Menjelang pagi Guo Yun yang melihat kuda nya Ji Ao, sudah hampir tidak sanggup.
Di sebuah cabang jalan yang terbagi menjadi dua jalan.
Guo Yun pun menghentikan lari kudanya dan berkata,
"Pangeran di sini ada dua jalan yang kiri ini menuju kemana ? dan yang kanan ini kemana ?"
"Baik yang kiri maupun yang kanan, kedua jalan ini sama sama menuju negara Lu, hanya saja jalan yang sebelah kanan mutar nya lebih jauh, sedangkan yang sebelah kiri jarak tempuhnya lebih dekat, jalannya juga lebih lebar.."
ucap pangeran Ji Ao memberi penjelasan.
Guo Yun mengangguk, sambil berpikir kemudian dia berkata,
"Pangeran sebaiknya pangeran pergunakan kuda saya saja,.. kuda pangeran sudah hampir tidak sanggup.."
"Kalau kami menggunakan kuda mu, terus kamu bagaimana..?"
tanya Ji Ao sambil menatap Guo Yun dengan serius.
"Pangeran tak perlu pikirkan aku, yang mereka incar adalah pangeran, bukan aku.."
"Aku bisa lakukan perjalanan dengan berjalan kaki, itu bukan masalah bagi ku.."
Pangeran Ji Ao terlihat masih berpikir dan merasa sedikit tidak enak hati.
Guo Yun yang melihat hal ini, buru buru berkata,
"Pangeran kita tidak punya pilihan, juga tidak banyak waktu, untuk berpikir terlalu jauh.."
"Pangeran cepatlah berganti kuda, jangan ragu lagi.."
"Bila mereka tiba di sini, maka habislah kita semua, kita semua pasti akan celaka ."
ucap Guo Yun berusaha mendesak dan meyakinkan pangeran Ji Ao.
"Baiklah,.."
jawab pangeran Ji Ao tanpa berani menunda lagi.
Dia dan istrinya segera turun dari kuda tunggangan nya, yang terlihat sangat kelelahan.
Lalu mereka berdua berganti dengan kuda Guo Yun.
"Pangeran harap ambil jalan sebelah kanan saja,.."
ucap Guo Yun memberi saran.
"Tapi jalan kanan ini jarak tempuh lebih jauh, apa kamu tidak salah anak muda..?"
tanya Pangeran Ji Ao sedikit ragu.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"pangeran tahu hal ini, musuh kita saya yakin, mereka pasti juga tahu tentang hal ini.."
"Mereka pasti akan lebih yakin pangeran ambil jalan kiri."
ucap Guo Yun memberikan penjelasan.
Pangeran Ji Ao pun langsung menangkap maksud Guo Yun.
Tanpa ragu lagi, dia langsung memacu kuda tersebut melanjutkan perjalanannya menuju jalan sebelah kanan.
Setelah kedua orang itu pergi, Guo Yun membiarkan kuda yang kelelahan itu merumput sambil beristirahat.
Dia sendiri segera menggunakan sebuah dahan pohon, untuk menghapus jejak kaki kuda, yang di tinggalkan oleh kuda tunggangan pangeran Ji Ao dan istrinya.
Setelah membersihkan sejauh beberapa puluh meter kedepan, Guo Yun pun kembali ke posisi semula.
Guo Yun menuntun kuda bekas tunggangan pangeran Ji Ao, yang kini terlihat mulai sedikit pulih keadaan nya.
Guo Yun menuntun kuda tersebut untuk di arahkan ke jalan yang lain, lalu dia menepuk pantat kuda itu agar kuda itu berlari menuju jalan yang lain.
Setelah itu Guo Yun pun meneruskan langkahnya berjalan kaki dengan santai, mengikuti jalan yang di lalui oleh pangeran Ji Ao.
Jalan yang ini sedikit memutar untuk mencapai negara Lu, berbeda dengan jalan yang di ambil oleh kuda tanpa penumpang itu.
Jalan itu adalah jalan utama yang lebih lebar dan akan lebih cepat tiba di perbatasan negara Lu.
Sesuai dengan perhitungan Guo Yun, pasukan negara Song setelah berhasil lolos dari serangan tawon
Mereka kembali melakukan pengejaran dengan mengikuti jejak kaki kuda, yang di tinggalkan oleh kuda Guo Yun dan pangeran Ji Ao.
Akhirnya pasukan Song tiba di jalan yang bercabang dua itu, setelah berpikir sejenak, komandan pasukan membagi pasukannya menjadi dua dan melakukan pengejaran kearah kiri maupun kanan.
