"Maaf kak saat ini aku belum tertarik kearah sana, tapi mungkin beberapa tahun lagi, aku pasti akan mencari kakak Wang.."
"Saat ini aku lebih tertarik mencari akademi untuk pelatihan kemampuan ku.."
"Menurut kakak saat ini akademi mana,? yang paling top untuk menimba ilmu kak ?"
tanya Guo Yun antusias.
"Sulit di katakan mana yang terbaik, masing masing ada kelebihannya masing masing.."
"Seperti keluarga Mo, mereka memiliki kelebihan di bidang ilmu debat dan ilmu menciptakan peralatan canggih, menggunakan perhitungan akurat.."
"Lalu ada keluarga Zhuangzi, mereka ahli di bidang ilmu batin dan ilmu tenaga dalam.."
"Terakhir Gui Gu Zi, dari lembah hantu, dia adalah manusia setengah dewa yang sulit di tebak kemampuannya.."
"Aku rasa dewasa ini ketiga tempat inilah, yang memiliki kemampuan akademis tertinggi.."
ucap Wang Jian sambil minum.
"Mereka masing-masing terletak di mana kak ?"
tanya Guo Yun tertarik, terutama lembah hantu yang misterius,.Guo Yun sangat tertarik dan penasaran.
Setelah menghabiskan isi mangkoknya, dia baru berkata.
"Keluarga Mo ada di kerajaan Lu, sedangkan keluarga Zhuangzi ada di negara Wei."
"Untuk tempat terakhir lembah hantu itu adalah tempat yang penuh misteri, tidak ada yang tahu pasti."
"Ada yang mengatakan ada di perbatasan Qi dan Yue, tapi untuk pastinya lokasi tidak ada yang tahu ."
ucap Wang Jian memberi penjelasan sesuai yang dia tahu.
Guo Yun mengangguk paham.
Beberapa saat setelah mereka berdua selesai makan, Wang Jian pun berkata,
"Adik Yun sekarang rencana kamu ingin kemana dulu berguru..?"
Guo Yun berpikir sebentar, lalu berkata,
"Aku akan pergi ke negara Lu, mencari keluarga Mo terlebih dahulu.."
"Baiklah kalau begitu selamat berjuang, kakak yakin kamu bisa.."
"Bila kelak ada jodoh dan kakak masih hidup, kamu tunjukkan saja mainan ini.."
"Prajurit Qin akan membantu mu menemukan ku.."
ucap Wang Jian sambil memberikan sebuah mainan kecil, berbentuk harimau hitam.."
Guo Yun menerima dan menyimpannya, lalu berkata,
"Makasih kakak Wang, semoga kakak juga bisa sukses di karir militer kakak..".
"Sampai jumpa kak Wang.."
ucap Guo Yun sambil melambaikan tangannya kearah Wang Jian.
Lalu dia pun mengambil jalan berpisah arah dengan Wang Jian.
Wang Jian mengambil arah barat, sedangkan Guo Yun mengambil arah Utara.
Guo Yun melanjutkan perjalanan nya meninggalkan Desa damai, yang menjadi desa persinggahan pertama nya.
Di desa itu dia secara kebetulan mendapatkan cukup banyak informasi, dari teman barunya Wang Jian.
Guo Yun tidak merasa bersedih, ataupun menaruh perasaan apapun terhadap negara Yue, terutama terhadap ayah kandungnya Guo Jian, yang telah di kudeta.
Guo Yun hanya penasaran dan sekedar ingin tahu saja, tentang cerita bagaimana Yue bisa runtuh.
Guo Yun sendiri setelah keluar dari desa damai dan meneruskan perjalanan nya naik turun bukit dan melintasi anak sungai.
Menjelang sore, akhirnya dia tiba di sebuah Padang rumput yang luas.
Guo Yun secara tidak sengaja menyaksikan sebuah kereta kuda mewah, sedang di kepung ketat oleh sebarisan pasukan berkuda.
Pengawal yang menjaga kereta kuda itu terlihat sudah pada bergelimpangan kehilangan nyawa.
Guo Yun diam diam mendekati lokasi itu mendengarkan perbincangan dari mereka.
"Pangeran Ji Ao,..! aku sarankan sebaiknya kamu menyerah saja,! jangan coba-coba melawan..!"
teriak salah satu pemimpin pasukan berkuda itu.
"Negara kita bertetangga dan bersahabat, buat apa kalian bersikap memaksa..!?"
"Kita sama sama adalah abdi kerajaan Zhou yang besar, mengapa harus ribut sendiri dan tidak bisa hidup dengan damai.!?"
ucap seorang pria berumur 30 an yang berpakaian mewah.
