Ujian tahapan pertama topiknya adalah prinsip hidup berdasarkan jalan kebenaran.
para peserta ujian di minta membuat puisi dan karangan dengan topik itu.
Tahapan kedua topiknya adalah Prinsip tata negara dan cara mengembangkan kehidupan rakyat.
Para peserta di minta menuangkan ide mereka tentang bagaimana mensejahterakan rakyat.
Tahapan ketiga adalah ujian taktik militer, para peserta di minta menuangkan ide mereka, bila seandainya mereka terkepung oleh musuh.
Guo Yun pun mulai menulis, dan menuangkan semua ide, yang di ketahui nya kedalam tulisannya.
Setelah menyelesaikan 3 lembar karangan, yang berdasarkan pikiran dan pengetahuannya.
Guo Yun menjadi orang pertama yang mengumpulkan tugas ujiannya.
"Anak muda tak perlu buru-buru, kamu masih punya waktu satu jam lagi, untuk memeriksa ulang semua jawaban mu.."
"Bila ada yang kurang, kamu masih bisa menambahkannya.."
ucap guru pengawas ujian mengingatkan Guo Yun.
"Terimakasih pak guru, tapi aku sudah yakin dengan jawaban ku.."
ucap Guo Yun sambil memberi hormat dengan sopan.
Guru pengawas ujian itu tersenyum tak berdaya dan berkata,
"Baiklah kamu boleh lapor kedepan, untuk mengikuti tahapan proses seleksi berikutnya."
Guo Yun setelah memberi hormat, dia lalu meninggalkan ruangan tersebut, tanpa memperdulikan tatapan mata para peserta ujian lainnya.
Saat tiba di meja pendaftaran, untuk mengikuti tahapan ujian berikut nya.
Petugas di sana pun menjelaskan kepada Guo Yun, mengenai peraturan tata tertib ujian yang akan di ikutinya.
Serta menjelaskan ujian seperti apa yang akan di hadapinya nanti.
"Bagaimana apa kamu mau melanjutkan nya..?"
tanya petugas pendaftaran setelah memberikan penjelasan.
Guo Yun sambil tersenyum berkata,
"Lajut, tentu saja aku akan melanjutkannya.."
Petugas itu mengangguk, lalu memberikan selembar kertas, yang berisi perjanjian hidup mati tanpa tuntutan.
Guo Yun hanya membacanya sekilas, lalu membubuhkan cap jempol kiri dan kanan nya di sana.
Setelah masalah administrasi selesai, Guo Yun pun di persilahkan untuk menuju tempat pelaksanaan ujian kedua, yang di laksanakan di lapangan terbuka.
Guo Yun saat memasuki tempat tersebut dia mengedarkan pandangannya melihat kearah sekitarnya.
Di bagian tengah adalah tempat ujian berlangsung, sedangkan di bagian pinggir secara berkeliling, adalah tempat duduk bagi murid murid senior, yang datang menyaksikan proses seleksi ujian murid baru yang akan berlangsung sebentar lagi.
Bila melihat posisi Guru Mo Zi duduk ditempat paling tinggi.
Guo Yun menebak, semakin rendah posisi bangku penonton nya, itu berarti posisi murid itu semakin rendah.
Semakin keatas itu berarti posisi muridnya lebih senior, atau lebih tinggi tingkatannya.
Pandangan mata Guo Yun berhenti pada posisi murid yang duduk di deretan teratas.
Guo Yun menemukan gadis baju merah, yang membuat perasaan nya jungkir balik sedang duduk di sana.
Gadis baju merah itu terlihat sedang mengobrol akrab, dengan seorang pemuda yang berparas tampan, bertubuh tinggi kurus.
Pemuda itu memiliki sepasang mata yang tajam dan alis yang hitam tebal, wajahnya selalu terlihat serius penuh wibawa.
Dari penampilannya, Guo Yun menebak setidaknya pria itu lebih tua 5 tahun darinya.
Saat gadis itu dan pemuda itu menatap kearah Guo Yun, Guo Yun buru buru menundukkan kepalanya.
Dia memilih buru buru berjalan menuju bangku, yang di sediakan untuk peserta ujian.
Guo Yun menempati bangku paling depan, sesuai dengan nomor urutnya yang paling pertama.
Tak lama setelah Guo Yun menempati bangkunya, yang datang menyusul adalah Li Ba.
Seorang pemuda jujur polos tapi agak gagap, hampir semua orang memandang rendah dan mengejeknya.
Satu satunya peserta ujian yang tidak menertawainya hanya Guo Yun.
Sehingga Li Ba merasa akrab dan nyaman berteman dengan Guo Yun.
Setelah Li Ba satu persatu peserta lain pun mulai ikut berdatangan.
