"Apakah mereka orang Mongol?" tanya Dara. Ia tidak mengerti dialek yang mereka gunakan, "Ya, aku harap kuda kita tidak meringkik," balas Jang Min.
Derap langkah kaki kuda menjauh, keduanya hanya diam menahan napas sejenak, "Jangan ke luar dulu! Tunggu sebentar," balas Jang Min.
Dara menurut, Li Phin sudah lenyap entah ke mana. Matahari mulai merayap memenuhi kewajibannya di ufuk timur, "Apakah kita akan berdua terus di sini? Aku sudah lapar?" ujar Dara. Satu hal yang dimengerti olehnya jika tubuh Li Phin tidak pernah tahan akan lapar.
"Baiklah, aku rasa mereka sudah sangat jauh," balas Jang Min, "kasihan sekali Nona Li, mungkin semalam dia belum sempat makan. Apalagi, kami juga terjebak di sini," batin Jang Min.
Keduanya perlahan mengendap-endap menjauhi tempat tersebut memanggil kuda dan bergerak dengan berlawanan arah dengan orang-orang Mongol. Memacu kuda dengan kencang meninggalkan pagi yang masih berkabut dan masih sedikit gelap.
Keduanya memasuki sebuah desa yang sepi, "Berhati-hatilah, aku tidak yakin apakah masih ada manusia di sini!" ujar Jang Min memperlambat kudanya.
Mereka memasuki jalanan desa semangkin ke dalam semakin berubah menjadi jalanan yang sedikit luas dan bersih.
Sebuah warung kedai nasi sederhana telah membuka tokonya, "Maaf, Tuan! Bisakah kami masuk ke dalam? Kami ingin makan?" tanya Jang Min di sisinya Dara hanya diam saja menatap pak tua di depan mereka.
Pak tua tersebut berpikir sejenak, "Tentu saja! Mari masuk," ajak Pak Tua.
Jang Min dan Dara langsung masuk dan duduk dengan mengambil posisi di pojokan,
"Maaf, Nyonya dan Tuan, bisakah kalian mengganti atribut prajurit kalian? Bukan apa-apa? Jika tentara Changsha mengetahui kalian, mereka bukan hanya membunuh kalian tapi keluargaku juga," balas Pak Tua tersebut.
"jadi ini wilayah Changsha?" tanya Jang Min terkejut.
Pak Tua tersebut menganggukkan kepala, "Baiklah!" balas Jang Min, "kalau begitu kami benar-benar tersesat!" balas Jang Min.
Pak Tua tersebut membawa keduanya ke kamar belakang di dekat gudang Jang Min membuka baju zirah dan atribut kelengkapan mereka segera menyimpannya di sebuah pelana kuda begitu juga dengan Dara, Pak tua tersebut memberi baju kepada keduanya.
Saat Dara mengganti baju Jang Min dengan sopan ke luar dari ruangan tersebut. Menyimpan semua perlengkapan mereka di pelana kuda. Mereka bagaikan pasangan suami istri yang sedang melakukan perjalanan. Keduanya makan dengan cepat dan membayar langsung kabur dari warung tersebut, "Terima kasih Pak Tua!" balas Jang Min.
Keduanya meninggalkan tempat secepatnya, karena tidak ingin pak tua yang sudah baik hati itu mendapatkan musibah, keduanya saling pandang seakan mengerti akan kegelisahan yang sedang dirasakan oleh Pak tua tersebut. Mereka memasuki Kota Changsha, "Apakah kita akan terus masuk ke dalam?" tanya Dara sedikit khawatir.
"Ya, aku masih penasaran bagaimana keadaan kota ini, sehingga mereka selalu saja ingin menyerang Kekaisaran Donglang." balas Jang Min. Keduanya berjalan perlahan. Wajah cantik Dara benar-benar sangat luar biasa, Jang Min diam-diam memperhatikan semua itu. Ia merasakan suatu rasa yang sulit diungkapkan dengan kata-kata kepada Li Phin.
Mereka melihat bangunan mewah dan luas dengan lapisan benteng yang luar biasa, mereka melihat banyaknya tentara Mongol dan Qin di sana. Selain itu Jang Min melihat beberapa petinggi hebat Kekaisaran Donglang memasuki Kerajaan Changsha.
"Sial, apakah ada konspirasi antara petinggi Donglang dan kerajaan Changsha?" batin Jang Min, "Dara, apakah kamu ingin istirahat? Sebaiknya kita pergi ke penginapan, aku rasa kita tidak bisa pulang. Selain itu aku ingin menyelidiki seseorang," ucap Jang Min.
