Pagi ini seperti nya hari yang sangat menyesakkan dada bagi keluarga Rowdi sebab hari ini Robert akan pergi keluar dari rumah untuk mengikuti tes ke militer an dan ada dua kemungkinan bila diri nya lolos dari tes tersebut maka tidak akan kembali ke rumah dengan waktu yang sangat lama namun bila gagal dia akan kembali pulang dengan menanggung malu di keluarganya.
Lalu apakah Ayah Robert akan memberi tau Robert sesungguhnya apa yang terjadi pada nya atau kah Ayah Robert tetap menyimpan semua hal mistis yang selama ini sudah turun temurun di keluarga Rowdi mari kita ikuti kisah perjalanan Robert hari ini.
" Ibu kemana Ayah mengapa tidak sarapan bersama kami?"
Tanya Robert sambil menikmati roti bakar nya.
" Ayah mu sedang di peternakan sebentar lagi juga akan kembali sudah kamu sarapan dulu saja."
Ucab Winda sambil memasukkan baju kotor kedalam mesin cuci.
" Ibu di sekolah sekitar sini tidak ada yang bagus izin kan aku bersekolah di kota ya?"
Tanya Robin dengan nada merengek mendekati Winda.
" Dasar anak manja."
Ujar Robert dengan senyum sinis.
" Sekali Ibu berkata tidak tetap tidak Robin itu sudah menjadi keputusan Ayah dan Ibu."
Jawab Winda tanpa melihat ke arah Robin.
" Mengapa kalian tidak adil dengan ku sedang kan Robert kalian izin kan pergi ke kota hari ini sungguh menyebalkan!"
Ucap Robin dengan nada sebal lalu duduk di hadapan Robert.
" Karena aku lebih pintar dan bertanggung jawab tidak seperti mu anak manja."
Jawab Robert dengan nada sedikit meledek.
" Enak saja aku juga bisa bertanggung jawab kutu buku!"
Ucap Robin sambil melempar kan buah apel ke arah Robert.
" Teruskan saja kalian bertengkar hingga Ayah mu datang baru kalian berdua tau rasa!"
Ucap Winda sambil meletakkan segelas susu di samping Robin.
" Dia yang memulai Ibu!"
Teriak Robin yang merasa kesal.
" Ibu aku akan menemui Ayah sebab waktu ku tidak banyak lagi bila harus menunggu Ayah."
Ucap Robert sambil bangkit dari duduk nya.
" Pergi lah temui Ayah mu Ibu akan menyiapkan bekal untuk mu Robert."
Ucap Winda sambil berjalan menuju dapur.
" Pergi sana perusak sarapan pagi ku!"
Ujar Robin sambil melempar buah jeruk ke arah Robert yang sedang membuka pintu dapur.
Saat itu tanpa melihat Robert bisa menangkap buah jeruk dan melemparkan jeruk itu lagi ke arah Robin hingga mengenai tepat di kening nya sehingga membuat Robin terjatuh dari tempat duduk nya dan pasti nya terkena marah oleh Winda sebab Robin telah menumpahkan susu di baju nya sedangkan Robert melanjutkan langkah kaki nya untuk menemui Ayah nya di peternakan domba.
" Ayah ku akan pergi sebentar lagi mengapa Ayah tidak menemui aku apakah aku bersalah kepada Ayah sehingga menghukum ku?"
Tanya Robert yang sudah berdiri di samping Rowdi.
" Robert Ayah tidak marah kepada mu hanya saja Ayah tidak ingin kamu pergi dan masuk ke tes militer itu."
Jawab Rowdi dengan nada sedih.
" Mengapa begitu ayah sedang kan peraturan pemerintah semua keluarga wajib mengirimkan satu anak nya menjadi militer?"
Tanya Robert dengan tatapan bingung.
" Sebab Ayah tidak mau kehilangan anak dan pasti nya di sana sangat keras apakah kamu mampu Nak?"
Jawab Rowdi yang berbalik bertanya.