Pasukan yang melakukan pengejaran kearah kiri, mereka tidak ragu dan terus melakukan pengejaran, karena mereka menemukan petunjuk tapak kaki kuda.
Berbeda dengan pasukan yang mengambil jalan kiri, pasukan yang mengambil jalan sebelah kanan, mereka justru terlihat ragu ragu.
Mereka sudah menempuh perjalanan beberapa puluh meter tanpa menemukan jejak kaki kuda, hal ini tentu membuat mereka semakin ragu.
Di saat mereka sedang ragu ragu itulah, mereka justru bertemu dengan Guo Yun, yang sedang berjalan kaki di depan sana.
Pimpinan rombongan tersebut segera memacu kudanya menghampiri Guo Yun dan berkata,
"Anak muda maaf menggangu waktu mu.."
"Ya paman ada apa ?"
tanya Guo Yun berlagak bodoh.
"Anak muda apakah kamu ada melihat sepasang suami istri yang berpakaian mewah naik kuda, melintasi jalan ini.?"
Guo Yun pura pura berpikir kemudian berkata,
"Kalau di jalan ini sih aku tidak melihatnya, tapi kalau di jalan sebelumnya, aku tadi memang sempat melihat, ada seekor kuda yang mengambil jalan kearah sana."
Mendengar ucapan Guo Yun, tanpa berkata apapun, pasukan itu langsung berputar arah meninggalkan Guo Yun.
Seluruh pasukan berkuda itu langsung ikut berputar arah mengejar pimpinan rombongan mereka.
Guo Yun sambil tersenyum puas, segera berlari cepat meninggalkan tempat tersebut.
Guo Yun berlompatan ringan mengejar kearah perginya Pangeran Ji Ao melarikan kudanya tadi.
Setelah beberapa waktu menempuh perjalanan dengan ilmu meringankan tubuhnya.
Menjelang sore akhirnya Guo Yun tiba di perbatasan negara Lu.
Begitu Guo Yun memasuki wilayah pemeriksaan pos perbatasan.
Seorang pria bertubuh tinggi besar dengan wajah penuh brewok, menghampiri Guo Yun dan berkata,
"Anak muda, apakah kamu orang yang menyelamatkan pangeran Ji dari kejaran pasukan negara Song."
Guo Yun menatap pria itu dengan tenang dan berkata,
"Maaf paman ini siapa ?"
"Aku Zhong Yu jenderal negara Lu, pangeran Ji Ao yang menugaskan ku menunggu di sini.."
Guo Yun mengangguk puas setelah mendengar penjelasan Zhong Yu.
Dia segera berkata,
"Benar paman aku yang secara kebetulan, membantu pangeran Ji Ao melarikan diri dari kejaran pasukan berkuda negara Song.."
"Bagaimana keadaan pangeran Ji dan istrinya,? apakah mereka berdua dalam keadaan baik saja..?"
"Baik,.. mereka dalam keadaan baik baik saja, kini mereka sedang dalam perjalanan menuju istana."
"Anak muda ikutlah dengan ku, aku akan mengantar mu menyusul mereka ke istana.."
"Oh ya siapa nama mu anak muda..?"
tanya Jendral Zhong Yu sambil melompat keatas panggung kudanya.
"Nama ku Guo Yun,.. paman Zhong.."
ucap Guo Yun sambil melompat ringan keatas punggung kuda, yang disediakan oleh Zhong Yu, untuk menyambutnya.
Sesaat kemudian terlihat Guo Yun memacu kudanya mengejar Zhong Yu dan kuda tunggangan nya, dari arah belakang.
Mereka berdua bergerak cepat meninggalkan pos perbatasan, memasuki wilayah negara Lu.
Setelah melewati beberapa desa, akhirnya mereka berdua tiba di ibukota negara Lu.
Dengan di pimpin oleh jendral Zhong Yu, Guo Yun dengan mudah di bawa memasuki ibukota negara Lu, tanpa perlu melalui antrian pemeriksaan yang cukup panjang.
Zhong Yu langsung membawa Guo Yun mengikutinya memasuki istana kerajaan Lu.
Mereka berdua langsung bergerak menuju kediaman pangeran Ji Ao.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 641 Episodes
Comments
John Singgih
rupanya pangeran ji ao sudah sampai dengan selamat di tempat kediamannya ya
2023-09-20
2
Imam Iswanto
ziiiiiiiiiiip
2023-03-20
1
~Kaipucino°®™
🔥🔥🔥🔥🔥
2023-03-07
1