"Kamu sekarang boleh melakukan pendaftaran di depan sana.."
"3 hari kemudian, kamu boleh datang kembali, untuk mengikuti proses seleksi.."
"Berhasil atau tidaknya kamu ke terima di sini, semua tergantung pada perkembangan diri mu sendiri.."
Mendengar ucapan Mo Zi, Guo Yun segera memberi hormat dan berkata,
"Terimakasih Guru Mo, kalau begitu Guo Yun mohon permisi untuk mendaftar kedepan.."
"Pangeran,.. Guo Yun permisi dulu.."
ucap Guo Yun kemudian membalikkan badannya, hendak meninggalkan tempat tersebut.
"Yun er tunggu,.."
ucap pangeran Ji Ao tidak enak hati.
Pangeran Ji Ao sempat melemparkan tatapan penuh teguran kepada sahabat nya.
Tapi Mo Zi hanya menanggapinya dengan mengangkat kedua tangannya, sambil tersenyum tak berdaya.
Guo Yun menghentikan langkahnya, dia menunggu apa yang akan di sampaikan oleh pangeran Ji Ao kepadanya.
Pangeran Ji Ao buru buru menghampiri Guo Yun dan berkata,
"Yun er biar aku ikut menemani mu melakukan pendaftaran.."
"Terimakasih pangeran, tapi itu tidak perlu pangeran, Yun er bisa melakukan nya sendiri.."
"Pangeran silahkan di teruskan saja, Yun er akan menunggu di depan sana, selesai pendaftaran nanti.."
ucap Guo Yun sambil tersenyum.
Pangeran Ji Ao menghela nafas panjang dan menepuk pundak Guo Yun dengan lembut.
"Baiklah,..kalau begitu aku tidak akan memaksa.."
"Semangat lah, aku yakin kamu pasti akan di terima, bila tidak itu adalah kerugian terbesar Su Yuan ini.."
"Bila terjadi di luar prediksi, masih banyak Su Yuan lain, kamu tenang saja.."
ucap pangeran Ji Ao berusaha menghibur, dan membesarkan semangat Guo Yun.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Terimakasih banyak pangeran, Guo Yun permisi dulu.."
Setelah menganggukkan kepalanya kepada pangeran Ji Ao dan guru Mo.
Guo Yun pun keluar dari dalam ruangan tersebut.
Dengan bertanya tanya pada orang di sekitar sana, akhirnya Guo Yun menemukan ruangan tempat pendaftaran.
Guo Yun mengikuti antrian bersama anak anak lain, yang sedang mengantri melakukan pendaftaran.
Tanpa kesulitan Guo Yun pun menyelesaikan pendaftarannya.
Selesai melakukan pendaftaran, Guo Yun menerima seperangkat pakaian dan perlengkapan alat tulis, yang akan di gunakan saat ujian nanti.
Setelah semua beres, Guo Yun pun kembali ke halaman depan Su Yuan.
Di mana kereta pangeran Ji Ao parkir di depan sana.
Saat Guo Yun sedang duduk santai di undakan tangga, di samping pintu gerbang Su Yuan.
Tiba-tiba dari arah depan halaman gedung, berjalan tiga gadis muda yang umurnya kurang lebih hampir sama dengan Guo Yun.
Mereka melangkah sambil mengobrol tertawa dan bercanda, tanpa menyadari kehadiran Guo Yun di sana.
Baru setelah mendekati pintu gerbang mereka bertiga menyadari kehadiran Guo Yun disana.
Mereka segera menghentikan obrolan dan candaan mereka.
Dua di antaranya menatap kearah Guo Yun dengan tatapan mata penuh kagum, dan mengangguk kecil kepada Guo Yun sambil tersenyum manis.
Hanya gadis yang berada di tengah tengah diapit kedua temannya.
Gadis itu terlihat sangat cuek, terhadap keberadaan Guo Yun, Gadis itu bahkan melirik pun tidak.
Dengan wajah nya yang datar, angkuh dan dingin, dia melewati Guo Yun begitu saja.
Tapi Guo Yun justru melongo dan terpesona oleh kecantikan gadis baju merah tersebut.
Dimata Guo Yun kecantikan gadis itu begitu sempurna, dan sangat menawan.
Kecantikannya sungguh sulit di ukur dengan kata kata, kecantikannya bagaikan sebuah lukisan seorang Dewi yang baru turun dari kahyangan.