" Aku pasti mampu Ayah dan bila Ayah tidak mengijinkan aku pergi maka Ayah dan Ibu yang akan terkena masalah dengan negara."
Ucap Robert yang mencoba meyakinkan Rowdi.
" Baik lah bila itu mau mu dan pakai lah ini nak jangan pernah kamu lepas."
Ucap Rowdi sambil memasangkan kalung yang tali nya terbuat dari kulit domba dan liontin nya kepala srigala bermata merah.
" Apa ini Ayah dan mengapa tidak boleh ku lepas?"
Tanya Robert sambil melihat ke arah Rowdi.
" Kalung wasiat ini sudah di gunakan turun temurun dari leluhur mu dan saat ini kamu lah yang berhak memakai nya nak."
Jawab Rowdi dengan senyum dan menahan sesak di dada nya.
" Baik Ayah aku akan menjaga nya dengan jiwa ku."
Ucap Robert dengan senyum menghiasi wajah nya.
Sekitar 45 menit kemudian Rowdi dan Robert pun berjalan bersama menuju ke rumah nya untuk bersiap - siap pergi ke kota sebab di desa tersebut hanya satu kali ada angkutan umum yang menuju ke kota dalam sehari bila terlambat maka harus menunggu ke esokan hari lagi baru akan ada.
Kemudian dengan rasa berat Rowdi dan Winda melepas kepergian Robert untuk pergi ke kota sebab baru kali ini Robert pergi meninggal kan rumah tanpa di dampingi oleh ke dua orang tua nya dan lagi mereka berdua tidak tau apakah Robert bisa kembali pulang atau kah hari ini adalah hari perpisahan untuk selama nya.
Tiba lah bus angkutan desa yang menuju ke kota dan naik lah Robert lalu duduk tepat di samping kaca sambil senyum melambaikan tangan nya kepada kedua orang tua nya yang mengantar kepergian nya saat itu dan tidak begitu lama duduk lah seorang gadis cantik yang duduk di samping Robert yang pasti nya dengan tujuan yang sama ke kota.
" Hay siapa nama mu perkenalkan nama ku Ripka Rojas."
Sapa gadis itu kepada Robert dengan senyum manis.
" Aku Robert Sean senang berkenalan dengan mu nona."
Jawab Robert sambil senyum menjabat tangan Ripka.
" Apakah kamu akan mengikuti tes kemiliteran hari ini Robert?"
Tanya Ripka sambil meletakkan tas di pangkuan nya.
" Benar lalu diri mu sendiri untuk apa ke kota apakah hanya sekedar berbelanja atau ada kepentingan yang lain?"
Jawab Robert yang berbalik bertanya.
" Iya aku akan mengikuti tes ke perawatan di militer dan semoga saja bisa lulus agar bisa membanggakan keluarga ku sebab hanya aku lah anak satu - satu nya."
Ucap Ripka dengan senyum dan pandangan lurus kedepan.
" Baik lah mari kita saling mendoakan agar tercapai tujuan kita."
Ucap Robert di sertai dengan senyuman menghiasi wajah nya.
Mereka berdua pun berbincang saling melempar canda an agar waktu yang lumayan lama untuk menuju ke kota tidak terasa dan akhir nya mereka berdua pun tertidur sebab merasa lelah dan mengantuk namun di dalam tidur nya seperti nya Robert bermimpi yang sangat aneh dan seperti nyata di alami nya.
Di mana aku ini bukan kah tadi aku sedang di atas bus untuk menuju ke kota tapi mengapa aku berada di tengah hutan ini lalu kemana pergi nya Ripka dan bus yang membawa ku ke kota dan lagi mengapa begitu banyak srigala di sini itu ada apa siapa yang menyalakan api unggun coba aku mendekat siapa tau ada orang yang bisa aku tanya di mana ini.
