"Salam hormat pangeran Ji Ao, hamba telah membawa pemuda itu kemari.."
ucap Zhong Yu sambil berlutut di depan pangeran Ji Ao.
Guo Yun yang mengikuti Zhong Yu dari belakang, dia juga ikut berlutut dan memberi hormat tanpa berkata apapun.
Pangeran Ji Ao yang memang sedari awal, sedang menanti kedatangan mereka berdua didepan kediamannya.
Dia buru buru menuruni undakan tangga dan berkata,
"Kalian berdua bangunlah, ayo ikut dengan ku.."
"Lebih nyaman, bila kita ngobrol-ngobrol di dalam sana.."
ucap Pangeran Ji Ao sambil menggandeng tangan Guo Yun dan Zhong Yu, untuk masuk kedalam kediamannya.
Pangeran Ji Ao membawa mereka memasuki sebuah ruangan yang cukup luas dan mewah.
Pangeran Ji Ao bertepuk tangan 3 kali,
"Plok,..! Plok,..! Plok,..!"
Seorang pelayan tua buru buru datang menghampiri pangeran Ji Ao, dengan tubuh terbungkuk bungkuk.
"Paman Dan segera siapkan perjamuan untuk tamu penting ku.."
ucap pangeran Ji Ao, begitu pelayan tersebut tiba di hadapannya.
"Siap pangeran, hamba akan segera mempersiapkannya.."
ucap pelayan tua yang di panggil paman Dan itu dengan penuh hormat.
"Silahkan kalian berdua duduk dengan bebas, tak perlu sungkan, anggap saja ini rumah kalian sendiri.."
ucap Pangeran Ji Ao gembira
Zhong Yu memberi hormat, kemudian dia mengambil tempat duduk kosong, yang telah di sediakan.
Guo Yun pun mengikuti apa yang Zhong Yu lakukan, agar tidak menyalahi aturan, adat kesopanan, di kerajaan yang baru pertama kali dia kunjungi ini.
"Anak muda maaf karena kemarin dalam situasi panik, aku sampai lupa menanyakan siapa nama mu.."
"Di kesempatan ini, bolehkah aku tahu siapa nama penolong ku,?
ucap Pangeran Ji Ao sambil menatap kearah Guo Yun, dengan penuh rasa terimakasih.
"Pangeran terlalu memuji, ini semua bisa berjalan lancar, juga berkat peruntungan dan rejeki pangeran, sebagai putra langit yang terpilih "
"Nama hamba yang sedang beruntung ini, adalah Guo Yun, pangeran.."
Balas Guo Yun dengan cerdik sambil memberi hormat.
"Ha,..ha,..ha,.."
"Luar biasa,.. Luar biasa,..!"
"Zhong Yu kamu lihat talenta ini, bila di kenalkan ke guru mu, guru mu pasti akan senang.."
ucap Pangeran Ji Ao penuh semangat.
"Maaf pangeran bila soal itu, Zhong Yu tidak berani ambil keputusan.."
"Tanpa ijin langsung dari guru ku, Zhong Yu tidak berani bertindak sembarangan.."
ucap Zhong Yu jujur.
Zhong Yu memang terkenal dengan kejujurannya, gurunya Konfusius sangat menyayangi dan mempercayainya, salah satu kelebihan Zhong Yu yang membuat gurunya sangat menyayangi nya adalah sifat Zhong Yu yang jujur dan gagah berani..
Dari sekian banyak murid utama Konfusius, Zhong Yu adalah murid satu satunya yang berkecimpung di dunia militer.
Sisanya kebanyakan adalah sastrawan politikus dan pejabat sipil.
Pangeran Ji Ao mengangguk setuju dan berkata,
"Kamu benar jendral, untuk hal itu kita memang harus menunggu keputusan dari Sien seng sendiri."
"Tapi dalam waktu dekat, aku pasti akan segera pertemukan mereka berdua.."
ucap pangeran Ji Ao penuh semangat.
"Kita bisa lihat sendiri, meski Guo Yun masih muda belia bila di lihat dari sisi usianya, tapi talenta yang di milikinya sangat besar dan jarang ada.."
"Untuk hal ini aku sangat yakin dan tidak bakal salah.."
ucap Pangeran Ji Ao sambil tertawa bangga.
Guo Yun sendiri jadi bertanya tanya dalam hati, siapa konfusius itu sebenarnya? apakah dia juga memiliki akademi dan kemampuan, yang tidak kalah di banding ketiga orang hebat yang sedang dia cari..?"
"Bila melihat pangeran Ji Ao begitu menghormati konfusius, kelihatannya asal usul orang itu pasti luar biasa', pikir Guo Yun dalam hati.
Tapi semua pertanyaan dalam pikirannya saat ini, tidak mungkin bisa terjawab, pikir Guo Yun dalam hati.