Hingga akhirnya hampir semua peserta ujian membentuk satu rombongan akhir, yang datangnya hampir bersamaan semua.
Mereka adalah rombongan peserta ujian, yang menyelesaikan ujian tertulis mereka paling akhir, dan paling terakhir pula, jawaban mereka di kumpulkan ke petugas pengawas ujian.
Setelah semua peserta ujian sudah berkumpul, satu persatu peserta ujian mulai di panggil nama nya, untuk maju mengikuti tes.
Ternyata urutan peserta ujian yang di panggil kedepan memulai tes, di mulai dari peserta yang mendaftar paling akhir.
Dengan demikian posisi Guo Yun menjadi terbalik dan berada di urutan paling akhir.
Guo Yun dan Li Ba dengan terpaksa hanya bisa menyaksikan satu persatu rekan ujian nya, di panggil untuk mengikuti proses seleksi.
Ujian tahap satu terbagi menjadi 3 bagian, pertama peserta di minta untuk mengangkat sebatang Toya besi.
Kedua peserta di minta untuk mengangkat dua buah batu, yang di pasangi besi melintang, sebagai penghubung sisi yang satu dengan sisi yang lain, bentuknya mirip gembok kuno.
Ketiga peserta di minta untuk mengangkat sebuah patung Arca singa perunggu, yang tergeletak di atas mimbar.
Kebanyakan peserta ujian hanya mampu, mengangkat Toya besi, hanya beberapa yang sanggup mengangkat batu beban .
Sedangkan patung Arca singa, hampir tidak ada peserta ujian yang berani pergi menyentuhnya.
Setelah melewati ujian angkat beban, peserta akan di hadapkan dengan ujian memanah sasaran, yang terbagi dalam 3 tahap.
Tahap pertama papan mati, tahap kedua papan mati, tapi pemanah menunggangi kuda sambil melepaskan panah.
Tahap ketiga adalah papan hidup, di mana papan akan di lempar berputar-putar di udara, pemanah di minta untuk menembaknya.
Ujian tahap terakhir adalah peserta akan menghadapi 5 orang pengeroyok, bila menang baru di lanjutkan ke 10 orang pengeroyok, yang akan menggunakan sepasang tongkat yang ujungnya di beri pewarna.
Peserta yang bajunya tersentuh ujung tongkat, sehingga muncul tanda merah di bajunya.
Dia akan di nyatakan gagal dalam proses seleksi tersebut.
Sejauh ini rata-rata peserta hanya mampu satu lawan 5, dan di sini mereka rata rata gugur, belum ada yang berhasil memasuki tahap satu lawan 10.
Proses pemanggilan nama peserta terus berlanjut hingga tiba di giliran Li Ba.
Dia adalah peserta yang sepertinya agak kurang otaknya, dia adalah orang yang mengumpulkan kertas ujian, dengan banyak huruf silang nya, karena tidak begitu menguasai ilmu baca tulis.
Dia cukup akrab dengan Guo Yun, karena selama mereka semua berkumpul bersama, mulai dari saat antrian pendaftaran hingga saat ini.
Satu satunya orang yang bersedia mengobrol dengan nya, dan tidak memandang remeh kepadanya hanya lah Guo Yun seorang.
Cara bicaranya yang selalu gagap, membuat hampir semua peserta meremehkan dan menertawainya.
Hanya Guo Yun seorang lah yang selalu bersikap baik padanya.
Makanya dia sangat dekat dengan Guo Yun.
Saking dekatnya, begitu Guo Yun ngumpulin jawaban ujian, dia langsung ikut menyusul.
Saat namanya di panggil, suara gemuruh dan sorakan dari teman temannya, langsung memenuhi seluruh arena tes ketangkasan dan kekuatan fisik.
Guo Yun menepuk pundak nya dan memberi tanda jempol untuk menyemangatinya.
Li Ba tertawa gembira, dia segera berlarian maju.
Toya besi di angkat nya dengan mudah, lalu mulai di putar putarnya dari lambat menjadi cepat dan semakin cepat.
Hingga akhirnya membentuk gulungan bayangan hitam, yang mengeluarkan suara berdengung dengung memenuhi udara.
"Wung,..!"
"Wung,..!"
"Wung,..!"
"Wung,..!"
Setelah menunjukkan atraksinya, Toya itu dia tancapkan ke atas tanah, hingga tinggal setengah saja yang muncul di permukaan tanah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 641 Episodes
Comments
John Singgih
seleksinya kayaknya berbahaya ya
2023-09-20
0
BaronMhk
jangan suka merendahkan orang berdasarkan fisik
2023-04-26
0
BaronMhk
ada kekurangan pasti ada kelebihan
2023-04-26
0