Bergumam lah Robert dalam hati nya sambil berjalan mendekati api unggun dan terlihat beberapa tenda di situ dengan harapan bisa bertemu dengan seseorang yang bisa memberi nya jawaban atas pertanyaan nya setelah semakin dekat diri nya lumayan terkejut sebab indra penglihatan nya melihat Kakek dan beberapa saudara dari Ayah nya yang sudah meninggal berada di situ.
Tempat apa ini mengapa ada Kakek dan saudara Ayah yang sudah meninggal berkumpul di tempat ini apakah aku sudah meninggal juga hingga aku bisa melihat mereka tidak ini aku pasti sedang bermimpi.
Bergumam lah dalam hati Robert yang hendak berbalik dan pergi dari situ namun langkah kaki nya di hentikan oleh suara yang memanggil nya dan Robert mengenal suara itu bukan lain adalah suara Kakek dari Ayah nya yang sudah meninggal 10 tahun yang lalu.
" Robert kemari lah jangan takut."
Ucap Kakek nya Robert dengan suara yang nyaring.
Saat itu langkah kaki Robert terasa berat dan seakan - akan tidak mampu melanjutkan langkah nya namun ada rasa takut yang begitu kuat dalam hati nya.
" Benar kah ini Kakek lalu sedang di mana aku ini?"
Tanya Robert dengan nada bergetar ketakutan.
" Robert cucu ku jangan takut Kakek hanya ingin memberi tau bahwa kamu lah pewaris ilmu srigala dan setiap bulan purnama diri mu akan menjadi srigala begitu pun Ayah mu jadi kamu harus belajar mengendalikan emosi agar tidak mencelakai orang yang tidak bersalah."
Jawab Kakek nya dengan nada tenang.
" Apa aku bisa menjadi srigala dan Ayah ku juga bisa lalu srigala ini siapa mengapa tidak menerkam ku?"
Tanya Robert yang semakin bingung.
" Mereka adalah saudara mu maka tidak akan pernah menyakiti mu ingat pesan Kakek kamu harus belajar mengendalikan emosi mu."
Jawab Kakek nya lalu menghilang.
" KAKEK ....!"
Teriak Robert hingga membuat Ripka dan beberapa penumpang terbangun.
" Robert ... Robert ... bangun ada apa kamu pasti sedang bermimpi."
Ucap Ripka sambil menggoyang kan lengan Robert agar terbangun.
" Iya Ripka aku bermimpi bertemu Kakek ku yang sudah meninggal dunia 10 tahun yang lalu."
Ucap Robert dengan nafas yang tidak teratur.
Kemudian Ripka memberikan sebotol air kepada Robert agar diri nya menjadi lebih tenang dan setelah meneguk air di botol pemberian Ripka sejenak Robert berfikir tentang mimpi nya dan begitu penasaran benarkah diri nya seorang manusia yang bisa berubah menjadi srigala yang sangat buas di saat bulan purnama.
Sepanjang perjalanan menuju kota semakin dekat namun rasa penasaran Robert belum mampu terjawab oleh akal sehat dan pasti nya Robert akan menutup rapat - rapat tentang jati diri nya sesungguhnya sebab bagi nya tidak akan ada yang percaya satu orang pun bila diri nya menceritakan tentang mimpi nya.
Lalu bagaimana kah setiba nya Robert di kota apakah diri nya akan lulus tes militer dan bagaimana bila diri nya tinggal bersama dengan teman yang lain nya apakah semua teman nya akan tau siapa sebenar nya Robert dan bisa kah Robert mengendalikan emosi nya saat di camp ke militer?
Untuk mengetahui jawaban nya ikuti terus kisah Robert hanya di IM WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar rajin update nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
mas kus
mau tau cerita nya bos... lanjutkan saja
2022-10-11
1
Stephen Wirakarna
Semoga Robert bisa mengendalikan amarah ny biar tdk melukai orang yg tdk brsalah
2022-05-31
7
Stephen Wirakarna
Ternyata Robert mewarisi ilmu srigala dr leluhur ny seperti ayah nya
2022-05-31
7