Guo Yun memperkirakan mungkin orang inilah pangeran Ji Ao dari kerajaan Lu.
Bila bisa menolongnya, itu akan mempermudah langkahnya, untuk mendompleng kekuasaan pangeran ini, agar bisa di terima belajar di akademi keluarga Mo.
Guo Yun berpikir keras, dengan kemampuan nya saat ini, bila keras lawan keras, paling hebat dia hanya akan mampu bunuh 100 orang, sebelum dirinya sendiri roboh hancur di bawah hujanan senjata lawan.
Bila dilihat barisan yang sedang melakukan pengepungan itu, jumlah mereka menurut perkiraan Guo Yun, tidak akan kurang dari 1000 orang.
Bila memaksa keluar bertarung, sudah pasti dia akan mati sia sia.
Guo Yun berputar otak berpikir cara, untuk mengalahkan lawan di hadapannya itu.
Sambil berpikir, Guo Yun mengedarkan pandangannya melihat lihat sekitar sana.
Melihat tidak jauh dari sana ada beberapa sarang tawon besar, terlihat tergantung di atas pohon.
Guo Yun pun tersenyum sendiri, Guo Yun buru buru mengoleskan minyak anti tawon, keseluruh bagian Tubuhnya yang terbuka.
Setelah itu, dia diam diam mengeluarkan sebuah ketapel mainan nya sejak kecil.
Dengan cepat Guo Yun menembaki beberapa sarang tawon besar, yang tergantung di atas pohon.
Tembakan Guo Yun tepat mengenai sasaran, sehingga sarang tawon itu pecah berlubang.
Merasa sarangnya terganggu,
Tawon tawon hutan yang besar dan ganas menjadi marah.
Mereka langsung berhamburan keluar dari dalam sarangnya, berterbangan kesegala arah mengejar kearah siapapun, yang berada di sekitar sana, tanpa terkecuali. semua yang bisa di serang diserangnya dengan ganas.
Pangeran Ji Ao tentu saja buru buru bersembunyi di dalam kereta, saat melihat kawanan Tawon yang datang mengamuk.
Dia menutup rapat rapat jendela dan pintu kereta nya.
Bersembunyi sambil memeluk istrinya.
Sedangkan Guo Yun, dia bertiarap di bawah rumput, dengan seluruh tubuh tersamarkan bau minyak wangi, yang tidak di sukai oleh tawon tawon liar itu.
Sasaran empuk tawon tawon itu jatuh pada pasukan berkuda, yang sedang melakukan pengepungan.
Mereka menjadi kalang kabut, akhirnya kepungan menjadi buyar, pasukan negara Song itu berhamburan berlarian kesegala arah, dengan penuh ketakutan.
Mereka sudah tidak bisa berpikir banyak, selain secepatnya melarikan diri dari kejaran tawon yang terus memburu mereka.
Setelah tawon dan pasukan itu pergi, Guo Yun baru keluar dari persembunyiannya dan berkata,
"Pangeran, kita harus segera tinggalkan tempat ini, sebelum mereka semua kembali.."
"Pangeran bisa naik kuda,..?"
tanya Guo Yun dari luar kereta.
Pangeran Ji Ao dengan hati-hati membuka sedikit kain penutup pintu kereta dan berkata,
"Aku bisa,..tapi istri ku tidak.."
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Itu tidak masalah, Pangeran bisa satu kuda dengan istri pangeran.."
Guo Yun sambil berbicara dengan cepat, dia melepas kuda kuda yang terikat jadi satu dengan kereta.
"Ayo pangeran cepat waktu tidak banyak, kita harus segera tinggalkan tempat ini.."
ucap Guo Yun mengingatkan.
Pangeran Ji Ao mengangguk, dia lalu buru-buru membimbing istrinya naik duluan ke punggung salah satu kuda, yang sudah Guo Yun siapkan.
Setelah itu dia baru menyusulnya duduk dibelakang istrinya.
Guo Yun juga naik di kuda yang lain.
Sesaat kemudian, dua ekor kuda memacu cepat berlari meninggalkan lokasi tersebut.
Pangeran Ji Ao dari Guo Yun melarikan kuda tanpa henti, bahkan malam sekalipun mereka terus melarikan kuda mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 641 Episodes
Comments
John Singgih
siasat Guo Yun cerdik juga ya
2023-09-20
2
Anonymous
dpt minyak anti tawon drmna ya....
2023-05-26
1
BaronMhk
harimau hitam ya 🤔🤔🤔🤔
2023-04-25
1