Guo Yun terlihat melongo seperti orang bodoh, dia terus menatap kearah gadis baju merah tersebut tanpa berkedip.
Guo Yun takut sekali berkedip, gadis tidak nyata itu, akan langsung menghilang dari pandangan nya.
Hingga kedua gadis yang menjadi teman gadis baju merah itu menertawai sikap Guo Yun.
Guo Yun baru tersadar dari mimpi indahnya, dengan wajah merah padam menahan malu.
Guo Yun tanpa berani menoleh atau mengangkat kepalanya, dia segera berjalan terburu-buru masuk kedalam kereta.
Setelah kejadian tersebut, Guo Yun sudah tidak punya muka untuk duduk di tempat terbuka.
Dia memilih bersembunyi, dan duduk bersila di dalam kereta, untuk menenangkan goncangan perasaannya.
Ini adalah kali pertama bagi Guo Yun merasakan hal seperti itu.
Tidak tahu berapa lama bermeditasi, akhirnya Guo Yun yang merasakan kehadiran seseorang duduk di sisinya.
Dia pun membuka kembali matanya.
Saat melihat pangeran Ji Ao sudah duduk di sampingnya.
Dan kereta sudah mulai bergerak meninggalkan Su Yuan.
Guo Yun pun berkata,
"Terimakasih banyak pangeran, maaf telah merepotkan pangeran, mengantar Guo Yun sampai ke Su Yuan.."
Pangeran Ji Ao tersenyum masam dan berkata,
"Aku lah yang merasa malu, hanya permintaan kecil membantu mu masuk Su Yuan pun aku tidak mampu.."
"Maafkan paman Yun er.. paman benar-benar tidak menyangka, sahabat paman, akan mengambil keputusan seperti itu.."
ucap pangeran Ji Ao yang merasa sangat tidak enak hati dengan Guo Yun.
"Pangeran tidak perlu berkata seperti itu, menurut ku Guru Mo adalah Guru yang luar biasa.."
"Aku secara pribadi sangat setuju dan mengagumi prinsip dan peraturan Su Yuan yang ketat.."
"Hanya dengan peraturan yang ketat seperti itulah, Su Yuan akan menghasilkan murid murid berbakat.."
"Kelak murid murid yang keluar dari Su Yuan, akan mengukir prestasi yang membanggakan.
"Secara otomatis mereka akan membantu mengangkat nama baik Su Yuan.."
ucap Guo Yun sambil menatap pangeran Ji Ao dengan serius.
Pangeran Ji Ao mengangguk senang dan berkata,
"Baguslah, bila kamu punya pandangan positif seperti itu.."
"Semoga saja kamu bisa keterima di sana.."
Selama tiga hari masa tunggu, pangeran Ji Ao menahan Guo Yun untuk tetap tinggal di rumah nya.
Selama Guo Yun belum menemukan Su Yuan yang cocok, pangeran Ji Ao, tidak akan mengijinkan Guo Yun untuk pergi dari kediaman nya.
Hal itu di lakukan selain untuk membalas Budi pertolongan Guo Yun padanya, dia juga berharap Guo Yun kelak bisa mengabdi padanya.
Sehingga bisa membantunya untuk mencapai posisi sebagai raja negara Lu, menggantikan ayahnya yang masih menjabat sebagai raja negara Lu saat ini..
Di hari ketiga, pangeran Ji Ao kembali khusus mengantar Guo Yun, hingga tiba di depan halaman Su Yuan, untuk mengikuti ujian tes penerimaan murid baru.
Guo Yun di dalam hati sangat berterimakasih atas semua kebaikan, yang pangeran Ji Ao lakukan untuk nya.
Diam diam di dalam hati Guo Yun sudah bertekad, kelak setelah memiliki ilmu yang cukup.
Dia akan mengabdikan diri nya membantu pangeran Ji Ao, sebagai balas Budi atas semua kebaikan yang di terima nya saat ini.
Guo Yun menempati sebuah meja kecil, yang terletak di bagian paling pojok ruangan tes.
Ujian tulis itu terdiri dari tiga tahapan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 641 Episodes
Comments
John Singgih
semangat Guo Yun dalam ujian, semoga lulus
2023-09-20
2
🔵 c٥ʷₚͦ៰ᷜ⍳٥ˢ
Kenapa mesti pake sebutan Su Yuan.. kenapa ga pake istilah Akademi aja
2023-09-07
1
BaronMhk
⚡⚡⚡⚡
2023-04-26
1