Semua penasaran nya baru bisa terjawab, bila mereka kelak bertemu secara langsung, saat ini dia terlalu banyak berpikir akan menjadi percuma..
batin Guo Yun.
Beberapa saat kemudian makanan mulai di hidangkan oleh para pelayan, setelah makanan terhidang rapi.
Pangeran Ji Ao pun berkata,
"Ayo jangan sungkan,.. silahkan di nikmati hidangan sederhana ini.."
Guo Yun mengikuti gerak gerik Zhong Yu, melihat Zhong Yu mulai makan minum dengan bebas hidangan di hadapannya.
Guo Yun pun mulai mengikutinya, menikmati hidangan di hadapannya.
Hanya saja Guo Yun menghindari minuman beralkohol, dia lebih memilih minum air teh wangi, yang juga ikut tersaji di sana.
Saat mereka bertiga sedang asyik menikmati makan dan minum.
Dari arah pintu melangkah masuk beberapa orang, yang membawa berbagai macam alat musik.
Beberapa waktu kemudian mereka mulai memainkan alat musik mereka yang kompak dan merdu.
Keahlian mereka memainkan alat musik membuat acara pesta penyambutan menjadi lebih meriah.
Beberapa saat kemudian dari arah pintu melangkah masuk 7 orang gadis cantik, yang masih muda muda.
Mereka mengenakan pakaian ketat tipis transparan, yang membuat mata pria manapun pasti akan tergoda untuk melihat nya.
Begitu memasuki ruangan, ke 7 orang gadis cantik itu, tanpa malu malu mereka mulai menari nari di hadapan Guo Yun dan Zhong Yu.
Zhong Yu yang sedikit mulai terpengaruh oleh arak, yang di minumnya, sikapnya mulai bebas.
Dia menatap ke 7 gadis muda itu dengan tatapan mata penuh nafsu, yang tak terkontrol.
Ke 7 gadis yang sepertinya sudah berpengalaman dan menyadari hal itu, mereka semakin menari lebih berani di hadapan Zhong Yu.
Hal ini membuat Zhong Yu mabuk kepayang, dua orang gadis yang menari di dekat Zhong Yu, langsung di tariknya kedalam pangkuannya.
Mereka menemani Zhong Yu makan dan minum sambil tertawa gembira.
Sisa ke 5 gadis lainnya mereka tetap menari di tengah ruangan, berusaha menghibur dan menarik perhatian Guo Yun dan pangeran Ji Ao.
Guo Yun yang baru pertama kali menyaksikan tarian seperti ini, di mana ini juga merupakan pengalaman nya, yang pertama kali bertemu dan begitu dekat dengan gadis cantik.
Guo Yun merasa seluruh bulu tubuhnya meremang, tubuhnya terasa panas dingin dan sangat tidak nyaman.
Terutama benda yang mengganjal di bawah pusarnya, yang biasanya hanya mengamuk saat bangun pagi.
Kini benda itu justru bangun dan mengamuk tak terkendali di luar waktu jam kebiasaan nya.
Kelima gadis yang sedang menari, sejak awal pertemuan mereka semua sudah sangat tertarik kepada ketampanan Guo Yun.
Kini melihat sikap Guo Yun yang lugu dan polos, mereka semakin penasaran ingin mendapatkan Guo Yun.
Mereka ingin memberikan servis, sekaligus menikmati kepolosan dan keluguan Guo Yun.
Jendral Zhong Yu yang sudah tidak bisa menahan diri, dia sudah di giring oleh kedua gadis itu menuju kamar, yang memang sudah di persiapkan untuk nya.
Pangeran Ji Ao sendiri, setelah melihat situasi semakin panas, dan mulai tak terkendali, oleh tarian panas ke 5 penari, yang sangat menggoda itu.
Pangeran Ji Ao buru buru meninggalkan ruangan, pergi mencari istri nya, untuk melepaskan hasrat lelakinya yang terpancing.
Kini di ruangan hanya tersisa Guo Yun seorang diri, akhirnya di bawah bujuk rayu kelima penari itu, Guo Yun pun berhasil mereka seret ke kamar tamu.
Tapi saat mereka hendak melakukan aksi lebih jauh di dalam kamar, dengan melepaskan pakaian Guo Yun.
Tiba-tiba Guo Yun teringat dengan nasehat Fan Li, agar dia bisa mengontrol hawa nafsunya.
Jangan sampai dirinya dikontrol oleh hawa nafsu, yang bisa membawa kehancuran buat dirinya sendiri.
Berpikir sampai di sana, Guo Yun pun memberontak, lalu dia menotok jalan darah ke 5 gadis itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 641 Episodes
Comments
Wan Trado
Konfusius = Khonghucu...??
2025-02-21
1
John Singgih
untung masih sadar, yang lainnya udah ko tuh
2023-09-20
2
BaronMhk
👍👍👍👍👍
2023-04-26
1