"Baiklah," balas Dara, ia juga ingin mandi sehingga ia menyetujui saja usul dari Jang Min.
Keduanya memasuki penginapan, "Maaf Tuan dan Nyonya kamar hanya ada sisa 1 lagi," ucap resepsionis penginapan.
"Baiklah tidak mengapa? Lagian suami istri apakah harus berpisah tempat tidur?" tanya Dara.
"Hehehe, benar juga! Kalian berasal dari mana?" tanya resepsionis sedikit kepo.
"Kami berasal dari Kota Luoyang! Kami ingin menawarkan barang dagangan sutra dari Luoyang yang terkenal," balas Jang Min.
"Syukurlah, aku sama sekali tidak tahu kota apa saja yang ada di zaman ini, bayangkan tahun 219 SM gila benar," batin Dara, "tumben Li Phin tidak ribut pagi ini, apa yang terjadi?" batin Dara bingung.
Ia merasakan kehilangan juga kerinduan kepada Li Phin yang biasanya mengoceh setiap waktu. Kini hilang entah ke mana, "Li Phin! Li Phin!" teriak Dara memanggil tapi Li Phin tak muncul lagi.
Dara dan Jang Min memasuki kamar, "Aku akan mandi dulu!" ucap Dara.
"Nih, pakailah baju ini!" Jang Min memberikan sebuah baju baru dan semua perlengkapan kepada Dara.
"Oh, kapan kamu membelinya?" tanya Dara bingung ia dan Jang Min tak pernah beranjak dan berpisah sedikit pun.
"Kamu tak mengenalku secara dalam Nona Li, mandi dan pakailah. Aku ingin kita berjalan-jalan ke dalam Kota Changsha di bagian ibu kotanya. Aku ingin melihat bagaimana kota ini," balas Jang Min.
"Terima kasih," balas Dara langsung pergi ke kamar mandi. Ia mandi dengan cepat dan memakai baju tersebut, "Wah, Jang Min hebat sekali! Dia juga membelikan keperluan make up dan semua keperluan wanita, apakah kita akan berdandan Li Phin?" tanya Dara bingung.
"Tentu saja, mungkin Tuan Jang ingin mengajak kita bersandiwara dan menyamar sebagai pasangan suami-istri. Ayo, kita tunjukkan jika kita bukan hanya jago di medan pertempuran," ajak Li Phin.
"Bukan jago sebagai ahli obat juga tapi kita adalah ahli menyamar bukan?" tanya Dara tersenyum, "Ya, kamu benar sekali!" balas Li Phin tersenyum.
"Li Phin menghias dan menyanggul rambut yang begitu cantik pada zaman tersebut Li Phin menggunakan make up dengan natural dan memakai gaya modern ia sangat luar biasa cantik.
Jang Min ke luar dari kamar mandi telah memakai baju yang senada dengan Li Phin hanya saja warna hitam lebih mendominasi warna baju Jang Min. Sementara pakaian Li Phin di dominasi warna pastel.
"Oh, Dewa! Apakah Kamu mengirimkan bidadari ini?" batin Jang Min terperanjat melihat di depannya seorang wanita cantik yang luar biasa dengan dandanan yang luar biasa berbeda dengan kebanyakan gadis di zaman itu.
"Ada apa Tuan Jang?" tanya Dara bingung, "aku akan menghapus riasanku!" ujat Dara ingin ke kamar mandi. Namun tangan Jang Min langsung menarik tubuh Li Phin sehingga keduanya terjatuh ke tempat tidur.
"A-apa yang kau lakukan, Tuan Jang?" tanya Dara bingung debaran jantung mereka bergemuruh.
"Oh, maaf!" balas Jang Min langsung melompat turun. Tetapi ia malah menarik tiang penyanggah kelambu sehingga semua penyanggah kelambu runtuh menimpa mereka membuat keduanya tertutup kelambu.
"Oh, Tuhan ini benar-benar gila!" umpat Dara.
"Nona Li kamu di mana?" tanya Jang Min mencoba mencari Li Phin dan Menyelamatkannya, keduanya grasak-grusuk berusaha untuk membebaskan diri membuat semua isi kamar berantakan.
"Maaf Tuan ada apa?" sapa seseorang di pintu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 276 Episodes
Comments
Hasan
🤭🤭🤭othornya sampai typo nama tuh li phin thor soalnyakan si jang min msh ga tau jiwa si dara yg ada ditubuh li phin
2022-08-19
2
Daniela Whu
oh thor... jodohkan mereka
biar tdk selalu pemain utama jodoh Putra Mahkota terus... kayax yang sono"
2022-08-13
4
Elisabeth Ratna Susanti
selalu hadir 👍
2022-04-25
1