geng Motor Jack itu pemberontak atau tidak?" Aldy masih penasaran tentang Jack, laki-laki yang berhasil mendapatkan dukungan dari Jessica.
"Tidak, jika mereka pemberontak tidak mungkin Jessica ada di belakang mereka," jawab Ken sesuai fakta.
"Benar juga, sepertinya dia asik," ucap Aldy benar-benar tertarik dengan Jack.
"Kau ingin mengenalnya?" tanya Ken menawarkan.
"Tidak, biarkan semua berjalan seperti biasa." Aldy menolak bukan karena tak mau tapi ada alasan tertentu yang membuatnya menolak.
_________
Kamila mengajak Jessica mampir di sebuah Kafe favoritenya di sekitar kampus.
"Kak Jess mau pesan apa? Biar Kamila yang pesenin." Gadis itu menatap wajah Jessica dengan senyuman yang begitu manis.
"Kakak ikut kamu saja," jawab Jessica kerena binggung tidak tau ingin memesan apa.
"Tunggu ya, Kak." Kamila memanggil seorang pelayan lalu menyebut menu makan yang ia inginkan.
"Kak Jess," panggil seorang laki-laki yang berjalan ke arah meja Jessica.
"Kau ada di sini?" Jessica menepuk pundak laki-laki itu lalu tersenyum tipis.
"Eh, kenalkan dia Jack. Adik ingusanku." Jessica memperkenalkan Jack pada Kamila.
"Dan Jack, ini Kamila. Adik manjaku."
Pipi Kamila memerah karena malu,
dia malu bukan karena Jessica memperkenalkannya sebagai adik manja tapi malu karena tatapan hangat dari Jack.
"Aku boleh duduk di sini, Kak?" Jack menunjuk kursi kosong di sebelah Jessica.
"Kau ada urusan apa di sini?
Aku sarankan kau untuk pergi jika tidak ada urusan penting!" ucap Jessica karena tidak mau Kamila terganggu karena kehadiran Jack.
"Yah, Kak Jess." Jack menarik kakinya menjauh dari hadapan Jessica, tidak berani membantah satu katapun. Bukan karena takut pada Jessica tapi karena rasa hormatnya pada wanita yang telah menolongnya itu.
Makanan yang dipesan Kamila sudah datang.
"Makanlah!" Jessica menatap Kamila dengan seuntai senyum manis di bibirnya.
"Kak Jess juga makan," jawab Kamila.
Mereka menghabiskan makanan mereka tanpa ada yang bicara satu patah katapun.
Mobil melaju keluar dari area Kafe.
"Kak Jess," panggil Kamila yang ingin bertanya tentang Jack.
"Hmmm." Jessica melirik sekilas.
"Apa yang ingin Kamila katakan?" ucap Jessica yang sudah mencium niatan Kamila.
"Jack itu adik kandung Kak Jess?" tanya Kamila lalu memiringkan tubuhnya menghadap Jessica, menunggu jawaban dari sang pengemudi mobil di sampingnya.
"Tidak," jawab Jessica singkat.
"Aku kira begitu, soalnya dia terlihat sangat menghormati Kak Jess," ucap Kamila.
" Dia mungkin seumuran denganmu." Jessica mengalihkan pembicaraan sambil berusaha mengingat usia Jack.
"Benarkah? Tapi tubuhnya sama seperti Kak Ken," tanya Kamila tidak percaya.
Jack memang memiliki tubuh yang tegap dan tinggi membuat ia terlihat lebih dewasa dari usianya.
Jessica tidak menjawab apapun,
dia hanya fokus mengemudi dan sesekali melirik ke arah Kamila yang senyum-senyum tidak jelas.
Tapi ngomong - ngomong Jack tampan juga, dia terlihat tidak sedingin Kak Ken ataupun Kak Aldy. Apalagi sedingin Kak Jess, dia berbeda. Matanya sangat hangat. Hehehe
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
Egha
angin"nya tuh Kamila
2021-08-16
0
Khairunnisa
kesini karena devano.....ternyata novel nya keren
2021-03-29
2
Eny Budi Lestari
jack si geng motor bau kencur🤦
2021-02-04
0