Jessica masuk ke dalam mobil dengan wajah yang tenang, belum berapa detik ia duduk di kursi pengemudi Kamila sudah menghamburkan pelukan hangat padanya.
"Kak Jess tidak apa-apa,kan?" tanya Kamila khawatir.
Walaupun Kamila menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, bahwa Jessica tidak disentuh sedikit pun tapi ia tetap bertanya untuk memastikan kembali.
"Kak Jess tidak apa-apa, kan?" tanya kedua teman Kamila yang duduk di kursi belakang.
"Aku tidak apa-apa," jawab Jessica lalu tersenyum lebar pada ketiga gadis itu.
Aku bahkan tidak mengkhawatirkan diriku sendiri, aku hanya mengkhawatirkan kalian. Batin Jessica.
Terima kasih Ya Tuhan, kau mendengarkan do'a kami. Batin Kamila.
"Berjanjilah pada Kak Jess, bahwa kalian berdua tidak akan menceritakan kejadian ini pada orang lain!" ucap Jessica pada kedua teman Kamila.
Jessica menatap kedua gadis itu. Dia tidak meminta Kamila ikut berjanji, karena tau ia tidak bisa menyembunyikan apapun pada Aldy ataupun Ken.
"Kami berjanji, Kak Jess," jawab kedua gadis itu bersamaan.
Jessica tersenyum ketika melihat ketulusan pada kata-kata mereka.
_________
Jessica mengantar kedua gadis itu sampai ke rumah mereka masing-masing, kini mobil melaju menuju rumah Keluarga Pranata.
Kamila turun dari mobil lalu diikuti oleh Jessica. Jessica mengantarkan Kamila sampai dalam rumah utama.
Ken dan Aldy sudah menunggu keduanya di dalam. Kamila menatap Jessica takut, gadis itu menggenggam erat tangan Jessica.
"Duduklah!" perintah Aldy. Ia menatap Kamila dan Jessica dengan wajah sedikit hangat.
"Aku memang tidak salah memilihmu untuk tugas ini," ucap Ken dengan nada bangga.
Kamila dan Jessica belum mengerti apa yang dimaksud kedua laki-laki ini,
mereka menatap satu sama lain.
"Aku percayakan Kamila padamu," ucap Aldy tulus.
Aldy menatap Jessica hangat, mata coklatnya terlihat begitu indah.
Apa sih? Aku tidak mengerti, Tuan.
...- Flashback Kejadian -...
Ken mengutus dua orang Bodyguard pria untuk mengawasi Kamila dan Jessica.
Bukan karena tidak percaya pada Jessica, dia hanya khawatir jika terjadi pembegalan pada keduanya.
"Hallo, Tuan Ken." Salah seorang Bodyguard itu menelpon Ken setelah melihat mobil Kamila yang dihalangi para begal ingusan itu.
"Nona Kamila mengalaminya," ucapnya.
"Apa mereka menyentuh Kamila?" tanya Ken dengan nada biasa, dia tau Jessica tidak akan membiarkan itu terjadi, dia ingin memastikan saja.
"Tidak, Tuan. Nona dan teman-temannya tetap di dalam mobil, hanya Jessica saja yang keluar," jelas Bodyguard tadi.
"Mereka mengeluarkan pistol," ucap Bodyguard itu panik.
Aldy dan Ken saling menatap, tapi tidak ada sedikit pun kecemasan di wajah mereka.
"Di mana Anda mendapatkan wanita seperti Jessica?" tanya Bodyguard itu kagum ketika melihat ketenangan Jessica.
"Apa yang dia lakukan?" Hp sudah berpindah tangan, kini Aldy yang bertanya.
"Dia tertawa ketika dikeluarkan pistol," ucap Bodyguard itu lalu mengeleng tidak percaya.
"Gila! Serigala Betina tetap Serigala Betina," lirih Ke.
'Dia manusia atau Serigala sungguhan?' Batin Aldy.
Kedua Bodyguard itu semakin tidak percaya ketika Jessica mengeluarkan pistol yang sudah berisi peluru dari dalam jaketnya.
"Katakan apa yang terjadi?" tanya Aldy.
Aldy mulai penasaran, dia menikmati kejadian ini tanpa rasa panik sedikit pun.
"Jessica juga mengeluarkan sebuah pistol yang siap tembak, Tuan," ucap laki-laki itu bersemangat.
Serigala Gila!
"Apa dia menembakkannya?"
"Tidak, Tuan. Mereka sudah mundur dari hadapan Jessica kecuali satu orang yang masih tetap pada posisi tadi, sepertinya dia Boss dari para begal itu," jelasnya.
Aldy dan Ken terdiam, menunggu laporan lagi dari kedua Bodyguardnya.
"Jessica mendaratkan satu tendangan mematikan," ucap Bodyguard itu tidak percaya dengan apa yang dilihat.
Sungguh Serigala Betina, kau melakukan jurus itu, aku saja belum pernah melakukanya sama sekali. Ken membatin.
Ken sendiri menguasai jurus itu setelah 1 bulan latihan dan sampai sekarang dia belum melakukan jurus mematikan itu.
"Ternyata Jessica tidak sekejam yang kami kira. Dia masih membiarkan pria itu hidup, Tuan. Jessica hanya memberi satu kata hantaman padanya." Bodyguard itu tidak rela mengedipkan matanya, dia mengacungi empat jempol untuk Jessica.
...- Flashback Off -...
"Darimana kau mendapatkan pistol itu?" tanya Aldy curiga.
"Maksud Anda pistol ini?" jawab Jessica lalu mengeluarkan pistol itu dari jaketnya dan mengarahkannya pada Ken.
"Apa yang akan Kak Jess lakukan?" Kamila menutup matanya dan bergeser mendekat ke arah Aldy.
Darr
Suara tembakan terdengar, Aldy tersentak kaget ketika mendengar suara itu. Kamila spontan langsung memeluk Aldy.
"Maaf, Saya telah mengagetkan Anda, Tuan," ucap Jessica tersenyum tipis.
Ken mengelus dadanya, tidak ada sedikit pun luka di tubuhnya.
Kamila melepaskan pelukannya pada Aldy lalu melihat ke arah Ken, laki-laki itu ternyata masih hidup dan tidak terluka sedikit pun.
"Ini memang pistol asli, Tuan. Walaupun terlihat seperti berisi peluru tapi ia tidak mengeluarkan peluru hanya suara ledakan seperti tadi saja," jelas Jessica lalu mengerahkan pistol itu pada Aldy.
"Di mana kau mendapatkannya?" tanya Aldy sambil mengamati pistol yang berada di tangannya.
"Saya mendapatkannya dari teman saya, seorang ketua Geng Motor di daerah XX," jawab Jessica jujur, dia memang mendapat pistol itu dari Jack.
"Taktik yang keren," sanjung Aldy.
Aldy melempar pistol itu pada Ken, Ken menangkapnya dengan satu tangan.
Ternyata Jack yang memberikan ini padamu, pistol ini lumayan juga. Ken
Jessica pamit untuk ke rumah belakang
karena semua sudah selesai dan tidak ada yang mau dijelaskan atau dibahas lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
Egha
kaguummm
2021-08-16
0
Safitri Boenda RamaArya
keren thor ada ketawanya dikit jadi ngga terlalu tetang bacanya
2021-06-03
0
Nenk Leela Poetrie Mawar
wahhh kereen
2021-05-14
0